NovelToon NovelToon
Karma Datang Dalam Wujudmu

Karma Datang Dalam Wujudmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Office Romance
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: diamora_

Cayra Astagina, sudah terlalu sering patah hati. Setiap hubungan yang ia jalani selalu berakhir dengan diselingkuhi.
Saat ia hampir menyerah pada cinta, seorang peramal mengatakan bahwa Cayra sedang menerima karma dari masa lalunya karena pernah meninggalkan seorang cowok kutu buku saat SMA tanpa penjelasan.

Cayra tidak percaya, sampai semesta mempertemukan mereka kembali.

Cowok itu kini bukan lagi si kutu buku pemalu. Ia kembali sebagai tetangga barunya, klien terpenting di kantor Cayra, dan seseorang yang perlahan membuka kembali rahasia yang dulu ia sembunyikan.

Takdir memaksa mereka berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai. Dan Cayra sadar bahwa karma tidak selalu datang untuk menghukum.
Kadang, karma hadir dalam wujud seseorang yang menunggu jawaban yang tak pernah ia dapatkan.

Kisah tentang kesempatan kedua, kejujuran yang tertunda, dan cinta yang menolak untuk hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamora_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Retak di Balik Wibawa

Kadang jarak paling dekat tercipta bukan saat dua orang saling mendekat… tapi saat salah satu hampir jatuh.

...Happy Reading! ...

...*****...

Aku menghela napas. Berkali-kali. Kalau napas bisa dijadikan jalan keluar, mungkin aku sudah pindah ke planet lain sekarang.

Setelah insiden lift tadi, aku sempat sembunyi sebentar di pantry. Pura-pura ngaduk kopi padahal hatiku masih ngaduk-aduk rasa.

Tasha sempat menatapku curiga. Tapi aku cuma jawab, "Biasa. Lagi nyari gula kehidupan."

Dan seolah takdir belum puas mengacak-acak nadi, lima menit kemudian aku duduk di ruang meeting... dengan Saka.

Tasha bilang dia juga baru dikasih tahu. Katanya bukan salah dia. Tapi tetap saja rasanya menyebalkan. Seolah hidupku belum cukup dramatis tanpa kejutan dari Pak CEO berdarah es itu.

Sekarang kami sudah di ruang meeting. Aku, Tasha, Yudha, dan tentu saja, Saka.

Aku baru menyadari Yudha ikut. Katanya dia sempat sakit. Aku sih tidak bertanya kenapa. Sudah cukup pusing dengan hidupku sendiri.

Saka berdiri. Semua mata otomatis mengarah padanya. Termasuk aku.

Ada sesuatu dalam cara dia berdiri. Tenang. Sigap. Terlalu terlatih untuk tidak terlihat gugup.

Ruang ini jadi terasa lebih kecil. Lebih sunyi. Atau mungkin aku yang mulai kekurangan oksigen.

Mata kami sempat bertemu. Cuma sepersekian detik. Tapi cukup untuk membuat jantungku lupa ritme.

"Sebelum kita mulai, saya ingin minta maaf lebih dulu," katanya.

Nada suaranya lebih rendah dari biasanya. Tidak sedingin biasanya. Sebenarnya ada apa dengan dirinya?

Aku berhenti menatap notebook dan mengangkat wajah. Entah kenapa, suaranya terasa langsung ke arahku. Padahal ini cuma meeting. Tapi kenapa rasanya seperti aku murid bandel yang lupa bawa PR.

"Saya minta maaf karena baru memberi kabar soal meeting ini pagi tadi," lanjutnya.

"Tadi saya sempat bertanya ke Mbak Rania, dan katanya kalian sedang tidak ada jadwal lain. Maka saya langsung minta izin untuk mengadakan meeting hari ini."

"Sekali lagi, saya benar-benar minta maaf atas pemberitahuan yang mendadak ini."

"Tidak apa-apa, Pak Saka. Kami mengerti," sahut Tasha, terdengar profesional seperti biasa.

Saka mengangguk. Matanya masih tajam, tapi ada bayangan letih di sana.

Dan entah kenapa dia terlihat lebih nyata. Bukan sekadar bos galak dari dunia mimpi buruk.

"Kalau boleh jujur, saya tidak hanya memegang Manterra. Saya juga mengelola perusahaan keluarga. Dan saat ini, kondisi di sana sedang cukup genting. Jadi saya ingin menyelesaikan semua urusan Manterra secepat mungkin agar bisa fokus ke urusan lainnya."

Oke.

Jadi dia bukan cuma dingin, kaya, dan menyebalkan. Tapi juga sibuk, tangguh, dan harus kuakui dia bertanggung jawab.

Entah kenapa, hatiku merasa ikut bangga atas apa yang kini dilakukan oleh Saka.

"Baiklah. Kita mulai saja," ujarnya menutup penjelasannya.

Saka membuka slide presentasi. Kampanye untuk produk baru Manterra yang akan launching bulan depan kembali dibahas.

Dia bilang dia setuju dengan strategiku. Tapi kali ini dia ingin melihat hasil nyatanya. Dia ingin tahu apakah strategi itu benar-benar bisa menaikkan pendapatan.

Meeting kali ini intens. Kami bertukar pendapat, saling membantah, mencari celah, menyusun ulang.

Tasha, Yudha, aku, dan bahkan Saka. Semua seperti sedang bertarung demi satu tujuan. Dan jujur saja, rasanya menyenangkan.

Biasanya meeting seperti ini hanya dua jam. Tapi kali ini hampir tiga jam.

Kami keluar saat waktu makan siang hampir lewat. Aku bahkan lupa sudah jam berapa.

Aku berdiri. Tapi baru satu langkah...

Kepalaku mendadak terasa ringan. Terlalu ringan.

Semuanya berputar.

Lantai seperti bergoyang. Aku memegang ujung meja. Tapi tubuhku seperti kehilangan kendali.

Ada suara yang memanggilku.

"Nona Cayra?" Suaranya tidak setenang biasanya. Nada paniknya rapi tapi tetap terdengar.

Lalu dia berkata sesuatu yang membuatku terdiam.

"Kau belum makan, ya?"

Matanya sempat melebar, bibirnya sedikit terbuka. Wajah tenangnya retak sejenak. Dan untuk pertama kalinya... dia terlihat seperti Saka yang dulu.

Tunggu.

Sejak kapan CEO itu bisa membaca pikiran? Atau sejak kapan dia memperhatikanku?

Aku mencoba tersenyum. Pandangan mataku mulai kabur. Nafasku tidak stabil. Tapi aku sempat melihat tatapannya.

Bukan tatapan atasan pada bawahannya. Lebih dari itu.

Seperti tatapan cowok culun yang dulu selalu mengisi hari hariku di sekolah.

Dan sebelum semuanya menghilang...

Aku sempat berpikir...

Andai saja dia benar-benar peduli. Bukan cuma karena proyek. Tapi karena aku.

Lalu semuanya menghilang.

Bukan cuma cahaya. Tapi logika. Kendali. Dan mungkin... pertahanan terakhirku terhadap Saka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!