NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Tinggal

Dua puluh menit kemudian keduanya sudah sampai di rumah sakit terbesar di kota Bandung tersebut. Mereka langsung menuju ruang jenazah. Di sana mereka bertemu dengan Miko dan Iqbal. Kedua petugas polisi tersebut akan menyerahkan jenazah Maya pada keluarganya.

Jenazah Maya tinggal tulang saja. Hanya sedikit saja daging yang masih tersisa di tulangnya. Heri yang datang ke Bandung ditemani kedua adiknya hanya bisa terpaku melihat adik bungsu mereka yang sudah menjadi mayat.

“Maya..” panggil Heri pelan.

“Maafkan Abang, Maya. Maafkan Abang.”

Baik Heri maupun kedua adiknya langsung menangis ketika melihat sang adik yang sebagian besar tubuhnya sudah menjadi tulang. Ada penyesalan menyusupi hati mereka. Selama ini mereka abai akan keberadaan Maya. Padahal sebelum meninggal, sang Ayah sudah mewanti-wanti mereka bertiga untuk menjaga Maya.

Asep mendorong Nino untuk mendekati tiga Kakak beradik tersebut. Mereka ada pesan yang harus disampaikan sesuai amanat Maya.

“Ehm.. Bang, maaf,” ujar Nino sambil mendekat.

“Ya, ada apa?” tanya Heri seraya mengusap airmatanya.

“Saya ada amanat dari Maya. Dia minta maaf karena sudah pergi tanpa kasih kabar. Selain itu, Maya juga bilang kalau dia sayang kalian semua.”

“Mayaaaaa…”

Heri jatuh berlutut sambil menangis memanggil nama adiknya. Rasa cintanya pada sang istri sudah membuatnya mengabaikan adik perempuan satu-satunya. Heri lebih sering mendengarkan perkataan istrinya disbanding Maya. Hingga akhirnya Maya pergi dengan membawa kemarahan.

Sosok Maya yang menyerupai asap tipis muncul di dalam ruang jenazah. Wanita itu menatap pada ketiga Kakaknya yang sedang menangis dengan tatapan sendu.

Selamat tinggal, Abang, lirihnya. Setelah itu sosoknya menghilang.

Asep dan Nino keluar dari ruang jenazah, begitu juga dengan Miko dan Iqbal. Mereka memberikan waktu pada Heri dan yang lain untuk berduka di depan mayat Maya.

“Eh soal pesan Maya, itu beneran?” tanya Iqbal yang penasaran.

“Beneran, Pak. Ngapain juga kita bohong.”

“Kalian indigo ya? Kalian juga kan yang kasih informasi di mana Anton.”

“Iya, Pak. Kita juga tahunya dari Maya.”

“Wah kalau penyelidikan kita dibantu indigo seperti mereka, kasus bisa cepat selesai kali ya.”

Miko hanya berdecak saja mendengar ucapan rekannya. Bukannya pria itu tidak menghargai bantuan Nino dan Asep. Hanya saja pekerjaan mereka berbahaya. Miko hanya tidak ingin kedua pemuda itu berada dalam situasi bahaya seperti tempo hari.

“Waduh, sorry deh Pak, kita ngga ada niatan jadi detektif lagi. Cukup sekali aja.”

“Hooh,” sahut Asep.

“Kalian jangan panggil Bapak lah. Kita berdua kan masih muda. Mending panggil Abang aja.”

“Siap, Bang. Kalau gitu kita balik ke kost-an ya.”

“Oke. Makasih Nino, Asep. Mudah-mudahan kita ngga bertemu lagi,” jawab Miko.

“Aamiin.”

Tidak pernah terbersit dalam benak keduanya untuk terlibat dalam kasus misteri. Mereka hanya ingin menjalani kehidupan seperti biasa.

***

Usai menghadapi UAS, Dimas mengajak kelima temannya yang terakhir kali touring dengannya untuk merayakan tahun baru di rumah warisan Kakeknya yang ada di daerah Gegerkalong. Hari ini Dimas sedang berkumpul dengan kelima temannya di warung rokok yang di dekat kost-an Nino.

“Tahun baru ini kita rayain di rumah warisan Kakek mau ngga? Kita bakar-bakaran di sana,” Dimas memberikan usul.

“Boleh.. boleh.. dari pada gabut. Kan kita ngga boleh bakar petasan juga kan tahun baru ini. Jadi mending bakar-bakaran,” sahut Fauzan bersemangat.

“Itu vila atau rumah?” tanya Beno.

“Rumah. Biasanya tuh rumah dikontrakin, tapi kebetulan sekarang lagi kosong. Gue udah bilang ke bokap dan boleh katanya. Asal dibersihin lagi.”

“Tenang aja.”

“Daerah mana?” tanya Nino.

“Gegerkalong.”

“Terus kita bakar-bakaran apa?”

“Bakar rumah aja biar rame, hahaha..”

Berturut-turut toyoran mendarat di kepala Beno. Tapi pemuda itu hanya terkekeh saja.

“Kita beli jagung, ayam sama apalagi?”

“Lauk. Tong poho mawa kejo, meh sebeuh (Ikan. Jangan lupa bawa nasi biar kenyang),” sahut Asep.

“Akur,” sambung Arman.

“Gass lah, besok kita belanja dulu terus baru ke sana.”

“Kumpul di mana nih?”

“Di pasar aja, pasar simpang gimana?”

“Wokeh, jam sembilan ya.”

Setelah sepakat untuk acara esok hari, mereka pun langsung membubarkan diri.

***

Keesokan harinya, tepat pukul sembilan, semuanya sudah berkumpul di parkiran pasar Simpang Dago. Bersama-sama mereka berbelanja untuk persiapan menginap di rumah Kakek Dimas. Rencananya mereka akan tinggal di sana sampai tahun baru.

Nino dan Asep bertugas membeli ayam. Dimas dan Arman bertugas membeli beras dan bumbu, sementara Beno dan Fauzan membeli arang serta peralatan untuk memanggang. Tidak lupa mereka membeli makanan ringan untuk camilan selama menginap di sana.

Selesai berbelanja, keenamnya segra menuju rumah yang dimaksud yang berada di daerah Gegerkalong. Empat puluh lima menit kemudian mereka sudah tiba di Gegerkalong. Dimas memandu di depan, kemudian menghentikan motornya di depan sebuah rumah berpagar rendah.

“Ini rumahnya?” tanya Nino.

Pemuda itu memandangi rumah di depannya. Rumah tersebut berukuran cukup besar dan berlantai dua. Dari bentuk bangunannya, sekilas seperti bangunan peninggalan Belanda. Nino terkejut ketika melihat seperti ada yang tengah mengintip dari balik gorden di kamar yang ada di lantai dua. Seketika bulu di tubuhnya meremang.

***

Ada setan baru🤣

1
sri supadmi
mulai pinter ya upin ipin 🤣
Zuhril Witanto
tuh udah di kasih liat ..daripada kepo kan 😂😂😂
Zuhril Witanto
yang penting menang ya sep🤣🤣🤣
Zuhril Witanto
😂😂😂
Zuhril Witanto
ya Allah...sakit perut 🤣🤣🤣
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah itu pembuktian kalo duo cetet jiwanya udah lengket....gk bisa terpisahkan....sampe punya pemikiran yg sama😔
Zuhril Witanto
😂😂😂
Siti Siti Saadah
dasar dou kancing cetet usil 🤣
Siti Siti Saadah
ya ampun namanya kurang panjang nino. agul nya si nino 🤣
choowie
beuh
Paula Abdul
beuh.... tuh detektif kancing cetet klu ga jail ga idup dia 🤣🤣🤣🤣
Paula Abdul
wkwkwkwkwk....
Nino sama Asep bagi² rejeki tuh bang Miko, berhubung bang Miko n Bang Iqbal ga bisa lihat hantunya ya kebagian gendong hantunya aja deh, nanti gantian gendongnya ya bang Miko n bang Iqbal 🤣🤣🤣🤣
tehNci
Nah...bener ini. Kedua pakPol harus ada usaha lebih biar dapet info lebih banyak. Salah satunya dengan membawa narasumbernya langsung
tehNci
Jipang mah nama makanan manis semacam tengteng. Pantesan Nino orangnya manis😂
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Bang miko maafin asep ama nino ya
mom'snya devadhamian
jail pisan ih si Asep jeng si nino🤣🤣karunya ih eta pak pol Miko berateun ngagendong hantu baper😁
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
congratulation 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
selamat ya Asep kamu the winner 👍🏻
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ternyata hantu juga butuh hiburan ya .....mungkin di alamnya sebangsa makhluknya dede mit gk ada yg mau di kerjain .....😜🤭
Ani
pinter si Badri nemploknya langsung ke Miko..encok gak tuh si Miko🤣🤣
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ahahahahhaha.....jurig oge aya anu sieun nya ninggali wajah anu lebih serem dari manehna 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!