NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:171.5k
Nilai: 5
Nama Author: myabra

Raisa cukup kaget saat mertuanya menyurunya menjadi ibu susu keponakannya sendiri anak dari adik suaminya. apakah Raisa menyetujuinya atau menolaknya?..

*******************************
"milikmu enak sekali beda jauh dengan milik istriku" pujinya kala milik mereka telah menyatu, membuat wanita yang dibawahnya tersenyum bangga " aku ingin setiap hari kita melakukan ini" ucapannya lagi sambil mulai menggoyangkan pinggulnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myabra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Raisa yang sudah setengah jam yang lalu duduk disebuah cafe tanpa memesan apapun, menunggu kedatangan seseorang yang mengajaknya untuk bertemu. Sampai pelayan cafe bolak-balik, menanyakan pesanan karena Raisa tak kunjung membuat pesanan.

" Saya pesan jus alpukat aja MBK" Ujarnya akhirnya karena tak enak . Raisa menoleh kanan dan kiri sudah setengah jam lebih sebentar lagi waktunya menjemput Rangga pulang sekolah. Tapi mantan mama mertuanya itu tak kunjung juga datang.

Sepuluh menit berlalu Raisa sudah tidak bisa menunggu lagi. Mungkin lain kali dia akan menemui mantan ibu mertuanya. Kasian Rangga kalau tidak cepat dijemput. Raisa yang hendak beranjak dikagetkan oleh suara yang dia kenal.

" Kamu mau kemana?" Tanya Tantri melihat Raisa yang ingin beranjak pergi. Wanita itu memperhatikan penampilan Raisa yang menurutnya berbeda jauh dengan penampilannya yang dulu. Dulu pakaiannya saling tubruk beda dengan Sekarang pakaiannya lebih modis dan berhijab.

" Pasti dia pakai uang nafkah yang diberikan oleh Angga untuk cucu-cucuku." Batinnya tak suka. Mantan menantunya itu memanfaatkan kebaikan putranya.

Raisa menatap dirinya sendiri dari ujung kepala hingga ujung kaki takut-takut penampilannya ada yang salah, karena mertuanya itu menatapnya dengan lekat. " Tidak ada yang salah" batinnya

" Assalamualaikum Mamah" sapa Raisa sopan, saat Tantri yang kini sudah berdiri didepannya. Tanpa senyum tanpa menyapa dan menanyai kabar.

" Walaikumsalam" balasnya sedikit ketus seperti ada amarah yang dipendam.

Raisa melihat gelagat Tantri tenggorokannya terasa tercekat, Melihat wajah tak ramah wanita paruh baya itu. Ada gerangan apa mertuanya ingin bertemu dengannya padahal semenjak Raisa berpisah dengan Angga ibu mertuanya itu seperti menjauhi keluarganya. Hanya mertua laki-lakinya yang selalu menanyai kabar mereka.

Tantri mengambil kursi dan duduk sedangkan Raisa masih dalam posisi berdiri. " Apa kamu ambeyen jadi gak bisa duduk" tanya Tantri masih dengan suara ketus yang biasa Raisa dengar . Raisa langsung menarik kursinya untuk duduk kembali. Walaupun kepikiran dengan Rangga yang pastinya sedang menunggunya.

" Kamu tau kenapa kamu saya panggil kemari?" Tanya Tantri yang dijawab geleng oleh Raisa.

" Raisa gak tahu mah" ujar Raisa yang mendapat tatapan tajam.

" Tolong jangan panggil saya mamah lagi, karena kamu bukan menantu saya lagi menantu saya hanya Talita dan Hani istri Angga yang sekarang" Ujarnya membuat hati Raisa mencelos mendengar ungkapan mertuanya. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri terlihat beberapa pengunjung menatap kearah mereka mendengar suara Tantri yang keras.

" Maaf tante " Ujarnya sambil menunduk malu, karena banyak orang yang memperhatikan mereka

" Saya minta sama kamu... jauhin Arga, dan jangan pengaruhi dia untuk menceraikan Talita " ujarnya membuat Raisa tidak mengerti dengan maksud mantan mertuanya itu.

" Cerai ? Arga mau cerai. M-maaf mah, e maksud saya Tante. saya tidak mengerti maksud yang Tante katakan" Raisa sama sekali tak mengerti yang dikatakan oleh Tantri. Karena dia tidak ada hubungannya dengan perceraian pria itu.

" Jangan berlagak bodoh didepan saya, kamu iri kan dengan rumah tangga Talita? karena mereka selalu harmonis. Sedangkan kamu ... Cuihh" ujarnya sambil meludah. Membuat hati Raisa menangis mendengar semua tuduhan dan hinaan dari mertuanya. Mata dan hidungnya sudah merah menahan tangis dan malu.

Sekarang mereka menjadi pusat perhatian pengunjung.

Beberapa pengunjung berbisik-bisik mendengar ucapan wanita paruh baya itu , sikapnya tidak mencerminkan seorang ibu, dan menyayangkan sikap Tantri yang menurut Mereka tidak pantas diucapkan ditempat umum.

Tantri terus mengocehi Raisa. Tanpa Raisa bisa membela diri . " Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi saya permisi dulu " ujarnya yang sudah sangat terlambat untuk menjemput Rangga. Raisa pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Tantri. Dia tahu wanita itu tidak akan berhenti memakinya, kalau dia tidak pergi.

" Raisa mau kemana kamu!?" Teriaknya berusaha mengejar karena belum selesai bicara tapi wanita itu sudah meninggalkannya. Hingga dia terjatuh di anak tangga, hingga kakinya terkilir.

" Dasar tidak tahu diri, awas Kamu" geramnya. Tantri berusaha berdiri sendiri karena tidak ada yang membantunya bangun.

" Awas Bu jangan marah-marah terus... nanti darah tingginya kumat" ujar mereka tidak simpati sama sekali dengan wanita paruh baya yang jatuh dan kesulitan untuk berdiri. Akhirnya dengan kaki pincang dan dibantu security Tantri menuju mobilnya yang diKendarai oleh sopirnya.

" Bu... ibu kenapa?" tanya sopir melihat majikannya itu datang dipapah oleh security. Pak Kalim pun akhirnya membantu majikannya itu untuk naik kedalam mobil.

" Apa kita langsung pulang Bu sekarang?" Tanya pak kalim. Melihat majikannya sudah duduk dikursi penumpang

" Kita kerumah sakit pak" ujarnya yang ingin bertemu putranya sekaligus mengobati kakinya yang keseleo gara-gara Raisa.

Raisa kini sudah sampai depan sekolah yang terlihat sudah sepi. Mungkin semua murid sudah pada pulang.

" Assalamualaikum pak. Apa anak-anak semua sudah pada pulang?" Tanyanya pada penjaga sekolahan.

" Walaikumsalam. Iya Bu sepuluh menit yang lalu" ujar bapak penjaga sekolahan. Membuat Raisa panik, memikirkan putranya itu pulang dengan siapa.

" Raisa" panggil Fahmi yang melihat wanita itu berdiri di depan pos.

" Mas Fahmi" dia langsung menghampiri pria itu. " Mas Fahmi Lihat Rangga gak?" Tanya Raisa khawatir.

" Tadi aku hendak antar dia pulang. tapi setelah aku mengeluarkan motor ada pria yang mengaku papahnya jemput" ujar Fahmi kecewa. Dia menatap wajah wanita yang matanya sedikit sembab tapi Fahmi tak bertanya mengapa mata wanita itu sembab .

" Papahnya? Apa mas Angga jemput Rangga?" Batinnya tidak mungkin mas Angga jemput Rangga.

Saat dia memikirkan siapa yang dimaksud wali kelas putranya. Ponselnya berdering menunjukkan nama Arga di layar ponselnya. Raisa langsung mengangkat panggilan telpon dari Arga . Takut ada yang penting.

" Ha.." baru Raisa mau bilang halo orang diseberang sana sudah, memotong ucapannya.

" Kamu cepat kemari Rangga ada bersamaku" ujar orang diseberang sana membuat kekhawatiran Raisa menguap diganti dengan kelegaan dihatinya.

" Siapa?" Tanya Fahmi

" Mas bisa gak saya minta tolong, untuk mengantarkan saya kerumah sakit xxx?" Ujarnya yang langsung diangguki oleh Fahmi, karena memang pria itu ingin sekali membonceng wanita idamannya.

Raisa pun berangkat diantar oleh Fahmi yang mengajaknya mengobrol ringan .

Mulanya Fahmi pikir terjadi apa-apa dengan putra wanita yang disukainya karena harus pergi kerumah sakit, ternyata dia hanya ingin menjemput Rangga yang kini sedang bersama pamannya. Berarti Aman pikirnya karena pria yang menjemput Rangga adalah pamannya bukan mantan suami apalagi pacar wanita itu.

Setelah mereka sampai di pelataran rumah Sakit mereka sudah disambut dengan Arga yang sedang menggandeng tangan Rangga. Dengan tatapan horor membuat Raisa meremas roknya. Sedangkan Fahmi yang mendapat tatapan tak bersahabat dari orang didepannya berusaha bersikap santai.

" Mamah" panggil Rangga sambil memeluk Raisa. Yang dibalas pelukan hangat wanita itu.

" Rang.." ucapannya menggantung kala Arga menghentikan langkah pria itu yang ingin turun dan menyapa Rangga.

1
Talnis Marsy
malah bener nasibmu Hani..
Suhadi
ringan sekali hukumannya, 15 th, yg 3 preman tu, kan pembunuhan berencana...
Suhadi
ringan sekali hukumannya, 15 th, yg 3 preman tu, kan pembunuhan berencana...
putri 💕
lnjut thor 😭
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
di sini yg goblok. Arga dr awal. np g di tunjukin. vidio perselingkuan talta
falea sezi
tantri pelakor g tau diri
falea sezi
ini bodoh ya Arga g di kasih tau kah. kelakuan talita yg tukang selingkuh
falea sezi
bodoh uda tau istri selingkuh g di cerai
falea sezi
nunggu mereka kena hiv
falea sezi
sekantor orang gendeng semua
falea sezi
mantu kesayangan mu gatel
falea sezi
pasti mereka selingkuh moga cpet kebongkar
Siti Maryati
masukin penjara lah semua
Sarinah Quinn
ini si Tantri ini tambah merajalela SJ thor kapan yah itu mulutnya di gepok pake greder biar ancur 😤 kok di biarkan hidup ini manusia. kuat bekingan dari author 😆
Su-heriyah🍒: sabar yah kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Marini Suhendar
😄😄😄
Siti Maryati
knpa ga d cerai aja sih
wanita kaya gitu bikin ilfil
Siti Maryati
iya dilanjut aja
Farid Atallah
lanjut dong Thor
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!