“Ku kira dia janda, ternyata suaminya masih ada.”
Hampir dua tahun Danzel menyendiri tak memiliki kekasih setelah wanitanya direbut dengan licik oleh pria lain. Padahal, orang tuanya terus mendesak untuk segera menikah hingga berusaha mengenalkan para wanita cantik kepadanya. Tapi, tak ada satu pun yang memikat hatinya.
Namun, siapa sangka, jika rasa kagum kepada sekretaris barunya membuatnya terpikat pada wanita yang memiliki nasib malang itu. Ia akhirnya bisa merasakan jatuh cinta lagi setelah sekian lama mati rasa.
Danzel berusaha memikat orang yang dia taksir dengan mengambil hati putri dari wanita tersebut. Namanya hidup, tak ada yang sesuai keinginan. Sekretaris yang dia kira janda, ternyata masih memiliki suami.
Haruskah dia menjadi perebut istri orang agar cintanya tak gagal seperti dahulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Jika Gwen sedang pusing mencari pekerjaan baru untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ditambah ada anak tirinya yang harus dia asuh juga. Lain hal dengan Alcie yang kini sudah rapi memakai dress ketat dengan panjang di atas lutut, bahkan hanya berjarak sedikit dengan pantatnya.
Tubuh molek dan seksi itu berlenggak-lenggok memasuki sebuah mansion keluarga Pattinson. Alcie sudah janjian dengan nyonya besar di sana untuk datang berkunjung.
“Hi, Alcie. Cantik sekali hari ini,” sapa Mommy Megan saat menyambut wanita yang akan dia jodohkan dengan putranya.
“Tentu saja, Alcie Glee memang selalu cantik mempesona.” Wanita itu mengibaskan rambutnya penuh percaya diri. Dia mengecup pipi kanan dan kiri Mommy Megan.
“Ayo masuk,” ajak Mommy Megan.
Dan keduanya pun duduk di sofa ruang tamu.
Alcie menyapu pandangan ke seluruh penjuru mansion itu. “Pria yang akan ku nikahi ternyata lebih kaya dari Sanchez,” gumamnya. Ia bisa membayangkan akan hidup enak di sana. Apa lagi calon mertuanya sangat ramah padanya.
“Putramu ke mana?” tanya Alcie saat Mommy Megan yang baru saja dari toilet itu duduk di hadapannya.
“Masih di kantor.”
“Sudah menjelang sore tapi belum juga pulang?”
“Biasa, semenjak ditinggal mantan kekasihnya menikah, dia selalu menghabiskan waktu untuk bekerja sepanjang hari.”
Alcie menarik sudut bibirnya, dia memiliki rencana bagus agar bisa dekat dengan satu-satunya tuan muda di keluarga Pattinson. “Apakah aku boleh berkunjung ke perusahaannya? Siapa tahu dia lelah dan butuh teman untuk membantunya agar bisa relax,” izinnya.
“Oh, silahkan. Bagus juga jika kau bisa berhasil membuatnya tak gila kerja lagi.”
Alcie tersenyum penuh hingga terlihat gigi putihnya. “Aku ke sana sekarang.” Ia menyambar tas kecil di sampingnya. Dan pergi begitu saja. Sudah tak sabar ingin membuat seorang Danzel Pattinson terpana dengan kemolekan tubuhnya.
“Tak ada satu pun pria yang menolak tubuh indahku ini,” gumam Alcie sangat percaya diri di dalam taxi yang mengantarkannya ke Patt Group.
Alcie membayar menggunakan uang cash sebesar dua puluh euro kepada supir taxi itu. “Kembaliannya untukmu saja, aku sebentar lagi akan menjadi istri orang kaya, jadi tak level memiliki uang recehan,” ucapnya begitu sombong. Dia langsung menyembul keluar dari kendaraan roda empat berwarna kuning tersebut.
Supir taxi yang mengantarkan Alcie bergeleng kepala. “Bahkan kau membayar dengan uang pas, mana ada kembalian.” Sayangnya dia sudah terlambat membalas ucapan wanita sombong itu.
Alcie berjalan sangat angkuh memasuki gedung yang menjulang tinggi. Dia main menyelonong saja ke arah lift tanpa bertanya kepada resepsionis terlebih dahulu.
“Maaf, Nona. Anda siapa? Dan ada kepentingan apa di sini?” tegur salah satu resepsionis wanita yang langsung menghadang tubuh Alcie ketika tak laporan terlebih dahulu di tempatnya jika memang tamu di perusahaan itu.
Alcie melipat tangannya di dada dan menarik sebelah sudut bibirnya sinis. “Kau tidak mengenalku?”
“Tidak.”
“Aku Alcie Glee, calon istri CEO Patt Group!” ungkap Alcie.
Resepsionis itu menaikkan sebelah alisnya tak percaya. “Silahkan tunggu di sana dulu, Nona.” Ia menunjuk ruang tunggu khusus tamu yang ada di lobby perusahaan. “Saya akan tanyakan terlebih dahulu pada Tuan Danzel, apakah bersedia bertemu dengan Anda atau tidak,” imbuhnya. Dia menjalankan tugasnya sesuai SOP yang berlaku.
Alcie mendorong tubuh wanita yang menghalangi jalannya itu hingga terhuyung ke belakang. “Beraninya kau mengatur hidupku! Awas saja, akan ku pecat kau jika aku sudah menjadi Nyonya Pattinson!” ancamnya. Dia pun melanjutkan berjalan menuju lift.
sama kayak yg aku alami
yg lamar aku kakaknya adeknya jd supir nya waktu itu
tapiii yg nikahi aku dan jodoh ku adeknya
hidup selucu ituu😀😀
laki² terbaik