NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Dokter Luna

Terjerat Pesona Dokter Luna

Status: tamat
Genre:Romansa / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Dokter / Tamat
Popularitas:731.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sensen_se.

Selepas menjadi dokter, Clarissa Aluna Sebastian, atau yang kerap disapa Luna itu, bertugas jauh dari kota kelahiran. Ia menemui banyak sekali karakter manusia. Salah satunya ketua geng motor yang mendadak membuat keributan saat dia sedang dinas di rumah sakit.

Arash Frederic mengalami luka di kepala akibat tawuran tengah malam. Semua anak buahnya bergegas ke rumah sakit, mengamuk agar ketua geng motor itu didahulukan. Tanpa diduga, Dokter muda yang terlihat anggun melawan mereka karena dianggap membuat keributan. Kemampuan bela diri yang mumpuni mampu melumpuhkan para anggota geng motor tersebut. Luna menegaskan, jika ingin diobati harus sesuai prosedur.

Sejak Dokter Luna menanganinya, Arash tidak bisa mengelak pesona dokter cantik yang multitalenta itu. Ia selalu berusaha menarik simpati gadis itu.

Akankah Arash bisa meluluhkannya? Mengingat, Luna berasal dari keluarga terpandang, memiliki saudara kembar yang posesif, ditambah seorang lelaki yang mencintainya sedari dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Barter?

Beberapa waktu sebelumnya, Axel memang hendak beraksi. Namun, segera berhenti ketika dua orang di ruangan itu tengah membicarakan Luna dan Arash. Ia segera bersembunyi, tapi sebelumnya meletakkan ponsel yang berada dalam mode rekam suara.

\=\=\=\=000\=\=\=

“Sssttt! Jangan berisik,” bisik Luna mencegah Axel yang sudah bergejolak ingin menghajar mereka.

“Enggak bisa dibiarin, Lun!” tutur Axel lagi.

Luna menggeleng, mengeluarkan ponsel dan hendak merekamnya. Tapi Axel menahannya, ia menunjuk ke lantai di bawah pintu masuk. Di mana ponselnya tergeletak di sana.

“Kenapa nggak bilang?” Senyum Luna seketika mengembang. Ia melepas hoodie dan maskernya, menaikkan kacamata ke atas puncak kepalanya. Wajah cantiknya terlihat begitu jelas.

Luna melenggang dengan santai, bahkan sengaja membenturkan sepatunya ke lantai cukup keras, agar mereka terlonjak mendengarnya.

Benar saja, suara di dalam ruangan seketika senyap. Luna berhenti tepat di depan pintu, meraih ponsel milik Axel lalu menerobos masuk ke ruangan Dokter Irfan.

“Hai, lagi ngomongin aku ya? Pantesan kupingku panas dari tadi,” cetus Luna memainkan salah satu telinganya.

Dira yang tadi duduk di atas meja kini segera melompat, wajahnya terlihat pucat saat mendapati Luna di ruangan itu. Ia mengenakan baju bebas, karena memang bukan jam kerja. Sedangkan Dokter Irfan mendapat panggilan darurat untuk operasi.

“Sopan santunmu di mana main masuk ruangan tanpa permisi?!” seru Dira mencoba melawan.

Luna mendudukkan tubuhnya di hadapan Dokter Irfan yang masih terkejut, mungkin tidak menyangka akan ke-gap oleh gadis itu.

Senyum manis terukir di bibir Luna, tapi manik matanya begitu tajam, “Sopan santun ya? Lalu bagaimana dengan rencana picik yang akan kalian lakukan? Izin praktik kalau dicabut sepertinya lebih baik kali ya. Sayang lho, mencoreng nama baik kedokteran,” ucapnya pelan, tapi cukup menyentak hati mereka.

“Jangan bicara sembarangan, Luna. Menuduh tanpa bukti itu bisa dipidanakan!” sanggah Dokter Irfan. 

“Oh, sabar.” Luna menyodorkan ponsel Axel, mulai memutar rekaman suara.

Beberapa menit berjalan, mereka membeliak lebar. Suara keduanya terdengar jelas. Dira yang terlihat panik hendak menyambar ponsel itu.

Namun, Luna bisa melihat pergerakannya. Segera meraih dan mengamankannya. Senyum di bibir Luna semakin lebar, tatapan penuh ejekan ia layangkan.

“Apa maumu, Brengsek?” sentak Dira mengepalkan kedua tangannya.

Berbeda dengan Dokter Irfan yang terlihat lebih tenang dan hanya memperhatikan dua wanita itu bergantian. Meski sebenarnya ia terlihat was-was.

“Barter aja gimana?” Luna beralih pada Dokter Irfan. Melipat kedua lengan di meja, “Ambil aja file ini. Tapi, tukar file rekam medis pasien tadi! Dan anggap aja aku enggak tahu apa yang kalian bicarakan. Gimana?” tawar Luna sesantai itu.

Dokter Irfan sampai heran melihatnya, perempuan di hadapannya benar-benar berbeda. Bisa bisanya masih setenang itu padahal sesuatu buruk tengah mengincarnya. Ia juga kagum dengan kerja keras Luna demi membebaskan sang suami.  

“Kak! Jangan diem aja dong!” panggil Dira pada sang kakak yang bergeming dan hanya menatap Luna.

“Terserah sih, mau pilih mana. Karier hancur atau kita sama-sama tutup mata dan mulut dengan barter ini!” sambung Luna hendak beranjak berdiri.

Dira mendekat, hendak melayangkan sebuah tamparan di pipi Luna. Namun, dengan sigap Luna mencekalnya. Mencengkeram kuat tangan Dira, hingga gadis itu memekik kesakitan.

“Ays! Lepasin!” pekik Dira menghempaskan tangannya.

“Saat itu kamu bisa lolos. Tapi ingat, tidak ada kata lain kali!” ancam Luna dengan ekspresi dinginnya, memutar lengan Dira hingga gadis itu memekik kesakitan.

“Cukup!” sentak Dokter Irfan yang terdiam sedari tadi.

 

Bersambung~

1
nuraeinieni
ceritanya bagus thor
Emy Liana
1 thor
$Neal_1122
kasian axel, sabar ya xel /Sob/
$Neal_1122
/Silent/
$Neal_1122
iya keren
Bukhori Muslim
Good story
StAr 1086
Axel patah hati deh....
StAr 1086
Xavier apa Daddynya...
StAr 1086
Cemen mainnya keroyokan si cobra....
StAr 1086
next
StAr 1086
Ya ada cinta segitiga nih....
StAr 1086
kamu kamu kamu lagi....
StAr 1086
kayaknya seru nih....
Adyta Leogirl
Luar biasa
Adyta Leogirl
ceritanya mirip drakor good doctor
Handa Yani
ayo Luna... tunjukkan pesona mu /Smile/
Siti Nina
Menarik ceritanya 👍
Yuliana Purnomo
yaacch tamat aja thor,, padahal penasaran setelah mereka akur bgmna selanjutnya
Yuliana Purnomo
carlos cuma mantu aja ternyata,, huuuuh dasar tk tau diri
Yuliana Purnomo
dr luna emang spek bidadari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!