NovelToon NovelToon
Hilangnya Para Pendaki

Hilangnya Para Pendaki

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Hantu
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Irmann Nhh

Lima mahasiswa mendaki Gunung Arunika untuk hiburan sebelum skripsi. Awalnya biasa—canda, foto, rasa lelah. Sampai mereka sadar gunung itu tidak sendirian.

Ada langkah ke-enam yang selalu mengikuti rombongan.
Bukan terlihat, tapi terdengar.
Dan makin lama, makin dekat.

Satu per satu keanehan muncul: papan arah yang muncul dua kali, kabut yang menahan waktu, jejak kaki yang tiba-tiba “ada” di tengah jejak mereka sendiri, serta sosok tinggi yang hanya muncul ketika ada yang menoleh.

Pendakian yang seharusnya menyenangkan berubah jadi perlombaan turun gunung… dengan harga yang harus dibayar.

Yang naik lima.
Yang turun… belum tentu lima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmann Nhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 — Orang yang Ingin Menyelamatkan Semua Orang

POV SARI

Setelah retakan itu muncul di gelang, aku tahu satu hal dengan pasti:

Target Arunika bergeser.

Bukan lagi Kayla.

Bukan lagi “yang paling rapuh”.

Sekarang… Raka.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Karena orang yang ingin menyelamatkan semua orang

selalu lupa satu hal:

> dirinya sendiri.

Raka duduk membelakangi kami, menatap dinding pos yang penuh goresan.

Tangannya gemetar, bukan ketakutan—tapi menahan diri.

Kayla masih terisak pelan.

Aku memeluknya, tapi mataku tidak lepas dari Raka.

Aku tahu tatapan itu.

Tatapan orang yang sedang berdiskusi dengan kepalanya sendiri.

Bukan suara.

Bukan bisikan.

Logika.

Dan Arunika paling suka logika yang terdengar mulia.

---

POV RAKA

Aku tidak mendengar suara apa pun.

Itu yang paling menakutkan.

Tidak ada tiruan.

Tidak ada jeritan.

Tidak ada entitas.

Hanya pikiranku sendiri yang berkata tenang:

Kalau kamu sedikit saja mengalah…

mereka berdua bisa selamat.

Bukan “mati”.

Bukan “hilang”.

Mengalah.

Menyerahkan diri ke sesuatu yang tidak akan menyakiti tubuhku—

hanya menghapusku perlahan.

Aku menatap goresan di dinding pos.

Ada banyak tulisan pudar:

— maaf

— tolong

— aku capek

— aku yang salah

— asal mereka hidup

Semua kalimat itu terasa… akrab.

Dan di situlah jebakannya.

Aku berdiri.

Sari langsung menoleh. “Raka, jangan ke mana-mana.”

Aku menoleh ke dia, tersenyum kecil.

“Gue cuma mau ambil udara.”

Kayla menatapku ketakutan. “Jangan keluar…”

Aku mengangguk. “Nggak keluar. Janji.”

Tapi bahkan saat aku mengucapkan kata janji…

aku tahu itu tidak sepenuhnya jujur.

Karena aku sudah mulai mempertimbangkan satu hal:

> Bagaimana kalau aku tetap ada…

tapi bukan sebagai diriku yang sekarang?

Arunika tidak selalu mengambil tubuh.

Kadang ia cukup mengambil keinginan.

Dan keinginanku untuk memastikan mereka selamat

adalah celah paling lebar.

---

HUTAN MENJAWAB TANPA SUARA

Aku melangkah satu meter menjauh dari mereka.

Dan lantai pos berderit—bukan karena beratku, tapi karena sesuatu di bawahnya bergerak.

Bayangan di sudut ruangan mulai memanjang ke arahku, seperti tangan yang ingin memegang tapi tidak boleh.

Sari berdiri cepat, memegang lenganku.

“Lu ke mana?”

Aku membuka mulut untuk menjawab…

Dan kepalaku langsung dipenuhi gambaran:

Kayla tertawa tanpa takut.

Sari tidur tanpa mimpi buruk.

Gunung diam.

Semua itu mungkin terjadi…

tanpa aku.

Aku terhuyung.

Sari menampar pipiku.

Keras.

“RAKA! DENGER GUE!”

Aku tersentak, napas terputus.

“Lu lagi dideketin pikiran pengganti,” katanya tajam.

“Bukan suara. Bukan hantu.

TAPI LOGIKA PALSU.”

Kayla berdiri, meski kakinya gemetar.

“Raka… tolong.

Kalau lu pergi dengan alasan apa pun—

itu tetap pengorbanan.”

Aku menutup wajahku dengan kedua tangan.

“Aku capek,” kataku jujur.

“Aku cuma mau semuanya berhenti.”

Dan kalimat itu…

membuat dinding pos berdenyut.

Goresan-gore­sannya mengeluarkan cairan hitam.

Gelang biru di tangan Sari retak lebih lebar.

Ukirannya berubah lagi:

> PENGGANTI TIDAK PERLU DIMINTA

MEREKA DATANG SENDIRI

Kayla menjerit.

Sari menarikku mundur.

Dan dari dinding belakang pos…

sesuatu keluar.

Bukan hantu pendaki.

Bukan bayangan manusia.

Tapi bentuk RAKA yang lain.

Tubuhnya sama.

Wajahnya sama.

Tapi matanya kosong.

Mulutnya tersenyum tenang—senyum orang yang sudah menyerah.

Dia berkata dengan suaraku sendiri:

> “Aku bisa ambil alih.

Kamu boleh istirahat.”

Tubuhku membeku.

Sari berteriak: “ITU BUKAN LU!”

Tiruan itu mendekat selangkah.

> “Aku adalah versi yang tidak melawan.

Versi yang membiarkan semua selesai.”

Kayla menangis: “Raka, jangan dengar! Itu cuma mau gantiin lu!”

Aku gemetar.

Karena yang dia katakan… masuk akal.

Aku bisa tetap “hidup”.

Tetap “ada”.

Tapi bukan sebagai aku yang terus bertarung.

Tiruan itu mengulurkan tangan.

> “Berhenti capek.

Biar aku yang lanjut.”

Dan saat itu aku sadar:

Inilah akhir siklus yang paling sempurna.

Tidak ada yang mati.

Tidak ada yang hilang.

Hanya… aku berhenti menjadi diriku sendiri.

Aku menatap Sari dan Kayla.

Mereka menangis.

Takut.

Dan untuk pertama kalinya…

aku melihat apa yang akan terjadi jika aku menyerah.

Mereka tidak selamat.

Mereka akan hidup…

dengan rasa bersalah seumur hidup.

Aku menepis tangan tiruanku.

“Pergi,” kataku serak.

“Aku capek, tapi aku masih mau hidup sebagai aku.”

Tiruan itu terdiam.

“Aku tidak mau digantikan,” lanjutku, suaraku pecah.

“Aku tidak mau jadi simbol.

Aku tidak mau jadi alasan.”

Tiruan itu mulai retak dari wajah, seperti kaca tipis.

> “Kalau begitu…

kamu akan terus menderita.”

“Tidak apa-apa,” jawabku.

“Itu namanya hidup.”

Tiruan itu menjerit tanpa suara dan hancur menjadi debu hitam yang terserap kembali ke dinding.

Pos berguncang keras.

Hutan meraung.

Gelang biru PECAH.

Bukan retak—pecah menjadi dua.

Dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai…

tidak ada tulisan baru.

Tidak ada peringatan.

Tidak ada ancaman.

Hanya keheningan berat yang membuat telinga berdengung.

Aku jatuh berlutut.

Sari memelukku dari belakang.

Kayla memegang tanganku erat.

Kami bertiga terengah—bukan karena lari,

tapi karena selamat dari diri sendiri.

Dan di luar pos…

sosok-sosok di hutan mundur perlahan, seolah kehilangan arah.

Bukan karena kami menang.

Tapi karena satu pintu ditutup tanpa digantikan apa pun.

Namun Sari berbisik dengan suara gemetar:

“Ini belum selesai…”

Aku mengangguk.

Karena kami semua tahu:

Gunung tidak menyerah.

Ia hanya mundur… menunggu bentuk lain.

Dan malam masih panjang.

1
Roro
waduh gak mudeng aku thor
Roro
hummmm penasaran
Irman nurhidayat: sebenernya aku gak serius si ngerjain novel ini wkwk,tapi kalo misal udah baca sampe ke bab terakhir dan minta lanjut,bakal aku lanjutin si,tpi aku ada prioritas novel lain yg lebih horor lagii,pantau yaa💪
total 1 replies
Roro
🤣🤣🤣🤣🤣 kok makin kesini malah gak horor tur, malah lucu
pintu tertutup terbuka aja
lama banget horonrnya datang
Irman nurhidayat: cek novel terbaruku kak,lebih seru,seram,mudah di cerna,lebih horor dan seram 🔥🔥
total 3 replies
Roro
ahhh keren inj
Roro
lanjut besok aja, jadi merinding aku
Roro
ouu UU main horor lagi,
Roro
lah... Arif apa kabar
Roro
sulit aku mencerna , tapi seru u tuk kubaca, dan akhirnya aku faham jalan cerita
Roro: iya kek nya Thor, tapi aku tetap menikmati bacaanya
cerinya nya seru banget
total 2 replies
Roro
beuhh makin keren aja
Roro
hah... tamat kah
Roro
makin seru dan makin penasaran aku
Roro
ahhhh keten banget
Roro
gak sabar pengen tau Arif sama Dimas udah koit atau kek mana yah
geram sekali sama mereka main kabur aja
Roro
keren.. makin penasaran aku
Roro
aku doakan pembaca mu banyak Thor, aku suka banget sumpah
Irman nurhidayat: Aamiin🤲makasih yaaaaa🙏
total 1 replies
Roro
Ter amat bagus...
Irman nurhidayat: mantapp makasih rating bintang 5 nyaa😍😍
total 1 replies
Roro
aku bacanya sesak nafas,
terasa banget horor nya.
Irman nurhidayat: bisa sampe sesak nafas yaa🤣
total 1 replies
Roro
ahhh seru banget
Irman nurhidayat: Bantu share yaaa💪💪
total 1 replies
Roro
misteri...
aku suka horor
Irman nurhidayat: mantap kak lanjut baca sampai tamatt💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!