karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehilangan
Laras bangkit dari duduknya, mengangkat tangannya Bima untuk mengikuti Laras yang berdiri. setelah Bima berdiri Laras memeluk nya dengan erat.
"maaf mas a... aa aku tidak bisa" ucap Laras terbata.
"kenapa??..... bahkan suami bodoh mu itu sudah menyakiti mu sedalam ini" tanya Bima kesal.
"aku sangat mencintainya" jawab Laras pelan.
mendengar jawaban Laras yang menolaknya kembali, membuat Bima merasakan sakit untuk yang kedua kalinya.
Bima mencoba tersenyum dan kembali memeluk Laras.
.
.
.
di rumah baru milik Danu tepat di ruang kerjanya, Danu melempar ponsel yang di genggamnya.
melihat tatapan terkejut dari pemiliknya.
"nanti ku ganti" ucap Danu dengan santainya.
"mereka berbicara apa?"tanya Danu.
"orang suruhan saya hanya mendengar sekilas saat berjalan melewati mereka... lelaki itu meminta nona Laras untuk bersamanya"
"sialan" teriak Danu sambil menggebrak merja.
"Laras menjawab apa?" tanya Danu dengan nada penuh emosi.
"sepertinya nona menyetujuinya, dilihat dari nona yang memeluk laki-laki itu" mencoba menjelaskan.
"keluar lah, dan ikuti terus kemanapun istri ku pergi" ucap Danu meninggalkan ruang kerjanya di ikuti bawahan Danu yang ikut keluar.
sesampainya dikamarnya Danu menatap bila yang sedang asik memainkan ponselnya.
melihat kedatangan suaminya bila berdiri menghampiri Danu, melihat kilatan amarah di mata Danu.
bila terkejut saat Danu mencium nya dengan kasar.
"apa yang terjadi mas?..., sampai kamu semarah ini" tanya bila dalam hatinya.
Danu memaksa bila agar melayani nya, bahkan Danu memasukan ******** dengan kasar membuat bela memekik merasakan sakit di bagian bawah nya.
Danu tidak peduli melihat mata bela yang hampir menangis menahan sakit, dia terus mencari kepuasan sendiri tidak memikirkan perasaan wanita yang sedang di gagahinya.
melihat Danu yang sudah terlelap setelah mendapat kepuasan nya, bila menangis, mengigit bibir bawahnya menahan isakan yang akan keluar dari mulutnya.
aku tau mas kamu hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan kemarahan mu pada mba Laras.
.
.
.
siang itu setelah dari taman, Bima mengajak Laras untuk makan siang.
melihat Laras yang makan tidak sabaran sampai mulutnya penuh dengan saus.
"kamu tuh ya kalau makan pelan-pelan" ucap Bima sambil membersihkan bibir Laras dengan tisu.
Laras menegang di tempatnya, mengingat kejadian pagi ini.
bahkan mas Bima seperhatian ini padaku, sedangkan mas Danu hanya memikirkan istri barunya saja.
.
.
.
setelah kejadian Laras memergoki Danu dan madunya sedang berciuman, semakin renggang antara Laras dan Danu. mereka sama sekali tidak berbicara. begitu pun dengan bila, Laras melihat tingkah bila berubah menjadi lebih pendiam tidak seperti sebelumnya.
siang itu Laras dengan tergesa-gesa berjalan menuruni tangga, namun naasnya dia terpeleset.
bila terkejut menutup mulutnya melihat Laras yang jatuh berguling-guling di tangga dan terkapar meringkuk di bawah tangga memegang perutnya, dengan cepat bila turun menghampiri Laras.
"sakit...to....tolong" gumam Laras terbata sambil menahan sakit menatap bela, sebelum ia kehilangan kesadarannya.
bila semakin terkejut melihat Laras yang pingsan di tambah keluar darah yang cukup banyak, membuat gamis warna pink Laras penuh dengan darah.
dengan cepat bila menelpon ambulans.
dan di sinilah sekarang bila menunggu dengan tidak tenang di depan ruang IGD.
Danu berjalan cepat menghampiri istri kedua nya.
"apa yang terjadi bila?" tanya Danu tidak sabaran.
"mba Laras jatuh mas" jawab bila pelan, lalau memeluk tubuh Danu dan menumpahkan tangisnya.
bila sangat syok melihat Laras yang terjatuh.
setelah menunggu selama satu jam, akhirnya dokter keluar.
dengan cepat Danu menghampiri dokter.
"bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" tanya Danu khawatir.
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin... kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak, karena benturan yang mengenai kepala bayi bapak cukup keras?" jawab dokter menjelaskan.
"keadaan istri saya dok?" tanya Danu kemabali.
"istri anda baik-baik saja"