Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyonya dani
Pagi telah tiba burung pun berkicau tanda malam berganti pagi.
Ria terbangun dari tidurnya mencari keberadaan Dani namun ia tidak menemukan Dani disampingnya.
"Bukannya semalam dia tidur disamping aku, kenapa tidak ada dia disini dimana dia?" Gumam Ria.
Lalu Ria beranjak dari tempat tidurnya kemudian Ria keluar dari kamar mencari keberadaan Dani lalu.
Kleeeekkk bunyi pintu kamar mandi terbuka,
Dani keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan baju kerja, Dani belum menyadari jika Ria sudah ada dihadapannya karena ia sedang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Aku pikir kamu belum bangun ternyata aku yang baru bangun hehe" Kata Ria.
Dani yang tiba-tiba mendengar suara Ria dan menoleh ternyata Ria sudah ada dihadapannya begitu terkejut ia tidak menyadarinya sejak tadi entah sejak kapan Ria sudah ada di hadapannya.
"Kamu sudah bangun yank, sejak kapan kamu ada di depan aku sampai-sampai aku tidak tahu kamu sudah ada di hadapan aku" Kata Dani.
"Mmmm sampai segitunya kamu".
"Coba sini" Perintah Dani
Ria pun menurut ia mendekati Dani dan Dani memajukan hidungnya kearah Ria seperti sedang mencari aroma sesuatu.
"Ya ampunnn yank, bau apa ini?" Tanya Dani.
Ria mencari-cari bau apa yang Dani maksud pada dari tubuhnya sendiri ke kanan ke kiri ia mengernyitkan kedua alisnya dan menggangkat kedua alisnya.
"Eummmmmm ada bau wangi di sini haha" Ledek Dqni.
"Masih terlalu pagi Dani kamu sudah meledek aku" Ria geram.
"Haha aku bercanda sayank maaf jangan maarahh " Dani memohon kepada Ria.
"kamu ya awas sana minggir aku mau mandi" Ucap Ria.
"Mau kemana kamu jam segini mau mandi ini masih terlalu pagi sayank jangan bilang kamu mau masuk kerja ya, kan sudah aku bilang kamu dirumah saja menurut lah sayank" Dani memegang pipi Ria.
"Mmmmm kalau ya kenapa?" Tantang Ria.
"Kamu sudah mulai ngeyel ya baru aku bilang semalam kamu tidak usah masuk untuk sementara ini demi kebaikan kamu sayank" Kata Dani.
"Aku sudah baikan Dani aku gak kenapa-napa" Suara Ria terdengar sangat manja.
Dani yang mendengar itu dibuat gemas rasanya dani ingin ... Ria.
"Aku gak suka penolakan dari kamu, aku bilang kamu gak usah kerja demi kebaikan kamu" Dani menatap Ria dalam.
"tapi a aku" Katanya terbata-bata.
Dani nenutup mulut Ria dengan jari telunjuknya.
"Ini demi kebaikan kamu sayank jika kamu memaksa untuk masuk ini sangat berbahaya untuk kamu, mengertilah sayank"Kata Dani.
"Oke aku patuh sama kamu tapi besok aku kerja ya" Kata Ria.
Ria tetap pada pendiriannya entah kenapa jika menyangkut dengan pekerjaan ia selalu tidak ingin membuang waktunya Ria seorang yang sangat pekerja keras sejak ia menjadi tulang punggung baginya kerja adalah kebutuhan jika tidak bekerja bagai mana nasib keluarganya apalagi ria menjadi orang kepercayaan bu tuti jangan untuk tidak masuk walau sehari.
Untuk izin saja ia akan menjadi bulan-bulanan atasannya meski bukan pada Ria saja pada karyawan lain pun atasannya bersikap seperti itu tetapi Ria dianggap penting disana.
"Anak baik untuk besok kita lihat nanti" Dani mengacak rambut Ria dan pergi meninggalkan Ria ke kamar.
Seketika Ria berbalik arah yang tadinya ia ingin mandi menjadi berubah pikiran untuk menyiapkan sarapan untuk Dani, ia membuatkan Dani roti bakar dengan segelas susu untuk Dani setelah menyiapkan sarapan untuk Dani ia membersihkan badan nya dan menunggu Dani datang untuk menyantap sarapan bersama
Dani menyadari Ria menyiapkan sarapan untuknya pun datang menghampiri Ria.
" Tidak usah repot-repot yank, Kamu istirahat saja aku bisa sarapan dijalan untuk kamu saja aku sudah terbiasa jika harus melewatkan sarapanku bahkan aku jarang sekali sarapan" Tiba-tiba Dani datang dari belakang.
"Dani bikin aku kaget saja tiba-tiba ada di belakang seneng banget sih bikin aku kaget dan dengar kamu bisa perhatian sama orang tapi kamu tidak memperhatikan diri mu sendiri, ingat Dani kalau kamu sakit nanti siapa yang menjaga aku sempat atau tidak kamu harus sarapan meskipunitu hanya sedikit" Ria membalikkan badan kini mereka berhadapan.
"Mmm oke Nyonya Dani, tapi aku ingin sarapan dari tangan kamu bisa kan kamu suapi aku" Dani mencubit kedua pipi Ria gemas.
"aaaa" Ria menyuapi Dani.
Setelah meeka selesai sarapan pagi Dani bergegas untuk pergi berpamitan kepada Ria.
"Aku berangkat ya sayank, nanti sekitar jam delapan Teh Tati kesini hati-hati ya di rumah jangan nakal ingat pesan aku".
"Dan, tanpa Teh Tati aku bisa sendiri Dani hayolah gak perlu ditemani oleh siapapun aku tidak ingin merepotkan siapapun apalagi hanya untuk menemani aku saja tak perlu lah Dan" Ria memohon kepada Dani.
"Kamu tinggal nurut saja apa susahnya sih yank aku takut disaat aku tidak ada disamping kamu terjadi hal yang tidak di inginkan" Dani memberi pengertian kepada Ria.
"Mmm ya deh, aku laksanakan komandan hahah" Ledek Ria.
"Nah gitu dong, baiklah aku berangkat ya nyonya dani" Goda Dani lalu berpamita.
"Ya, hati-hati dijalan" Kata Ria.
Ketika Dani sudah pergi menjauh Ria segera masuk, aktifitas yang pertama ia lakukan hari ini adalah beres-beres lalu mandi.
Semua pekerjaan sudah ia selesaikan Ria segera membersihkan badannya karena tubuhnya berkerngat lalu Ria merebahkan tubuhnya di ruang tamu tak lama Teh Tati orang suruhan Dani pun datang.
"Permisi saya Tati disuruh Dani kesini" Ucap orang itu.
Pitu depan memang tidak ditutup oleh Ria jadi ketika Teh Tati datang Ria langsung menyambutnya, mereka duduk diruang tamu mereka langsung bertatap muka.
"Saya Ria, silahkan masuk" Ucapnya ramah.
Teh Tati pun masuk, Ria yang menggunakan baju serta celana boxer Dani namun tidak mengurangi kecantikan Ria membuat Teh Tati kagum akan kecantikan Ria.
"Nenk cantik pisan, pacar nya Dani ya?" Tanya Teh Tati.
"Eeemmm iya Teh" Jawab Ria malu-malu.
"Oh ini ya orangnya ternyata pacarnya Dani bukan hanya cantik saja tapi super cantik banget dia sering cerita tentang Nenk ternyata benar-benar cantik ya" Pujinya.
"Mmm ah Teteh bisa aja, cantikan juga Teh Tati" Ria tersipu malu atas ucapan Teh Tati.
Tak membutuhkan waktu yang sangat lama bagi mereka berdua mereka sudah mulai akrab satu sama lain mereka saling bercerita bercanda tertawa hingga sudah tidak lagi merasa canggung di antara mereka.
Teh Tati orangnya sangat baik meski pun dengan orang yang baru saja ia kenal termasuk kepada Ria, jika ada hal mendesak Dani selalu meminta tolong kepadanya namun hanya sesekali saja.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..