NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Romansa / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:293.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

Hanya ada dua orang yang sangat ia percayai dan hanya mereka berdua juga yang dia punya. Tapi siapa sangka ternyata mereka yang sangat Anjani percaya telah menusuknya dari belakang.

Anjani Rubella wanita pekerja keras, dari yang tidak memiliki apapun sampai memiliki beberapa mall. Pernikahannya bersama Marko yang berjalan baik-baik saja seketika hancur karena hadirnya orang ketiga yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Lalu bagaimana nasib Anjani Rubella, apakah dia akan menyerah atau mempertahankan pernikahannya bersama Marko, simak selengkapnya hanya di novel ini !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akal-akalan Axel

Setibanya di tanah air. Ke empat orang itu segera meninggalkan bandara dengan masing-masing koper mereka.

''Berikan padaku, tanganmu terlalu lemah!'' goda Axel membuat Pia mencebikkan bibirnya.

Melihat sikap peka Axel, Roger pun melakukan hal yang sama, mengambil koper dari tangan Anjani lalu membawanya dengan tangannya. ''Biar aku yang bawa.''

''Tidak apa-apa, Roger. Aku bisa sendiri, '' ucap Anjani yang berniat mengambilnya kembali kopernya tapi Roger tidak membiarkan itu.

''Menurutlah,'' tukasnya dan Anjani pun hanya pasrah.

Padahal kopernya pun tidak terlalu berat dan tidak juga membuat dia lelah. ''Terserahlah,'' gumam Anjani.

''Bu, mobil kita sudah menunggu,'' ucap Pia yang menyusul langkah Anjani dan dua wanita itupun melangkah meninggalkan Axel dan Roger yang kesulitan karena bawaannya terlalu banyak.

Bukan bawaan para wanita itu, tapi barang-barang mereka sendirilah yang lebih banyak ketimbang Anjani dan Pia.

''Tapi apa kita tidak merepotkan mereka?'' Anjani menoleh kebelakang. Tapi Pia dengan jahilnya terkekeh. ''Biarkan saja mereka Bu. Toh, mereka yang mau 'kan?''

Anjani ikut terkekeh dan berjalan lebih cepat untuk menuju pintu keluar bandara. Dan dibelakang sana Roger dan Axel tengah berlomba untuk mencapai pintu keluar.

''Kenapa mereka jalannya cepat sekali,'' keluh Axel.

''Jangan banyak bicara, ayo cepat!'' Roger melangkah lebih cepat meninggalkan Axel yang sedikit kesusahan membawa koper-kopernya dan koper Pia.

Axel tidak tinggal di Indonesia, ia tinggal di Amerika. Dan entah kenapa ia keukeuh ikut ke Indonesia hari itu.

''Hei kalian, cepat sedikit!'' teriak Pia yang sudah berada didalam mobil.

Roger memicing kesal, dan setelah sampai ia segera meletakkan koper-koper itu kedalam bagasi mobil, begitu juga dengan Axel.

''Pak, maaf. Tidak apa-apa kan kalau bapak naik taksi saja,'' ucap Roger pada supir Anjani. ''Ini untuk bapak.'' Lalu Roger memberikan beberapa lembar uang kertas yang langsung diterima sang supir itu.

''Rezeki nomplok,'' ucap senang supir tersebut.

Axel memiringkan kepalanya, matanya menyipit seraya bergumam, ''Licik sekali anak ini.''

''Harus, ini namanya usaha!'' sambar Roger yang ternyata mendengar perkataannya.

Roger pun naik ke bagian kemudi, dan Anjani yang tengah sibuk mengotak-atik ponselnya terkejut karena Roger yang sudah berada di balik kemudi. ''Lho! pak Hendra mana?''

''Tadi dia mengeluh sakit kepala, dari pada terjadi sesuatu. Jadi aku menyuruhnya naik taksi saja, tidak apa-apa, 'kan?''

''Oh, iya tidak apa-apa. Tapi kok dia tidak bilang apa-apa padaku.'' Anjani sedikit kesal.

''Eh! tadi dia mau izin. Tapi aku bilang tidak usah. Hehehe maaf ya.''

''Cih! modus!'' cetus Pia.

Roger hanya mendengus. Dan ia baru sadar kalau Axel belum juga naik kedalam mobil karena ternyata ia masih menata koper-kopernya di bagasi. ''Hei cepatlah, atau ku tinggal!'' teriak Roger dengan mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil.

''Sabar keong sawah! aku sedang menata koper. Kau terlalu berantakan meletakkannya!'' balas Axel.

''Cih! barang-barang dia yang banyak, salahkan aku,'' gerutu Roger.

Setelah beberapa saat menata koper, akhirnya selesai juga. Tapi bukannya langsung menuju pintu samping kemudi, Axel justru mengetuk pintu belakang yang mana terdapat Anjani yang sudah duduk manis disana.

''Ya?'' Anjani menurunkan kaca mobilnya.

''Emm ... sepertinya aku mengalami Jet Lag. Boleh tidak kamu pindah kedepan, dan beri aku kursi ini?'' ucap Axel. Yang entah sungguhan atau memang akal-akalannya saja.

Anjani yang memang tidak enakkan. Akhirnya mengiyakannya dan segera beranjak. Tapi gerakannya terhenti ketika Pia ikut bicara. ''Biar saya saja Bu yang pindah.''

Anjani terdiam. Matanya melirik kearah Axel yang tiba-tiba murung. Dan Anjani menyikapi sesuatu. Kalau Axel memang sedang berusaha mendekati Pia dan Anjani berniat membantunya agar usahanya berhasil.

''Tidak apa Pia. Kau tetap disini aku pindah kedepan.'' Lantas Anjani segera turun dan berpindah kekursi depan, tepatnya samping kursi pengemudi yang sudah ada Roger disana.

Roger tertawa dalam hatinya. Ia bangga dengan sang sahabat karena sudah membantunya walaupun memang itu juga demi keuntungannya sendiri.

Axel yang sudah berada di kursi belakang samping Pia. Tiba-tiba menyandarkan kepalanya dipundak kanan Pia yang membuat Pia terkejut dan spontan menggeser duduknya.

''Diamlah disini! aku hanya meminjam pundak mu saja, pelit sekali!'' Dan kalian tahu apa yang Axel lakukan? Ya, Axel menarik lagi Pia hanya dengan sekali tarikan sehingga Pia berada di posisi semula.

Tubuh Axel yang jauh lebih besar dari Pia tentu dengan mudah melakukan itu.

Anjani dan Roger hanya terkekeh disana melihat tingkah konyol Axel yang menarik Pia seakan menarik sebuah boneka yang sangat ringan.

Dan merekapun meninggalkan bandara menuju kediaman Anjani.

Happy Reading 🤗

1
guntur 1609
kok jadi alex. bukanya axel
guntur 1609
dasar pada ngakali semuanta
guntur 1609
ohh rupanya ni axel yg punya ketja
guntur 1609
mampus lah kau marko. end kau
guntur 1609
enak kali kau ngomongnya sampah
guntur 1609
sdh ketahuan saling menyalahkan dasar sampah. pecundang
guntur 1609
lah kok delisa. bukanya jani
guntur 1609
mampus kau marko. si miskin yg gak tahu diri
guntur 1609
calon pelakor
Iyas Masriyah
Luar biasa
nand channel
karya yang singkat padat dan jelas...aku sukaaaa thor🥰🥰🥰
Yuli Astuti
kok and
Aditya HP/bunda lia
yaaah, .... sekalinya up langsung end
tapi gak heran juga soalnya novelmu gak panjang2 dan bertele-tele makasih ...🙏😘
Nuna V🥰: makssiihh kaaa🙏🏻🥰
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
dikit amat Thor
Nina Har
baca nya tanggung 2 bngt thooor.lanjut lg dong
Nina Har
waah Roger di buat panas dingin nih sm alex.lanjut thooor
Aditya HP/bunda lia
Dasar kamu Lex ...
S
Hahaja...dibanding Roger lebih cerdas Endy si assisten.Jangan d jodohin sama Anjani deh
S
Iya Roger bodo dan lamban pake ragu lagi nolong anjani ,apa tidak melihat situasinya bukannya manggil polisi malah manggil adiknya hadeh
Osie
tdk ada kesempatan kedua utkbseorg pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!