karena kekasihnya tidak bisa mempunyai anak Leo terpaksa menerima perjodohan yang direncanakan orang tuanya yaitu menikahi Aletha.Leo menerima perjodohan itu agar keluarganya mempunyai keturanan tidak ada cinta dalam pernikahan mereka karena selama nya leo hanya mencintai angel kekasihnya.
bagaimana perasaan aletha ketika megetahui suaminya tidak mencintainya?sedangkan perlahan-lahan aletha mulai mencintainya leo suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MH-34
Aletha mengambil mangga muda yang sudah dicincang-cincang dari kulkas. Melihat mangga muda nya saja sudah membuat Aletha mengiler.
"Sayang" ujar Leo sambil menyentil pelan kening istri nya.
"Sedikit saja" kata Aletha sambil menyengir kuda.
"Tapi kau belum makan apaapa dari tadi, makan nasi dulu ya" pujuk Leo lembut namun membuat Aletha cemberut.
"Aku tidak selera, makan ini saja ya"
"Makan nasi dulu sayang"
"Sedikit saja, aku janji udah itu aku langsung makan" kata Aletha mencoba membujuk Leo kembali. Leo menghela nafas lalu menjawab.
"Baik lah, tapi setelah itu kau harus makan Oke"
Aletha mengangguk senang lalu mengajak Leo ke meja makan.
"Aaaaa" Aletha menyuapi potongan mangga muda pada Leo.
"Enak?"
Leo mengangguk sebagi jawaban, mana mungkin dia berkata jika mangga nya sangat asam.
Aletha ikut mengangguk lalu memakan mangga mudanya lagi.
Ting...tong.....
"Biar aku yang buka, kau makan saja" ujar Leo bangkit dari duduk nya.
Leo berjalan membuka pintu.
"Aletha mana?" tanya Dimas menyelonong masuk begitu saja.
"Hei, dimana letak sopan santun mu" ujar Leo kesal.
"Ais berat, bersopan santun padamu membuang-buang waktu saja" ujar Dimas berjalan begitu saja.
"Dari ibu" ujar Dimas meletakan apa yang ia bawa keatas meja makan.
"Apa ini?"
"nasi kuning, ibu bilang main la kesana ibu rindu" jawab Dimas.
Leo kembali duduk disamping Aletha dengan perasaan kesal.
Aletha mulai memindahkan nasi kuning nya kepiring lalu melahap nya dengan lahap.
Leo memandangi Aletha yang sedang makan dengan kepala bertopang tangan nya yang kokoh. Melihat istri nya makan lahap begini membuat nya jadi senang.
"Jadi kapan kau akan ke rumah?" tanya Dimas setelah Aletha telah selesai makan.
"Em, bilang ke ibu besok aku akan kesana" jawab Aletha lalu minum.
"Baiklah, nanti aku sampaikan pada ibu. Ajak dia juga tidak apa"
"Dia? Siapa?" tanya Aletha menatap tajam Dimas.
"Suami mu siapa lagi?"
"Suami ku punya nama, nama nya Leo Pradipta panggil nama nya dengan benar" ujar Aletha marah, Leo tentu saja senang karena istri nya membela nya.
"Yayaya. Ajak Leo juga tidak apa"
"Kau bisa datang bersama ku untuk menemui ibu?" tanya Aletha menoleh kearah Leo.
"Tentu saja, besok kita berangkat kesana" jawab Leo dengan lantang.
"Kalau begitu aku pulang dulu" pamit Dimas hendak mencium Aletha namun langsung dihentikan oleh Leo.
"Tidak ada adegan cium mencium Aletha istri ku" kata nya garang.
"Possessif em, aku pulang dulu ya babygirl" ujar Dimas mengedipkan mata kearah Aletha
"Pria itu, kapan menikah nya?" tanya Leo setelah Dimas sudah pergi.
"Kenapa?"
"Biar dia tidak mengganggu mu lagi"
Jawaban Leo membuat Aletha tersenyum lalu mencium pipi Leo.
__
Besok nya Leo dan Aletha datang kerumah ibu, mereka disambut hangat oleh ibu.
"Ibu apa kabar?" tanya Aletha lalu memeluk ibu nya.
"Ibu selalu baik, bagaimana kabar mu dan cucu ibu?"
"Sehat selalu bu, berkat doa dari ibu. Eh iya bu kenalkan ini Leo suami Letha"
Ibu tersenyum kearah Leo lalu memeluk Leo juga.
"Selamat datang dirumah ibu nak"
"Ayo masuk ibu sudah memasak makanan kesukaan mu"
Mata Aletha berbinar melihat makanan yang dimasak ibu dimeja makan, air liur nya nyaris turun.
Aletha langsung duduk dan setelah duduk dia bingung mau makan apa.
"Kau mau apa?" tanya Aletha pada Leo.
"Ayam kecap sama sambal seperti nya enak" jawab Leo yang langsung ditimpali oleh imas.
"Bukan seperti nya enak tapi memang enak"
"Iya"
Setelah mengambil kan Leo, Aletha mulai mengambil lauk untuk nya sendiri.
"Pekerjaan Leo apa?" tanya ibu membuat Leo menghentikan kunyahan nya.
"Dia boss Dimas dulu bu" jawab Dimas.
"Wah, pasti sangat sibuk ya?" tanya ibu lagi.
"Tentu saja bu, sampai-sampai putri ibu selalu sendirian dirumah" lagi-lagi Dimas yang menjawab tanpa memberi cela Leo untuk menjawab.
"Benar begitu Le?"
"Tidak benar bu, Dimas mengada-ada leo selalu pulang cepat hanya untuk menemani Letha, bahkan waktu makan siang pun Leo pulang untuk makan bersama Letha." kata Aletha menyela jawaban Dimas yang sangat salah itu.
"Aku selalu menuangkan waktu untuk Letha bu, jadi sebisa nya aku mengusahakan agar pekerjaan tidak terlalu menyita waktuku" kata Leo mantap membuat ibu tersenyum.
"Tidak percaya" ujar Dimas mencibir Leo.
"Dim" tekan Aletha membuat Dimas terdiam seketika.
Aletha sedang tidur dirumah ibu sedangkan sekarang Leo sedang mengobrol dengan ibu sambil menikmati teh panas di taman belakang.
"Ibu sangat berharap kau akan menjaga putri kecil ibu, walaupun kalian menikah dengan perjodohan ibu yakin kalian akan bahagia selalu" ujar ibu, Leo mengangguk.
"Dulu sewaktu kecil Dimas sudah menganggap Letha sebagai adik nya dengan senang Dimas mengajak Letha kerumah dan dengan lantang dia memperkenalkan Letha sebagai adik nya" kata ibu menerawang kemasan kecik Dimas.
"Dimas sangat ingin mempunyai adik tapi sayang ibu sudah tidak bisa, ayah meninggal setahun sebelum Aletha dibawa kerumah."
"Nak, ibu mohon tolong jaga Letha seperti Dimas dan abang nya menjaga Aletha. Jangan sampai kau meninggal kan nya, hidupnya sudah menderita jadi tolong jangan tambah menambah luka" ujar ibu memohon sambil menggengam tangan Leo.
"Tanpa ibu minta, aku akan menjaga, mencintai Letha sampai akhir hayat bu" jawab Leo percaya diri.
"Ibu senang mendengar nya, terima kasih"
setelah perbincangan dengan ibu Leo masuk kedalam kamar dimana Aletha tidur siang sekarang.
__
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
to be continue...