NovelToon NovelToon
PEKA

PEKA

Status: tamat
Genre:System / Isekai / Indigo / Horor / Tamat
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Hanna seorang gadis indigo, terpaksa memainkan peran permainan hantu semacam bloody mary, demi mencari keberadaan raga teman baiknya dan sang guru yang tertinggal di camping bersama tanpa jejak.

Hanna dengan Ryan harus berkerja sama membantu dan mencari tahu, kenapa mereka diincar oleh arwah penasaran yang menginginkan jiwa mereka, akan tetapi melibatkan nenek tersayang Hanna hilang.

Hanna terpaksa memainkan permainan terkutuk melibatkan jin dan hantu, karena dua hal. Membantu kekasih Ryan yang hilang, dan mencari keberadaan sang nenek tersayang di waktu yang bersamaan.




Hanna dan Ryan, kembali berpetualang dengan berbagai banyak arwah negatif, sehingga akhirnya mereka mengetahui yang terjadi sebenarnya.

Yuks ikutin kisah Hanna!


Gift + Vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARWAH TETANGGA

Hanna pagi seperti biasa, ia akan bekerja sampai pukul satu siang. Setelahnya ia kembali menemui rumah Ryan, bermaksud menanyakan keadaanya akhir akhir ini yang ponselnya tidak aktif.

Sampailah ia di depan rumah Ryan! sorot mata Hanna tergugah melihat sebelah rumah tak jauh, banyak kerumunan yang membuat mata Hanna mendelik. Sosok arwah tua itu berjalan bagai orang rapuh tatapan kosong, wajahnya hanya menampilkan pucat dan sedikit gosong tidak menyeramkan, seperti arwah lain yang terjadi kecelakaan.

Sosok itu melewatinya tanpa memperdulikan wajah Hanna yang melihat pria tua itu.

"Woy, liat apa Hanna?"

Kaget Hanna, "Lo kemana aja? ponsel lo ga aktif?"

"Duh bestie gue, keren dah! hape gue rusak, lagi di service. Sehabis nyerahin bukti arwah anak kecil itu. Polisi minta ketemu sama lo nanti, semua kasus selesai dan keren deh! gue liat banget arwah anak itu di kantor polisi ngelambain tangan kaya salam perpisahan gitu. Lucu kan?"

"Ah syukurlah! gue kira ada apaan. Panik gue berlebihan rupanya. Trus itu siapa yang meninggal, Ryan?" Hanna terus memandang semua gerumulan orang yang melakukan pemakaman di bawah rumah temanku, yang hanya berjarak beberapa meter dari tembok rumahnya.

"Tetanggaku tuh di depan sana. Bapak tua itu. Entahlah dia tiba tiba saja meninggal. Kenapa emangnya mau lihat hantu. Hhhhiiiiiii...." Ryan sambil menakutiku dengan memperlihatkan wajah jeleknya.

"Jelek banget kamu Ryan, malah lebih serem dari pada hantu." Ledek Hanna dan sedikit tersenyum.

Pandangan Hanna yang terus berarah ke pemakaman membuatku sangat bergetar. Mulailah kembali mata batin melakukan aksinya.

Yah, dia alias arwah itu tidak menyadari jika dirinya sudah pergi dari dunia. Sambil mengamati pemakamannya sendiri, dia hanya berdiri memandangnya. Hingga angin kencang itu datang.

Entahlah pandanganku seakan ada yang menghalanginya, hingga aku tidak bisa membuka kedua mataku ini.

"Hanna, ngapain sih kamu. Geleng geleng sendiri." Ryan mengejutkanku dengan membawa kue bikinannya, yang terbuat dari tape bondowoso super manis.

"Eh, Ryan makasih ya. Enak banget sih kue ini."

Sebelum aku makan secuil kue tape ke dalam mulutku, mereka semua sudah tidak ada di pemakaman.

"Eh tunggu! Kemana mereka semua, kok ga ada ya?"

"Hanna makan aja sih!"

"Kemana mereka semua itu, Ryan?"

"Ya pulang, uda dari tadi. Kamu itu kemana aja. Di sini kok malah ga tau."

"Pulang? Kok cepet amat sih, aku perasaan cuman memejamkan mataku ini hanya beberapa detik saja."

"Eh, mulai deh komunikasi lagi?" tanya Ryan duduk di depan terasnya.

Segera kuangkat tubuhku dan melihat sekeliling makam yang memang sudah sangat sepi. Tapi, dimana dia laki laki itu?

Hanna memejamkan mata, dan Ryan kali ini memberi ruang, ia yang peka pun sedikit tak bisa melihat jika arwah itu tak memperlihatkanya di depan mata Ryan.

"Eh, Hanna. Tahu ga, kalau kata Tono itu, seseorang habis dimakamkan, pasti tanahnya bergetar. Trus ada suara teriakan gitu kalau telinga kita tempelkan di tanah yang masih basah itu." Ryan mendekatiku dan bercerita dengan sangat serius sambil memberiku tatapan tajam.

"Apa? Kamu memang sudah pernah lihat, Ryan?" tanyaku heran dan kembali memandang makam yang masih segar itu.

Tono yang di ceritakan Ryan, dengan mengejutkan datang menghampiri makam itu.

Ryan memegang patok nama seseorang yang di makamkan dengan perlahan. Tono adalah tetangga Ryan yang rumahnya hanya berderet dengan tiga rumah dari rumahnya. Ia sedikit gagap, tapi akhir akhir ini ia tak pernah nimbrung bersama kami setelah camping berakhir.

Dari atas makam Hanna dan Ryan, memandangi tanah makam yang basah itu, dengan penuh serius. Hingga angin dingin datang di atas makam, menghampiri dengan daun daun yang ikut memutarinya.

"Hanna, lihat itu!"

Ryan, mulai menempelkan telinganya dikuburan baru.

Aku dan Hanna saling berpegangan melihat serius ke arah makam, yang akan melakukan hal yang tidak pernah aku lihat.

"Apa kau yakin dia akan baik baik saja, Hanna?"

"Aku sudah sering melihatnya melakukan itu. Tapi, nanti dia pasti akan terpental jauh. Lihat saja, beberapa detik lagi." jelas Hanna.

Dahi Ryan, mengernyit mendengar ucapan Hanna yang tentu saja, sangat membuatku merasa penasaran dingin membeku dengan aksi Hanna yang keren, melihat arwah sampai ke arah jauh.

Hanya dalam hitungan beberapa detik, apa yang diucapkan Hanna memang benar adanya.

Secara bersamaan dengan kehadiran angin kencang yang berputar, aku mendengar suara teriakan minta tolong yang memekakkan telingaku.

Suara nyaring, bahkan sangat mengerikan. Suara seperti orang terbakar, dan tersiksa tanpa ada yang menolongnya.

Hanna terpental, dan segera berlari ketakutan. Hati Ryan, seperti merasa sesak dan tidak bisa kugunakan untuk bernafas walaupun hanya sedetik.

"Hanna, lo ga apa apa kan?" Ryan, sangat panik melihat wajah Hanna yang sangat pucat dan terus memukul lenganku.

Tolong, ampuni aku! Allahuakbar. Ampuni aku, ampuni aku! Hidupkan aku kembali. Tolong, arghhhh.....!!

Itulah teriakan yang Hanna dengar dan menghilang begitu saja. Syukurlah, akhirnya Hanna bisa bernafas kembali. Pikiranku yang tidak jelas semakin membuat aku lemas.

"Dah lah, moga aja dia ga minta tolong. Bisa berabe urusannya! udah gitu di makaminnya ga jauh lagi dari sini."

"Iy namanya juga makam keluarga, tanah mereka sih." jelas Ryan.

Dan benar saja, Ryan dan Hanna di perlihatkan seorang arwah bapak tua yang baru saja meninggal itu, dengan seluruh tubuh gosong dan menatap sedih melihatnya.

'Tolong aku! kalian bisa lihat aku kan?' sosok arwah tua itu berbicara. Sementara Hanna dan Ryan saling menatap dalam dan menelan saliva. Menahan bau menyengat busuk dan gosong menyatu.

Tbc.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku mampir Kak😊😊semoga seru cerita'y..
mbak comel
sebenarnya hanna bahagia sih, end aslinya kenapa hanna menutup mata mungkin kebaikan hanna karena dia hamil setelah ryan benar benar pergi. asli sedih aku, tapi endingnya hanna menyusul jatuh kelautan mah wassalam atuh. nah jadi penasaran aziel anaknya hanna sama kaya dia indigo, nenek bungkuk siapa tor😣 merinding asli, tapi kepo moga ada season 2 ya
Miss GH: Tq akak😊
total 1 replies
mbak comel
duh begal pake topeng emang asli banyak daerah hutan yang sepi
cinta ariani
ending sad bener tor. aslinya ryan ada di dunia beda tengah hutan. cerita mistisnya kentel banget kaya asli kisah nyata.
Miss GH: iya, mau nambah bonchap liat nanti ya kak.
total 1 replies
cinta ariani
wah hanna kemana tor?
cinta ariani
mantan hianat eh jodohnya sama hanna yang dibenci 😆
mbak comel
sadis si black bunuh kekasih karena tak mau tanggung jawab. pelajaran bagi cewe berkarier jangan murahan😑
mbak comel
ending yang keren masuk akal serem sekali. terimakasih tor kau telah membuat cerita deg deg ser
Mery
duh serem kali .otifnya
alisa mayo
end
alisa mayo
hebat bisa horor aja aku suka alurnya loh tor.
boril
kena ketulah parah dosen pake guna guna. walah tambah dong tor
betie mboke
serius ini udah end kok aku maunya nambah ya
Maya
temen hanna udah metong aja.
Maria Ozawa
endingnya aku pengen nambah bonus dong tor
Bogor Kota
Happy bener ya .
Fadly
Kenapaalurnya keren tamat tor!aku baca lagi dari awal berasa puas dan kurang aja. Bonus bab dong
imam
Keren tiap endingnya ga ketebak dan serem asli. Dari mulai guna guna ketauan ini kaya dunia real dikampung.
Linda Motia
Kok end sih tor 🤭 lanjut dong! Part hanna lagi tor. Aku berkunjung ke new karya author. Pernikahan yang tertukar kan
Linda Motia
Pasti dosen gila nih berulah. Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!