NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35: Hotel Atas Nama Aldo Mahendra

"Berapa usianya? Dimana dia kuliah? Jurusan apa? Dan semester berapa?"

Pertanyaan Sean terdengar beruntun. Diliriknya Dex yang menelan ludah. Tatapan Sean membuat Dex gugup, seperti ada perintah yang akan membuat Dex kehilangan tuannya selama-lamanya.

"Dia baru saja tamat SMA. Usianya masih 18 tahun. Dia kuliah di Universitas Indonesia, karena kecerdasannya dia bisa mengambil jurusan Psikologi di sana. Sebagai Kakak sekalipun kami tidak sedarah, aku cukup bangga padanya."

"Apakah di rumah hanya ada kalian berdua, berarti selama kamu di rumah sakit dia tinggal sendiri dan tak ada yang mengawasi?" Sean bertanya. Pertanyaan kedua yang keluar dari bibirnya membuat Dex menelan ludah. Lirikan Sean ke wajahnya benar-benar memberikan firasat buruk untuk Dex.

Daniel hanya mengangguk. "Mungkin dia cukup kesepian, di rumah seorang diri. Sebelumnya dia sempat menjengukku, tapi kembali pulang karena tugas kuliah yang menumpuk. Aku sedikit khawatir padanya, dia tidak bisa memasak, aku yang selalu membuatkannya sarapan dan membuatkannya bekal makan siang. Mungkin, uang tabungannya terpaksa dia bongkar untuk makan di luar daripada dapur meledak karena ulahnya." Senyum Daniel mengembang. Terbayang oleh adik manjanya, memberikan rona bahagia di wajahnya yang bahkan sudah tak bisa dikenali dengan benar.

"Dex," Sean memanggil. Daniel terperanjat dan membeku, lelaki itu menelan ludah. Sean menatap Dex penuh arti, Dex hanya memelas dengan mata berkaca-kaca. Tidak ... jangan katakan, Tuan ... jangan. Aku tidak mau jauh darimu!

"Mulai hari ini kualihkan tugasmu." Sean memutuskan tanpa berpikir.

"Tuan—" Dex ingin membantah tapi disela begitu saja.

"Kemasi barang-barangmu dan tinggalkan rumahku. Aku tetap akan menggajimu perminggu, bahkan lima kali lipat—jika diungkit uang kamu pasti setuju. Pergilah ke rumah Daniel dan layanilah adiknya. Apapun permintaannya adalah perintah mutlak untukmu."

Dex ingin menolak, tapi tak sanggup karena Sean tanpa memikirkan perasaannya terus melanjutkan perintah 'terakhir'-nya sebagai tuannya Dexon Pramana. "Tugasmu mengantarnya pulang-pergi kampus, atau kemanapun dia ingin pergi. Mencuci, masak, belanja, bersih-bersih, semuanya tugasmu selama melayaninya. Akan kukirimkan uang agar kebutuhan kalian di sana terpenuhi. Tak keberatan 'kan?"

Sebenarnya Dex ingin menyuarakan keberatan. Tapi melihat tatapan menyala Sean yang sangat percaya padanya, Dex menelan ludah ragu. Tapi jika mendengarkan isi hatinya, sampai mati Dex tidak mau meninggalkan Sean.

"Tak usah repot-repot, Tuan Aplosso ... aku yakin adikku bisa mengurusi dirinya sendiri—"

"Diam," Sean menyela. Ditatapnya Daniel yang tak berani berkutik. Kali ini Sean memaksakan sebuah tanggung jawab.

"Sampai kapan Tuan Muda?" Dex bertanya tidak rela. Semoga ada batas waktu dan dia bisa kembali lagi pada tuannya. Jika benar begitu, Dex akan bersabar.

Sean terdiam sementara, seperti berpikir. "Sampai dia bilang tidak membutuhkanmu lagi."

"Bukan sampai Daniel sembuh?"

"Kalau Daniel sudah sembuh tapi dia masih membutuhkanmu, aku tidak mungkin seenaknya memintamu kembali lagi 'kan?"

Dex menurut saja. Tak ada gunanya membantah. Diam-diam Dex meringis, sakit rasanya jika dibuang seperti ini.

"Setelah saya pergi, siapa yang akan menggantikan posisi saya untuk melayani Anda, Tuan?"

Dex bertanya penasaran. Apakah setelah dibuang, dia juga akan tergantikan? Argh, membayangkannya membuat Dex cemburu berat.

"Martin," Sean menyebut nama begitu saja. Wajah Dex langsung masam. Si Martin sialan! Kenapa Sean memilih musuh bebuyutannya semenjak SMA yang juga menjadi pekerja di keluarga Aplosso?

"Tapi tenang saja, Dex. Posisi specialmu di sisiku tidak akan benar-benar tergantikan. Martin hanya menggantikan tugasmu saja, bukan posisimu. Setelah adiknya Daniel tidak membutuhkanmu lagi dan kamu kembali padaku, kuterima kedatanganmu dengan baik."

Wajah keruh Dex langsung berubah ceria. Jangan salahkan bibirnya, setelah ini Dex tidak bisa berhenti nyengir.

"Berkemaslah dari rumahku dan layanilah 'Nona Baru'-mu dengan baik, Dexon Pramana."

>><<

Tugas terakhir Dex adalah mengantar Sean untuk menginap di hotel. Sean malas pulang ke rumah, entah kenapa kebenciannya pada kolam renang yang bahkan sudah ditimbun dan bathub yang bahkan sudah dibuang masih membekas. Sean hanya akan menginap dalam semalam, besok dia akan kembali ke rumahnya. Karena meskipun begitu, Sean menyukai rumah yang sudah diusahakan oleh Dex.

"Anda akan bermalam di sini, Tuan?" Dex memberhentikan kendaraannya di depan bangunan yang berdiri 14 tingkat. Kelap-kelip lampu dari bangunan tersebut menghiasi langit Jakarta. Sean diam sebentar, lalu mengangguk. Ini adalah hotel bintang lima yang dikelola oleh Mahendra Group, bukan hanya ingin menginap Sean juga datang untuk melihat kualitas pelayanannya. Sean pernah mendengar Rehan akan menjual salah satu cabang hotelnya di Jakarta. Jika kualitas di sini terbaik, Sean berencana untuk mengambil-alihnya. Tapi jika sebaliknya malah tidak memuaskan, Sean akan membuang jauh niat itu.

Bukan hanya ingin mengembangkan bisnis hotel. Selain proyek kerjasama mereka sebelumnya, jika Sean membeli salahsatu aset keluarga Mahendra mungkin kepercayaan antara Sean dan keluarga Mahendra semakin terbangun. Mereka bisa bekerjasama lagi di lain waktu.

Sean terlihat senang, jiwa ambisiusnya membara. Banyak laba dan keuntungan jika dia berhasil menjadikan keluarga Mahendra sebagai partner setia dalam bisnis. Sean bisa saja mengalahkan pemimpin keluarga Aplosso pusat, karena melampaui kesuksesan keluarga Aplosso sendiri dengan kekuatan yang Sean miliki adalah impian Sean semenjak remaja. Apalagi keluarga Tang dari Tiongkok, yang diwakili oleh Tang Pou Ei sudah menjalin kerjasama dengan Sean dan keluarga Aplosso secara langsung. Bagi Sean, dia dan keluarga Aplosso itu berbeda. Sean, ya Sean. Sedangkan keluarga Aplosso, adalah keluarga besar keturunan Rusia yang terdiri dari ratusan anggota keluarga.

Sean sering menolak undangan acara dari keluarganya sendiri, karena Sean sibuk membangun prestasinya sendiri tanpa membawa-bawa nama Aplosso. Sedangkan keluarga Aplosso di Indonesia diwakili oleh Adli yang waktu itu tengah diiming-imingi oleh Tang Pou Ei dari keluarga Tang dari Tiongkok.

Sean turun, langkahnya mulai menjelajah. Di awal dia sudah mendapati hal yang memuaskan. Sean mendongakkan kepalanya, menatap ujung gedung 14 tingkat tersebut. Senyumnya mengembang. Dex di belakang mengikuti langkah Sean yang belum langsung check-in tapi ingin berkeliling sebentar. Katanya, hotel ini dibangun oleh Aldo Mahendra beberapa tahun yang lalu. Makanya hasilnya sememuaskan ini bahkan sebagus ini. Alasan Rehan ingin menjualnya, karena ingin lepas dari bayangan anaknya. Padahal jika hotel ini jatuh ke tangan orang lain, keluarga Mahendra sendiri yang akan merugi.

Lebih dari satu hotel di Jakarta bahkan luar Jakarta yang dibangun oleh anak sulung Rehan Mahendra. Makanya keluarga Mahendra tanpa berpikir panjang ingin menjual semua aset hotel yang dibangun atas nama Aldo, yang nanti uangnya akan dibangun untuk membuat rumah sakit, panti asuhan, dan penggalangan dana untuk korban bencana alam dan semacamnya.

"Sepertinya Tuan Adli menginap di sini, Tuan ...." Dex dengan ragu menyampaikan. Sean berhenti menjelajah. Ditatapnya Dex yang menyesal mengatakannya. "Saya melihat mobilnya tadi di parkiran."

"Dia pergi bersama siapa?" Sean bertanya-tanya. Yura 'kah? Rasanya tidak mungkin. Adli tidak akan menyentuh Yura karena Yura tengah hamil dan sepertinya Adli memang tidak berselera.

Alma?

Sean terlihat geram. Lelaki itu terkekeh. Tidak, tak usah mengkhayalkan hal yang membuatnya menderita. Anggap saja Adli berselingkuh dan membawa wanita lain ke hotel. Atau hanya sebatas wanita bayaran yang dia sewa atau ****** yang kebetulan dia temukan di bar.

Sean ingin melangkah ringan ke dalam gedung dan check-in. Tapi dia tidak tahan, disuruhnya Dex untuk mencaritahu dengan siapa Adli menginap.

>><<

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!