NovelToon NovelToon
Dia Adikku Bukan Istriku

Dia Adikku Bukan Istriku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.

Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.

Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....

Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.

Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyaris melakukan kesalahan besar

Pagi ini Zoe kembali pada dirinya yang biasa. Hanya saja, ia tak melepaskan Noah sedetik-pun bahkan Noah harus bekerja di ruang rawat gadis itu karena tak bisa ke perusahaan.

Di samping itu, Noah juga tak berniat pergi. Ia ingin menemani gadisnya full seharian. Tetapi, saat Zoe minta di mandikan, Noah langsung bimbang.

"Kakak akan panggilkan perawat wanita untuk membantu Zoe mandi."

"Kakak benci sama Zoe?" Tanya gadis itu mulai berkaca-kaca.

Noah gelagapan segera menangkup pipi Zoe yang masih duduk di atas ranjang. Ia berusaha tak membuat Zoe berpikiran negatif soal penolakannya.

"Baby. Jangan menangis!"

"Kakak tak mau memandikan Zoe. Kakak jijik?"

"Bukan begitu. Tapi.."

Melihat air mata Zoe nyaris tumpah Noah langsung pasrah.

"Baiklah. Kakak akan bantu memandikan, Zoe! Tapi, jangan menangis. Hm?"

Zoe mengangguk segera mengusap kedua matanya seperti anak kecil.

Dengan hati-hati Noah menggendong Zoe ala bridal style karena tadi suster sudah melepas infus karena Zoe sudah mau makan.

Noah membawa Zoe ke kamar mandi yang cukup besar. Peralatan disini lengkap mulai dari bathub, shower dan kursi yang tersedia di sana.

"Punggung Zoe sakit, Kak!" Keluh Zoe hanya melebih-lebihkan karena ingin mencari perhatian Noah.

"Sakit?"

"Em." Mengangguk melepas pegangannya ke leher Noah tadi.

"Biar kakak lihat, Sayang!"

"Sakit, Kak!" Rengek Zoe memiringkan sedikit duduknya hingga Noah menaikan baju rawat Zoe hingga bahu.

Punggung putih itu terlihat merah dengan sedikit bengkak. Wajah Noah mengeras melihat kondisi punggung Zoe yang pasti sakit karena tulangnya retak di dalam. Ada bekas jahitan juga di sisi kiri pinggang Zoe karena baru selesai di operasi kecil.

Memandang hal itu emosi Noah kembali mengubun. Ingin sekali rasanya ia menjemput nyawa para pria yang hari itu memukuli Zoe sampai seperti ini lalu kembali menyiksa mereka tanpa ampun. Tapi sayang, Noah sudah membuat mereka menemui tuhan lebih dulu.

"Maafkan Zoe," Lirih Zoe sadar jika Noah mendiaminya karena ia berbohong.

"Lupakan."

"Kak! Zoe salah. Zoe berbohong padamu dan semuanya. Tapi, kak. Jangan pernah jauhi Zoe. Zoe takut sendirian. Jangan seperti itu lagi," Pintanya meremas lengan Noah yang menyandarkan keningnya ke kepala Zoe.

Ia cium puncak kepala gadis itu meredam emosinya yang tadi naik.

"Lain kali jangan seperti itu lagi."

"Maafkan, Zoe!"

Noah mengangguk. Ia mengusap punggung Zoe yang merah itu dengan lembut lalu mengecupnya cukup lama.

Zoe hanya diam menikmati perlakuan lembut pria itu bahkan, Noah mampu membuatnya tak mengingat saat-saat mengamuk waktu itu.

"Sekarang Zoe mandi. Jangan pikirkan soal kejadian itu."

Zoe mengangguk patuh. Noah berjongkok membuka kancing baju rawat Zoe satu persatu hingga semuanya terlepas.

Noah menegguk ludahnya melihat dua bukit kembar milik Zoe yang masih dalam masa pertumbuhan itu tak terbalut apapun. Walaupun masih dalam tahan perkembangan, dua aset berharga itu sudah cukup pas di tangan orang dewasa apalagi bentuknya sangat ranum dan kencang.

Tahu kemana arah tatapan Noah, Zoe justru dengan lancang melepas atasannya hingga polos.

"Z..Zoe!" Gagap Noah memucat.

"Zoe kepanasan, Kak!"

Noah menghela nafas dalam. Walau ia terpancing tapi Noah berusaha tak berpikiran kotor. Anggap saja ia melihat tubuh Zoe saat umur 7 tahun. Yah, masih kecil dan menggemaskan.

"Tunggu sebentar. Kakak akan mengambil shower."

"Bantu Zoe melepas celana, Kak!"

Wajah Noah langsung merah padam. Bukan marah atau emosi, Noah lebih ke pada gugup dan menahan hasrat melihat pemandangan itu lagi.

"Kak!"

Noah memejamkan matanya dan mengambil nafas dalam. Tanpa menolak ia membantu Zoe menarik turun celana panjang longgar rumah sakit itu meninggalkan daleman Zoe yang berwarna merah darah. Sangat kontras dengan kulit putihnya.

"Ini juga, Kak!"

"Zoe! Yang ini tidak perlu," Ujarnya lembut tapi suaranya mulai agak berat dan serak.

Zoe tak bodoh. Ia tahu Noah berhasrat melihat tubuhnya tapi, Zoe tetaplah seorang gadis yang tak akan menyerah untuk mendapatkan hati sang kakak tiri.

"Kenapa? Zoe tak nyaman memakai ini terus dari semalam."

"Tapi.."

Zoe sudah menurunkan underwear miliknya hingga sontak Noah membuang pandangan ke samping. Walau agak kesusahan Zoe bisa menurunkan benda itu sampai ke mata kaki dan lolos begitu saja.

"Maafkan Zoe. Tapi, Zoe tak mau kakak pergi. Zoe ingin kakak selalu di samping Zoe dan apapun caranya akan Zoe lakukan," Batin Zoe menatap sendu wajah tampan Noah yang masih berpaling dari tubuh nakednya.

"Kak! Zoe sudah siap."

Noah bangkit dan mengambil shower. Ia berusaha menebalkan pandangannya untuk tak melihat ke lain arah dan fokus mengguyur lembut bahu Zoe dengan air hangat itu.

Namun, sekuat apapun Noah bertahan tetap saja ia akan tetap melihat area sensitif Zoe yang membuatnya terus panas dingin.

Tangannya mengusap bahu mulus itu seraya terus mengguyur air. Zoe memejamkan matanya. Katakan saja dia messum karena ingin di sentuh lebih oleh tangan kekar itu.

Karena merasa Noah masih bertahan, Zoe sengaja menurunkan tangan pria itu menuju dadanya.

Glek..

Jakun Noah naik turun merasakan kulit lembut mulus Zoe benar-benar menguji iman tipis Noah.

Apalagi, ntah polos atau sengaja, Zoe mengusapkan tangan pria itu ke puncak dua asetnya yang semakin menantang membuat pertahan Noah roboh.

"Persetan!" Umpat Noah melepas shower di tangannya asal lalu menyambar bibir Zoe rakus.

Ia berjongkok memeluk tubuh naked gadis itu tapi masih tak menekan punggung Zoe agar tak sakit.

Sudut bibir Zoe terangkat memberi seringaian puas melayani ciuman buas dari Noah. Tangan pria itu turun meremas bagian kenyal yang sudah menantang itu membuat Zoe melenguh halus.

"Yah! Lakukan, Kak! Zoe milik-mu," Batin Zoe bahagia dan pasrah dengan ciuman menuntut Noah.

Setelah menikmati bibir manis Zoe, ciumannya turun menghisap leher jenjang putih itu. Sisa air yang masih mengalir tak Noah hiraukan karena dirinya sudah di kuasai kabut gairah menebal.

Alih-alih menghentikan aksi Noah, Zoe justru meremas pelan rambut pria itu dengan wajah mengadah membiarkan Noah menikmati lehernya.

Gila? Yah. Katakan saja Zoe gila dan tak bermoral. Ia menggunakan banyak tipu muslihat hanya untuk mendapatkan pria itu.

"Eunghh..Kak!" Erang Zoe kian melemah kala cumbuan Noah sudah sampai ke dadanya.

Hembusan nafas pria itu menyapu halus kulit Zoe. Ntah kemana pergi akal sehat Noah, ia dengan rakus menikmati dua aset berharga Zoe yang justru terus mengerang tanpa malu.

Mungkin karena memang sangat syahdu dan menghanyutkan hingga ia tak bisa mengontrol diri.

Seakan kelaparan dan sangat kehausan ia menikmati suguhan manis itu. Sangat menggemaskan dan terasa candu di lidahnya.

Semakin berputarnya waktu, aktifitas Noah kian memanas. Tangannya turun ke bagian bawah inti dari permainan sampai ketukan ketukan pintu kamar mandi menyadarkan mereka berdua.

"Nona! Apa anda di dalam?" Suara suster yang pasti mengantarkan pakaian ganti untuk Zoe.

Mendengar itu Noah buru-buru menjahui tubuh Zoe. Nafas keduanya memburu bahkan Noah terlihat terkejut dan syok atas apa yang baru saja ia lakukan.

"Permisi!! Saya letakan pakaiannya di atas ranjang rawat, Nona!"

Dengan deru nafas tak stabil dan wajah merah itu, Zoe menahan amarah. Bisa-bisanya ada yang menggagalkan rencananya. Ia hampir mendapatkan Noah tapi.. Arghhh siall.

Berbeda dengan Zoe yang marah karena rencananya gagal, Noah justru diam seperti tak menyangka akan sejauh itu.

Jantungnya masih berdetak cepat dan aliran darahnya masih mendesir hebat. Tetapi, Noah marah pada dirinya sendiri. Ia sudah melecehkan tubuh Zoe dan tak seharusnya ia melakukan itu.

"Kak!"

"Kakak akan panggil perawat!" Ujar Noah buru-buru keluar dari kamar mandi dengan perasaan campur aduk.

Zoe menggeram. Wajahnya berubah sangat kelam dan emosi. Hampir saja mereka akan melakukan itu dan lagi-lagi gagal.

...

Sementara di kediaman Ming, nyonya Xizie tengah membuat ulah. Kabar Zoe mengamuk dan mengalami gangguan jiwa sampai ke telinganya dan sekarang datang membuat keributan.

"Dia mengalami gangguan kejiwaan dan kalian masih santai menghadapinya?"

"Jaga bicaramu," Geram mommy Moa menatap tajam nyonya Xizie di ruang tamu.

Disini hanya ada dirinya. Daddy Zhen pergi ke perusahaan membantu Vivian sedangkan Ziochi dan Ximen masih di sekolah.

"Moa! Kau jangan munafik. Kau tahu sendiri siapa ibu dari anak itu. Dia akan membuat keluarga ini malu dan hancur."

"Kau tak berhak bicara buruk tentang putriku."

"Ayolah. Dia bukan putrimu mau-pun Zhen. Bagaimana-pun kau mengklaim identitasnya, Zoe tetaplah anak PELACUUR!!!"

Dengan emosi yang mengubun mommy Moa langsung melesat dan mencekik leher nyonya Xizie.

"AKU AKAN MEMBUNUHMU, SIALAN!!" Geram mommy Moa membanting tubuh wanita itu ke lantai hingga nyonya Ming yang tadi baru masuk ke kediaman langsung syok.

"Moaa!!" Berlari mendekat dengan panik.

Nyonya Xizie buru-buru mengambil nafas mengisi rongga dadanya yang sempat kosong. Kekuatan wanita itu benar-benar mengerikan, pikirnya.

"Moa, Xizie! Apa-apaan ini?" Tanyanya menatap tajam nyonya Xizie.

"Kak! Aku datang untuk memberi pencerahan pada kalian yang sudah sangat bodoh menerima anak lacur itu."

"KAUU.."

"Moa!" Nyonya Ming menahan mommy Moa agar tak menghajar nyonya Xizie.

Ia tahu disini adiknya-lah yang salah. Tetapi, nyonya Ming tak ingin membuat kegaduhan semakin rumit.

"Jika kau hanya ingin membuat masalah. Sebaiknya pergi dari sini!"

"Kak! Gadis itu menderita gangguan kejiwaan. Bukannya membawa ke psikiater mereka justru membiarkannya berkeliaran bebas. Aku tak ingin keluarga ini hancur hanya karena anak HARAM itu!!"

Mommy Moa benar-benar tak bisa menahannya lagi. Ia ambil pisau buah di atas meja lalu melesat ke arah nyonya Xizie yang terkejut.

"MOAAA!!" Teriak nyonya Ming syok melihat mommy Moa melayangkan pisau itu ingin menikam dada nyonya Xizie tapi tubuhnya langsung di tarik paksa menjauh oleh Yoshep yang sempat datang tapi syok melihat kejadian ini.

"LEPASKAN!! AKU BERSUMPAH AKAN MEROBEK MULUT WANITA BRENGSEK INI!!"

...

Vote and like sayang

1
Aulia
sangat bagus sekali
Avril
😂
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
AnaZa O
ximen aja hamilin anak org
ρυтяσ kang'typo✨
athor Prank aja cie ini... di umpetin kek'y Zoe
ρυтяσ kang'typo✨
ku harap ini hanya canda'n... tapi g lucu sama sekaliiiii
ρυтяσ kang'typo✨
saat kau menikah kan sudah banyak yang bilang Noah... jaga dia selagi ada😏😏🤧🤧😭😭😭u di kasih kepercayaan namun apa??? kau bahkan tak membalas cinta Zoe😭😭😭😭entah lah... kejer q
ρυтяσ kang'typo✨
setelah dia pergi untuk selama'y kau baru menyesali'y... mungkin Zoe meninggal itu adalah takdir yang baik😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
ngucuuuur😭😭😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
jangan harap Noah... Zoe sudah pergi sama Erlan😆😆😆
ρυтяσ kang'typo✨
apa ini Ximen yang mengirim pesan??
Lia Pazliani
Luar biasa
Ibelmizzel
Thor kapan lagi buat karya baru rindu dgn karyamu yg semuanya keren 😭
Lis Nawati
sangat keren
Anisah Batubara
bagus
Tiah Rahayu
Biasa
Tiah Rahayu
Buruk
Netty Netty
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
ximen anak durhakim 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!