Celine, seorang mahasiswi cantik yang kabur dari rumah karena ingin menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya. Selama pelariannya, ia bertemu dengan seorang laki-laki dengan tingkah laku yang nakal, bernama Raymond. Dan ternyata Ray adalah Dosennya dikampus.
"Kak Ray lo jangan berani macam-macam ya sama gue." Celine.
"Bibir lo itu selalu menggoda gue, tau nggak?" Raymond
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Gila
Tepat jam tiga dini hari, Ray tiba di apartemen dalam keadaan sedikit mabuk. Ia langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa empuk. Rasanya badan, hati dan pikirannya lelah sekali. Hanya gara-gara seorang gadis yang baru beberapa bulan saja ia kenal, ia bisa sehancur ini.
Ting!
Chat masuk di ponselnya, dengan rasa malas ia merogoh saku celananya, satu tangannya mengangkat ponsel.
Celine
Gue baik-baik aja, Kak. Gue harap lo juga begitu.
Membaca pesan itu, matanya terbuka sempurna. Mengerjapkan mata beberapa kali untuk memastikan ini bukan sekedar halusinasinya karena sedang mabuk. Tak butuh waktu lama, langsung ia sentuh tanda panggilan di ponselnya dan segera ia hubungi gadis itu.
"Lo dimana sekarang?" Ray mengubah posisinya menjadi duduk saat panggilan tersambung. Gadis diseberang sana langsung terenyuh hatinya saat mendengar suara Ray.
"Gue di..."
"Ya udah kalau lo nggak mau ngasih tau, nggak apa-apa," belum sempat Celine menjawab tapi Ray langsung memotong kalimatnya.
"Kenapa lo ninggalin gue? kenapa Celine?"
"Gue nggak mau kita terlalu jauh, Kak--"
"Katanya sayang? tapi ninggalin, elo benar-benar licik." Ray menggerutu, tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.
"Kenapa Gue yang licik? gue mau lo lupain semua tentang kita, Kak. Anggap aja nggak pernah ada yang terjadi," Suara Celine terdengar sendu.
"Mana bisa gitu, iya lo licik, perjanjian kita kan sampe gue bosan sama lo, gue belum bosan lo pergi gitu aja." Ray mendengkus kesal, kembali menghempaskan tubuhnya disofa.
"Bisa Kak, biarin aja gue licik."
"Nggak!"
"Kak Ray..." Celine melembutkan nada bicaranya.
"Please, cara lo manggil gue nggak usah gitu banget. Gue nggak tahan."
"Nggak tahan kenapa?"
"Kangen bibir lo,"
"Udah ah, males ngomong sama lo Kak kalau bahasnya kayak gitu terus," Celine yakin jika saat ini mereka saling berhadapan, sudah pasti lelaki itu akan melumaat habis bibirnya.
"Biasanya lo suka,"
"Ih, kata siapa?"
"Kata hati gue,"
Kemudian hening sejenak, mereka berdua sama-sama tersenyum. Ray memang paling bisa mencari celah untuk selalu menang.
"Senyum kan lo sekarang?"
Mendengar itu, senyum dibibir Celine makin melebar.
"Udah ya Kak, gue mau tidur."
"Belum, gue masih mau sayang-sayangan ama lo, padahal tadi gue mikirnya pulang bisa meluk lo lagi, tapi... nggak apa-apa masih bisa sayang-sayangan via online." setelah mengatakan itu, Ray merasa geli dengan tingkahnya sendiri, mengapa seperti abege lima belas tahun yang sedang jatuh cinta?
"Kak..." Panggilnya lagi.
"Hem apa?"
"Gue kangen,"
Sama halnya dengan Celine, ia merasa seperti gila saat ini. Melanggar prinsipnya untuk tidak tergoda lagi dengan Ray, selalu salah tingkah saat lelaki itu berhasil menggodanya.
"Bilang sama gue, sekarang lo dimana. Gue pastiin dalam hitungan menit gue nyampe kesana, buat nyium lo." mendengar kata kangen dari Celine, hatinya bergejolak, bukan cuma hatinya sepertinya nafsunya juga.
"Gimana caranya? ada-ada aja,"
"Pake pintu doraemon, bisa kan?"
Gelak tawa terdengar dari seberang sana, Celine tertawa sejadi-jadinya. "Lo gila ya Kak?"
"Iya, gue gila gara-gara lo, gimana dong?"
"Bodo ah, mana gue tau," Celine kembali tertawa.
"Ketawa terus, senang ya jauh dari gue? Cel... kita boleh jauh-jauhan gini, tapi izinkan gue buat hubungi lo kapan aja, semau gue, ya?" Nada bicaranya terdengar memelas, pertahanan Celine runtuh. Bagaimana bisa ia menolak.
"Boleh Kak, tapi kita bisa kayak gini palingan tiga minggu doang, setelah itu please menjauh dari gue?"
"Kenapa? oh ya lo mau kawin eh mau nikah? tenang, nanti gue nyari cara buat batalin perjodohan lo."
"Kak, nggak bisa. Ini keputusan orang tua gue."
"Apapun bisa gue lakuin, untuk itu. Lo tunggu aja."
"Kak, udahan gue mau tidur, bye."
"Ehm..."
Panggilan pun terputus, Celine mengakhiri begitu saja. Ray menatap layar ponselnya sambil tersenyum sumringah.
--------------------------
😂😂 ah aku tuh nggak bisa misahin mereka lama-lama, kasihan. Nyesek 😜