Richard Gentala, pria yang tidak suka terikat dengan suatu hubungan dengan lawan jenis maupun terikat dengan sebuah peraturan. Hidupnya seperti musafir, berkelana kesana-kemari.
Hingga suatu hari pertemuannya yang tak sengaja dengan Ayla Kemala, membuat ia ingin berubah. Richard yang sudah kepincut dengan sosok Ayla pun mengejar Ayla. Tapi ternyata meluluhkan hati seorang Ayla yang sudah pernah di patahkan sekali oleh laki-laki tak semudah yang Richard kira.
Akan kah Richard bisa meluluhkan hati seorang Ayla, si Janda Smarthot itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serpihan Emas Yang Tertinggal
"Ay.. Tunggu!!" Panggil Rich.
"Jriit!!! Kok gue manggil Ay?!" Gerutu Rich dalam hati sambil memukul-mukul mulutnya. Karena takut panggilannya untuk Ayla, salah diartikan Ayla. Takut Ayla mengira Ay itu Ayang.
Sayangnya yang Rich takutkan ge-er sama sekali tidak ge-er karena memang dirinya di panggi Ay.
Ayla memutar tubuhnya lagi.
"Apa? Minta uang bensin?" Tuduh Ayla.
"Sialan loe!!!" Balas Rich tak suka.
"Gue numpang toilet dong. Mau buang ampas sisa pembakaran energi nih." Kata Rich lagi.
"Gak!! Cari pom bensin sana!!" Tolak Ayla.
"Sssh... udah KaTaRak nih Ay!! Cepirit nanti!!" Mohon Rich sambil menahan lubang knalpotnya.
Melihat wajah Rich yang memerah, Ayla pun jadi tidak tega.
"Ya udah ayo!!" Akhirnya Ayla mengizinkan Rich untuk memakai toiletnya.
Buru-buru Rich memarkirkan motor dinasnya, lalu turun dari motor dinasnya dan berlari mengejar Ayla yang sudah jalan lebih dulu.
Mereka pun masuk ke dalam lift.
"Tapi wc'nya bukan wc duduk, gak pa-pa?" Tanya Ayla.
"Mmmm.." jawab Rich singkat, ia tak sanggup mengeluarkan suara lebih banyak karena sekarang segala kekuatannya sedang ia kerahkan untuk menahan bongkahan emas yang sudah mendorong-dorong lubang knalpotnya.
Pyuuuut. Tiba-tiba saja lubang knalpot Rich mengeluarkan bunyi decitan yang kecil namun aroma busuk menguar kemana-mana. Apalagi sekarang mereka ada didalam kotak baja yang tidak berventilasi, pastinya aroma busuk itu hanya berputar-putar dalam kotak baja itu saja.
"Uweeek!!! Bau banget!!" Protes Ayla sambil menutup hidungnya dengan kedua telapak tangannya.
Sedangkan si pelaku pengeboman gas berbau hanya cengar-cengir tanpa dosa.
Ting. Untungnya pintu lift cepat terbuka.
Cepat-cepat Ayla keluar dari dalam lift sebelum asupan oksigen dalam paru-parunya habis dan berganti dengan gas beracun yang dikeluarkan lubang knalpot Rich.
Sesampainya diluar lift, Ayla pun menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengisi paru-parunya dengan asupan oksigen.
"Sssh... aduh... cepetan dong Ay, udah KaTaRak nih!!!" Ucap Rich. Sangking tidak tahannya, keringat dingin pun mengucur membasahi tangan dan wajah Rich.
"Haish!!!" Kesal Ayla yang belum puas mengisi oksigen dalam paru-parunya.
Meski kesal tapi Ayla juga tidak tega berlama-lama membiarkan Rich menahan dorongan batang emas yang sudah tidak sabar ingin keluar. Ayla pun berjalan menuju unit rumah-nya.
Ceklek. Pintu rumah terbuka.
Belum juga si empu-nya rumah masuk, Rich sudah menerobos masuk terlebih dulu sambil memegang lubang knalpotnya.
"Deket dapur toiletnya!!" Teriak Ayla.
BRAAAK. Suara pintu toilet tertutup dengan kasar, tanda kalau Rich berhasil menemukan toilet yang ada dirumahnya.
Ayla pun menutup pintu rumahnya dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk menaruh tas dan mengganti pakaian kerjanya.
BROOOK... BREEEK... BRUUUT.. Suara dari dalam toilet.
Karena ukuran rumah yang tidak besar dan tidak menggunakan peredam suara, otomatis musik pengiring ritual Rich di toilet terdengar jelas sampai di kamar Ayla.
"Jorok!!!" Umpat Ayla di dalam kamar.
Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan, Ayla tidak langsung keluar dari dalam kamar-nya karena musik pengiring ritual Rich di dalam kamar mandi masih terdengar.
Lima belas menit kemudian.
Mendengar suara air yang disiram ke kloset, Ayla yakin kalau Rich sudah selesai dengan ritual panen emasnya.
Ayla pun keluar dari dalam kamarnya.
Dan bertepatan dengan itu, Rich juga baru keluar dari dalam toilet sekaligus kamar mandi.
Mata Rich membulat melihat sosok Ayla yang sudah berganti pakaian. Dengan kaos oblong berwarna putih oversize dan celana pendek satu jengkal diatas lutut dan rambut yang Ayla gulung membentuk kue buntal hingga memperlihatkan leher jenjangnya, Ayla terlihat nampak seksi di mata Rich.
Pikiran-pikiran mesum pun merasuki otak Rich yang kurang se-ons itu.
"Hush!!! Mikir apa sih gue!!" Rich berusaha mengeluarkan pikiran mesum dari otaknya.
"Udah selesai? Banyak gak nyiramnya?" Tanya Ayla.
"Udah. Makasih yah." Ucap Rich.
"Udah sana pulang!!" Usir Ayla sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Minta minum dong, haus." Pinta Rich.
"Tuh, ambil sendiri!!" Jawab Ayla sambil memajukan dagu-nya ke arah meja makan kecil dimana sudah ada gelas dan air minum dalam teko tersedia disana.
Rich pun mengambil gelas dan menuangkan air minum ke dalam gelas lalu menenggak air yang sudah ia tuang kedalam gelas sampai tandas.
"Aaah..." Des•ah Rich lega setelah segelas air minum membasahi kerongkongannya.
"Udah sana pulang!!" Usir Ayla saat melihat Rich selesai menenggak air minumnya.
"Iya bawel!! Galak banget!!" Balas Rich.
Rich pun berjalan menuju pintu lalu keluar dari dalam unit rumah susun Ayla.
Setelah Rich keluar, Ayla pun berjalan menuju toilet yang tadi Rich pakai.
Ceklek.
"RIIIIIIICH!!!!" Teriak Ayla.
Bagaimana tidak berteriak kalau serpihan emas yang Rich keluarkan berceceran di dinding dekat toilet.
Bersambung...
nanggung
di awal udah terhibur, ntar nangis2 Bombay nggak ya 🤭
kok aku jadi ngebayangin gerakan lagu itu 🤣