NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Ingatan Masa Lalu

Malam itu apartemen sudah jauh lebih tenang. Jihan masuk lebih dulu ke kamarnya setelah lelah bermain dengan Davin seharian. Sementara Davin sendiri akhirnya tertidur pulas di boks kecilnya setelah cukup lama aktif merangkak ke sana kemari.

Lampu ruang tamu dimatikan. Hanya menyisakan cahaya temaram dari lampu dapur kecil. Naomi duduk sendiri di sofa. Tangannya memegang cangkir teh hangat yang sudah mulai dingin. Namun pikirannya sama sekali tidak ada di sana.

Ucapan Junie siang tadi terus terngiang di kepalanya.

“Mungkin saya bisa bantu.”

“Sayang kalau kemampuan kamu hilang begitu saja.”

Naomi menunduk pelan. Jemarinya mengusap sisi cangkir perlahan. Sudah lama sekali dia tidak benar-benar memikirkan dirinya sebagai seorang dokter.

Selama beberapa bulan terakhir, hidupnya hanya berputar pada Davin, pekerjaan cleaning service, dan bertahan hidup. Sampai kadang dia lupa bahwa dulu dia punya mimpi besar.

Naomi memejamkan mata sejenak. Tanpa sadar, ingatannya mulai kembali pada masa lalu.

[Flashback 5 tahun lalu...]

Rumah sakit pendidikan itu selalu sibuk. Lorong-lorong penuh suara langkah kaki cepat. Bunyi monitor. Aroma antiseptik yang khas. Semua terasa melelahkan, tapi juga hidup.

Di sanalah Naomi dulu menghabiskan sebagian besar waktunya. Rambut diikat rapi. Jas dokter putih menempel di tubuhnya hampir setiap hari. Matanya sering kurang tidur, tapi tetap fokus.

Naomi dikenal sebagai salah satu residen terbaik. Disiplin, cepat belajar. Tangan tenang saat tindakan. Bahkan para konsulen sering memuji ketelitiannya.

“Kalau Naomi pegang pasien, saya tenang,” kata salah satu dokter senior dulu.

Namun bukan cuma Naomi yang terkenal. Ada satu nama lain yang selalu dibandingkan dengannya. Zayn Hartanto, anak keluarga kaya raya. Pintar, percaya diri, dan sangat ambisius. Nilainya hampir selalu bersaing ketat dengan Naomi.

Mereka seperti dua kutub yang terus bertabrakan.

“Nilai skill lab tertinggi lagi-lagi Naomi sama Zayn.”

“Kalau bukan mereka ya nggak seru.”

“Dua manusia monster itu.”

Begitulah orang-orang sering membicarakan mereka. Jujur saja Naomi tidak terlalu menyukai Zayn waktu itu. Terlalu arogan, percaya diri, dan terlalu suka cari perhatian.

“Dokter bukan artis,” komentar Naomi dingin suatu kali saat melihat Zayn santai dikerubungi junior-junior perempuan.

Zayn yang mendengar malah tertawa kecil. “Lah kalau emang ganteng gimana?”

Naomi langsung pergi tanpa menjawab. Sementara Zayn hanya tersenyum geli melihat respons itu.

Sejak awal, hubungan mereka memang penuh persaingan. Saat ujian praktik, mereka saling sikut diam-diam. Saat presentasi kasus, mereka berlomba jadi yang paling sempurna. Bahkan kadang saling debat di depan dokter senior.

“Pendekatan terapi itu terlalu agresif,” kata Naomi suatu kali.

“Dan pendekatan kamu terlalu hati-hati,” balas Zayn cepat.

“Aku lebih pilih hati-hati daripada ceroboh.”

“Wah nyindir.”

“Aku bicara fakta.”

Teman-teman mereka sampai hafal pola itu. Kalau Naomi dan Zayn satu shift, pasti ada adu mulut kecil. Namun anehnya, justru karena itulah mereka saling memperhatikan.

Zayn diam-diam mengakui satu hal. Naomi hebat. Bukan cuma pintar di atas kertas. Tapi benar-benar hebat saat menghadapi pasien. Tangannya stabil, pikirannya cepat, dan dia tidak gampang panik.

Hal itu baru benar-benar menghantam Zayn pada satu malam yang tidak pernah dia lupakan.

Malam itu IGD penuh. Suara monitor berbunyi bersahutan. Perawat mondar-mandir. Semua orang sibuk.

“Pasien trauma masuk!”

Brankar didorong cepat ke dalam ruangan. Seorang pria korban kecelakaan parah. Darah di mana-mana. Napasnya berat.

“Tekanan turun!”

“Siapkan oksigen!”

“Cepat!”

Situasi langsung kacau.

Zayn dan Naomi yang sedang jaga otomatis bergerak bersamaan.

“Kita ambil alih!” ujar Zayn cepat.

Naomi langsung memeriksa kondisi pasien. “Saturasi turun.”

“Intubasi sekarang!” perintah Zayn.

Semua berjalan cepat. Terlalu cepat. Zayn yang biasanya percaya diri mulai terburu-buru karena tekanan situasi. Keringat muncul di pelipisnya saat kondisi pasien makin kritis.

“Tekanan makin drop!”

“Sial…” umpat Zayn.

Lalu kesalahan itu terjadi. Dalam kepanikan, Zayn hampir memberikan tindakan yang salah. Kesalahan fatal yang bisa memperburuk kondisi pasien.

“STOP!”

Suara Naomi langsung memotong tegas. Semua orang menoleh.

Naomi bergerak cepat ke sisi pasien. Matanya fokus tajam. “Bukan itu masalahnya,” katanya cepat.

Zayn membeku sepersekian detik.

Naomi langsung memeriksa ulang area dada pasien. Tangannya menekan perlahan, lalu matanya berubah serius.

“Hemotoraks.”

Zayn langsung tersadar. Wajahnya berubah.

Naomi tidak buang waktu. “Chest tube sekarang!”

Perawat langsung bergerak. Naomi mengambil alih dengan sangat tenang meski situasi genting.

Semua gerakannya cepat, tepat, dan stabil. Beberapa menit kemudian…

“Tekanan naik!”

“Napas membaik!”

Pasien berhasil distabilkan. Ruangan yang tadinya kacau perlahan tenang kembali.

Zayn masih berdiri diam beberapa langkah dari Naomi. Dadanya naik turun. Dia merasa kalah telak. Bukan karena nilai. Bukan karena pujian. Tapi karena Naomi benar-benar menyelamatkan nyawa seseorang di saat dia sendiri hampir melakukan kesalahan fatal.

Naomi melepas sarung tangan sambil menghela napas panjang. Lalu menoleh ke arah Zayn.

“Kamu terlalu panik,” timpalnya langsung.

Biasanya Zayn pasti membalas. Tapi malam itu tidak. Dia hanya menatap Naomi diam-diam. Rambut perempuan itu sedikit berantakan. Ada noda darah kecil di jas dokternya. Wajahnya lelah.

Tapi di mata Zayn, Naomi terlihat luar biasa. Sangat cantik. Entah kenapa, jantungnya berdetak aneh.

Sejak malam itu, semuanya berubah. Zayn mulai memperhatikan Naomi lebih sering. Awalnya diam-diam. Lalu makin jelas. Dia mulai sengaja mengambil shift yang sama. Mulai sering mengajak diskusi. Mulai membawa kopi.

“Ini buat siapa?” tanya Naomi waktu itu saat melihat dua gelas kopi di meja.

“Buat dokter galak favorit saya.”

Naomi langsung mendelik. “Aku nggak minum dari orang asing.”

“Kita satu rumah sakit hampir dua tahun.”

“Masih asing.”

Zayn tertawa keras. Anehnya dia mulai menikmati setiap penolakan Naomi.

Semakin Naomi cuek, semakin dia penasaran. Teman-teman mereka bahkan mulai sadar.

“Eh Hartanto lagi nyari Naomi tuh.”

“Buset, si playboy kena karma.”

“Yang bisa bikin Zayn jinak ternyata Naomi.”

Naomi sendiri awalnya tidak tertarik. Baginya, Zayn terlalu penuh masalah. Namun perlahan, dia mulai melihat sisi lain laki-laki itu.

Zayn memang arogan. Tapi dia juga pekerja keras. Kalau ada pasien kritis, dia bisa lupa makan. Kalau ada junior dibentak konsulen, dia diam-diam membantu. Di balik sikap percaya dirinya, ada ambisi besar untuk diakui.

Hubungan mereka perlahan berubah. Dari rival menjadi partner. Lalu lebih dekat.

Naomi masih ingat jelas satu malam ketika mereka duduk di kantin rumah sakit hampir jam dua pagi. Keduanya sama-sama kelelahan.

“Aku heran,” kata Zayn sambil menyeruput kopi.

“Hm?”

“Kamu nggak pernah nyerah ya.”

Naomi mengangkat alis. “Memangnya kenapa?”

“Kamu tuh kayak robot.”

Naomi tertawa kecil. “Kalau aku robot, kamu monster.”

Zayn ikut tertawa. Lalu beberapa detik kemudian, dia menatap Naomi lebih lama.

“Naomi.”

“Hm?”

“Aku suka sama kamu.”

Naomi langsung tersedak minumannya sendiri. Zayn malah tertawa melihat reaksinya. Setelah itu hidup mereka berubah total.

[Flashback selesai...]

Naomi membuka matanya perlahan. Lamunan panjang itu membuat dadanya terasa penuh. Begitu banyak kenangan. Begitu banyak hal yang dulu terasa indah. Namun sekarang semuanya terasa jauh sekali.

Perlahan kedua tangan Naomi mengepal. Ingatan romantisnya bersama Zayn dulu langsung hancur saat mengingat bagaimana Zayn menerima kelahiran Davin.

"Rusak."

Kata itu membuat amarah Naomi membara. "Dasar bajingan keparat!" rutuknya refleks. Namun dia langsung menutup mulut tatkala sadar Davin sedang tidur.

Naomi menatap Davin yang tertidur di boks kecilnya. Lalu tersenyum tipis. Suasana hatinya seketika berubah. Meluluh lantah karena wajah kecil itu.

“Aneh ya…” bisik Naomi.

Dulu dia jatuh cinta pada seseorang karena dunia medis. Karena ruang operasi. Karena perjuangan menyelamatkan nyawa. Tapi dunia yang sama juga akhirnya menghancurkan hidupnya.

Naomi menarik napas panjang. Namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama kenangan tentang menjadi dokter tidak lagi terasa sepenuhnya menyakitkan.

Karena hari ini, seseorang mengingatkannya lagi. Bahwa Naomi bukan cuma perempuan gagal. Bukan cuma ibu tunggal. Tapi juga seseorang yang dulu pernah sangat hebat.

"Bodohnya aku... Kenapa aku dulu berhenti jadi dokter cuman untuk menjadi istrinya seutuhnya?" ucap Naomi penuh sesal.

1
sunaryati jarum
Berarti Abyan anak Marvin, karena Marvin sudah beristri maka menjebak Zayn,siip deh kalau gitu
sunaryati jarum
Davin segera pulih ya,dan mamamu berjodoh dengan Dokter Junie, serta aktif jadi dokter lagi
sunaryati jarum
Abyan anak yang kurang kasih sayang mungkin bukan anak kandung Zayn,kok sepertinya tak ada ikatan batin
MamDeyh
Wah ternyata ooo ternyata
W I 2 K
sepertinya anak zayn.. itu bukan anak kandungnya...., anak ampucan deh kyknya dengan lainnya.. secara anggun hyper kan
Ass Yfa
Anggun main tuh ama suami orang..Zayn itu ksrma karna fitnah Naomi selingkuh..trs. Abyan bukan ankmu...Anggun aja kegatelan😒😒
Ma Em
Zayn akhirnya dapat karmanya istri yg Zayn dan ibunya bangga banggakan sdh selingkuh dgn teman nya Junie , semoga Davin segera sembuh dan sehat kembali ya .
Rommy Wasini Khumaidi
karma mulai dipetik ya Zayn,dari anggun selingkuh,trs nanti punya anak dari orang lain,apa jangan² Abyan juga hasil dari selingkuhan karena Anggun hyper
Tiara Bella
dunia sempit ya ternyata.....
Ariany Sudjana
Davin bisa dioperasi, dan makin ganteng, juga normal. nah anak kesayangan kamu Zayn, si abiyan? apa itu bukan barang rusak? kalau anggun pelacur murahan, jangan-jangan Zayn kena penyakit kelamin dari anggun 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
wah bener, ternyata anggun itu pelacur murahan 🤣🤣😂😂 pasti abiyan itu anaknya Marvel 🤣🤣😂😂 Zayn Zayn , kamu bodohnya kebangetan, noh Ratna menantu kesayangan kamu itu ternyata pelacur murahan 🤣🤣😂😂 pelacur murahan seperti itu kebanggaan keluarga Hartono ? bukannya yang gitu itu produk cacat ya 🤣🤣😂😂
Ma Em
Semoga Davin cepat sehat dan sembuh dan normal kembali hilang tanpa ada bekas bibir sumbing nya , semoga Zayn menyesal setelah melihat Davin jadi anak yg cerdas dan ganteng dan tentunya membanggakan Naomi juga .
Tiara Bella
Gasss dokter junie cepetan dilamar biar Davin pnya papah baru...
🅰️Rion bee 🐝
eihh nom.. nom jan ngorok yak jaim dikitlah deket dogan takutnya kelepasan tuh orkestra dadakan gegara kurang tidur 🤭🤣..
Ariany Sudjana
Junie yang bukan papa kandungnya Davin saja begitu sayang sama Davin, eh malah papa kandungnya, padahal dokter juga, membuang Davin, dengan alasan barang rusak. hello kamu waras Zayn? itu anak kandung kamu lho, bukan barang produksi pabrik
istianah istianah
bagus banget ceritanya sangat menyentuh sekali,
bahkan aq baca dri awal sampai sekarang sering nangesss,
😭😭 soalnya gak gampang ngurus bayi seperti Davin..
semngatt kak dan sukses selalu novelmu 🥰🥰😘😘
Desau: makasih kak 🤧🥰
total 1 replies
Dewi kunti
Jihan tolong difoto terus dicetak yg besar ,berikan utk hadiah pernikahan nnt🤭🤭🤭🤭🤭
MamDeyh
Swiiittt swiiittt /Drool/
Ma Em
Semoga kehidupan Naomi semakin baik bersama Davin yg makin besar makin menggemaskan dan sehat terus ya Davin .
Piyah
mudah2han bkn anaknya zyn biar tau rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!