NovelToon NovelToon
Istri Tuan Anas

Istri Tuan Anas

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa Modern / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 1.9
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.

Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Bu Anna segera menelpon Tuan Anas. Bu Anna yang merasa khawatir dirinya hanya bisa berjalan mondar-mandir di depan rumah miliknya.

"Bu ada apa meneleponku?" Tanya Tuan Anas langsung saat telepon itu sudah tersambungkan

"Anas.... Syuhada" Jawab Bu Anna dengan terbata-bata

"Kenapa dengan Syuhada, Bu?" Tanya Tuan Anas segera

"Syuhada tidak ada di rumah. Dia kabur" Jawab Bu Anna menjelaskannya

"Apa Ibu sudah mengecek ke seluruh rumah" Ucap Tuan Anas

"Anas kau tau sejak tadi pagi Syuhada mengurung dirinya di dalam kamar. Saat Ibu mengetahui tidak ada dia di kamarnya. Ibu merasa terkejut Anas" Jawab Bu Anna menjelaskannya

"Astaga Ibu. Kenapa Ibu tidak meneleponnya saja" Ucap Tuan Anas menyarankannya

"Menelepon Syuhada. Bukankan Syuhada saat ini tidak memiliki ponsel" Jawab Bu Anna

"Ya ampun. Kenapa aku bisa melupakannya dan kenapa aku tidak membelikan dia ponsel yang baru untuknya" Ucap Tuan Anas yang baru menyadarinya

"Anas tolong cari Syuhada sekarang juga. Ibu khawatir dengan keadaannya saat ini!" Perintah Bu Anna

"Baik Bu aku akan mencari Syuhada. Ibu tenanglah di rumah" Ucap Tuan Anas segera mematikan ponsel miliknya

Bu Anna masih berdiri di depan rumah miliknya dengan pandangan ke arah gerbang rumah miliknya. Berharap Syuhada segera pulang. Bu Anna yang tidak mengerti lagi harus berbuat apa dirinya segera memberikan pesan singkat kepada Agung sang anak buah untuk mencari keberadaan Syuhada saat ini. Agung yang mendapatkan tugas dari Bu Anna segera melaksanakannya.

Di tempat lainnya juga Tuan Anas dan Dirly beserta para anak buahnya pun sedang mencari keberadaan Syuhada saat ini.

Setelah sampai di rumah sakit Medika. Para Dokter langsung menangani Syuhada dan memeriksa keadaannya saat ini. Sedangkan Ritika dan Edwin menuggu di luar.

"Apa yang sudah kau lakukan kepada Syuhada?" Tanya Ritika berkacak pinggang di hadapan Edwin

"Apa maksudmu bertanya seperti itu?" Tanya balik Edwin segera berdiri dari tempat duduknya dan berkacak pinggang

"Kau yang memulainya dan kau yang menyuruhnya untuk melakukan ini dan itu kepadanya. Kau pikir kau siapa? Kau Big Bos di restoran Ranum" Jawab Ritika dengan marah dan menyalahkan Edwin

"Kenapa kau menyalahkan ku" Jawab Edwin dengan santai

"Kau emang laki-laki menyebalkan, Win" Ucap Ritika segera duduk di kursi yang berada di depan ruangan tersebut dengan meremas rambut miliknya dengan kedua tangan miliknya

"Kau kenapa?" Tanya Edwin dengan melihat keadaan Ritika saat ini

"Aku mencemaskan Syuhada saat ini! Kalau terjadi sesuatu kepada dirinya bersiaplah dirimu" Jawab Ritika dengan mengepalkan tangan miliknya

"Wow..." Ucap Edwin dengan tersenyum dan mengangkat kedua tangan miliknya. Saat Ritika mengepalkan tangan miliknya di hadapan wajahnya

"Ah... Sial" Teriak Ritika kesal

"Sudah jangan menyalakan diri sendiri. Toh bukannya tadi Syuhada mengatakan kalau dirinya sedang pusing" Celoteh Edwin segera duduk di samping Ritika

"Kau diamlah dan jangan banyak berbicara" Bentak Ritika segera berdiri dari tempat duduknya

"Iya-iya" Jawab Edwin dengan lirih

"Duh... Kenapa Dokter lama sekali keluar iya? Apa Syuhada belum siuman juga" Ucap Ritika yang berdiri di depan pintu ruang periksa

Bu Anna tak habis berpikir dirinya segera menelepon Lukman dan sayangnya nomor ponsel Lukman tidak aktif. Bu Anna langsung menelepon Ritika dan menanyakan soal Syuhada.

"Tring..." Suara bunyi ponsel milik Ritika

"Tring..." Suara bunyi ponsel milik Ritika untuk kedua kalinya yang tidak dihiraukannya

"Ritika angkat teleponnya! Berisik sekali!" Perintah Edwin dengan menepuk pundak Ritika

"Ada apa?" Tanya Ritika yang tidak mengerti

"Angkat teleponnya. Ada yang menelepon mu sedari tadi" Jawab Edwin menjelaskannya

"Oh ya" Ucap Ritika segera mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celana miliknya

Ritika menatap layar ponsel miliknya dan segera melihatnya saat panggil tersebut dari Bu Anna. Dirinya segera menghubunginya kembali.

"Siapa?" Tanya Edwin dengan lirih

"Bu Anna" Jawab Ritika menjauh dari Edwin

"Ya Bu. Ada apa meneleponku?" Tanya Ritika dengan segera saat telepon tersebut tersambungkan

"Apa Syuhada ada di restoran Ranum?" Tanya Bu Anna langsung

"Syuhada" Jawab Ritika dengan menautkan kedua alisnya

"Iya Syuhada" Ucap Bu Anna

"Iya Bu Syuhada ada di restoran Ranum. Tapi..." Jawab Ritika dengan terbata-bata dan terpotong

"Kenapa?" Tanya Bu Anna

"Syuhada tadi pingsan dan tidak sadarkan diri. Jadi aku dan Edwin membawa Syuhada pergi ke rumah sakit" Jawab Ritika menjelaskannya

"Pingsan. Kenapa bisa?" Tanya Bu Anna terkejut

"Panjang ceritanya, Bu" Jawab Ritika

"Ya sudah kalian sekarang berada di rumah sakit mana. Aku akan menyusul kalian ke sana?" Tanya Bu Anna dengan lantang

"Rumah sakit Medika, Bu" Jawab Ritika

"Ok tunggu aku akan segera ke sana" Ucap Bu Anna segera mengakhiri teleponnya

Setelah mendapatkan informasi dari Ritika dengan segera Bu Anna menelepon Tuan Anas dan mengabarinya kalau Syuhada berada di rumah sakit Medika. Dengan segera mobil yang di tumpangi Tuan Anas berputar berbalik menuju ke arah rumah sakit Medika. Begitu dengan Bu Anna dirinya segera menuju ke rumah sakit Medika.

Dokter yang memeriksa Syuhada sudah keluar. Dengan segera Ritika berlari menuju ke arah Dokter tersebut yang sudah berdiri di samping Edwin.

"Apa kalian keluarga dari pasien yang bernama Syuhada?" Tanya Dokter tersebut

"Iya Dok" Jawab Ritika dengan segera

"Aku keluarga dari pasien yang bernama Syuhada" Ucap Seseorang dari arah belakang tubuh mereka

"Kau. Kenapa kau berada di sini?" Tanya Edwin dengan menunjuk ke arah wajah Tuan Anas

"Kau diamlah berisik" Jawab Tuan Anas dengan sinis

"Apa Bapak suaminya?" Tanya Dokter tersebut

"Iya benar aku suaminya" Jawab Tuan Anas dengan melepas kacamata hitam yang ia kenakan

"Buahahah. Aku rasa orang ini sudah gila" Umpat Edwin dengan tertawa terbahak-bahak

"Usir orang ini dari hadapan ku sekarang juga!" Perintah Tuan Anas kepada Dirly sang asisten

"Siap Tuan" Ucap Dirly segera membawa Edwin pergi dari hadapan Tuan Anas

"E... Kau tidak bisa melakukan ini kepada ku, Tuan sombong" Teriak Edwin sekencang mungkin

"Diamlah" Bentak Dirly kepada Edwin

"Kau juga diam jelek! Kau pikir kau siapa bisa memperlakukan ku seperti ini" Ucap Edwin dengan kesal

"Maaf Dok. Apa istriku baik-baik saja?" Tanya Tuan Anas begitu khawatir dengan keadaan Syuhada saat ini

"Istri. Apa aku tidak salah mendengarkannya? Sejak kapan mereka menikah" Ucap batin Ritika yang tidak mengerti

"Selamat Pak. Anda akan menjadi seorang Ayah" Jawab Dokter tersebut dengan tersenyum

"Apa maksudmu?" Tanya Tuan Anas yang tidak mengerti

"Iya istri anda saat ini sedang mengandung dan usia kandungannya memasuki minggu pertama. Aku harap Bapak harus menjaga ekstrak keadaan istri Bapak saat ini" Jawab Dokter tersebut menjelaskannya

"Mengandung. Bagaimana mana mungkin ini bisa terjadi?" Tanya Tuan Anas tidak percaya

"Astaga Anas. Apa yang kau ucapkan itu benar kalau Syuhada saat ini mengandung?" Tanya Bu Anna yang baru saja tiba di tempat tersebut dan menghampiri mereka

"Benar Bu" Jawab Dokter tersebut dengan tersenyum melihat wajah Bu Anna

"Bu bagaimana mana mungkin Syuhada bisa hamil?" Tanya Tuan Anas kepada Bu Anna

"Kenapa kau jadi bodoh seperti ini, Anas" Jawab Bu Anna dengan geram

"Iya bisalah Pak istri anda hamil. Bapak kan setiap malam tidur bersamanya iya pasti Bapak akan melakukan hubungan suami istri bukan" Ucap Dokter tersebut dengan sedikit tertawa

"Anas... Kau akan menjadi seorang Ayah, Nak" Ucap Bu Anna dengan memeluk Tuan Anas

"Ibu... Lepaskan!" Perintah Tuan Anas yang tidak ingin di peluk oleh Bu Anna

"Astaga kau ini" Ucap Bu Anna dengan mencubit lengan Tuan Anas

"Aw..." Pekiknya kesakitan

"Dok. Apa kami boleh masuk ke dalam?" Tanya Bu Anna dengan tersenyum

"Silakan. Aku harap kalian tidak menganggu pasien" Jawab Dokter tersebut

"Terimakasih" Ucap Bu Anna segera menarik lengan Tuan Anas untuk masuk ke dalam. Sedangkan Ritika masih terpaku dengan ucapan mereka dan dirinya lebih memilih untuk kembali ke restoran Ranum

"Syuhada. Sayang kau jangan bergerak, Nak!" Teriak Bu Anna segera berlari menuju ke arah Syuhada dan membantunya untuk kembali membaringkan tubuhnya

"Ada apa, Bu?" Tanya Syuhada yang tidak mengerti

"Kau tau tidak apa yang di ucapkan oleh Dokter?" Tanya Bu Anna dengan tersenyum

"Mana mungkin dia tau, Bu. Dia kan berada di sini" Jawab Tuan Anas yang berdiri di samping mereka

"Diam aku tidak bertanya kepada mu, Anas" Bentak Bu Anna

"Astaga Ibu..." Jawab Tuan Anas segera duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut

"Kau hamil sayang. Kau mengandung anak Anas" Ucap Bu Anna memberi tahu kepada Syuhada

Deg

"Hamil" Ucap batin Syuhada dengan melihat wajah Tuan Anas yang tengah duduk santai di sofa tersebut yang tidak jauh darinya

"Sayang. Apa kau mendengarkan ucapan ku?" Tanya Bu Anna dengan melambaikan tangan miliknya di hadapan wajah Syuhada

"Iya Bu. Aku mendengarnya" Jawab Syuhada lirih dan pandangannya masih melihat Tuan Anas. Sedangkan Tuan Anas yang sedari tadi di lihat oleh Syuhada. Dirinya segera memalingkan wajahnya dari Syuhada

Bersambung... ✍️

1
Santi Rizal
kocak
Santi Rizal
tetangga bergibah
Santi Rizal
harusnya kamu kabur yang jauh Syu... menghilang lah.. biar gak ketangkap
Santi Rizal
si Anas kurang ajar
Santi Rizal
untung camer nya baik
Santi Rizal
tuan Anas maniak sexs
Santi Rizal
makanya nikahin...biar syuhada gak kabur
Santi Rizal
nikahin syuhada tuan
Santi Rizal
bapak kurang ajar
Mami Pihri An Nur
Syuhadanya juga cwk murahn sdh Satu kli diperkosa malah ketagihn,, di pake LG tnp memberontak
Indri Ani40
hadir , DN slm kenal
Nania Nia
Luar biasa
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Hahaha susu kuda galak
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Devano anak nya IIS DAHLIA 😂😂
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Nasib baik syu tidak ketangkap
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Kadang gw heran sama si syudaha ini, i kira dia pemeran ciwi yg paling OON dah,katanya pen bebas tp larinya kesitu² juga, yaaaa ke tahuan lah....pegii jauhh sana.


ihh gudeg jadinua
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Ceilehh bu Anna keyennn euyyy....
Zakiyah Saiful
best sgt jln ceritanya walaupn kdg ada typo..trskn brkarya..semoga brjaya
Sri Wahyuni
knp ga d tabunhin duit nya dsar oon
🐘🇲​🇦​🇾​
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!