NovelToon NovelToon
HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:704.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nia masykur

Mohon bijak dalam memilih bacaan😊

Zantisya Kemala harus menikah dengan Bima Sanjaya atas perjanjian yang telah ia lakukan bersama Laras, Ibu Bima. Setelah acara pernikahan usai Bima melakukan perjanjian kontrak pernikahan.

Diwaktu yang lain Zantisya bertemu dengan Arjuno Andrewiyoko untuk kedua kalinya sebelum ia menikah dengan Bima.

Namun ternyata pertemuan keduanya itu membuat mereka sering kali bertemu dengan tidak sengaja dan membuat keduanya jatuh cinta.

"Jadi beberapa bulan ini aku menunggu dengan harapan kosong" ucap Arjuno. "Aku tulus dek" lirih Arjuno menyayat hati Zantisya.

"Mas"

"Kenapa nggak jujur sejak awal dek, agar aku tidak memikirkanmu sejauh khayalanku sejauh mimpiku dan semua harapan ku" ucap Arjuno. "Keluar, aku bukan tipikal orang yang merebut milik orang lain" ucap Arjuno.

Bagaimana rumah tangga Zantisya dan Bima kedepannya?

Cuuusss... langsung baca👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 SUAMI GANTENG

"Pagi mas" sapa Zantisya setelah melihat suaminya sudah rapih dan wangi saat memasuki dapur.

"Pagi sayang" balas Arjuno. "Bi Tami dimana?" tanya Arjuno celingukan.

"Barusan keluar mas" jawab Zantisya yang terus melanjutkan membuat bihun goreng campur udang.

Arjuno langsung memeluk istrinya dari belakang. "Mas, Aku bau dapur loh. Nanti mas kotor lagi" setenang mungkin Zantisya menerima perlakuan suaminya.

"Sebentar dek" Arjuno semakin mempererat pelukannya.

Karena masakannya sudah matang Zantisya langsung mematikan kompor. Dan saat itu juga dimanfaatkan Arjuno membalik tubuh istrinya agar menghadapnya. Hem… mulai cari kesempatan sepertinya.

Mulai sedikit memberanikan diri, Zantisya mengangkat wajahnya menatap suaminya. Sungguh merepotkan memang jika tingginya hanya sebatas dada sang suami.

Zantisya terkesima menatap suaminya yang rupawan dengan jarak sedekat ini membuatnya sampai tak berkedip.

Cup

"Mas" lamunan Zantisya kan jadi buyar gara-gara dikecup Arjuno.

"Ganteng kan?" puji diri sendiri dan jangan lupakan kedipan sebelah matanya yang suka menggoda.

"Mas kok narsis banget sih?"

"Mau cium cowok narsis super ganteng nggak?" Arjuno menawarkan diri sambil menyentuh pipinya mempersilahkan Zantisya mendaratkan ciuman disana.

Malu-malu tapi Zantisya mengangguk. Arjuno pun langsung membungkuk Agar wajahnya sejajar dengan sang istri.

Zantisya langsung mendekatkan wajahnya berniat mengecup pipi suaminya. Namun sayangnya bukannya mendarat pada pipi sang suami kini bibirnya dicecap sang suami membuat ia membelalakkan matanya karena terkejut.

Tangan Zantisya mencengkram erat kemeja suaminya tak lama ia memejamkan matanya menikmati sentuhan pagi ini.

Arjuno langsung membawa istrinya duduk di pangkuannya saat Arjuno sudah mendaratkan bokongnya pada kursi.

Memang mencari posisi yang pas dan mempermudah segalanya itu harus dilakukan Arjuno. Tangan Arjuno terus menekan tengkuk sang istri agar tautannya semakin dalam.

Tangan satunya terus membelai punggung Zantisya berharap memberikan kenyamanan.

Zantisya yang sudah terbawa arus langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Arjuno dan…

"Mbak…" bi Tami memanggil Zantisya saat ia memasuki pintu belakang. Membuat Zantisya spontan lompat dari pangkuan suaminya, sedangkan Arjuno langsung berdiri sampai menggulingkan kursi yang ia duduki tadi.

Gubrak...

"Astaghfirullah…" bi Tami mengelus dada saat suara kursi tiba-tiba tergeletak. Bi Tami menatap Zantisya yang nampak sedang mengatur nafas dan Arjuno yang langsung membuka pintu kulkas mengambil air dingin.

Bi Tami melangkah mendekati Zantisya yang masih nampak mengelus dada mengatur nafas karena kelamaan dicecap suaminya ples terkejut akan kedatangan bi tami.

"Mbak nggak apa-apa?"

Zantisya menatap bi Tami dan tersenyum. "Nggak apa-apa bi"

Kini bi Tami paham apa yang terjadi dengan keduanya setelah melihat bibir bawah Zantisya yang berbeda bentuk dan wajah yang memerah sebelum ia keluar rumah.

"Aduh kenapa aku jadi ganggu pengantin baru. Tau gitu aku tadi nerusin dengerin gossip ibu-ibu ngomongin and*n batin bi Tami nggak enak hati.

"Dek ikut ke kantor ya" ucap Arjuno setelah menghabiskan satu botol air dingin.

.

.

.

Sore ini mobil Arjuno sudah memasuki basemen sebuah mall. Setelah tadi seharian membuat istrinya menunggu. Begitu banyak laporan yang harus Arjuno periksa dan ditanda tangani.

Beruntung Zantisya tidak merasa bosan karena disana karyawan Arjuno sangat friendly sehingga Zantisya sangat mudah bergaul.

Arjuno langsung mengambil tas selempang Zantisya yang menggantung di bahunya, lalu merangkul istrinya berjalan bersama menuju lift.

"Mas biar aku yang bawa tasnya"

"Aku aja dek"

"Tapi itu tas perempuan mas, nggak malu di lihat orang"

"Kenapa harus malu, toh yang ku bawa tas istri ku" ucap Arjuno mengedipkan matanya menggoda Zantisya.

Zantisya tak membantah lagi, ia akan mengikuti apa saja yang di ucapkan Arjuno.

"Ngomong-ngomong mas ngajak aku kesini ngapain?"

"Kamu maunya apa?"

"Ditanya kok balik tanya sih mas"

"Mau nonton?" tawar Arjuno namun istrinya itu menggelengkan kepala. "Beli baju?"

"Mas, baju yang mas beli semua itu saja masih belum aku pakai semua loh mas" heran juga Zantisya jadinya. Bisa-bisanya Arjuno membeli banyak pakaian wanita beserta pakaian dalam lengkap jauh sebelum mereka dekat, dan sangat beruntungnya semuanya pas digunakan Zantisya.

"Ya apa salahnya kan beli lagi sesuai dengan kesukaan kamu sayang"

Zantisya tersenyum melihat sekitar. Bukan tempat mana yang akan ia tuju, namun netra Zantisya melihat setiap muda mudi yang mereka lewati selalu menatap suaminya.

Zantisya melhat suaminya, diperhatikan sebagaimana pun Arjuno memang sangatlah elok dipandang mata.

"Kenapa lihatin aku kaya gitu?" tanya Arjuno sambil menarik hidung Zantisya. "Udah yakin kan kalau suami kamu ini tuh ganteng" semakin percaya diri saja Arjuno memuji dirinya sendiri. Tapi itu berlaku hanya dengan Zantisya.

"Mas jangan tebar pesona ya" kesal Zantisya melihat senyum suaminya yang tak luntur dari wajahnya.

"Terus aku harus gimana sayang?" tanya Arjuno yang hanya di jawab dengan menaik turunkan kedua bahu Zantisya.

.

.

.

Bima yang tadinya ingin menemui Resti seketika mengikuti sosok yang sangat ingin ia temui. Wanita yang dalam waktu terakhir ini terus mengusik pikirannya. Zantisya Kemala.

"Dengan siapa dia?" gumam bima saat melihat Zantisya baru keluar dari tempat berbagai macam aksesoris bergandeng mesra dengan lelaki berkaca mata hitam.

Seketika senyum Bima luntur saat melihat Zantisya terlihat tertawa riang saat berbincang dengan lelaki yang terus merangkulnya mesra.

Perempuan yang dulu ia sia-siakan kini semakin terlihat cantik dengan pakaian yang pasti tak kalah mahalnya.

Langkah kaki Bima langsung terhenti kala sudah tak melihat sosok mantan istrinya setelah melewati kerumunan orang. Frustasi karena kehilangan sosok perempuan cantik itu, Bima akhirnya memilih menemui Resti kembali.

"Akhirnya bapak dateng juga" ucap Resti setelah Bima duduk di hadapannya.

"Muka kamu biasa aja dong Res" kesal juga Bima melihat muka jutek sekretarisnya ini.

"Ini hari libur lo pak, jadi jangan bikin saya nunggu lama-lama pak" cuma Resti yang berani begini.

"Saya ini bos kamu lo*

"Ini pak" Resti langsung memberikan map berwarna coklat. Malas juga Resti menanggapi bosnya yang galau in mantan istrinya dulu.

Tak perlu pikir dua kali, Bima langsung membuka map yang berisi seluruh informasi yang telah ia minta. Dengan sangat teliti Bima melihat beberapa lembar kertas dan foto-foto yang ada disana.

"Arjuno Andrewiyoko ini Suaminya?" tanya Bima meyakinkan.

"Iya pak, mereka baru saja menikah. Dan mereka juga sudah kenal eh maksudnya sudah dekat sejak bu tisya menikah dengan bapak"

"Jadi selama ini mereka bermain api dibelakang ku?" geram Bima meremas foto pernikahan Zantisya dan Arjuno.

"Cih, dasar lelaki nggak sadar diri. Kalau aku jadi bu Tisya juga aku bakal cari laki lain" ucap Resti hanya di dalam hati.

"Apa masih ada lagi?" tanya Bima sambil melempar ke depan Resti Foto Arjuno dan Zantisya di pinggir pantai.

"Apa aku harus mengatakan hal yang di ceritakan sari kemarin?" pikir Resti menimang informasi yang pasti akan membuat Bima kebakaran jenggot.

"Saya tambah bonus kamu kalau kamu menambah informasi yang belum kamu sampaikan pada saya Res"

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit ❤️ juga

1
erinatan
kena mental GK tuh si bimo
erinatan
bener2 aku setuju Ama komenku KK👍
erinatan
Arjuno suami idaman jd aku pilih babang juno
erinatan
rasakan apa yg kau taman itu yg akan kau petik bima
erinatan
dasar tisya istri PHP🤣🤣🤣
erinatan
😭😭😭mengsyedih aku bayangin tisya yg ketakutan pdhl kalo udah masuk enak loh eh...
erinatan
😭😭wlpun diawali dengan penderitaan tp percayalah tisya kebahagiaanmu telah menunggumu
erinatan
aku tegang banget bacanya sumpah kyk ikut ngerasain sakitnya tubuh tisya gitu..
🥺🥺
erinatan
kalian. berdualah yg murahan dasar suami sinting
erinatan
duda lebih menggoda🤣🤣🤣
erinatan
maaf Thor aku mlh bacanya dari Zen dulu trs Nissa nah sekarang tisya kebalik ya yg seharusnya didahuluin mlh dibelakang in😁😁
Othor Blinger: gpp. alur kisahny beda
cuma org2ny y cuma itu2 aja
total 1 replies
Susanto Dhanie
Luar biasa
Meyla A'ulia
Lumayan
Frandamia 💀
Luar biasa
Hafizah Zahrah
Biasa
Sundari Rauf Sopandie
Luar biasa
Anna Khairurr
Biasa
ErnaCila
restoran punya Arjuno itu mah,, gak apa2 skrg jadi tukang cuci piring ya sya nanti km bakalan jadi istri pemilik restoran
Lulu Hilya
aku ngakak baca komentar ini/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tina Maulani
bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!