NovelToon NovelToon
Trading Thrones (Bertukar Tahta)

Trading Thrones (Bertukar Tahta)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DearlyBoa

​Di papan catur Leone, Nora hanyalah sebuah bidak yang dipahat untuk menahan badai, sementara Stella adalah permata yang disembunyikan di balik sutra. Selama lima tahun, Nora berdiri sebagai tameng, meredam peluru dengan detak jantungnya sendiri demi pria yang tak pernah benar-benar melihatnya kecuali sebagai pelindung bagi cintanya yang sejati.
​Namun, setiap baja memiliki titik retak.
​Ketika takdir menyajikan dua cawan beracun di atas meja jati, Nora memilih untuk meminum rahasia yang paling kelam. Dia menukar tahta di pesisir California dengan mahkota berduri di ranjang hantu New York. Di kota yang tak pernah tidur, dia tidak datang untuk menjadi perawat bagi jiwa yang koma, melainkan untuk membangun kekaisaran dari sisa-sisa pengkhianatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DearlyBoa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Para Pembohong

​Angin malam di kawasan elit perumahan keluarga Leone terasa lebih tajam dari biasanya. Sebuah mobil SUV hitam dengan kaca antipeluru berhenti tepat di depan gerbang besi yang menjulang tinggi. Adrian Thorne turun dengan setelan jas hitam yang memeluk tubuh tegapnya dengan sempurna, memancarkan aura intimidasi yang membuat para penjaga gerbang segera menunduk hormat tanpa berani menatap matanya.

​Antonio Leone sudah menunggu di beranda depan, mengenakan jubah sutra mahal dan memegang gelas kristal berisi brendi. Senyumnya lebar—senyum seorang pedagang yang melihat mangsa besar sekaligus sekutu terkuatnya datang berkunjung.

​"Adrian! Senang sekali melihatmu berkunjung mendadak seperti ini," sambut Antonio dengan suara bariton yang dibuat sehangat mungkin. "Mari masuk. Kita punya cerutu Kuba terbaik yang baru sampai tadi pagi."

​Adrian melangkah masuk melewati ambang pintu, namun wajahnya tetap sedingin es. Ia tidak membalas senyuman Antonio. "Simpan basa-basinya, Antonio. Aku tidak ke sini untuk cerutu atau brendi."

​Langkah mereka membawa mereka ke ruang kerja pribadi Antonio yang berbau kayu jati dan tembakau. Begitu pintu kayu ek itu tertutup rapat, suasana mendadak berubah menjadi sangat serius. Adrian duduk di kursi kulit di seberang meja Antonio, menatap pria tua itu dengan pandangan yang tajam dan menusuk.

​"Aku datang untuk membicarakan masa depan putri-putrimu," ujar Adrian tanpa aling-aling.

​Antonio meletakkan gelasnya, matanya berbinar penuh harap. Ia mengira momen yang ia tunggu-tunggu selama lima tahun ini akhirnya tiba. "Ah, jadi kau sudah memutuskan? Aku tahu kau sudah menjaga Nora dengan sangat baik selama ini, tapi kita semua tahu siapa yang sebenarnya pantas mendapatkan mahkota Thorne di sampingmu."

​Antonio mencondongkan tubuhnya, suaranya merendah. "Stella sudah merindukanmu, Adrian. Dia sering bertanya kapan kau akan membawanya keluar dari bayang-bayang kakaknya. Dia rapuh, dia butuh perlindunganmu secara resmi."

​Adrian mengepalkan tangannya di bawah meja saat mendengar nama Stella disebut. Bayangan tato mawar di lengan Nora dan kejadian tujuh tahun lalu kembali berdenyut di benaknya, namun ia segera menekan perasaan itu. Logika bisnis dan utang budi palsu yang telah ia pelihara selama bertahun-tahun masih mencengkeram akal sehatnya.

​"Aku akan menikahi salah satu putrimu," tegas Adrian. "Namun, aku juga tahu bahwa kau sedang berada dalam posisi terjepit, bukan? Keluarga Sullivan dari New York baru saja mengirimkan utusan untuk melamar salah satu putri Leone untuk putra mahkota mereka, Declan."

​Wajah Antonio sedikit memucat. Ia tidak menyangka informasi itu sudah sampai ke telinga Adrian secepat ini. "Keluarga Sullivan... mereka memiliki kekuasaan yang tak terbantahkan di pantai timur. Menolak mereka sama saja dengan bunuh diri secara finansial bagi Leone Tower."

​"Itulah sebabnya aku di sini," potong Adrian dingin. "Aku memberikanmu solusi, namun aku juga memberikanmu penegasan. Aku akan mengambil Nora sebagai istriku secara sah."

​Antonio terbelalak. Ia hampir tersedak ludahnya sendiri. "Nora? Tapi Adrian... Stella adalah—"

​"Aku tahu siapa Stella bagimu," sela Adrian dengan nada yang memberikan penegasan tersirat. "Aku akan menikahi Nora, namun aku akan tetap menjadi pelindung utama bagi Stella. Aku tidak akan membiarkan sehelai rambut pun jatuh dari kepalanya. Stella akan tetap berada di bawah payung perlindungan Thorne, meskipun secara status... dia bukan istriku."

​Di dalam kepala Adrian, ini adalah strategi yang paling aman. Dengan menikahi Nora, ia bisa membalas budi (yang ia yakini masih milik Stella namun Nora-lah yang kini menarik perhatiannya) tanpa harus melepaskan kendalinya atas Nora yang selama ini telah menjadi tameng yang sempurna. Ia ingin memiliki Nora di ranjangnya, namun tetap menjaga Stella sebagai "malaikat" yang tidak tersentuh oleh kotornya dunia politik mereka.

​Namun, Antonio adalah rubah tua yang licik. Ia tahu bahwa Stella sangat menginginkan Adrian, dan ia tidak ingin putri kesayangannya itu terbuang ke New York untuk menikahi Declan Sullivan yang sedang koma—sebuah nasib yang ia anggap lebih buruk daripada kematian.

​"Adrian, dengarkan aku," Antonio mencoba bernegosiasi. "Nora kuat. Dia terbuat dari baja, seperti yang selalu kau katakan. Dia bisa bertahan di mana pun, bahkan di New York sekalipun. Tapi Stella? Stella tidak akan bertahan sehari pun bersama keluarga Sullivan yang haus darah itu."

​"Aku tidak peduli," sahut Adrian ketus. "Nora tetap bersamaku."

​Keheningan yang berat menyelimuti ruangan itu. Antonio memutar otak. Ia melihat ambisi di mata Adrian, namun ia juga melihat keterikatan yang mulai tumbuh antara Adrian dan Nora yang mungkin tidak disadari oleh Adrian sendiri.

​"Baiklah," ucap Antonio akhirnya dengan nada yang terdengar menyerah, meski matanya berkilat penuh rencana. "Aku mengerti posisimu. Kau menginginkan Nora, tapi kau ingin melindungi Stella. Aku akan memikirkan cara seadil-adilnya agar kedua putriku sama-sama mendapatkan pernikahan yang megah dan jaminan keamanan."

​Antonio berdiri, menandakan pertemuan itu berakhir. "Biarkan aku yang mengatur detailnya dengan keluarga Sullivan. Aku akan memastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan, dan kau... kau akan mendapatkan apa yang kau mau pada hari pernikahan nanti."

​Adrian berdiri, menatap Antonio dengan tatapan penuh selidik. "Pastikan saja kau tidak melakukan gerakan bodoh, Antonio. Jika sesuatu terjadi pada Nora atau Stella karena rencana konyolmu, Leone Tower akan runtuh dalam semalam."

​"Percayalah padaku, Adrian. Aku ayahnya. Aku tahu apa yang terbaik untuk mereka berdua," jawab Antonio dengan senyum misterius.

​Adrian melangkah keluar dari ruangan itu tanpa menyadari bahwa Antonio baru saja merancang "pertukaran" yang akan menghancurkan hati Nora dan menguji kewarasan Adrian. Di benak Antonio, rencananya sudah bulat: Stella akan mendapatkan Adrian dengan segala kemewahannya, dan Nora—si anak yang tak diinginkan—akan dikirim ke New York untuk menjadi istri seorang pria yang mungkin tidak akan bangun lagi.

​Di malam yang pekat itu, tepat saat bunga-bunga mawar yang ditanam Nora di mansion Thorne sedang mekar dengan indahnya, Nora tidak tahu bahwa tangan yang menanamnya akan segera dibuang ke pengasingan yang dingin.

1
Arieee
tetep goblok di Adrian 🤣
Arieee
wow👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!