NO BOM LIKE!! Hargai penulis!
Bagaimana jadinya jika wajah yang selalu datar dan dingin dijodohkan dengan orang yang memiliki sifat ceria dan bar-bar?
Ben Indorto seorang ketos di sekolah SMA Nusa Bangsa Jakarta. sifat nya dingin dan datar pada semua org termasuk pada dua sahabatnya. memiliki wajah yang tampan dan cerdas dalam segala hal mampu membuat wanita terpikat olehnya.
Keyla Raharja, seorang gadis cantik dan ceria rela pindah sekolah ke Jakarta untuk menghindar dari perjodohan yang tidak dia inginkan. namun siapa sangka di balik sifat cerianya ada sifat yang mengerikan?
Akankah terjadi pernikahan diantara mereka? ikuti terus ceritanya ya🥰😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Club xxx
"Hai ayang ebeb" sela Zico yang tiba-tiba nimbrung duduk di antara Sisil dan Keyla.
"Kebiasaan sih Lo" Sisil memukul keras paha Zico membuat empunya memekik kesakitan.
"Awww sakit Sil...tenaga Lo kayak cowok tau nggak, lama-lama kaki gue pasti patah gara-gara Lo" Zico bersungut sambil mengusap pahanya yang terasa ngilu.
"Lebay, ew lah" Sisil bergidik geli
"Hai semuanya" serempak ketiganya menengok arah sumber suara.
"Ada bau ****** disini" Zico mengendus sekitaran tempat duduk.
"Iya, apaan ya" Sisil ikut mengendus, membuat Siska yang baru datang mendengus kesal.
"Lo kentut?" tuduh Sisil menunjuk wajah Zico.
"Enak aja, ini tu kaya bau ******" Zico menutup hidung sambil melirik arah Siska yang sudah berwajah masam sejak tadi.
"Cukup Kenzo" sela Siska menatap tajam
"Kenapa?" Zico tertawa mengejek, beranjak menghampiri Siska yang berdiri di depan meja yang sedang dia duduki saat ini.
"Jangan pernah Lo gangguin Keyla dan Sisil, atau Lo bakal berurusan sama gue nona Sekar" bisik Zico tersenyum miring melihat wajah pucat Siska.
"Are you okey?" tanya Keyla mengangkat kedua alis
"Oke kok, gue cuma mau ngingetin yang kemaren aja. kalo gitu gue ke sana dulu" ucap Siska cepat berjalan menuju bangkunya.
Malam hari,
Di sebuah Club xxx, lampu disco yang berkedip di iringi musik DJ yang memekakkan telinga terlihat sangat ramai oleh muda-mudi. di depan mini bar yang sudah di hias dengan berbagai merek minuman beralkohol dan non alkohol, duduk seorang wanita cantik yang berpakaian mini dress tanpa lengan memperlihatkan lekuk tubuh yang sangat montok. matanya menelisik seluruh ruangan mencari sosok yang sedari tadi dia tunggu.
"Hy baby" sapa seorang pria berperawakan tinggi botak dengan perut yang sedikit membuncit duduk di sampingnya.
"Oh, hy om" sapa Siska dengan mesra, bahkan dia tidak segan merangkul dan mencium pipi lelaki setengah baya itu.
"Apa kau menepati ucapan mu itu baby?" tanya pria botak tersebut.
"Tentu om, sebentar lagi dia bakal dateng kok dan om bebas melakukan apa pun pada dia" jawab Siska sambil menyesap alkohol di tangannya.
"Aku benar-benar tidak sabar baby" tangan pria itu mulai meraba-raba lekuk tubuh Siska sehingga membuat Siska sedikit mendesis kenikmatan.
****
Keyla yang saat ini sudah bersiap dengan balutan dress hitam dengan kerah V menampilkan kesan feminim nan elegan.
"Sayang, jangan kemana-mana sebelum aku sampai ya" pesan Ben memeluk Keyla yang terlihat sangat cantik malam ini. rasanya tidak rela membiarkan istri cantiknya keluar begitu saja tanpa dirinya, yah walau hanya sebentar. Ben akan menyusul setelah acara perpisahan kelas XII yang diselenggarakan malam ini oleh OSIS.
"Iya suamiku yang cerewet,manjanya minta ampun. aku nggak bakal kemana-mana kok, kan ada Sisil juga disana" Keyla membalikkan badan dan mencium ke dua pipi Ben.
Kemudian mereka berdua berjalan keluar apartemen menuju sebuah tempat dimana pesta berlangsung. tapi sebelum itu, mereka lebih dulu menjemput Sisil untuk pergi bersama. jika ada yang tanya kemna Kenzo? jawabannya adalah Kenzo juga anggota OSIS jadi otomatis ikut berpartisipasi dalam hal ini.
Cup
"Inget pesen aku tadi" ucap Ben mengingatkan lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Iya, hati-hati dijalan" Keyla masuk ke dalam club saat mobil Ben perlahan menjauh dari pandangan.
"Perasaan disini cuma kita berdua dari sekolah kita key" Sisil berkata sedikit berteriak di telinga keyla, saat melihat orang-orang yang sama sekali tidak dikenal. sedangkan Keyla sekarang sedang menatap liar sekeliling mencari keberadaan beberapa anggota geng nya.
"Sisil, Keyla" panggil Siska tersenyum lebar.
Siska yang melihat kedatangan orang yang ditunggu pun segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju sasaran.
"Ayo ke sana" Siska mengajak keduanya duduk di pojokan ruangan menjauh dari keramaian orang-orang yang sedang berjoget ria. "gue kira Lo berdua nggak dateng" ucap Siska ketika mereka sudah duduk.
"Dateng lah, kan ini party Lo" ucap Keyla tersenyum
"Tapi kenapa anak-anak kelas nggak ada?" tanya Sisil menatap sinis
"Ya Lo tau lah, gue kan murid baru disana belum kenal semua. jadi gue undang temen yang gue kenal aja" jawab Siska santai
"Diminum" Keyla melihat jus orange yang di taruh pelayan Club di atas meja kecil depannya.
"Thanks" tanpa ragu, Keyla menenggak perlahan jus begitu juga dengan Sisil.
Bruk
Keyla ambruk tidak sadarkan diri di atas sofa setelah beberapa saat meminum minuman yang disajikan Siska. Sisil yang ada di sampingnya sontak panik melihat Keyla tidak sadarkan diri. ketika ingin menolong, Siska lebih dulu menjambak rambutnya kebelakang dengan sangat kencang sampai dia mendongak.
"Aww sakit, lepasin gue" teriak Sisil kesakitan.
"Oh ya, tapi sayang gue nggak mau lepasin Lo. ini balesan karena Lo udah permaluin gue di depan banyak orang.... hahaha" bentak Siska kemudian tertawa kencang.
"Itu pantes buat Lo si*l, Lo udah ngerusak rumah tangga kakak gue" teriak Sisil menahan rasa sakit di kepalanya.
"Bisa kecabut semua rambut gue kalo kayak gini" batin Sisil yang malah mengkhawatirkan rambutnya, hmm bener-bener yah si Sisil😑.
namun sedetik kemudian, dia memekik histeris saat melihat kedatangan seorang pria yang terlihat tua membawa Keyla yang masih dalam keadaan pingsan pergi.
"Jangan bawa Keyla" teriak Sisil memberontak dari cengkraman Siska.
"Lo nggak bisa pergi gitu aja dari gue, sebelum gue buat perhitungan sama Lo" ucap Siska menyeringai, reflek Sisil menutup mata ketika Siska mengangkat tangannya.
PLAK
Suara tamparan yang begitu keras membuat telinga Sisil seakan berdengung. namun dirinya tidak merasakan sakit di pipinya dan cengraman di rambutnya pun sudah tidak terasa lagi. perlahan mata Sisil terbuka dan melihat seorang wanita berpakaian pelayan sedang mencekoki Siska dengan minuman di tangannya.
Uhuk uhuk uhuk
"Brengs*k...apa yang Lo lakuin pelayan Bangs*t" bentak Siska mendorong kasar wanita tersebut.
"Heh, gue ngelakuin yang harus gue lakuin" kata pelayan wanita tersebut tersenyum miring dan melirik jam di pergelangan tangannya saat ini.
"1, 2 , 3, 4...." wanita itu terus berhitung santai sambil duduk membuat Siska bingung begitu pula dengan Sisil. namun sejurus, Sisil teringat perkataan Keyla sebelum mereka masuk ke Club. bahwa nanti jika ada orang yang membantu, itu adalah anggota dari geng yang akan melindunginya.
"Keyla" gumam Sisil membelalakkan matanya saat teringat dengan sahabatnya yang di bawa kabur oleh pria tua.
****
Disebuah kamar yang masih satu tempat dengan club, pria paruh baya meletakkan seorang gadis cantik di atas tempat tidur dengan lembut. matanya menyapu setiap lekuk tubuh Keyla yang masih tertidur pulas. dia mulai melucuti bajunya dan hanya meninggalkan sehelai celana pendek. perlahan dia mulai merangkak ke atas tubuh Keyla dan ingin mencium bibir pink yang sudah melambai-lambai ke arahnya. namun...
Aaakkkkhhhhh
*
*
*
Bersambung....
Yok like, vote,fav, hadiah dan komen 🤗
Jangan lupa ya! awas kalo nggak😏 aku bakal ngambek sama kalian pokoknya😑
Canda kok, slow 😌🤣
Kalo ada nama yang kebalik komen ya, biar aku revisi lagi hehehe✌️😁