PROSES REVISI SEDANG BERLANGSUNG
Immortal World Of Eden (IWE) adalah sebuah game virtual terbaru yang sedang dikembangkan oleh perusahaan game Girsang Corp.
Sehari sebelum peluncuran, server dan ruang pengerjaan game itu dibom sehingga menewaskan Marsel.
Marsel pun bereinkarnasi ke Immortal World of Eden sebagai karakter Habel, yang dia create sebelum meninggal.
Petualangan Marsel dengan nama baru Habel pun dimulai.
Petualangan menjadi SANG KUASA yang abadi pun dimulai.
Selamat membaca. Mohon dukungan vote, like dan sharenya untuk menambah semangat penulis dalam mengembangkan novel ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzelmus Girsang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 - Abidah
Habel sudah menyiapkan rencana apa saja yang akan dilakukannya di Kerajaan Liang. Dia mau mempelajari Kerajaan Liang ini agar dapat mendapat pengetahuan yang baru mengenai dunia ini.
Sejam setelah mereka selesai sarapan, kereta kuda milik Nyonya Mei tiba di rumah Kang. Habel meminta izin
kepada ayah mertuanya, bibi Ling dan Niu untuk berangkat menuju Kerajaan Liang.
Nyonya Mei dan nona Lian menunggu di kereta kuda mereka sendiri serta Pangeran Cheng-Gong juga menunggu di kereta kudanya untuk mengawal perjalanan Habel.
“Kael, kamu duduk di kereta kudaku. Ada yang mau aku bicarakan denganmu.” Ujar Pangeran Cheng-Gong membukakan pintu kereta kudanya kepada Habel
Kang, bibi Ling, istrinya Niu, Nyonya Mei dan nona Lian dan semua pasukan yang menyertai mereka terkejut
dengan pandangan melotot melihat seorang pangeran mahkota merendahkan dirinya untuk membukakan pintu kepada seorang Habel.
“Terima kasih pangeran.” Ujar Habel melangkah masuk ke dalam kereta kuda
“Ayo berangkat.” Perintah Pangeran Cheng-Gong kepada para pasukannya
“Tumben pangeran mau ikut. Saya hanya meminta Nyonya Mei dan nona Lian saja untuk membantuku mempertemukan dengan peracik obat level 30 itu. “
“Ha..ha..ha… kamu mencurigaiku ya?Baiklah aku mengaku deh. Aku penaasaran mengenai dirimu. Aku tidak percaya kamu itu seorang pengelana seperti yang telah kamu jelaskan kemarin. Aku merasa kamu lebih dari sekadar pengelana.” ujar Pangeran Cheng curiga
“Jadi itu tujuan pangeran? Untuk menyelidiki?” tanya Habel penasaran
“Maaf ya Habel. Tetapi aku mau memastikan bahwa kamu itu adalah teman bukan musuh.”
“Kalau saya musuh, saya tidak akan menyerahkan jasad monster hewan Anaconda itu kepada pangeran.”
“Iya saya tahu. Tetapi saya butuh kepastian mengenai jati dirimu.”
“Apa untungnya saya memberi tahu kebenarannya kepada pangeran?”
“Apapun yang kamu mau. Anggaplah seorang Pangeran Mahkota Kerajaan Yajao berutang kepada seorang Habel. Apapun yang kamu minta termasuk masuk ke dalam gedung teleportasi akan aku kabulkan.”
“Ha? Pangeran tahu keinginanku untuk masuk ke gedung teleportasi?”
“Ya iyalah. Setiap orang yang mengikuti turnamen Yajao pasti tujuan mereka untuk masuk ke dalam gedung teleportasi. Kalau untuk uang, saya kurang yakin. Kamu pasti lebih kaya dari diriku.”
“Ha..ha..ha.. pangeran pandai sekali melucu. Aku aja masih minjam uang untuk jadi petualang.”ucap Habel tertawa
“Ha.. aku hanya mengikuti instuisi ku yang mengatakan kamu lebih kuat, lebih kaya dan lebih berkuasa dari diriku. Makanya aku mau memastikan jati dirimu.”
“Baiklah pangeran. Saya akan jujur. Saya adalah seorang Pangeran Mahkota Kerajaan Qusha di Kekaisaran ESAQ.”
“Owh… ternyata dugaanku benar. Tetapi kenapa kamu bisa tersesat ke kerajaanku ini?”
“Itulah yang masih belum aku tahu pangeran. Aku mau kembali ke rumahku untuk menelusuri kenapa aku bisa berada di kerajaan ini.”
“Panggil saja Cheng, tidak usah pakai label pangeran, toh kita berdua sama-sama pangeran mahkota kan?”
“Baiklah Cheng.” ujar pangeran Cheng-Gong.
Mereka berdua mengobrol banyak hal. Sesampainya di Kerajaan Liang, mereka menuju ke lokasi Abidah, peracik obat level 30 itu.
“Salam tuan Abidah” sapa Nyonya Mei kepada seorang pria tua yangmenyambut mereka begitu mendengar rombongan Pangeran Cheng-Gong telah tiba di kediaman miliknya.
“Salam Pangeran Cheng-Gong. Salah Nyonya Mei. Salam Nona Lian. Salam….” kata Abidah terhenti ke Habel
“Saya Habel. Salam untuk Tuan Abidah.” sahut Habel memberi hormat.
buat mc baru atja
KO JADI 11
SKILL PENYERAF ASAL 4
JADI LEVEL 2