°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
Novel lanjutan dari CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].
Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.
Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.
Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?
Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?
"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Gugatan.
...~•Happy Reading•~...
Anggota team lain masih bekerja di lantai atas. Kaliana segera memberi kode kepada Putra, karena dia mau menghubungi Danny. Setelah Putra memberikan tanda 'OK' dengan jarinya, Kaliana segera menghubungi Danny.
"Pagi menjelang siang Mba' Anna." Sapa Danny ramah, saat merespon panggilan Kaliana.
"Iya, Pak Danny. Sama-sama. Apa kita bisa bicara?" Tanya Kaliana, karena mendengar suara hiruk pikuk lalu lintas.
"Bisa, Mba'. Aku sedang di jalan, tapi akan menepi sebentar di depan, agar bisa konsen dengan pembicaraan kita." Danny dengan cepat menanggapi telpon Kaliana. Dia tahu, jika Kaliana menelpon ada hal penting yang akan dibicarakan.
"Baik. Begini Pak Danny, hati-hati kalau mau bicara tentang kasus Bu Chasi di telpon. Pak Danny ingat kejadian di parkiran restoran bukan? Sekarang kita bisa ngobrol dengan baik, karena sudah diamankan oleh teamku." Kaliana mengingatkan Danny, karena Danny pun sama terlibat dengan kasus yang ditangani Kaliana.
"Jadi jika Pak Danny telpon dengan orang lain atau dengan keluarga Bu Chasi, jangan bahas kasus apa pun di telpon. Lebih baik bertemu langsung di rumah atau di kantor Pak Adolfis, baru dibahas."
"Sekarang ada banyak pihak dalam tanda kutip yang menawarkan jasa untuk menangani kasus Bu Chasi atau mau menolongnya. Pak Danny pasti sudah mengerti yang aku maksudkan." Kaliana berkata cepat dan serius, karena dia bicara dengan seorang pengacara. Danny sudah biasa bertemu dengan orang-orang seperti itu.
"Iya, Mba'. Aku tahu dan mengerti. Ini aku dalam perjalanan untuk menemui Bu Chasi. Beliau titip pesan sama kakaknya, agar aku datang menemuinya. Ada hal penting yang akan dibicarakan, katanya." Danny menjelaskan permintaan Chasina yang disampaikan lewat Bryan.
"Baik. Titip salam kami untuk beliau, ya, Pak. Ini aku telpon untuk kasih tahu, kami sedang mengusahakan Pak Jaret yang disidangkan terlebih dulu. Jadi Pak Danny masih punya waktu untuk siapin pembelaan terhadap Pak Marons dan Bu Chasi." Kaliana menjelaskan rencana yang sedang diatur kepada Danny, karena dia pengacara untuk kedua kasus itu.
"Sementara ini, kita akan bertemu di kantor Pak Danny jika diperlukan. Pak Danny tidak usah datang untuk bertemu langsung dengan kami, karena mungkin saja ada yang mengikuti Pak Danny." Kaliana mengingatkan, karena Danny pengacara Chasina dan Marons yang berberkaitan dengan Jaret dan juga Pak Ewan.
"Baik. Aku mengerti. Nanti selesai bertemu dengan Bu Chasi, aku akan hubungi Mba' Anna." Danny mengakhiri pembicaraan mereka setelah saling memberikan salam.
Danny segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas normal, untuk mengejar waktu yang diberikan oleh pihak kepolisian kepadanya. Dia tidak mau terlambat, karena banyak yang akan dibicarakan dengan Chasina. Dia sempat berhenti sebentar untuk berbicara dengan Kaliana, jadi khawatir terlambat tiba di tempat.
Setelah tiba di kantor polisi, Danny melapor dan semua bawaannya diperiksa. Kemudian membawa Chasina untuk bertemu dengannya. Danny sangat tersentuh melihat perubahan wajah Chasina yang lebih tirus dan mendekatinya dengan mata berembun.
Walaupun tidak banyak kata, tapi wajah dan matanya menceritakan banyak hal. "Bu Chasi, ini saya bawakan buku, mungkin bisa dipakai untuk mengisi waktu." Danny memberikan beberapa buku dan novel kepada Chasina.
"Terima kasih, Pak Danny. Ini bisa mengusir rasa sepi dan bosan di sini. Apakah kasus ini masih lama disidangkan, Pak? Kondisi ini sangat menegangkan pikiran dan jantung saya." Chasina bertanya dengan suara bergetar dan mata mulai berembun. Dia yang biasa aktif bekerja sangat tertekan dengan situasi di dalam tahanan.
"Kami sedang usahakan untuk secepatnya dijadwalkan. Harap bersabar, karena Bu Kaliana sedang berusaha untuk menolong Bu Chasi. Tadi beliau titip salam dan berpesan agar Ibu kuat dan sabar, jangan sampai sakit." Danny mengingatkan agar Chasina tidak tertekan dan putus asa.
"Sementara ini, Bu Kaliana tidak bisa menemui Ibu, karena ada terkait dengan kasus lain. Kasus itu Ibu sudah tahu saat gelar perkara malam itu. Jadi beliau sangat hati-hati untuk keluar dan bertemu dengan orang lain." Danny menjelaskan, agar Chasina tidak kecewa terhadap Kaliana.
Dia tidak mau menceritakan kejadian di parkiran restoran dengan mobil Kaliana dan siapa yang terlibat. Agar tidak menambah beban pemikiran Chasina. Jika Chasina tahu ada aparat kepolisian terlibat dalam kasus Jaret, dia akan khawatir dan takut dalam tahanan.
"Mungkin ke depan, hanya anggota teamnya yang akan temui Ibu, kalau ada perlu sesuatu. Ibu pasti tahu, kenapa beliau menjaga jarak dengan kita semua, termasuk keluarga Ibu. Sekarang situasinya tidak hanya biasa-biasa saja, karena menyangkut kasus orang terdekat Ibu." Bisik Danny pelan, sambil mencondongkan badannya ke arah Chasina.
"Iya, Pak Danny. Saya mengerti. Karena Pak Danny sudah katakan itu, saya mau minta pendapat hukum dari Pak Danny. Apakah dalam kondisi saya seperti ini dan berada di sini, saya bisa menggugat cerai lelaki itu?" Tanya Chasina yang sudah jijik menyebut nama suaminya.
Sontak Danny melihat Chasina dengan serius. Dia tidak menyangka yang akan dibicarakan adalah tentang gugatan cerai. Dia berpikir, ada permintaan khusus dari Chasina yang mau dibicarakan dengan pihak berwajib. Agar dia mendapat sedikit kelonggaran di dalam tahanan.
"Seharusnya saya lakukan ini saat mengetahui dia bersama wanita itu, bukan malah mengikutinya dengan harapan dia bisa sadar, lalu kembali hidup normal dalam berkeluarga. Sebuah harapan kosong untuk lelaki seperti dia." Chasina menyesal terhadap apa yang terjadi dan pemikirannya yang pendek saat menghadapi perselingkuhan suaminya.
"Apakah Ibu sudah pikirkan baik-baik, sebelum memutuskan hal ini?" Danny berharap tidak ada penyesalan lagi di kemudian hari. Sebab dalam kondisi fisik dan mental Chasina, bisa saja keliru mengambil keputusan.
"Sudah, Pak. Walaupun sudah terlambat, tapi lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali. Pak Danny lihat sendiri keadaan saya, karena kebodohan saya. Terlalu naif, berpikir wanita seperti dia akan bersikap baik, jika diajak bicara baik-baik." Ungkapan penyesalan terlihat jelas di wajah dan mata Chasina.
'Seandainya waktu bisa diputar kembali, aku akan memilih menceraikan dia.' Itu yang ada dalam batin Chasina. "Apakah Pak Danny bisa lakukan untuk saya?" Tanya Chasina untuk memastikan, sebelum bicara dengan keluarganya tentang rencananya.
"Sekarang Ibu bisa melakukannya, karena alasan gugatan sangat jelas dan masih hangat. Saya akan bicara dengan pengacara yang khusus menangani perkara perceraian. Sebab ada banyak sangkutan terkait dalam proses gugatan cerai Ibu." Ucap Danny pelan tapi serius, karena Chasina dan Jaret bukan orang kebanyakan. Perceraian mereka akan melibatkan banyak hal, terutama tentang pembagian harta.
"Kalau soal pembagian harta, Pak Danny tidak usah pikirkan, karena saya sudah menanganinya sebelum kejadian ini. Jadi Pak Danny bisa mewakili saya untuk lakukan gugatan, tidak perlu pengacara khusus untuk menangani ini." Chasina mengerti maksud Danny tentang semua embel-embel yang mengikuti gugatannya.
"Kami telah menandatangani surat perjanjian sebelum menikah, dan dokumennya ada pada saya. Tidak akan ada negosiasi dan mediasi." Chasina berkata pelan dan serius, karena dia berharap Danny yang akan bantu menangani gugatan cerainya.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...