NovelToon NovelToon
TRAPPED

TRAPPED

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Single Mom / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:185
Nilai: 5
Nama Author: Ann Rhea

Luz terperangkap dalam pernikahan kontrak yang penuh rahasia dan tekanan keluarga. Kehamilannya yang tak pasti membuatnya harus menghadapi kenyataan pahit seorang diri, sementara Zaren, ayah bayinya, pergi meninggalkannya tanpa penjelasan. Dalam kekacauan itu, Luz berjuang dengan amarah dan keberanian yang tak pernah padam.

Karel, yang awalnya hidup normal dan mencintai wanita, kini harus menghadapi orientasi dan hati yang terluka setelah kehilangan. Hubungannya dengan James penuh rahasia dan pengkhianatan, sementara Mireya, sahabat Luz, menjadi korban kebohongan yang menghancurkan. Di tengah semua itu, hubungan mereka semakin rumit dan penuh konflik.

Di balik rahasia dan pengkhianatan, Luz berdiri teguh. Ia tidak hanya bertahan, tapi melawan dengan caranya sendiri, mencari kebebasan dalam kegelapan yang membelenggunya. Trapped adalah kisah tentang perjuangan, keberanian, dan harapan di tengah gelapnya kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ann Rhea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE CALL

Karel sejak tadi hanya fokus di depan laptop, membaca dan menandatangani dokumen digital.

Di lihat-lihat pekerjanya tidak pernah selesai selalu bertambah.

Kelihatannya sepele tapi pas ngintip bejibun banget sampe Luz pusing liatnya, padahal niat awalnya mau bantuin biar dia gak kecapean terus.

Tapi ternyata bukan cuman itu, dia tengah mengelola email dan komunikasi dengan tim, klien dan partner. Terus menganalisis laporan keuangan dan proyek, belum lagi harus memikirkan dan membuat keputusan strategis berdasarkan data dan analisis.

Banyak banget, pantes dia kerjanya gak kelar bukan berarti karna males tapi emang kerjaannya banyak dan tak ada hentinya.

Luz menoleh, melihat Karel fokus banget. “Salut sih, untung laptopnya gak di tonjok kalo udah beneran jangar.”

Bosen berdiri di belakang Karel, Luz duduk di sampingnya. Ceritanya sih mau kepo kerjaan dia ngapain aja sih sebagai CEO. Wajar aja sih saham perusahaannya juga bisa naik sangat pesat, berkat kerja kerasnya selama ini yang tak dapat di ukur.

Luz asik lanjut makan kacang sambil mikir sendiri, jawab sendiri. Mandiri banget yah. “Itu kalo udah gitu di apain?”

“Di cium.”

Luz mengerutkan dahinya. Jawaban apaan coba? Kok ngaco banget. “Eleh malah bercanda.”

“Ya lagian udah tau di simpen, pake nanya.”

Luz terkekeh dan meletakkan toples kacang.

“Bagus-bagus, terpantau bapak Karel mulai ketularan asbunnya ibu Luz. Good, murid yang baik.”

“Yeu kocak amat deh.” Karel pun mencomot kacang karna mulutnya nganggur.

“Biar gak nganggur mau ada kegiatan gak?” Luz melihatnya dengan tatapan polos dan cengo.

“Apanya yang nganggur? Gak liat gue sibuk begini, buta mata lo?” Lama-lama sewot juga ya, bisa-bisanya nanya begitu sama orang pekerja keras.

Luz meneguk jus stroberi. “Eh gak gitu, mulutnya biar gak nganggur sini nyusu aja.”

“Alaia Luz Valerie.” Karel mengepalkan tangan dan menenangkan diri. “Gak gitu juga konsepnya, Neng.”

“Kenapa sih kalian di dengerin ribut terus, obrolin apa?” Elena datang dan menaruh toples cemilan lagi. “Buat nemenin ngemil, biar gak bosen.”

“Tau tuh, Ma, mantu Mama aneh, kerjaannya godain orang kerja mulu.” Karel kelihatan banget sewotnya.

Elena tertawa dan melirik Luz yang pura-pura sibuk. “Maklum namanya pasangan baru. Maunya lengket terus haha.”

“Ini mah kayak di lem super duper kuat, masa ngikutin aku terus.”

Luz menatap lurus ke depan, masih on ngemil kripik. “Enggak, Ma, bukan aku itu, setan.”

“Luz--- itu Mama lho, bukan besti kamu,” tegur Karel.

Tak di sangkanya Luz langsung sujud di kaki Elena. “Maafkan saya yang mulia ratu Mama.”

Karel benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah absurd Luz. Ada saja idenya. “Luz, iya tau salah, tapi gak gitu juga. Mama sampe shock gitu, ayo bangun.”

“Iya ih, gapapa, biasanya rumah ini sepi. Karel itu introvert banget, sekarang syukurlah dia udah ada bunyinya.” Elena mengelus pipi Luz dan menyuruhnya berdiri.

Karel masih mencoba tetap fokus di saat banyak godaan. “Besok aku harus sudah tiba di luar kota, ngecek proyek.”

“Ikut,” seru Luz tanpa aba-aba takut ketinggalan.

“Sayang, kamu udah waktunya istirahat lho, dari kemarin-kemarin selalu perjalanan jauh. Mama gamau kamu drop, maaf ya Nak, mama gak izinin. Di rumah aja, kalau mau yang deket. Karel gak akan ada yang ambil kok, yakin sama Mama.” Elena mencoba meyakinkan, ia cuman takut sama hal buruk terjadi.

“Dengerin kata ndoro kanjeng ratu,” sambung Karel.

“Senengkan aku gak ikut!” ucap Luz kesal. “Tapi gapapa deh biar bisa nemenin Mama ke salon.”

Padahal ia cuman ngetes ternyata mertuanya emang sesayang itu sama dia.

“Iya kalo gabut ke salon aja, atau buka bisnis. Lebih bermanfaat, jadi satpam aku juga gapapa sih, tapi masalahnya kamu bukan cuman sendiri, bawa anak di perut tuh,” kata Karel dengan suara lembut. “Jangan capek-capek intinya.”

Elena mengangguk setuju. “Kita kasih makan ikan koi aja ayo, atau siram tanaman. Biar kamu tetap happy.”

--✿✿✿--

“Aku seneng akhirnya bisa double date sama Luz. Aku sama kamu, dia sama suaminya,” ucap Mireya sumringah, ia tengah bersandar di bahu James sekarang.

James terlihat tidak peduli. Mendengar dari telinga kanan, keluar dari telinga kiri. Yang tengah dirinya pikirkan hanya bagaimana cara memberi pelajaran kepada Luz, yang sudah membuatnya merasa terancam begitu kuat kemarin.

Soal Mireya cerita, cuman James iya-iyain aja biar cepet. Padahal aslinya gak ketangkep sama sekali apa yang dirinya katakan. Sumpah gak seru dan gak ngerti. Biarin aja ngoceh sendiri biar anteng.

“Kamu dengerin aku gak sih kok jawabnya kayak gak seneng gitu?” Mireya mulai tersadar, ia duduk tegak dan berhenti bicara.

Bibirnya monyong dan wajahnya tertekuk lesu. “Apa bener yang Luz bilang kalau emang gak ada cinta yang bisa di percaya?”

Barulah perhatian James teralihkan sepenuhnya ke Mireya. “Dia bilang apa emang? Jangan dengerin kata orang, kamu mau hidup kamu di setir sama orang lain. Aku gak suka ya kamu temenan sama dia, bawa pengaruh buruk. Padahal aku gapapa disini sama kamu, bilangnya hal lain. Itu kamu terdoktrin tau.”

“Masa sih? Aku rasa emang! Kamu kurang perhatian sama aku, sebenarnya kamu beneran sayang gak sih sama kamu? Kenapa cuek banget! Aku kesel.” Mireya makin cemberut, James merangkulnya, mengusap kepalanya agar tenang.

“I love you,” katanya sambil mengecup kening Mireya.

Handphone James bergetar, Mireya sempat melihatnya sekilas. Tapi aneh, langsung di sembunyikan.

“Dari siapa?”

“Bukan siapa-siapa kok. Aman.” Padahal itu dari Karel, yang memberitahu kalau dia akan pergi ke luar kota. Ia membalas sambil menahan senyum membuat Mireya curiga tapi diem aja.

“Siapa sih kok kayak seneng banget?” Apa bener ya James selingkuh, kalau iya sama siapa kok tega banget?

James menyembunyikan handphone nya yang tidak pernah membiarkan siapapun menyentuhnya. Termasuk Mireya sendiri. Berbeda dengannya yang selalu ingin tahu.

“Jangan mikir aneh, ini cuman soal pekerjaan kok.”

“Itu juga hak kamu, aku gak bisa maksa kamu ngasih tau sih. Santai aja, aku yakin, kebenaran bakalan terungkap di waktu yang tepat,” katanya sambil beranjak pergi.

Maksudnya apa? Apa Mireya curiga, tapi tidak mungkin kalau curiga dengan sendirinya. Pasti Luz memberikan sesuatu informasi hingga dirinya berpikir seperti itu.

--✿✿✿--

James: mati lo

^^^Luz: mati, mati apaan, lu yang mati dasar mahluk halus^^^

James: besok gua bakalan ngomong sama Tante Elena kalau lo hamil anak haram

^^^Luz: diem bisa gak? Karel aja nerima kok lo repot

^^^

James: mati kagak lo, dasar biadab

^^^Luz: manusia sinting ni si James biseksual ahaha

^^^

Luz menaruh handphone nya di atas kasur. Lalu memeluk guling. Pengen tidur miring rasanya gak nyaman. Cuman bisa terlentang dengan bantal di tumpuk. Betis pada pegel, pinggang gak nyaman. Gini amat ternyata hamil. Mana tidur gak bisa nyenyak, sering buang air kecil. Bawaannya pegal linu dan males mulu lagi.

Mana harus ngeladenin manusia gak ada akhlak kayak James. Kalo di tanggepin serius, yang ada Luz yang melenyapkan dia.

Harusnya di tanggepin bercanda aja sih. Tapi apa ya jebakan yang cocok buat ngerjain dia biar gak seenak jidat ngomong ke orang?

Luz blokir ajalah nomor James sekalian hapus. Gak penting juga. Yang jelas sekarang di rumah ini aman, penjagaan ketat. Satpam di depan, di dalam rumah banyak asisten.

Yang pasti, dia gak bakalan berani culik Luz sampe ke sini, karna tingkat keamanan yang tinggi. Gerbang depan tinggi menjulang, sisinya di tembok tak kalah tinggi. CCTV dimana-mana yang dapat mengakses segala penjuru.

Kecuali ke dalam kamar, karna itu sudah ke ranah pribadi. Paling sampai ke depan kamar.

Di belakang juga ada rumah khusus asisten, yang mirip kost-an tapi versi elite, untuk mereka istirahat dengan tenang dan nyaman.

Malem ini gak ada Karel. Luz ngerasa kehilangan, biasanya dia bakalan ngomel karna di gangguin mulu mau tidur.

“Aha gue punya ide.” Luz melihat pintu, sudah ia kunci. Lalu mengirimkan chat ke Karel. Dia sudah pergi lama, pasti udah nyampe sih. Eh ternyata di bales, tumben balesnya cepet kayaknya dia juga lagi gabut mau istirahat.

Luz: vcs yu

Karel: hah

Luz: video call seks

Karel: apaan

Luz: ngw onlen

Karel: cewek gila

Luz: lah emng, baru sadar?

Di kamarnya Luz nahan tawa, bisa-bisanya kepikiran ke sana. Ia menebak disana Karel sudah shock setengah mati.

Dan menang benar, di tempat lain Karel bangun dari kasur dan memblokir nomor Luz. Lalu turun dari kasur dan merutukinya tanpa henti. Tak lama nomor mertuanya muncul.

“Walah sialan gue di block ini,” gumam Luz saat pesannya berubah jadi centang satu abu-abu dan tidak bisa di telepon.

Mertua: nape gue di blokir paksu

Mertua: ayolah unblock janji engga

Karel: iy uda

Luz langsung melakukan panggilan video. Awalnya Karel tak menjawab karna sedang membersihkan wajah dengan double cleansing. Hingga akhirnya ia jawab karna nelpon mulu

“Paan?” tanyanya dengan nada lelah, ia tidak melihat ke layar, handphone nya di taruh di atas meja, ia masih memijat wajahnya perlahan.

“Gue cantik gak?”

“Cantikkan nyokap gue,” balas Karel yang tengah mengelap susu pembersih dari wajahnya menggunakan kapas.

“Yaelah gengsi amat ngakuin gue cantik.”

“Iya.” Karel mengambil handphone nya berjalan masuk ke kamar mandi. Lalu naro hape nya bersandar di tembok, ia cuci muka dulu. Pas di angkat lagi mau di matiin, ternyata Luz udah bugil di depan kaca.

“Anying kaget Luz!” Saking kagetnya, Karel berteriak terdengar kencang, hampir terhuyung. “Dingin Luz, pake baju. Masa mau masturbasi lo, mentang-mentang dokter nyaranin rajin HB.” Karel bener-bener gak habis pikir hyper banget dia. Mana gerakannya liar banget lagi, dari gerakin pinggang sama tangan.

Karel mengatur nafas, karna mulai panas dingin.

“Ya temenin, gausah takut. Soalnya dingin gini, makin malem makin uhhh.”

Karel mengusap bulu kuduknya sambil mendongak. “Banyak setan ya.” Ia menatap lantai, ngeri banget Luz melet sambil meremas dirinya sendiri. Kek pemain handal.

“Kita kan lagi LDR, jadi gapapakan lagian lo suami gue, masa gue harus nyari ke yang lain?” Luz berdiri setengah badan di depan kaca.

“Kalo gitu jatuhnya open relationship donggg.” Karel mengalihkan kameranya jadi layar utama. Biar Luz gak keliatan, lalu lanjut sikat gigi.

“Gak salah kan?” katanya nanya lagi.

Karel mencuci wajahnya dengan lembut.

“Enggak, tapi minimal tau malu dikit ege, gak takut gue record?” Pas di ambil handphone nya, ngeliat layar makin kaget.

“Luz Valerie ya Tuhan kerjaan lo!” Mata Karel membulat saking kagetnya zoom banget. “Itu punya lo ngapain di zoom?”

Luz terkekeh. “Siapa tau lo suka.”

“Jijik udah!” Karel sampe halangin pake tangan. “Udah Luz gue takut please udah.” Ia akhiri panggilan dan buru-buru nyalain shower sampe tubuhnya dingin.

Handphone nya kembali bergetar, terus menerus lagi. Karel biarin aja tapi pas selesai mandi di buka, dia ngirim voice note yang bikin Karel takut. Memandang handphone nya jijik kayak abis megang tai.

“Ini panggilan dari bencana fiks!” gumam Karel. Meskipun semua voice note, foto dan video itu sekali lihat. Ia buka semuanya satu-satu dan bikin kaget semua. Dia beneran jago banget mainnya.

Karel menutupi handphone nya menggunakan bantal. Wajahnya masih shock berat. Kebayang foto itu nge zoom bahkan suaranya. Bikin dia stres sendiri. “Oh mama help me, im so scared after that call, i don’t think i’ll be able to sleep tonight.” Memang bersih, pake banget cuman emang dasarnya gak doyan aja jadi jijik.

...--To Be Continued--

...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!