Tak pernah aku sangka, kalau dendam yang aku miliki akan membuat aku terjerumus pada cinta laki laki yang menjadi alat balas dendamku.
Pusara dendam yang aku jalani membuatku terikat kuat oleh laki laki milik wanita yang membuat dendamku membara.
Di saat aku memutuskan pergi setelah semua dendam terbalaskan, kakiku malah terikat kuat dan tidak bisa melangkah walaupun satu langkah.
yuuk ikuti ceritanya.....!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeny chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. mendengar yang sebenarnya.......
Zavina sudah duduk di mobil menuju panti asuhan di antarkan oleh supir dan di temani dua pelayan yang selalu mengikutinya kemanapun Zavina keluar tanpa Eduardo.
Perjalanan tiga puluh menit di tempuh akhirnya Zavina tiba di panti asuhan dan ternyata Ibu Panti menyambutnya, Zavina langsung menghampiri lalu mencium tangan Ibu Panti.
"Kamu itu sedang hamil Zavina, Ibu khawatir melihat kamu malah jalan jalan lagi. "
ucap Ibu Panti dan Zavina hanya tersenyum menjawabnya.
"Aku kan mau lihat barang barang yang datang hari ini Buu, takutnya ada yang masih kurang dan lagian ada dua pelayan nanti yang menjaga. "
ucap Zavina dan Ibu Panti hanya tersenyum.
Ibu panti langsung masuk kedalam Panti menggandeng Zavina, sedangkan dua pelayan membawakan makanan untuk semua penghuni panti.
"Makanan sengaja aku bawa untuk semua penghuni panti, aku mau ke halaman belakang Buu, sambil menunggu barang barang datang. "
ucap Zavina saat sampai di area dalam Panti dan Ibu kepala panti pun mengiyakannya.
Zavina langsung berjalan menuju halaman belakang, sedangkan kedua pelayan mengikuti Ibu Panti membawa makanan ke dapur.
Saat Zavina berjalan ada sayup sayup orang sedang mengobrol, ternyata asisten asisten Ibu panti sedang mengobrol dan Zavina langsung terdiam karena namanya di sebut dalam obrolan mereka.
Percakapan di salah satu kamar penghuni panti......
"Kemarin kita ada pesta ulang tahun Zavina dan semua makanan juga barang barang melimpah. "
ucap salah satu nya dan yang satunya mengiyakannya.
"Dan ternyata Ibu kandung nya Zavina juga sama seperti biasa mengirim makanan setiap tahun Zavina ulang tahun. "
ucap yang satunya dan Zavina langsung tertegun mendengarnya.
"Tapi sayang sekali, Ibu nya Zavina enggan menampakkan wajah pada Zavina dan keduanya gak saling mengetahui wajah masing masing, miris sekali yaa. "
ucap salah satunya dan yang satunya mengiyakannya kembali.
"Kamu tahu gak cerita Zavina?? Ternyata Ibunya menukar dengan Bayi laki laki yang ada di panti ini, karena kelahiran Zavina tidak di harapkan bahkan Ibu Panti yang memberikan nama untuk Zavina saat masih bayi. "
jelasnya dan membuat Zavina langsung memegang dadanya yang terasa sakit.
"Padahal orang tua Zavina berasal dari keluarga kaya raya, setiap tahun kan menyumbangkan uang sangat banyak untuk panti ini. "
ucap nya kembali dan yang satunya hanya mengangguk.
"Tapi Zavina bernasib mujur karena dia cantik dan pintar, bahkan menikah dengan milyader muda sangat kaya raya sekali. "
puji salah satunya yang merasa iri dengan keberuntungan Zavina.
Zavina langsung berjalan menuju halaman belakang dan terdiam, dia baru mengetahui fakta mengenai keluarganya, dia anak yang di buang karena di lahirkan sebagai perempuan dan keluarganya tidak menerimanya.
"Malang sekali nasibku, walaupun aku tidak ingin tahu tentang asal usulku tapi tetap saja sakit saat mendengar kenyataan kalau aku anak yang tidak di inginkan. "
ucap Zavina sambil terdiam duduk di kursi dekat taman.
Kedua pelayan menghampiri dengan membawa makanan juga minuman untuk Zavina, namun Zavina yang melamun tidak mengetahui kedatangan keduanya.
"Nyonya ini minuman sama makanannya. "
ucap salah satu pelayan yang menepuk pelan pundak Zavina dan membuat Zavina terperanjat kaget.
"Tolong buatkan jus jambu saja yaa, makanannya nanti saja aku masih kenyang. "
ucap Zavina dan kedua pelayan mengiyakannya lalu salah satunya kembali menuju dapur sedangkan yang satunya menemani Zavina.
Sebenarnya saat ini Zavina sedang sedih mengetahui fakta tentangnya, pantas saja suaminya selalu menanyakan asal usulnya yang memang tidak pernah Zavina ketahui.
"Apa Eduardo mengetahui masa laluku?? "
gumam Zavina dalam hatinya yang merasa janggal dengan suaminya akhir akhir ini karena ingin tahu tentangnga.
Zavina sangat miris sekali mendengarnya, Ibu kandungnya selalu datang saat ulang tahunnya dan dia sama sekali tidak mengetahuinya, nama dia juga ternyata Ibu Panti yang memberikannya.
"Benar kata Eduardo aku harus tahu siapa orang tuaku, sekalian saja buat mereka hancur karena dengan teganya membuang aku ke panti asuhan, selama ini aku hidup sangat miris sekali begitu keluar dari panti. "
gumam Zavina dalam hatinya dengan nada dingin nya.
Saat ini entah kenapa dia ingin Eduardo, tapi suaminya sedang sibuk sampai nanti jam makan siang baru santai, Zavina tersentak kembali saat pelayan membawakan jus nya.
"Nyonya mau masuk sekarang kedalam gak?? "
tanya pelayan yang membawakan jus nya.
"Memang barang barang nya sudah datang?? "
tanya balik Zavina karena tiba tiba pelayan mengajak nya masuk kedalam panti.
"Sudah Nyonya baru sebagian katanya yang datang. "
jawab pelayan itu dan Zavina menganggukkan kepalanya.
"Kalian duluan masuk saja, saya mau menghubungi suami saya dulu. "
ucap Zavina dan kedua pelayannya pun mengiyakannya.
Zavina mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Eduardo, namun Eduardo belum mengangkat panggilannya dan dia langsung mengirim pesan agar Eduardo menghubunginya kalau sudah santai.
Zavina meminum jus nya dan langsung beranjang masuk kedalam panti melihat barang barang yang sebagian katanya datang berarti sebagian lagi belum.
Ibu panti tersenyum saat melihat Zavina yang menghampirinya dan meminta Zavina untuk duduk di sampingnya, Zavina akhirnya duduk dan menatap penghuni panti yang membuka barang barangnya.
"Kamu membelikan banyak sekali barang barang Zavina, segini saja sudah banyak dan malah ini baru sebagian, jangan terlalu menghamburkan uang kamu untuk memanjakan anak anak panti. "
ucap Ibu Panti dan Zavina hanya tersenyum samar lalu kembali menatap barang barangnya.
"Sesekali aku juga harus berbagi Buu, agar anak anak penghuni panti bahagia dan mereka akan merasakan beruntung memiliki barang barang itu. "
ucap Zavina dengan nada yang terdengar biasa dan Ibu Panti mengetahui kalau Zavina sedang tidak baik baik saja.
"Ada apa Zavina?? Kamu sedang memikirkan apa?? Saat hamil gak baik banyak berfikir nantinya Bayi dalam kandungan kamu ikut memikirkannya. "
ucap Ibu Panti dan Zavina langsung terdiam.
"Aku mau tahu sejarah saat aku masuk pertama kali kedalam panti ini Buu, boleh ceritakan walaupun hanya sedikit saja karena aku penasaran, memang dulu aku bilang gak perduli dengan asal usul aku, tapi saat aku hamil seperti ini dan akan menjadi seorang Ibu, aku jadi tergerak ingin tahu asal usul aku atau awal mula aku jadi penghuni panti saja itu sudah cukup, karena aku gak mungkin tiba tiba datang ke panti ini. "
jelas Zavina dan membuat Ibu Panti terdiam karena baru kali ini Zavina menanyakan asal usul nya.
"Zavina Ibu bingung harus dari mana memulai nya, karena saat itu sangat tiba tiba sekali kamu hadir di panti ini. "
ucap Ibu panti dan Zavina hanya terdiam mendengar Ibu Panti yang merasa kebingungan dengan permintaan Zavina.
.
.
Bersambung......
mau mau minuman yang putih kental darimu....
🤣🤣🤣🤣🤣