Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Nina pulang
"Nin, aku terimakasih yaaa kamu dan ibu benar benar sudah membantuku, membuka pintu rumah lebar lebar buat menampungku di sini" ucap Diandra pelan saat Nina sedang bersiap untuk pergi ke stasiun kereta.
"Kamu ngomong apa sih?" ujar Nina sambil mengernyitkan keningnya menatap Diandra.
"Ngomong yang seharusnya aku omongkan" jawab Diandra sekena nya, karena dia paham Nina pasti bakal bersikap seperti itu.
"Kamu gak usah ngerasa sungkan, ngerasa gak enak, kita sahabat sudah seharusnya kita saling bantu" jelas Nina.
"Banyak banget kamu bantu aku, gimana nanti cara aku ngebalesnya"
"Apa aku minta dibalas?" tanya Nina mulai kesal.
"Biar pun kamu gak pernah minta, itu sudah jadi kewajibanku buat bales kebaikan mu"
"Enggak juga, aku gak minta dibalas, aku itu cuman mau berbuat baik di manapun, sama siapa pun, apalagi sama kamu, menanam kebaikan, kalau bukan aku nanti yang menerima kebaikan itu lagi, paling gak itu bisa jadi buat anak anakku" jelas Nina panjang.
Diandra tersenyum dan sedikit manggut manggut mendengar penkelasan Nina.
"Ayuk ahh,,, nanti aku ketinggalan kereta, aku mau pamit sama ibu" ujar Nina kemudian sambil berjalan menuju ke ruang makan mencari ibunya.
"Ibu,,,"Panggil Nina mencari cari ibunya.
"Iya ndok,,ibu di dapur" jawab ibu dadi arah dapur.
"Ibu ngerjain opo to? Tanya Nina setelah menemukan ibunya.
"Ini loo ibu bawain makanan kesukaan mu dan juga suamimu"jawab ibu sambil memegang bungkusan berisi kotak.
"Lahh opo to bu, mesti kok ada aja yang dibawa kan, oleh olehnya lo wes akeh bu" ujar Nina merasa takut merepotkan ibunya.
"Yo enggaklah, gak ada satu orang ibu di manapun yang merasa direpotkan anak anaknya" jawab ibu.
Nina memeluk ibunya dengan rasa haru, sangat bersyukur dia memiliki ibu seperti ibunya ini.
"Bu aku titip Diandra ya, pokoknya di sini dia bisa bantu bantu ibu kok" ucap Nina pada ibunya.
"Wes pokok e aman" jawab ibu.
Kemudian Nina, Diandra dan ibu pergi keluar untuk mengantar Nina.
"Gak papa ya Nin aku gak antar kamu ke stasiun" ucap Diandra meminta maaf.
"Gak papa lah Di" jawab Nina.
"Oleh oleh gak ada yang lupa to?" tanya ibu.
"Aman bu, sudah di dalam koper semua"
"O yo wes, nih ibu juga nitip uang jajan buat anak anakmu" kata ibu lagi sambil memberikan 2 amplop berwarna putih pada Nina.
"Ibu ini opo to?, kok masih ada lagi?, ini oleh olehnya aja wes akeh lo bu" seru Nina terkejut.
"Wes gak popo, buat anak anakmu,, salam kangen ibu buat mereka ya ndok, bilang eyang putri kangen banget"
"Iya ibu nanti aku sampaikan ke anak anak, terimakasih yo bu" ucap Nina dan memeluk ibunya erat.
"iya sama sama ndok, kamu hati hati di jalan ya" pesan ibu.
Dan taksi online pesanan Nina datang. Segera Nina memeluk Diandra erat.
"Kamu jaga diri ya Di, nanti kalau ada apa apa segera kabari aku, aku juga bakal ngabari kamu kalau nanti kalau ada apa apa, terutama soal Bagas" ucap Nina.
"ya Nin, semoga Bagas sudah gak menggagguku lagi. Dan terimakasih sekali lagi untuk semuanya"
"Oh iya, semalam aku kirim nomor kamu ke Wisnu,biar deh dia sendiri yang hubungi kamu kalau ada perlu sama kamu" jelas Nina tiba tiba.
"Ihhh apaan sih Nin?" Diandra tampak keberatan.
" Gak papa lah Di, lagian kan aku sudah balik masa iya aku mau neruskan pesan dari dia ke kamu terus. Mendingan dia aja langsung yang hubungi kamu. Ya udah aku berangkat ya,,dahhhh assalamualaikum" pamit Nina akhirnya sambil berjalan ke arah mobil dan masuk ke dalam.
Nina melambaikan tangannya saat mobil mulai meninggalkan halaman rumah ibu Nina.