(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35 - Masalah Baru
Pukul enam sore Hilya dan Gian sudah kembali ke masion, mereka berada dikamar masing masing setelah Gian mengantarkan Hilya terlebih dahulu.
•
•
•
•
Dikamar hilya
"Sial! hari ini benar benar sial,,, bisa bisanya aku bertemu dengan Sekertaris genit seperti itu dikantor Pratama"
"Dan dengan entengnya dia mengatakan aku CACAT didepan mukaku sendiri,,, dasar tidak tahu malu!" umpat Hilya yang tidak habis habisnya memaki kesialannya hari ini.
"Liat saja jika aku sudah bisa berjalan kembali,akan aku cakar cakar wajahmu itu. Huh... Aku harus lebih sering melakukan terapi agar aku cepat pulih dan dengan begitu dia tidak akan memgataiku lagi" Hilya pun memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, kini ia memang sudah tidak pernah meminta bantuan siapapun untuk membantunya mandi karna menurut Hilya itu sungguh membuatnya malu.
Setelah selesai mandi lalu Hilya pun mengambil pakaiannya di lemari dan memakainya. Dan suara ketukan pintu terdengar seusai hilya memakai baju.
Tok Tok Tok
"Masuk" sahut Hilya
Pintu pun terbuka dan menampakan Rika disana.
"Ada apa?" tanya Hilya ketika Rika sudah membuka pintu.
"Saya hanya ingin menyampaikan kalau makan malam sudah siap" Hawab Rika ketus seolah olah ia tidak ikhlas menyampaikannya.
"Ohh.. Baiklah" dan saat Rika hendak berbalik untuk pergi, tapi Hilya menghentikan langkahnya.
"Tunggu! bisa kah kau dorong kursi roda ku menuju meja makan?"
Rika menatap hilya dengan sinis "Huh! merepotkan sekali" umpat Rika dengan suara kecil tapi masih bisa didengar oleh Hilya, tapi Hilya hanya bersikap tenang seperti tidak mendengar kata kata itu.
Lalu dengan berat hati Rika pun mendorong kursi roda Hilya menuju meja makan di lantai dasar.
*S*epertinya wanita ini tidak suka denganku.
Haiss...Urusan yang satu belum selesai sekarang malah nambah lagi masalahnya. memang berapa banyak sih wanita yang membenciku?!. batin Hilya
Akhirnya Hilya dan Rika pun sampai dimeja makan.
"Terima kasih Rika" Ucap Hilya
"Hmm" Jawab Rika dengan malas lalu pergi meninggalkan hilya sendiri, Hilya pun hanya menatap punggung Rika sampai masuk ke dapur.
*A*pa Mas Gian sudah lama memperkerjakannya disini? bahkan dia tidak sopan pada tamu. batin Hilya
Tak lama setelah Rika pergi Gian pun datang dari arah tangga.
"Ternyata kau sudah disini" Ucap Gian lalu menarik kursinya untuk duduk.
"Iya,, tapi belum lama kok"
"Ya sudah ayo kita makan"
Hilya pun mengangguk dan mereka pun makan malam bersama seperti biasa.
•
•
•
•
Sekitar 15 menit akhirnya makan malam pun selesai
"Apa kau mau bersantai dulu di ruang keluarga?" tanya Gian sambil mengelap daerah sekitar mulutnya menggunakan tissue.
"Sepertinya tidak mas,,, Aku akan langsung ke kamar saja"
"Apa kau mau langsung tidur? ini masih terlalu siang untuk tidur"
"Hmm... Aku hanya ingin menonton TV sambil tiduran" Jelasnya
"Apa kau ingin tidur lagi bersama ku?" dalam hati Gian ia sangat berharap Hilya mau.
"A.. apa mas tidak keberatan?" karna Hilya juga merasa akhir akhir ini ia sangat nyaman berada dipelukan Gian, walaupun ia tahu ini cara yang salah tapi tidak dipungkiri lagi jika pelukan Gian membuatnya merasa aman dan tenang.
"Aku tidak keberatan, dari pada malam malam kau mengigau dan membangunkan seisi masion ini dengan suara teriakanmu" Ucap Gian menggoda Hilya mengingatkannya pada kejadian dirumah sakit itu.
Hilya terkekeh dengan ucapan Gian yang memang benar adanya, jika akhir akhir ini ia sering mimpi buruk dan teriak teriak saat mengigau.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe