NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Ruangan kecil itu terasa semakin sesak. Suara kipas tua di pojokan seolah berhenti berputar, dan waktu seakan membeku. Melisa duduk bersimpuh di lantai, masih menggendong Ethan dan Evan yang mulai gelisah dalam dekapannya. Napasnya berat, jantungnya berpacu tak menentu. Tubuhnya bergetar, bukan karena dingin, melainkan karena ketakutan. Hari yang selama ini paling ia takuti… akhirnya tiba.

Dengan suara yang gemetar menahan amarah dan luka, Pak Dani memecah keheningan, "Kamu… kamu tega sekali Ca. Kamu sudah mencoreng nama baik bapak dan ibuk! Anak macam apa kamu ini? Berani-beraninya punya anak tanpa suami! Siapa… siapa ayah dari bayi-bayi itu?!"

Suara itu bagaikan cambuk yang menghantam dada Melisa. Ia menunduk lebih dalam, air matanya mulai tumpah, dan suaranya tercekat.

“B-bukan begitu, Pak… ini bukan seperti yang Bapak pikirkan…”

“APA?!” bentak Pak Dani, matanya merah dan berair karena campuran marah dan kecewa yang mendalam. “Apa yang bukan seperti bapak pikirkan?! Kamu sekarang duduk di depan kami, bawa dua bayi, dan kamu bilang bukan anak kamu?! Jangan bodohi kami, Melisa!”

Melisa menggigit bibirnya, menahan sesak di dada. Tangisannya pecah, namun ia tetap mencoba menjelaskan, meski suaranya lemah dan putus-putus.

“Ibuuu… Bapak… dengar dulu. Ini… ini bukan anak kandung Meli. Meli nemuin mereka waktu pulang kuliah… mereka dibuang, Pak. Meli enggak tega… Meli cuma mau nolong…”

Bu Risma masih terpaku, tubuhnya membeku di tempat. Matanya menatap nanar pada kedua bayi itu—lucu, polos, mungil—namun begitu menyakitkan bagi dirinya sebagai ibu yang merasa dikhianati. Di desanya, berita seperti ini bisa menjadi aib seumur hidup. Ia tak sanggup berkata-kata, hanya air mata yang mulai menetes dari sudut matanya.

Pak Dani menarik napas panjang, lalu berkata dengan suara berat yang dingin, “Cukup. Buang semua alasanmu, Melisa. Bapak enggak bisa terima. Kamu sudah menjatuhkan harga diri kami… mempermalukan kami yang selalu membanggakan kamu di depan warga. Kamu bukan anak kami lagi.”

“Bapaaaak…” jerit Melisa. Ia berdiri sambil tetap menggendong dua bayi itu, mencoba mengejar langkah ayahnya yang sudah berbalik pergi.

“Ibuk, tolong… dengar Meli dulu… Ibu percaya sama Meli kan? Ini semua bukan salah Meli… tolong jangan tinggalin Meli...” isaknya, merangkak mendekati Bu Risma yang akhirnya hanya mampu berkata lirih dengan suara pecah.

“Kenapa, Ca… kenapa kamu enggak cerita dari dulu…?”

Pak Dani kembali menoleh dan dengan suara tegas yang menggema, ia berkata, “Mulai sekarang, kamu bukan anak kami. Jangan pernah pulang. Kami enggak punya anak bernama Melisa.”

Lalu mereka pergi. Tak menoleh, tak ragu. Hanya bayang-bayang punggung mereka yang perlahan menghilang di ambang pintu, meninggalkan Melisa yang terjatuh di lantai bersama Ethan dan Evan yang ikut menangis semakin keras karena merasakan kegundahan di dada ibu mereka—ibu yang bukan ibu kandung mereka, tapi mencintai mereka lebih dari hidupnya sendiri.

Melisa tak bisa berkata-kata lagi. Suaranya hilang. Hatinya remuk. Dunia terasa gelap dan membeku. Seakan seluruh napasnya direnggut dalam satu tarikan.

Ia memeluk kedua bayi itu lebih erat, air matanya membasahi ubun-ubun mereka.

“Maaf… maafkan Kakak… Kakak enggak bisa jaga semuanya...”

Tangisannya pecah, sepecah-pecahnya, menyaingi bahkan melebihi tangisan Ethan dan Evan yang sejak tadi merengek tak henti. Suara tangis mereka bertiga bergema di lorong kosan yang sepi, seperti perlombaan siapa yang paling pilu di dunia hari itu.

Melisa tak peduli lagi. Air matanya jatuh deras, tubuhnya gemetar hebat, dan dadanya terasa seperti diremas tanpa ampun. Perkataan ayahnya tadi terus terngiang di kepala, menusuk-nusuk batin yang sudah rapuh.

"Kamu bukan anak kami lagi."

Kalimat itu menghantamnya lebih keras dari apa pun dalam hidup. Lebih menyakitkan dari rasa lelah mengurus dua bayi sendirian. Lebih menyakitkan dari semua tatapan curiga orang-orang yang melihatnya di jalan.

1
Evi Lusiana
knp melisa gk lgsg tlp diana dn riki bwt njlasin k ortuny
Lisa
Wah berarti 2 baby itu diculik seseorang yg mungkin punya dendam pada 2 keluarga itu
Lisa
Sekarang Ethan & Evan aman di daycare..utk Melisa semangat kuliah lg y Mel 😊👍
Lisa
👍👍 persahabatan yg indah..rukun selalu y kalian bertiga
Lisa
😊 duo heboh dtg nih..
Lisa
Kasihan Meli jadi dituduh dia yg membuang anak itu..
Lisa
Bersyukur Melisa diangkat jadi karyawan tetap yg diperhatikan oleh managernya juga..semangat y Melisa,kerja lbh rajin lg y 😊👍
Lisa
Siap² y ortunya Melisa utk surprise dr Melisa😊
Lisa
Melisa udh menganggap Evan & Ethan anaknya..semangat terus y Melisa..moga aj ortu kandung mereka g bisa menemukan mereka.
Lisa
Gimana nih kelanjutannya..siap² y Melisa utk mengatakan pd ortumu.
Evi Lusiana
jd ethan dn evan anak² dr dua kluarga berpengaruh y thor
Susiajaaa: bisa jadi sih🤔🤭
total 1 replies
Anto D Cotto
gak sabar nungguin kelanjutan ceritanya
Lisa
Semangat y Meli
Lisa
Awal yg bagus nih
Lisa
Aku mampir Kak
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: mantap 👍
total 2 replies
Evi Lusiana
bagus thor,pling suka crita tntang wanita cerdas dan mandiri,tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!