NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2: Mata Merah yang Terbuka dan Doktrin Darah Uchiha

Bab 2: Mata Merah yang Terbuka dan Doktrin Darah Uchiha

Tiga tahun telah berlalu sejak malam reinkarnasi itu.

Di kediaman utama klan Uchiha, dua bocah laki-laki berusia tiga tahun duduk bersila di halaman belakang yang sunyi. Di bawah sinar matahari sore yang temaram, mereka tampak serupa namun memancarkan aura yang bertolak belakang. Itachi duduk dengan tenang, tatapannya penuh rasa ingin tahu yang polos tentang dunia. Di sampingnya, Veil duduk tegak bagaikan patung es,wajahnya datar tanpa emosi, dengan aura dingin yang terlalu matang untuk bocah seumuran mereka.

Berkat Asura Soul Refining dari Sistem, kapasitas chakra Veil sudah setara dengan seorang Chunin dewasa. Namun, dia menyembunyikannya dengan sangat rapat.

Hari itu, Fugaku—ayah mereka sekaligus pemimpin klan—membawa mereka ke sebuah tempat latihan rahasia di dalam hutan. Fugaku ingin menguji potensi kedua putra kembarnya.

"Dunia shinobi sedang bergejolak. Perang Dunia Shinobi Ketiga baru saja mereda, tapi kedamaian itu rapuh," ucap Fugaku dengan suara berat, menatap kedua putranya. "Hari ini, ayah akan memperlihatkan kepada kalian apa artinya menjadi seorang Uchiha."

Fugaku dengan cepat membentuk segel tangan.

"Katon: Gōkakyū no Jutsu!"

Semburan api raksasa melesat dari mulut Fugaku, menghanguskan area di depannya hingga menjadi abu dalam sekejap. Panasnya angin malam itu menerpa wajah Itachi dan Veil. Mata Itachi berbinar penuh kekaguman, sementara Veil hanya menatap datar, meski dalam hatinya dia menganalisis aliran chakra sang ayah.

"Darah Uchiha mengalir di tubuh kalian. Sekarang, giliran kalian," perintah Fugaku.

Itachi maju lebih dulu. Dengan bakat jeniusnya, dia berhasil meniru sebagian besar segel tangan dan mengeluarkan bola api kecil. Fugaku mengangguk puas.

Kini giliran Veil. Dia maju dengan langkah tenang. Berkat pemahaman dan logika pendidikan dari Bumi yang dikombinasikan dengan sistem, Veil tahu persis bagaimana memanipulasi chakra secara efisien tanpa membuang energi.

Dia membentuk segel tangan dengan kecepatan yang bahkan membuat Fugaku terbelalak.

"Katon: Gōkakyū no Jutsu!"

BOOM!

Bola api yang dikeluarkan Veil berukuran dua kali lipat lebih besar dari milik Itachi, bahkan hampir menyamai ukuran milik Fugaku. Gelombang panas yang dahsyat mendorong angin di sekitarnya. Kejutan besar bagi Fugaku tidak berhenti di situ. Saat Veil membalikkan badannya, Fugaku dan Itachi tersentak.

Mata hitam Veil telah berubah menjadi merah darah. Di masing-masing matanya, sebuah Tomoe hitam berputar dengan anggun.

【Ding! Mendeteksi Tuan Rumah berhasil memicu Sharingan pertama secara mandiri pada usia 3 tahun. Evaluasi: Sempurna!】

【Hadiah: Peningkatan kontrol chakra sebesar 20% dan pembukaan kunci awal Eternal Mangekyou Sharingan dipercepat.】

"Sharingan... di usia tiga tahun?!" Fugaku kehilangan ketenangannya. Suaranya bergetar antara syok dan rasa bangga yang luar biasa. "Luar biasa, Veil! Kamu adalah keajaiban klan kita!"

Veil tidak tersenyum. Dia menonaktifkan Sharingan-nya, mengembalikan matanya menjadi hitam kelam. "Ini baru permulaan, Ayah," jawabnya dingin.

Malamnya, di atas atap kediaman Uchiha, Veil duduk menyendiri sambil menatap bulan. Tidak lama kemudian, Itachi datang mendekat, diikuti oleh seorang bocah yang sedikit lebih tua dari mereka—Uchiha Shisui.

"Veil, kamu benar-benar hebat tadi sore," puji Shisui dengan senyum khasnya. "Ayahmu tidak berhenti membicarakanmu di ruang rapat klan."

Veil menoleh perlahan. Mengingat plot masa depan di mana Shisui akan bunuh diri demi desa dan Itachi akan membantai klannya sendiri karena manipulasi Konoha, hawa dingin di tubuh Veil semakin pekat. Dia tidak akan membiarkan kebodohan "demi kedamaian desa" itu terjadi lagi. Berbekal logika matang dari dunianya terdahulu, Veil mulai menanamkan doktrin baru ke dalam pikiran kedua orang ini.

"Shisui, Itachi," panggil Veil, suaranya terdengar berat dan menghanyutkan.

"Ada apa, Veil?" tanya Itachi, menatap kembarannya dengan serius.

"Apa hal yang paling penting di dunia ini bagi seorang shinobi?" tanya Veil balik.

Shisui berpikir sejenak lalu menjawab, "Desa. Kedamaian desa adalah tempat di mana kita semua bisa hidup tanpa perang." Itachi pun tampak setuju dengan pendapat Shisui.

Veil mengeluarkan dengusan dingin yang meremehkan. "Bodoh. Naif," desisnya.

"Dengar," Veil menatap tajam ke dalam mata mereka berdua. "Desa hanyalah sebuah sistem buatan manusia. Organisasi politis yang bisa berubah kapan saja tergantung siapa yang memimpin. Hari ini mereka menyebut kita sekutu, besok mereka bisa mengorbankan kita demi kepentingan mereka sendiri. Apakah kalian mau mati demi sekelompok orang asing yang bahkan membenci darah kita?"

"Tapi Veil, tanpa desa, akan ada perang—" Itachi mencoba menyanggah.

"Lalu bagaimana dengan orang yang melahirkanmu?!" potong Veil tajam, membuat Itachi bungkam.

"Bagaimana dengan Ibu yang bertaruh nyawa saat melahirkan kita? Bagaimana dengan Ayah yang memberi kita makan, melatih kita, dan klan yang melindungi kita sejak bayi? Mereka adalah darah dagingmu! Mereka adalah keluargamu!"

Veil berdiri, auranya menekan dengan kuat.

Shisui dan Itachi tertegun.

"Teman itu penting, desa mungkin penting. Tapi di atas segalanya, keluarga adalah hal yang paling suci. Clan Uchiha adalah tempat kita pulang. Jika suatu hari nanti desa memaksamu memilih antara Konoha atau Uchiha, dan kamu memilih desa dengan menusuk keluargamu dari belakang... maka kamu bukan seorang pahlawan, Itachi. Kamu hanyalah seekor anjing peliharaan yang tega menggigit tangan tuannya sendiri."

Kata-kata Veil yang dingin, logis, dan penuh penekanan menghantam mental Itachi dan Shisui seperti gada besi. Pendidikan moral dan realisme dari Bumi yang dibawa Veil benar-benar menjungkirbalikkan paham "Tekad Api" yang mulai tumbuh di hati mereka.

Itachi menunduk, menatap tangannya yang bergetar. Kata-kata Veil tentang Ibu dan Ayah meresap jauh ke dalam sanubarinya.

Shisui pun terdiam seribu bahasa. Logika Veil tidak terbantahkan. Mengapa mereka harus lebih mencintai desa yang selalu mencurigai mereka, daripada klan yang mencintai mereka tanpa syarat?

"Ingat ini baik-baik," ucap Veil memunggungi mereka sebelum melompat turun dari atap. "Jangan pernah mengkhianati darahmu sendiri. Jika ada yang berani menyentuh keluarga kita—entah itu petinggi desa sekalipun—maka hanya ada satu jawaban: Hancurkan mereka hingga menjadi debu."

Malam itu, di bawah bayang-bayang bulan, benih-benih pemikiran baru telah tertanam di kepala Itachi dan Shisui. Dan di dalam kegelapan, Veil tersenyum kejam. Plot cerita Naruto yang asli baru saja bergeser dari jalurnya.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!