Indigo Liar Anak Kyai.Bercerita gadis bar-bar dan terkesan liar yang tidak suka dengan peraturan.Yang suka berkelana dan berpetualang di dunia supranatural yang dimilikinya Lewat mata batinnya.
Hingga dijuluki detektif Indigo Liar.Yang terkadang membuat kewalahan penyewanya/kliennya. Seperti apa? sepak terjangnya didunia gaib yang membuat para dukun sakti pada takut.Karena ulahnya.
Simak cerita lengkapnya.Subcribe, like,komen.Pembacaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 Dino/ Hari Anggara Asih Memulai Perjalanan Mata Batin Baru
"Wahhh.... petualangan yang pasti seru kita ambil saja paket sekolah dirumah aja Nis.Memang syarat menguasai ilmu kidang kilat itu memang seberat itu Datuk", Tutur Bram menyela .
"Gak usah lebay Bram lihat Hanum tuh ngarep banget ingin sekali menguasai ilmu kidang kilat ", Celetuk Nisa sarkas.
"Bram,Hanum ucapan kanjeng putri benar adanya.syarat cukup berat dan butuh waktu ekstra ", Ucap Datuk serius.
"Memang syaratnya apa? Datuk ", Timpal Hanum menyela penasaran.
"Baiklah kalau kalian ingin tahu syarat menguasai ilmu kidang kilat.Pertama kalian butuh mental dan fisik kuat dulu.kalian harus bisa melaksanakan kewajiban kalian sebagai seorang muslim meski sedang mendalami ilmu kidang kilat setelah mampu menjalani menguasainya .kalian akan tinggal disebuah lubang didalam tanah yang ditutupi bambu wuluh tanpa makan dan minum selama tiga puluh hari.Penghuni Larangan pun sama ujiannya.Sampai tubuh dan jiwa kalian merasakan energi angin kencang.Disaat itulah ajian kidang kilat bisa dikuasai.Jadi masihkah kalian tertarik ilmu kidang kilat", Seru Datuk maung perak tegas.
"Wah cukup berat bisa-bisa lemes baru satu hari kalau soal menjalankan tugas sebagai seorang muslim insya Allah bisa Datuk kalau disuruh puasa ngebleng itu gak kuat ", Celetuk Bram yang notabene bertubuh tambun.
"Tuh kan Bram kamu pasti gak bisa nahan kalau mbk Sri masak sop ikan bawal, ayam gorengnya", Sela Nisa Sarkas dengan sikap cuek .
"Iya ...deh aku mundur kanjeng putri.Kalau kamu Hanum", Ujar Bram.
"Hemm.... kalau aku sih kuat tapi aku gak suka lembab dan aroma tanah yang digali apalagi? harus tiga puluh hari didalam tanah jadi gak ahhhh mending pakai Ferrari aku yang ada di garasi sayang juga kalau dianggurin ", Seloroh Hanum centil.
"Dasar anak manja ", Celetuk Nisa dan Bram
gemes dengan kelakuan Hanum yang kumat sok Borjuisnya.
Terlihat Datuk maung perak tersenyum dengan tingkah tiga sekawan itu.
"Aku ingin sekali mengetahui jati diriku meski mendaki gunung terjal sekalipun Datuk ", Ungkap Nisa serius hingga terpancar aura indigo liar yang selama ini disandangnya.
Dan kini aura itu makin jelas dengan mustika dari ratu duyung.
"Maaf kanjeng putri kiranya malam ini kita harus berangkat perkiraan saya dalam penanggalan malam ini termasuk tanggal bagus untuk memulai perjalanan tanggal/hari ini termasuk hari Anggara Asih yang bertepatan dengan kelahiran anda.Bila Sanggalangit menceritakan asal usul kanjeng putri secara gamblang.Kanjeng putri Nisa pasti lahir dihari Anggara Asih dan itu bukan sebuah kebetulan.Sayangnya aku dan kyai Busro benar - benar lupa", Ucap Datuk maung perak tegas penuh rasa hormat.
"Berarti malam ini kita berangkat Datuk.Bram dan Hanum apakah?harus ikut menurutku ini perjalanan cukup berbahaya.Aku tak ingin mereka celaka hampir saja mereka kehilangan nyawa saat menghadapi Sanggalangit.Untunglah Datuk sigap menolong", Tutur Nisa khawatir dengan kedua sahabatnya bila ikut.
"Pokoknya aku dan Hanum harus ikut Nis", Protes Bram.
"Iya Nis pokoknya aku akan ikut .Aku dan Bram pasti baik-baik saja kok .Datuk ,Nis izinkan kami ikut", Protes Hanum seraya memohon.
"Datuk menurutmu bagaimana Datuk baiknya", Ungkap Nisa meminta pertimbangan Datuk maung perak.
"Itu terserah kanjeng putri.Tapi menurutku mereka cukup kuat, gesit dan bisa diandalkan kanjeng putri", Jawab Datuk.
Membuat kedua sahabat Nisa itu tersenyum manis penuh kemenangan.
"Baiklah kalian boleh ikut malam ini . Untuk hari ini kita istirahat dan nikmati masakan mbk Sri", Seru Nisa.
"Horee ", Seru Bram dan Hanum sembari menghambur ke pelukan Nisa .
Untunglah semua penghuni rumah Hanum itu pada Soleh dan tahu rahasia pekerjaan Hanum dan kawan-kawannya jadi mereka sudah pada hafal petualangan tiga sekawan itu.Meski persisnya mereka tidak tahu.
Kakek nenek Hanum yang mempersiapkan semua asisten dan pengurus rumah mewah Hanum seluruhnya lulusan pondok pesantren dengan kriteria yang mumpuni dibidang mereka.Agar Hanum tumbuh menjadi anak yang baik tanpa kekurangan kasih sayang meski orang tuanya tak pernah ada dirumah karena sibuk dengan bisnisnya diluar negeri.
Subscribe, like, komen tinggalkan jejakmu y
tulisannya aq bingung karna ada kata 'apa' pasti ada '? '
padahal dak perlu...
so untuk lain kali tolong dicermati lagi ya tor dalam penulisannya karna maknanya udah gk sampai ke pembaca ok thor
semangat.... /Angry//Angry/
"Apa dikunci tuan Sastro...?", tanya Nisa.