Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di tempat proyek
Valdo kembali ke dalam kamarnya dan segera menghubungi kekasihnya. namun, berapa kali pun dia tak mendapat jawaban. Valdo akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Lula di salonnya
Dengan mengendarai motor maticnya, valdo pun tiba dia segera masuk dan kebetulan Lula berada di sana
" Valdo? ada apa?" Tanya Lula
" Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, penting banget" jawab valdo
" Ya udah, ayo" ajak lula keluar. dia tak ingin teman-temannya mendengar percakapannya dengan Valdo
" Ada apa? katakan saja"
" Aku minta duit atau gak aku pinjem deh" ucapnya
" Duit? untuk apa?"
" aku terlilit utang, dan mereka hanya memberiku waktu dua hari untuk mengembalikan uang mereka" jawabnya
" Memangnya berapa banyak yang kamu butuhkan?"
" Seratus juta" jawabnya tertunduk
" Duit segitu kamu yakin bisa mengembalikannya padaku?" tanya lula
"Iya aku janji akan mengembalikannya secepat mungkin. kamu tahu kan? Abang iparku pengusaha sukses. dan juga calon istri mas Vino, anak orang kaya" jawabnya
" Hahaha... dasar bodoh..!!" Ucap Lula tertawa mendengar ucapan Valdo
" Maksud kamu apa? Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya valdo heran melihat Lula tiba-tiba saja tertawa, padahal menurutnya tidak ada hal lucu yang dia katakan
" Iya, ucapanmu benar-benar lucu. kalau memang calon istri mas mu itu orang kaya, kenapa tidak minta saja pada dia? dan aku rasa uang segitu hanya sekedar uang jajan baginya, kan?" ucap lula
" Tapi aku gak enak. aku pinjamnya sama kamu saja, aku janji pasti akan mengembalikan nya. bahkan jika Mas Vino berhasil menikahi Mbak Astrid, aku akan memintanya untuk membangunkanmu sebuah salon kecantikan yang lebih besar" ucap valdo meyakinkan
" Hahahahaha..." Suara tawa Lula semakin keras, membuat valdo ikut semakin heran
" Valdo, Valdooo... kamu dan keluargamu ternyata bego juga, mau saja dibodohi oleh wanita itu. Asal kamu tahu, wanita itu bukan Putri pemilik perusahaan horizon. dia hanya mengaku saja" ucap Lula
" Apa maksud kamu, Lula? Aku tahu kamu tidak suka padanya, tapi tidak seperti itu kamu memfitnah mbak Astrid"
" Aku tidak bohong, karena aku sudah bertemu langsung Putri keluarga itu. dan aku yakin jika itu bukan Astrid" ucapnya lagi meyakinkan
" Kalau kamu gak mau minjemin aku uang bilang saja, aku gak suka cara kamu kayak gini. Mbak Astrid itu gak bakalan bohong sama keluargaku. dan juga teman-teman Mbak vita kenal kok sama dia. Bahkan mereka mengakuinya juga"
" Ya sudah terserah kamu mau percaya atau gak. yang jelas saat ini aku tak punya uang sebanyak itu"
" Kamu tega sama aku? Padahal selama ini aku sudah menemanimu dan menuruti semua apapun kemaunmu. dan memuaskan mu. bahkan aku sakit pun aku tetap melayanimu" ucap valdo kesal
" Tapi aku memintanya tidak gratis, kan? aku selalu memberimu uang yang tak sedikit. lalu kamu ingin menyalahkanku karena kebodohanmu sendiri? aku tidak sebodoh itu"
" Lalu aku harus gimana sekarang?"
" Itu urusanmu, selesaikan saya sendiri. aku tak tak ingin ikut campur" jawab sebelum kembali masuk ke dalam salam
" Sialan..!! Dasar banci kaleng" gumam Valdo mengepalkan tangannya
*******
Valdo kembali ke rumahnya dengan rasa kecewa. Dia pun meminta ibunya untuk menghubungi Vita
" Halo Vita, kamu ada uang gak? Ibu pinjam boleh ya?" Tanya ibunya begitu Vita menjawab panggilannya
" Aku gak ada duit Bu. Aku pusing, jangan ganggu aku" ucapnya
" Tapi ini mendesak, Vita. Adikmu harus mengembalikan uang yang dia pinjam pada preman itu, kalo tidak maka adikmu akan masuk penjara" ucap Bu ayu
" Aku gak ada duit...!!! Ibu ngerti gak sih? Lagian itu kan urusan valdo, ngapain aku yang harus bayar?"
" Kamu kan bisa minta sama suami kamu"
" Gak ada, bu...!!!" Jawab Vita segera mengakhiri panggilan ibunya
Sementara Bu ayu, sedikit terkejut mendengar bentakan Vita dari seberang telepon
" Gimana Bu? Mbak Vita mau bantuin, kan?" Tanya valdo
" Mbakmu gak ada duit, katanya"
" Kok gak ada? Pasti mbak Vita sedang berbohong, Bu"
" Ibu juga gak tau, do. Ibu pusing"
" Lalu kalo begini, gimana caranya aku mengembalikan uang mereka, Bu?" Tanya valdo
" Makanya jangan minjem duit kalo gak bisa balikin? Memangnya uang sebanyak itu kamu pakai buat apa sih, do?"
" Aku main judi online, Bu" jawabnya
" Dasar bodoh...!! Untuk apa kamu melakukan itu? Ibu menguliahkan kamu agar bisa jadi orang dan mencari pekerjaan yang bagus agar kehidupanmu kelak juga terjamin. Tapi kenapa malah kamu jadi bodoh seperti itu, valdo..!!"
" Sudahlah bu, gak usah marah-marah. Aku juga gak main lagi kok" ucapnya ikut kesal
" Ya, tapi uangnya gimana?"
" Gadaikan rumah aja, gimana Bu?"
" Gak bisa dong. Ini rumah peninggalan ayah kamu" jawab ibunya kemudian berlalu
________
Di tempat lain, vino bersama pak alex sedang berada di tempat proyek mereka. Tak lama sebuah mobil mewah menghampiri mereka
" Sepertinya itu tuan Rasyid" bisik pak Alex pada vino
Vino menjadi semangat mendengar nama tuan Rasyid, dia segera merapikan penampilannya. Tak lama turun seorang pria tampan dari mobil itu
Alex segera berlari menghampiri mereka, begitu juga dengan vino yang ikut di berlari kecil di belakang Alex
" Selamat siang tuan Fahri" sapa pak Alex begitu sampai di depan keduanya
" Selamat siang pak Alex. Gimana dengan proyek kita? Apakah semua aman?" Tanya Fahri
" Tuan tenang saja. Oiya tuan, kenalkan ini vino yang menangani proyek kita, tuan. Vino kenalkan ini tuan Fahri" ucap Alex memperkenalkan mereka
" Selamat siang tuan, senang bertemu dengn anda" ucap vino. Namun, hatinya masih bingung kenapa bukan tuan Rasyid lagi yang hadir
" Selamat siang pak vino. Kenalkan saya Fahri perwakilan dari Horizon" ucap Fahri
Mendengar itu vino kini yakin jika Fahri adalah kakak dari astrid
" Maaf tuan, saya pikir tadi tuan Rasyid yang akan datang langsung kemari untuk melihat sendiri" ucap pak Alex
" Papa saya sedang menemani cucunya di rumah. Dan dia juga meminta saya untuk ikut dalam proyek ini" jawabnya
" Wah, sepertinya mulai sekarang pak Rasyid akan sibuk dengan cucunya, hahahha" ucap pak Alex tertawa kecil
" Hahaha.. iya pak. Namanya juga cucu pertama, kan. Jadi wajar saja kalo beliau begitu menyayanginya cucunya"
" Ya sudah kalo gitu kita langsung masuk saja melihat proyek kita " ucap Fahri lagi
Mereka pun masuk, dengan kesempatan itu vino ingin mengambil hati Fahri. Dia pun dengan semangat menjelaskan semua. Bahkan Fahri sempat kagum pada pekerjaan vino
Tak lama setelah itu, mereka pun kembali keluar. Namun, tiba-tiba ponsel Fahri berdering. Dia mengeluarkan ponsel dai sakunya dan menatap layar yang menampilkan nama Aulia
Vino sempat melirik ke arah ponsel Fahri. Dan sempat membaca nama itu, membuatnya sedikit teringat pada mantan istrinya yang baru saja beberapa hari dia temui. Setelah selesai berbicara dengan Aulia, Fahri pun kembali menghampiri mereka
" Maaf, tadi aku menerima panggilan. Oiya, pak vino lain kali saya akan mengundang anda makan dengan papa saya. Mungkin jika pak vino ada waktu" ucap Fahri
" Terima kasih tuan. Saya pasti akan hadir jika tuan mengundang saya. suatu kehormatan bagi saya, tuan" ucapnya
" Baiklah, saya harap proyek ini cepat selesai dan berjalan dengan baik" ucap Fahri lagi
" Baik tuan. Serahkan semua pada saya" ucap vino mantap
" Ya sudah kalo begitu, saya akan kembali ke kantor" ucap Fahri masuk ke dalam mobilnya
" Baik tuan. Oiya tuan sampaikan salamku pada Astrid" ucap vino tersenyum
Fahri menautkan kedua alisnya mendengar ucapan vino. Dia tidak mengerti, Astrid siapa yang di maksud vino? Tapi dia hanya tersenyum dan segera berlalu