Pada tahun 2076 manusia sudah memanfaatkan teknologi yang dapat memindahkan kesadaran manusia seutuhnya ke dalam dunia maya. Teknologi ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan media sosial, game, maupun simulasi.
Di antara game yang populer di kalangan anak muda, ada sebuah game yang disebut Virtual Universe. Seorang pemuda bernama Remi kembali memainkan game tersebut karena ajakan dari teman lamanya. Dia pun terkejut ketika mengetahui akun lamanya dihapus oleh sistem sebagai penalti karena tidak online selama dua tahun. Akhirnya Remi pun harus berjuang dari awal lagi di dunia game Virtual Universe yang penuh kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razze Pahlevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2E8. Heartwarming Lights
Hampir satu bulan Remi tidak bermain VU dan hanya fokus dengan kegiatannya di dunia nyata. Pada akhir April 2077, akhirnya dia memutuskan untuk kembali bermain VU. Akhirnya dia pun login kembali sebagai Yakushin.
Pada saat login kembali, Yakushin merasakan sebuah firasat buruk. Setelah diingat kembali ternyata dia lupa untuk mengirim pesan kepada Catheryne. Yakushin pun segera bergegas mencarinya, namun Catheryne menyembunyikan lokasinya. Akhirnya terpaksa Yakushin mencarinya di beberapa area yang dia ketahui. Setelah agak lama mencari, akhirnya dia berhasil menemukan Catheryne. Dia pun langsung memanggil Catheryne.
"Mama! Papa cariin ke mana-mana enggak tahunya di sini!" kata Yakushin.
Catheryne pun terdiam sesaat. "Pergi enggak bilang-bilang, ngasih pesan juga enggak! Udah punya pacar baru?!" bentak Catheryne.
Yakushin pun hanya bisa terdiam dan tidak bicara apapun, seolah mulutnya terkunci. Dia tidak menyangka kalau Catheryne akan semarah itu. Dalam hatinya dia sangat menyesal karena dia tidak memberikan pesan terlebih dahulu sebelum dia offline dalam jangka waktu yang lama.
"Aku nungguin kamu, tahu enggak?! Setiap hari aku nungguin kamu dan terus ngarep kamu bakalan datang waktu itu! Maaf, sekarang aku udah punya pacar baru karena aku enggak kuat ditinggal kamu!" kata Catheryne.
Pernyataan Catheryne membuat Yakushin terpukul. Dia masih saja terdiam kaku tanpa bicara sepatah katapun. Catheryne pun pergi meninggalkannya sendirian. Setelah itu Yakushin pun logout dari game dan tidur. Dia berharap dengan dengan dia tidur maka hari buruk itu akan segera berlalu.
...****************...
Pada hari berikutnya Yakushin mencoba menerima kenyataan. Dia menyadari kalau hal itu terjadi karena ulahnya sendiri. Kebetulan saat itu adalah hari Sabtu, hari pertama di akhir pekan. Biasanya Remi bermain VU dari pagi hingga malam saat akhir pekan. Namun akhir-akhir ini dia lebih sering mengunjungi rumah kontrakan tempat David dan yang lainnya tinggal.
Pada saat itu mereka beramai-ramai mengendarai sepeda motornya masing-masing untuk berkeliling kota. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah taman. Pada suatu momen ketika teman Remi yang lainnya sibuk dengan kegiatannya masing-masing, David menanyakan sesuatu pada Remi.
"Rem! Kamu kenal sama Dita?" tanya David.
"Dita yang mana?" tanya Remi.
"Katanya sih dia pernah satu SMP bareng kamu," jawab David.
"Oh, Dita yang itu! Kenal, dulu kita pernah sekelas. Emang kenapa?" tanya Remi.
"Dia udah punya pacar belum sih?" tanya David.
"Ya mana aku tahu! Kamu enggak nanya langsung ke orangnya?" tanya Remi.
"Belum sih!" jawab David.
"Nanya lah! Kalau misalkan dia belum punya pacar kamu mau ngapain?" tanya Remi.
"Ya jelas aku mau kenalan terus nembak dia!" jawab David.
"Gaskan, kawanku!" Remi pun mendukung David sambil mengacungkan jempolnya.
Setelah selesai beristirahat mereka pun pulang. Remi ikut bersama mereka ke rumah kontrakan dan mengobrol di sana hingga tengah malam. Akhirnya Remi pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah sangat malam.
"Aku balik dulu ya!" kata Remi.
"Hati-hati, Rem!" kata teman-temannya secara serentak.
Remi pun memacu sepeda motornya menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan dia menikmati keindahan jalan-jalan kota yang dihiasi lampu berwarna-warni. Terdapat pula muda-muda yang berpacaran di taman-taman kota. Pemandangan yang indah membuat hati Remi menjadi damai. Sejenak dia melupakan semua masalah yang telah menimpanya.
Sesampainya di rumah, Remi langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Namun ketika dia mencoba untuk tidur, matanya seperti enggan untuk terpejam. Banyak sekali pikiran yang berkecamuk di otaknya sehingga dia tidak bisa tidur. Dia ingin sekali melihat pemandangan lampu-lampu jalan sekali lagi untuk menenangkan pikirannya. Namun malam sudah sangat larut dan jalanan sudah sangat sepi. Sangat berbahaya untuk mengendarai sepeda motor di jam tersebut karena sedang maraknya kasus perampasan sepeda motor.
Remi pun berpikir sejenak dan akhirnya dia menemukan sebuah ide. Dia mengenakan perangkat berbentuk kacamata dan kemudian login ke VU sebagai Yakushin. Setelah itu dia mencari area yang sama persis dengan pemandangan lampu yang dia lihat.
Yakushin akhirnya menemukan sebuah area berbentuk sebuah taman yang dihiasi oleh lampu-lampu berwarna-warni. Kemudian dia pun duduk di salah satu bangku taman dan menikmati pemandangan tersebut. Dia tak menyangka kalau akan ada tempat seperti itu di VU. Cahaya lampu yang gemerlapan dan suasana yang tenang membuat hati Yakushin merasa tentram.
Ketika dia sedang menikmati kesendiriannya, tiba-tiba datanglah seorang pemain bernama Aceulead. Avatar-nya berwujud seorang pria berambut cokelat muda pendek lurus, berkulit putih cerah dan iris mata berwarna kuning. Dia mengenakan jaket berwarna oranye dan celana jeans berwarna biru.
"Yo, Yakushin!" sapa Aceulead.
"Siapa ya?" Tanya Yakushin yang kebingungan karena tidak dapat mengenalinya.
"Ini aku! Marcel!" Aceulead ternyata adalah Marcel, teman Yakushin saat dulu sering berkunjung ke SBC.
"Marcel?! Kukira kamu masih pake akunmu yang Stormseagreen itu!" kata Yakushin.
"Aku pernah bilang kan kalau akun itu pinjeman? Makanya itu aku main lagi pake akun baru," jelas Aceulead.
"Jadi, ngapain kamu ke sini?" tanya Yakushin.
"Aku emang lagi nyari kamu karena ada perlu! Kamu sendiri, ngapain di tempat ini?" jawab Aceulead.
"Jadi gini, aku ke sini buat nenangin pikiran! Aku belum lama ini putus sama pacarku," jawab Yakushin.
"Loh?! Kamu punya pacar di VU?" tanya Aceulead.
"Ya, namanya Catheryne! Dia orangnya rada hyper sih, terus suka kirim aku pesan vulgar. Tapi aku sayang sih sama dia," kata Yakushin.
"Waduh, mantap juga nih Catheryne! Cari ah!" kata Aceulead.
"Jangan! Nanti kamu enggak kuat!" kata Yakushin.
"Bercanda! Semoga nanti kamu bisa ketemu yang baru!" kata Aceulead.
"Semoga aja! Terus kamu ada keperluan apa sama aku?" tanya Yakushin.
"Jadi gini! Aku mau minta tolong ajarin aku caranya biar semua kemampuan spesial cepat kebuka!" jawab Aceulead.
"Kamu yakin? Aku punya satu cara sih! Tapi kalau kamu pake cara ini, sama aja kayak kamu berusaha untuk ngelewatin neraka," kata Yakushin.
"Aku yakin! Cepetan kasih tahu aku gimana caranya!" kata Aceulead.
"Ya udah kalau gitu! Pertama aku pengen tahu apa role-mu dan nama kemampuan spesialmu," kata Yakushin.
"Role-ku Puppeteer dan kemampuan spesialku secara keseluruhan namanya Puppet Show. Jadi aku bisa manggil boneka untuk tarung gitu," jawab Aceulead.
"Jadi kamu tipe sihir ya? Kalau gitu aku bisa kasih tahu kamu latihan keras yang diajarin sama Catheryne," kata Yakushin.
Akhirnya mereka berdua pun pergi ke area tempat Yakushin dulu dilatih oleh Catheryne. Baru menginjakkan kaki di tempat itu, mereka berdua langsung disambut dengan gerombolan monster di tempat itu. Yakushin pun menyuruh Aceulead untuk bertarung melawan monster-monster di sana.