NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

.

Dan begitulah hari-hari berjalan. Kedekatan antara Dirga dan Amanda terlihat semakin jelas. Entah itu saat sarapan bersama, perlakuan hangat Dirga, Dirga yang selalu mengantar dan menjemput Amanda pulang mengajar. Semua terasa begitu natural, seolah mereka memang pasangan yang serasi.

Hingga malam itu…

Seperti kebiasaannya setiap malam, Dirga masuk ke dalam kamar putrinya untuk mengucapkan selamat malam sebelum putrinya tidur. Pria itu menyelimuti tubuh Putri hingga ke dada, lalu melabuhkan kecupan kecil di ubun-ubun putrinya. “Selamat malam, selamat beristirahat, Sayang,” ucap Dirga. “Semoga mimpi indah.”

“Selamat malam juga, Ayah. Putri sayang Ayah,” balas Putri lalu perlahan memejamkan matanya.

Biasanya, setelah melakukan hal itu, Dirga akan langsung keluar kamar.. Namun, malam ini berbeda. Pria itu masih tetap duduk di tepi ranjang, tidak bergerak untuk pergi.

Putri yang tadinya memejamkan mata, akhirnya membuka kelopak matanya karena merasa ada yang aneh. Ia melihat ayahnya masih duduk di dekatnya, dengan mata menatap teduh ke arahnya.

"Ayah...?" panggil Putri pelan. "Ada apa? Ada sesuatu yang ingin Ayah bicarakan?"

Dirga menggaruk tengkuknya seakan terlihat bingung, ragu, dan sedikit gelisah.

Putri yang melihat itu mengerutkan keningnya, selalu perlahan menjebak selimutnya dan duduk berhadapan dengan ayahnya sambil menggenggam dua tangan pria yang telah memberinya cinta kasih seumur hidup.

“Ayah? Apa ada masalah?” tanya Putri lagi.

"Put..." panggil Dirga pelan, suaranya terdengar berat. "Boleh Ayah tanya sesuatu?"

“Tentu saja,” jawab Putri sambil menatap lekat wajah ayahnya.

Dirga terdiam sejenak, jari-jarinya saling mengunci satu sama lain, tanda bahwa ia sangat gugup.

"Bagaimana... pendapatmu tentang Bu Amanda?" tanyanya memulai, matanya menatap lekat wajah putrinya, ingin melihat setiap reaksi.

Putri perlahan mulai paham apa yang ingin ditanyakan oleh ayahnya, dalam hatinya gadis itu tersenyum. "Seperti yang pernah Putri bilang, Bu Manda adalah wanita yang sangat baik, dan selama beberapa bulan bu Manda tinggal di sini, Ayah juga pasti bisa melihatnya.”

Sekelebat senyum tipis terukir di bibir Dirga, dia sudah menduga jawaban itu yang akan keluar dari bibir putrinya. Namun, wajahnya masih memasang raut ragu. Ia menatap wajah Putri lebih dalam, seakan sedang mengumpulkan keberanian yang luar biasa besar.

"Begitu ya..." gumam Dirga pelan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Terdiam sejenak kemudian kembali bersuara…

"Put..."

"Iya, Yah?"

"Kalau... Seandainya Ayah ingin menikah dengan Amanda," suara Dirga terdengar bergetar, pelan sekali namun jelas terdengar di telinga Putri. "Apakah kamu... apakah kamu akan merasa keberatan?"

Hening sejenak.

Pertanyaan itu akhirnya terlontar juga. Dirga menatap putrinya dengan napas tertahan, meskipun sebenarnya ia sudah tahu jawaban Putri.

Putri tertegun sejenak mendengar pertanyaan itu. Meski sejak lama dirinya ingin ayahnya memiliki pasangan lagi dan bisa hidup bahagia setelah gagalnya menjalin hubungan dengan mamanya Ega, namun mendengarnya langsung dari mulut ayahnya membuat gadis itu merasa sedikit tercubit.

"Apakah Ayah benar-benar yakin ingin menikahi Bu Manda?" tanya Putri pelan, matanya menatap lekat wajah ayahnya, mencari kepastian di sana.

Dirga menatap wajah putrinya dalam-dalam, lalu perlahan ia menganggukkan kepalanya dengan tegas.

"Ya, Put. Ayah yakin," jawab Dirga yakin. "Kehadiran Amanda membawa suasana baru dalam hati Ayah. Rasanya... ada warna lagi dalam hidup Ayah yang selama ini terasa monoton setelah kepergian ibumu."

Pria itu menarik napas panjang, seolah sedang berusaha menjelaskan perasaannya yang rumit agar putrinya paham.

“Tapi jangan khawatir, Sayang," lanjut Dirga serius, tangannya mengusap kepala Putri dengan sayang. "Bukan berarti Ayah akan menduakan Ibumu. Ayah sangat mencintai Ibumu. Tempatnya di hati Ayah tak akan pernah tergantikan selamanya. Ibu tetaplah ratu di hati Ayah."

Matanya berkaca-kaca saat mengucapkan itu. Kali ini dia tidak berbohong, kerinduan itu benar-benar nyata. Air matanya bukan sandiwara palsu. Hati Putri berdesir melihat begitu dalam cinta ayahnya pada mendiang ibunya. Ayahnya tak pernah melupakan ibunya. Dan itu membuatnya bahagia.

"Sedangkan Amanda... “ lanjut Dirga. “ Dia menempati sisi hati yang lain. Dia datang untuk melengkapi, bukan untuk menggantikan.”

Mendengar penjelasan itu, hati Putri terasa lega sekaligus haru. Bibirnya menyunggingkan senyum lebar, senyum sangat tulus untuk kebahagiaan ayahnya.

"Kalau memang Ayah sudah yakin dan merasa bahagia dengan Bu Manda... Putri pasti akan merestui. Bahkan Putri sangat mendukung!" ucapnya sambil mencium dua tangan ayahnya yang sejak tadi ia genggam.

“Syukurlah... akhirnya Ayah tidak sendirian lagi. Ayah tidak akan kesepian lagi,” batinnya ketika keduanya berpelukan.

Gadis itu ingat dengan jelas. Selama sekian tahun, ayahnya berjuang sendirian membesarkannya, bekerja keras, melakukan segalanya yang terbaik hanya demi kebahagiaannya. Kini, giliran ayahnya yang harus mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

"Terima kasih, Sayang," ucap Dirga parau, lalu membalas memeluk putrinya semakin erat.

Malam hari berikutnya…

Waktu baru menunjukkan pukul delapan malam ketika Dirga Wijaya dengan diikuti oleh Putri dan Bu Rani dan kepala pelayan datang ke paviliun.

Pak Hendra yang sedang duduk santai di ruang tamu bersama Adinda dan anak-anak asuh Amanda sontak terkejut dan segera berdiri melihat kedatangan Dirga beserta rombongan.

"Ada... ada apa ini, Tuan?" tanya Pak Hendra terbata-bata, bingung mengapa tuan rumah datang berkunjung ke paviliun. Apakah mereka melakukan kesalahan? Apakah mereka akan diusir?

Dirga tidak menjawab langsung. Pria itu mengajak Pak Hendra dan yang lain untuk kembali duduk. Matanya melirik sekilas ke arah Amanda.

"Pak Hendra, saya datang ke sini dengan niat baik," ucap Dirga setelah ayah Amanda itu terlihat lebih tenang.

Pak Hendra mengangguk dan menatap diam, menunggu kelanjutan dari ucapan Dirga.

"Saya datang untuk melamar putri Bapak, Amanda, untuk menjadi istri saya."

DUAR!!!

Ucapan itu bagai petir di siang bolong. Wajah Pak Hendra langsung berubah pucat. Matanya membelalak lebar, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ia menoleh cepat ke arah Amanda yang duduk dengan kepala tertunduk di sampingnya.

"Apa maksudnya ini?!" seru Pak Hendra dengan suara tercekat. Pria tua itu benar-benar kaget dan panik. "Apa yang telah kamu lakukan, Amanda?! Kenapa bisa sampai begini?!"

Wajah lelaki tua itu mulai memerah. Ia menundukkan kepala, merasa sangat tidak enak hati.

"Apa kamu lupa, Nak?! Kita ini di sini menumpang! Kita hidup bergantung pada belas kasihan Tuan Wijaya! Kenapa kamu begitu lancang?!" hardik Pak Hendra pelan namun penuh penekanan. Dalam hatinya berkelebat pemikiran seolah putrinya telah menggoda Tuan Dirga.

Amanda mengangkat wajahnya perlahan. Ia menatap ayahnya sambil menggelengkan kepala berkali-kali, lalu menarik napas panjang mengumpulkan keberanian.

"Pak..." ucap Amanda lembut. "Sebenarnya...

1
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!