NovelToon NovelToon
Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Anak Genius
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Made Tresna

Arka pemuda pedalaman yang ternyata adalah pewaris tunggal pengusaha terkaya di Asia

Saat dia masih balita berusia 3 tahun Ayah dan Ibu kandungnya membawa Arka mengarungi lautan menggunakan Yatch pribadi

ditengah laut tiba-tiba cuaca memburuk dan terjadi badai yang besar
semalam penuh Yatch pribadinya diterjang badai sehingga badan Yatch sudah tidak bisa bertahan lagi , sinyal komunikasi juga menghilang ditengah badai sehingga tidak bisa memanggil bantuan

tempat tidur bayi Arka yang terbuat dari kayu diikatkan jerigen minyak oleh ayahnya karena firasatnya sudah tidak bagus dan ketika Badan Yatch mulai pecah dan tenggelam Ayah dan Ibunya berenang sembari memegangi jerigen lebih dari 20 jam tapi tragis tubuh kedua orang tuanya sudah tidak bisa bertahan dari dingin dan mereka akhirnya terhempas ke lautan dan tenggelam

dan setelah dewasa Arka menemukan jati dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Tresna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbangnya pimpinan Dark Shadow

"Lepaskan Leon'

Tiba-tiba dari dalam terdengar teriakan seseorang,yang muncul adalah Roger dan Drako.

Roger mengedarkan pandangannya dan merasa sangat geram ketika melihat orang yang datang adalah Arka, dia mengingat betul wajah target yang ditugaskan untuk dihabisi, terlebih lagi dia juga melihat jika tangan Leon sedang terikat.

Melihat beberapa orang keluar dari dalam dan salah satunya berteriak meminta melepaskan Leon, Arka mengernyitkan dahinya lalu melangkah maju untuk menghampiri.

"Apa anda Roger bos dari orang ini?" tanya Arka sembari menunjuk ke arah Leon.

"Haa haaa,. cukup bernyali juga kau ini, berani datang ke markas Dark Shadow!, benar-benar sudah bosan hidup kau rupanya!, Aku Roger pimpinan disini, jadi lepaskan Leon sekarang!"

Ucap Roger dengan nada sombongnya. Namun, di dalam benaknya dia merasakan sesuatu yang menakutkan pada diri Arka, bagaimana tidak, ketiga assasinnya berhasil dipermak begitu saja, padahal mereka bertiga adalah anggotanya yang terhebat dan juga yang dibawa kesini hanya Leon,"dimana Cobra dan Tiger" pikirnya dalam hati namun enggan menanyakannya.

"Aku tidak mengenalmu dan aku rasa juga tidak pernah menyinggungmu ataupun ada dendam di antara kita!, kenapa anda mengirimkan mereka untuk menyerangku?"

Arka kembali bertanya dan melangkah lebih dekat ke arah Roger tanpa rasa ragu, tindakan Arka membuat Roger dan Drako terkesyap dengan keberanian pemuda yang menghampiri mereka ini.

"Bagi Roger tidak perlu ada dendam untuk membunuh seseorang" Drako berkata sembari melangkah maju menghadang Arka.

Melihat Drako melangkah maju, semua anggota Dark Shadow secara serentak membentuk formasi mengelilingi dan bersiap untuk menyerang, begitu juga dengan Dion dan beberapa anggotanya mau tidak mau harus bersiap untuk baku hantam walaupun mereka secara jumlah sudah jelas kalah telak.

Dalam situasi ini Arka tidak mau bertindak gegabah,dia tidak ingin ada banyak korban.

"Aku datang kesini tidak untuk berkelahi, aku hanya ingin tahu alasan kenapa anak nuahmu menyerangku" Arka kembali menanyakan hal yang sama kepada Roger.

Drako merasa geram dengan pertanyaan yang sama dilontarkan Arka, dia hendak menyerang namun dihentikan oleh Roger.

"Sabar Drako, ada waktunya nanti"

"Aku menerima bayaran yang lumayan besar untuk membunuhmu, Dark Shadow yang aku pimpin adalah organisasi pembunuh bayaran, jadi siapa yang membayar perintahnya akan dilakukan"

"Siapa yang membayarmu?" tanya Arka kemudian.

"Aturan di organisasi ini identitas pihak penyewa dirahasiakan" jawab Roger ketus, lalu dia mengangkat tangannya pertanda perintah untuk menyerang.

Melihat pimpinannya memberikan komando, semua anggota Dark Shadow dengan garang mulai menyerang Dion dan anggotanya, begitu juga Drako dengan cepat melesatkan pukulan untuk menyerang Arka.

"Arka mundur!!!" teriak Dion yang sedang kewalahan menerima serangan.

Arka tidak menghiraukan permintaan Dion karena saat ini dia sendiri tengah sibuk mengimbangi serangan dari Drako, ternyata Drako ini benar-benar seorang ahli karena baru kali ini Arka merasa sedikit kewalahan.

Sedangkan didalam mobil Dambung ekot terlihat gelisah, sebelumnya Arka meminta supaya dirinya tidak ikut turun dan jangan menggunakan mandaunya, karena Arka tidak mau ada masalah dengan ayah angkatnya itu ketika polisi nantinya datang. namun ketika dia ingat akan apa yang sudah dibekalinya untuk Arka, dia berangsur tidak gelisah lagi, karena dia yakin Arka tidak akan tumbang begitu saja.

Dambung ekot melihat ke arah Dion dan anggotanya yang terlihat kewalahan, bagaimana tidak, jumlah anggota Dark Shadow yang berjumlah hampir seratus orang harus dihadapi oleh belasan orang dipihak Dion.

Roger yang merasa di atas angin, dia berencana untuk menuntaskan sesegera mungkin, dia mengambil sebilah pedang panjang dari balik pintu, dengan cepat dia membantu Drako dan lalu mengayunkan pedangnya dari belakang.

Duuggg,....

Bukan darah yang keluar ketika punggung Arka ditebasnya secara diam-diam, melainkan suara duuggg,.. seperti roda truk yang sedang dipukul dengan sebuah tongkat kayu.

Arka menoleh kebelakang dan melihat Roger dengan sebilah pedang panjang ditangannya, sedangkan Roger mundur beberapa langkah dan terlihat jelas raut wajahnya yang seketika menjadi pucat.

"Sial anak ini kebal senjata, pantas saja ketiga petarung terbaikku berhasil dikalahkan" gumamnya dalam hati.

Namun Roger tidak mau terkesima terlalu lama, dengan beringas dia kembali melangkah dan mengayunkan pedangnya ke arah Arka, beberapa tebasan dilepaskannya, namun Arka berhasil menghindarinya.

Kini pertarungan menjadi tidak seimbang dari segi jumlah dan juga Roger menggunakan senjata, akan tetapi hal itu tidak sedikitpun membuat Arka terdesak, dia terus berusaha menghindar dan sesekali melayangkan tinju dan tendangan.

Bruukkk,...  Arrgghh,... Drako terpelanting beberapa meter karena pukulan Arka telak mengenai tulang rusuknya.

"Aiihh anak ini, beladirinya benar-benar aneh, semua guru aliran beladiri pernah aku kalahkan tapi kini aku kalah dengan pemuda ingusan ini" Gumam Drako sembari merintih kesakitan.

"Ini tidak benar, aku harus membunuhnya" ucapnya lagi lalu dia memasang kuda-kuda dan melakukan gerakan aneh, Roger yang melihat itu juga melakukan hal yang sama.

Arka mundur beberapa langkah, dia tahu jika apa yang mereka berdua lakukan itu adalah pemusatan energi tenaga dalam, jika sampai dia terkena satu pukulan saja maka nyawanya tidak akan terselamatkan,meskipun dirinya kebal akan senjata tajam namun dengan pukulan tenaga dalam maka yang terluka bukanlah tubuh bagian luarnya, tapi organ dalamnya.

Roger dan Drako kembali memulai serangan mereka, kini serangan keduanya dirasakan begitu kuat sehingga Arka harus terus menghindari semua serangan mereka.

Dari dalam mobil Dambung ekot melihat situasinya, dia tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi jika dirinya tidak segera turun tangan, dengan cepat dia beranjak keluar dari dalam mobil dan dengan gerakan gesit menyerang ke arah Roger.

Banngg,..

Seperti suara motor yang menabrak tembok ketika satu pukulan Dambung ekot menghantam perut Roger, seketika Roger terpelanting dan terlihat wajahnya pucat pasi hingga akhirnya dia jatuh dan pingsan.

Drako yang melihat itu dengan cepat mundur dari pertarungan, dia tahu persis apa yang dihadapinya ini, dia begitu mengenal kekuatan Roger dan yang bisa menjatuhkannya hanya dengan satu pukulan pastilah seorang master beladiri tingkat tinggi.

Drako tidak menuntaskan ketakutannya, dia dengan gerakan secepat kilat berlari terbirit-birit menjauh dan hanya sekejap mata dia sudah hilang dari pandangan.

"Ayah"

"Kamu tidak apa-apa kan"

"Aku baik-baik saja, untung ayah membantu kalau tidak bisa habis aku" ucap Arka sembari menyeka keringatnya.

Disisi lain, anggota Dark Shadow yang tadinya unggul dalam pertarungan, seketika mundur perlahan saat melihat pemimpin mereka tumbang.

Dan dari arah jalan masuk, beberapa mobil berdatangan, rupanya yang datang adalah sekretaris Diki dan polisi, dengan cepat para polisi membekuk satu-persatu anggota Dark Shadow yang ingin melarikan diri.

Skretaris Diki berlari ke arah Arka dengan panik.

"Maaf saya terlambat tuan muda" ucapnya tergagap.

"Jangan merasa bersalah paman, lagipula kami baik-baik saja" ucap Arka tersenyum.

Arka melirik ke arah Dion yang sedang berjalan mendekat, dia mengerutkan keningnya ketika melihat wajah sahabatnya itu penuh luka lebam seperti habis tersengat puluhan ekor lebah dan dia tidak bisa menahan tawanya hingga membuat Dion sedikit kesal.

"Sialan malah diketawain, aku hampir mati dan harus segera dirawat inap nih" gerutu Dion, namun ucapannya malah membuat Dambung Ekot dan sekretaris Diki jadi ikut tertawa terpingkal-pingkal.

"Iya ya,. nanti aku panggilkan suster Dewi supaya merawatmu dan menginaplah sepuasnya disana" ucap Arka sedikit menggoda Dion.

Disisi lain para polisi sudah membekuk semua anggota Dark Shadow dan juga membawa Roger, Arka pun meminta kepada pimpinan polisi supaya menghusut tuntas siapa dalang dibalik semua ini.

"Bawa juga dia pak" ucap Dion sembari menunjuk ke arah Leon yang masih terikat tangan.

Setelah semua dirasa beres dan aman, para polisi segera pergi dan Arka beserta rombongan juga pergi, mereka langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Putra dan Aldo, juga sekalian mencari perawatan untuk Dion dan anggota Bisma yang lainnya.

1
彡🅩🅔🅡🅞彡
jangan lama lama Thor cutinya
buruan up
Nanang Aja
akhirnya terungkap juga
Muhammad Ardi
lanjut thoorr
Muhammad Ardi
ceritanya bagus dan menarik
Lanjut thoorr
RAHMAN ALRAZAQ
ketiduran menanti lanjutannya
Ejan Din
kalau aku Natasha itu ku displin kn.. sungguh sifat yang ngak baik sekali
Nurali Satya Kusuma
cerita nya bagus dan cukup menghibur
Steven L Merentek
sampai terharu membacanya.
ALHADI SBS
kenapa lanjutan bab selalu ada pengulangan cerita dibab sebelumnya thor, apa kekurangan bahan untk memperanjang kalimat2 kata disetiap bab
Rinjani Putri
keren kk lanjut dd baca sebagian dulu sambil juga belajar jadi author ijin promo karya ku ya kk maaf masih banyak yg kurang masih belajar juga
Kim Jinny: halo kak kita saling mendukung yuk
total 1 replies
Bento Bento
ceritanya bagus
Mustaming nompo Mustaming
mantap lanjutkan
Mustaming nompo Mustaming
lanjutkan
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss authooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp banget
Bento Bento: itu mah bkn kejam tp hukuman yg esuai dengan kesalahannya,klo dibiarkan terus dimaafkan terus maka akan diulangi terus karena merasa aman
total 1 replies
Harman LokeST
Arka sudah waktunya untuk lebih tegas
Harman LokeST
haaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn
Harman LokeST
baaaaaaaaannnntttttttaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii ssssseeeeeeeeeeeemmmmuuuuuuaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn
Harman LokeST
buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn
Harman LokeST
up up up up up up up up ⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!