Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Seketika Samuel menggenggam erat kue yang ada di tangan nya, dada nya terasa sesak dan panas, pemandangan yang benar-benar membuat dia tidak nyaman, benar-benar menyiksa hati nya.
"Apa ini? Mengapa rasanya sangat sakit? Apa aku cemburu? Tidak, ini tidak mungkin, aku tidak mungkin cemburu aku tidak mencintai nya sedikit pun. Aku membencimu Naya, aku hanya membenci mu," batin Samuel dengan tatapan tajam nya.
Dia sendiri bahkan tidak tau perasaan apa yang saat ini dia rasakan, yang jelas ada rasa tidak rela melihat Naya lebih nyaman dengan Azka.
"Mengapa kau menatap mereka seperti itu?" tanya Kakek yang sedari tadi melihat Samuel dengan tatapan bingung.
"Kalau aku katakan sekali lagi, kakek percaya tidak, kalau dia benar-benar istri ku?" lagi-lagi Samuel mengatakan itu, bahkan pandangan nya tak sedikit pun berpindah dari Naya.
"Aku tidak percaya, sudah aku bilang jangan bermimpi dasar anak bodoh, sebaiknya kau tidur lagi, dan menghayal saja atau bermimpi saja, satu jam lagi kita akan segera mendarat," ucap sang kakek yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela pesawat.
"Lihat saja nanti, akan aku buktikan," ucap Samuel yang kemudian ikut memalingkan wajahnya.
Satu jam pun akhirnya berlalu, kini Naya, Samuel dan juga Azka sudah berhasil keluar dari pesawat, pesawat yang mereka tumpangi untuk ke kota X pun akhirnya mendarat dengan selamat di bandara kota X.
"Nona, aku merasa sedikit tidak enak," jelas Azka yang saat ini berjalan berdampingan dengan Naya.
"Aku juga, aura nya sangat mencengkam ya," ucap Naya sambil sesekali memegang tengkuk nya.
"Bukan itu, ya tuhan apakah nona tidak menyadari? Tuan muda sedari tadi tidak menegur kita sedikit pun, dia bahkan tidak menunggu, dia berjalan begitu cepat meninggalkan kita keluar dari pesawat,"
"Haha, aku mah sudah terbiasa diperlakukan seperti ini, dia memang selalu cuek kepada ku,"
Azka yang mendengar itu pun hanya bisa diam, perasaan nya sudah tidak enak. Tidak butuh waktu lama mereka pun berhasil keluar dari bandara dan masuk ke dalam mobil yang sudah mereka sewa untuk kendaraan mereka selama di kota X.
"Tu ... Tuan muda, kita akan menginap di mana?" tanya Azka sedikit gugup.
"Hotel terdekat saja, aku sudah lelah ingin segera istirahat," jawab Samuel dengan wajah datar nya.
"Baik tuan muda,"
Azka menahan rasa tidak enak nya dengan Samuel, dia tau saat ini Samuel pasti sangat marah dengan nya karena sudah sangat kelewat batas dengan Naya, namun ini di luar keinginan nya, dia bahkan sama sekali tidak bermaksud membiarkan Naya tidur di pundak nya.
"Seharusnya tuan muda tidak cemburu kepada ku, bukan kah dia tidak mencintai nona muda?" batin Azka.
Perjalanan dari bandara kota X menuju hotel terdekat pun hanya memakan waktu lima belas menit menggunakan mobil, dan saat ini, mereka telah tiba di hotel dan segera menghampiri resepsionis hotel tersebut.
Samuel pun menunjukkan bukti reservasi kepada resepsionis tersebut. Tanpa banyak basa basi sang resepsionis pun meminta agar mereka bertiga memberikan kartu identitas.
Setelah melewati beberapa proses dengan resepsionis mereka pun akhirnya hanya mendapatkan dua kamar.
"Mengapa hanya ada dua kamar? Bukan kah ini adalah hotel yang cukup besar?" tanya Samuel kebingungan.
"Akhir-akhir ini sedang banyak pengunjung tuan, kami benar-benar minta maaf, tadinya ada tiga, tapi yang satunya barusan sudah ada yang menempati jadi yang tersisa sekarang hanya dua kamar," jelas resepsionis tersebut dengan sopan.
"Baik lah, ayo!"
"Ini kunci nya tuan,"
Samuel mengambil dua kunci kamar tersebut dan kemudian berjalan mendahului Naya dan Azka tanpa mengatakan sepatah kata pun, lagi-lagi hal ini membuat Azka yakin bahwa Samuel benar-benar sedang marah.
Naya yang tidak peka pun hanya berjalan mengikuti Samuel dengan hati lapang karena sebentar lagi dia akan segera istirahat di kamar hotel setelah kelelahan menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun keluar dari lift dan saat ini tiba di kamar.
"Azka, ini kunci kamar mu, nomor kamar 021, jarak beberapa kamar dari kamar ku," jelas Samuel sambil memberikan satu kunci kamar hotel kepada Azka.
"Terima kasih tuan muda," ucap Azka sambil menerima kunci tersebut.
Azka pun melangkah pergi menuju kamar nya sambil menyeret koper.
Sementara itu Samuel membuka pintu kamar dan kemudian masuk ke dalam kamar itu.
Namun terlihat Naya yang masih berdiri di depan kamar dengan wajah bingung.
"Apa yang kau lakukan di luar sana? Tidak mau masuk?" ucap Samuel dengan tatapan dingin nya.
"Aku? Satu kamar dengan tuan?" tanya Naya, karena ini adalah pertama kalinya bagi Naya akan tidur satu kamar dengan Samuel.
"Jika kau mau tidur di luar juga tidak apa-apa, atau mau tidur dengan Azka?" ucap Samuel sambil tersenyum miring.
"Aku? Boleh numpang tidur di kamar Azka?" Lagi-lagi, Naya begitu polos mengatakan hal itu kepada Samuel.
"Astaga," gusar Samuel tak habis pikir jika Naya sepolos itu.
Tanpa pikir panjang, Samuel langsung menarik Naya yang masih berdiri di depan pintu untuk masuk ke dalam kamar.
"Ah, sakit," ringis Naya sambil memegang tangan nya yang baru saja ditarik Samuel dengan kuat.
Samuel mengunci pintu kamar sambil melemparkan koper Naya ke sembarang tempat, dia terlihat lebih galak dari biasanya.
"Kau ini ... Istri ku atau bukan?" ucap Samuel menghampiri Naya sambil menggulung lengan kemeja nya.
Naya yang melihat itu kebingungan, karena Samuel tiba-tiba saja menanyakan itu kepada nya, bukan kah dia sendiri yang tidak pernah mengakui kalau Naya istri nya? Kenapa sekarang malah terlihat aneh, pikir Naya.
Samuel semakin mendekati Naya yang terpaku menatap nya, rasa takut dan ngeri pun mulai dirasakan oleh Naya, atas tatapan tajam suaminya itu. Ia pun memilih untuk mundur saat Samuel semakin dekat dengan nya.
"A ... Ada apa? Maksud nya?" tanya Naya gugup.
Dukh ...
Kini Naya sudah mentok ke tembok kamar, dia tak lagi bisa menghindari Samuel yang terus mendekati nya.
"Ingat ya, kau ini berstatus sebagai istri ku, bisa tidak kau lebih menghargai aku sebagai suami? Meskipun aku tidak menganggap mu istri ku, tapi tolong jaga nama baik ku, jangan akrab dengan semua laki-laki, apalagi Azka, dia asisten ku. Apa kata orang melihat kau sedekat itu dengan nya?" ucap Samuel menunjuk wajah Naya.
Saking dekatnya, aroma parfum yang digunakan oleh Samuel tercium kuat oleh Naya, tidak ada rasa lain selain takut, namun aroma parfum ini begitu khas dan sangat wangi membuat Naya sedikit tenang meskipun dia menatap mata Samuel yang penuh api kebencian.
"Jangan menatap ku untuk membuat ku tidak marah, sekarang aku tidak terpengaruh dengan tatapan mu lagi, sekali lagi kau tidak menjaga jarak dengan Azka, aku akan memberikan mu hukuman," ancam Samuel yang kemudian berjalan meninggalkan Naya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Air mata Naya menetes setelah melihat Samuel menjauh dari nya, ini untuk kesekian kalinya dia begitu takut dengan tatapan Samuel.
****
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,