NovelToon NovelToon
AKSARA

AKSARA

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vaa_Morn

Aku dan kamu terikat dalam sebuah ikatan yang diwali dengan kata-kata, berbahan dasar Aksara.

Cinta yang berawal dari sebuah aksara itu, awalnya tidak saling mengenal dan memahami. Takdirlah yang seolah mempertemukan, mengikat, dan berakhir dengan kebersamaan. Lantas, mengapa takdir juga yang memberikan sebuah ujian penuh liku itu? Mengapa seolah akan ada hari dimana akan ada sebuah jarak yang memisahkan mereka dan berakhir menjadi sebuah peristiwa bertajuk ANTARA.

Lalu benci dan cinta itu beda tipis KATANYA. Kata yang awalnya tak ingin kenal mengenal, caci mencaci-caci, bahkan berang memerangi, mendadak ada rasa yang tumbuh bersamaan keluarnya warna-warni bunga yang bermekaran.

Cinta itu manis, hidup tak indah bila kita tak merasakan iramanya cinta, itu JELASNYA. Tetapi seutas kata Cinta tak ada artinya, jika tak mengandung sebuah keabadian yang menjelma. Anggap saja cinta kita perlu diuji untuk menumbuhkan kesetiannya. Dari hal itu kita hanya menemukan dua opsi setelah mendapat ujian itu, BERTAHAN UNTUK KEMBALI atau PERGI UNTUK SELAMANYA.

Percayalah dibalik cinta yang hampir terkoyak itu, akan ada kebahagiaan yang tak berujung sedang menunggumu.

[PLAGIATOR DALAM JENIS APAPUN DILARANG MENDEKAT!]

*****
@Copyright: Agustus 2019.
Move: 30 Agustus 2020.
Picture by: @Vaa_Morn
Story By: Vaa_morn.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaa_Morn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH LIMA

Lagi-lagi hari mulai menjelang pagi. Mentari mulai menampakkan diri, dan sudah sepantasnya kita memulai rutinitas pagi. Itu juga berlaku bagi Ara yang sudah berganti seragam rapi, lengkap dengan dasinya.

Hari ini adalah hari terakhir menuju akhir pekan. Mulai hari senin otaknya harus terkuras habis, lantaran soal-soal yang harus ia kerjakan sebaik-baiknya. Pada saat-saat seperti ini, tak ada yang Ara keluhkan selain rasa malasnya yang menjadi-jadi. Ia sangat berupaya meneguhkan hati untuk rajin belajar.

"Selamat pagi Adik kecilku." Ara mengambil tempat duduk di samping Reval yang sedang asyik melahap roti selainya.

Mamahnya sudah mengatakan bahwa hari ini akan menyusul Papahnya yang sekarang berada di Bali. Pagi-pagi sekali Mamahnya sudah berangkat, diantar oleh sang sopir menuju Bandara, tanpa harus menganggu kedua anaknya yang masih terlelap di alam mimpi.

"Pagi." jawab Reval cuek.

"Masih marah aja lo sama gue? Sorry kali Val, lagian lo nyindirnya kebangetan."

"Hm."

Tak ada gunanya Ara berkata panjang lebar pada adiknya sekarang. Ia mengolesi rotinya dengan selai kacang, dan memakannya sambil menggendong tas hendak berjalan.

"Makan itu sambil duduk, udah ada hadis yang mengharuskannya. Kasihan orang-orang yang udah lelah ngomongin lo soal cara makan lo yang nggak kenal tempat. Kaya bocah mulu lo!"

Ara terkekeh. "Nggak keburu, gue bisa telat kalau makan kayak siput mirip lo."

"Seenggaknya lo masih punya sopir pribadi  yang mau ngantar lo kemana-mana. Lha gue?"

"Bisa nggak lo ngomong nggak usah  berbelit-belit?"

Lo kan punya pacar rasa sopir? Batin Reval.

Reval mendengus sabar. Kadar ketidak pekaan Kakaknya memang tak pernah berkurang sedikitpun. Ia paham, namun terkadang ia lupa bahwa Kakaknya orang yang mulutnya berbisa layaknya ular.

"Lo ada pacar kan? Minta antar jemput tiap hari juga pasti bisa kan? Nah, itu pacaran sopir pribadi." Reval membuka suaranya kembali.

"Dia sekarang sibuk. Jadi gue harus jalan kaki."

"Apa urusannya sama gue coba?" Reval bangkit dari duduknya, meninggalkan Ara yang masih tahap mengumpulkan energi.

Sarap dia! Sabar Ara, sabar. Dia itu adik lo sendiri!

Sambil mengelus dadanya, sesekali ia merapalkan doa agar diberikan ketabahan karena dikaruniani Adik semacam Reval.

Tapi ngomong-ngomong soal jalan kaki, Ara memang berkata sesuai dengan keadaannya. Kemarin malam Aksen juga mengatakan bahwa ia tak bisa mengantarnya lantaran ada meeting pagi bersama client, sedangkan siangnya Aksen harus pergi ke kampus untuk menyiapkan acara wisudanya yang akan diadakan tak lama lagi. Ya, tak lama lagi Aksen akan menyandang gelar seorang sarjana.

"Kalau gini caranya, gue seharusnga berangkat dari tadi." Ara menggerutu karena niatnya untuk naik bus sudah kandas.

Ara yakin sekali, bus yang melewati sekolahnya baru saja berangkat beberapa menit lalu. Sedangkan dirinya baru saja sampai di halte pada detik ini, dengan penumpang yang seharusnya ngumpul di sana sudah kosong.

Ara duduk. Meskipun ia tak kesiangan bangun hari ini, nyatanya ia akan tetap telat ke sekolah. Mencebikkan mulutnya sebal, lebih baik ia bolos saja tadi!

Ia menyandarkan kepalanya pada tiang, kemudian menerawang jauh ke depan sana. Khayalan malam tadi terus tergiang dikepalanya hingga sekarang. Tentu membuat hatinya yang sedari tadi dongkol tak tertolong, langsung lunak begitu saja diselingi senyuman yang terpancar dari wajahnya. Kata-kata yang terlontarkan dari mulut Aksen sebelum pulang kemarin, juga membuat dirinya merasa terbang tinggi. Mendadak, ia jadi takut jatuh sekarang.

Aku mencintaimu, lebih dari apa yang ku bisa. Ara, semoga saja kamu adalah wanita pertama dan terakhir, yang pernah singgah dalam hatiku dan memporak-porandakkan segala isi di dalamnya.

Ingat, Ara bukan spesies alay! Tapi sekalinya jatuh cinta, entah kenapa organ-organ di dalam tubuhnya berkamuflase menjadi organ baru dan langsung saja berubah begitu saja. Sehingga pada akhirnya, Ara menjadi perempuan sejati pada umumnya yang sedang dilanda kasmaran.

Brummm! Brummmm!

Ara yang notabennya tengah senyum-senyum nggak jelas itu, langsung terlonjak kaget dan memegangi dadanya yang hampir jantungan. Seuntas sennyumnya sirna, tergantikan dengan wajah kesalnya karena baru saja diganggu oleh seseorang.

"Woyyyy, lo kesambet apa Ar? Pagi-pagi gini udah senyum-senyum sendiri."

Dia Dito Alfares. Yang entah kenapa bisa berada dihadapannya sekarang ini. Setahunya, rumah Dito tidak berada disekitar sini. Lalu apa yang dilakukannya disekitar sini sekarang?

"Ehhh malah diem. Mau berangkat sekolah nggak lo?"

Ara menyipitkan matanya. "Kok lo bisa di sini? Lo sengaja nemuin gue ya?"

Dito gelagapan. Ia mencari alasan yang pas, kemudian menjetikkan jari.

"Gue nginep di rumah temen tadi malam, dan rumahnya emang ada di kompleks sini. Lagian gue nggak sengaja ketemu lo. Jadi, lo mau ikut gue nggak?"

Ara mengangguk. Lagi pula tak ada kendaraan, dan kebetulan ada yang menawarinya gratis. Tak membuang waktu lebih banyak lagi, ia naik ke motor Dito dibantu dengan sang pemilik tentunya.

"Pegangan doang Ar, gue mau ngebut nih. Lo mau telat ke sekolah?" repet Dito. Membuat Ara yang berada dibelakangnya, mendesis pelan.

Ara langsung berpegangan pada pundak Dito, namun dibalas tak terima oleh Dito. "Emang muka gue mirip tukang ojek?"

"Lebih mirip lagi, kalau lo nggak pakai seragam sekarang." tandas Ara kemudian.

Dito menggurutu. Namun tangannya tak urung menuntun Ara untuk memegang pinggangnya. Dalam hati ia bersorak riang, ini yang sudah lama ditunggu olehnya.

Ara hampir saja melepaskan diri dari pinggangnya, namun dijawab gelengan olehnya. "Gini aja, gue nggak mau disangka tukang ojek!"

Ara mengangguk malas. "Modus, awas aja kalau gue sampai diserbu sama fans-fans fanatik lo!"

Dito mengangguk. "Nggak ada yang bisa ngapa-ngapain lo, selama ada gue di samping lo."

"Lebay!"

Dito tak mengindahkan ucapan Ara. Namun dalam hati yang paling dalam, ia mengatakan semuanya dengan serius, dan itu sesuai dengan isi hati dan pikirannya. Semoga saja, Ara masih bisa melihat bahwa tadi bukan sebuah ucapan saja, melainkan sebuah pernyataan serius tentang hatinya.

Aku suka kamu Ra, aku harap kamu cepet  mengetahui faktanya. Rapal Dito dalam hati.

Motor Dito mulai membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Membuat Ara yang jarang naik kendaraan ini, langsung menyumpah serapahi Dito dengan tak elegan. Dito sendiri hanya tertawa riang melihat muka konyol Ara yang nampak ketakutan seperti itu lewat spion motornya.

Hingga beberapa saat lamanya, mereka sudah sampai tepat di depan parkiran sekolah. Dengan rambut yang agak berantakan lantaran tak memakai helm, Ara mulai turun sembari mengabsen salah satu para binatang yang berada dihutan. Dito sendiri, hanya tertawa dan memilih untuk menjadi pendengar saja.

"Kalau tahu jadi kayak gini, gue lebih milih buat jalan kaki." cerocos Ara yang sudah merapikan dirinya sebaik mungkin.

"Hahaha..."

Jawaban yang sama sekali tidak ingin di dengar oleh Ara. Sambil menghentak-hentakkan kaki, ia bersiap membalikkan badan dan pergi ke kelas. Namun sebelum itu, tangan kekar Dito menahan pergelangan tangannya.

"Kenapa?" tanya Ara heran.

Dito menatap Ara lekat-lekat. Membuat Ara yang ditatap seperti itu langsung gugup.

"Ara gue suka sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?"

Deg...

Apakah barusan Dito baru saja menembak dirinya untuk menjadi sang pacar. Ara sendiri sudah pucat pasi menatap Dito ketika melihat sorot matanya yang memang terlampau serius dari sorot matanya. Jadi ini benar-benar nyata?

Disisi itu, ada seseorang yang sedari menatap mereka dengan tatapan tak suka. Ya, ada seseorang denganrasa cemburu berlebihan yang tiba-tiba menggoroti hatinya.

*****

1155 Kata.

1
Rahmawati Dirman
Luar biasa
Rahmawati Dirman
Lumayan
Ai Rusyati
pasti nadia itu
Ai Rusyati
keluarga ini bar bar tp lucu dan memang saling menyayangi tp beda aja cara mengungkapkan nya
Ai Rusyati
kita k aku takut klo nanti nadia bkal jd benci smaa ara karna acemburu
Ai Rusyati
ng aksen udah sebucin itu sama ara sampai keponakan sendiri d cemburuin
Ai Rusyati
part ini bikin senyum2
Ai Rusyati
penuh dgn teka teki nih kehidupan ara sama aksen
Ai Rusyati
adik kakak kocak😂
Ai Rusyati
gk sengaja buka2 apl ini nemu cerita yg dr prolog nya bagus sarat akan makna kyk nya seru cerita nya so cus lanjut baca
Ai Rusyati
kasian si om d gangguin terus mana si ara d cuekin lg hahaha
dinamo listrik (Jambi)
boleh ga sih nadia dibikin mati aja thor ketabrak mobil kesel
kharisma dwi
sweeettttt
kharisma dwi
bapak lucknut emang 😭
kharisma dwi
pengen mutilasi si NADIA boleh gak thor?
kharisma dwi
ishhh jahat
kharisma dwi
aihhhhhhhh
kharisma dwi
aksen kok gw yg baper yaaaaa hihi
kharisma dwi
Ara emosiann satuin sama modelan kaya Nadia begini aduhh parah 😆
fita🍁
belum pernah kumpul sama baikan kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!