Nadine Hanifah atmaja gadis cantik,populer dan pintar dan terlahir dari keluarga kaya raya ,tapi takdir tak seindah yang di impikan Nadine semuanya hancur ketika seorang pria mengambil paksa kesuciannya hingga membuatnya hamil,
kesedihan Nadine bertambah ketika ray Aditama kekasih bersedia menerima keadaan Nadine dan rela bertanggung jawab
tapi semua itu kandas ketika dengan terpaksa Nadine harus menikah dengan Al yang tidak lain om dari ray
akankah pernikahan Nadine dan Al yang awalnya hanya sebuah keterpaksaan akan berakhir dengan kebahagiaan
apakah akan tumbuh rasa cinta diantara mereka?
atau Nadine akan kembali kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mis r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku suaminya
Zaky segera membaringkan tubuh Nadine di atas ranjang,dia pun segera meraih ponsel di kantong celananya segera menelepon dokter keluarga,mamah Rini segera mendekati Nadine yang masih terisak" sayang bangun" ucap mamah Rini sambil mengelus puncak kepala nadine
sedangkan Al yang baru sampai seketika segela melangkah mendekati sang istri yang blum sadar seketika langkahnya terhenti ketika Zaky menghentikan Al" jangan deketin Adik gue" dengan nada tinggi
seketika Al menghempaskan tangan Zaky seraya menatap tajam" Lo gak berhak ngelarang gue"jawab Al yang tak mau kalah
Ray baru tiba segera berlari menuju ke lantai atas setelah sampai didepan kamar Nadine dia segera menghampiri nadine,langsung memegang tangan Nadine" sayang bangun ini aku" ucap Ray lirih
semua orang pun yang berada disana dibuat kaget dengan sikap Ray tidak kecuali Al yang mulai tersulut emosi dia pun segera melangkah tidak mempedulikan Zaky segera mengehempaskan tangan Ray dengan kasar
Ray pun segera beranjak menatap tajam Al" apa hak Lo?Nadine begini karna Lo" ucap Ray sambil menunjuk wajah Al
" apa Lo lupa gue suami Nadine" jawab Al seketika membuat Ray terdiam
Rio pun yang melihat perdebatan itu langsung menghampiri keduanya"kalian keluar dari sini" usir papah Rio
Zaky pun yang sudah emosi segera menarik tubuh Al dengan sangat kasar,Al pun yang tak mau memperkeruh keadaan hanya mengikuti disusul oleh Rana,mereka pun semua segera keluar tinggal mamah Rini,Rio dan juga Ray yang masih setia
tak begitu lama dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Nadine,sedangkan mamah Rani masih menangis dipelukan suaminya sedangkan Ray masih setia berdiri disamping Nadine
" bagaimana keadaannya dok" tanya Ray dengan nada panik
"keadaanya lemah,dia terlalu tertekan dan kandungannya sedikit lemah" ucap dokter kepada ketiganya
" terus apa yang harus kita lakukan? tanya Rio
" usahakan jangan membuatnya stres dan untuk sementara hindari dari hal- hal yang membuatnya tertekan" sahut dokter seraya diangguki oleh ketiganya
" saya ingin bicara dengan suami Nadine " ucap dokter pada Rio
" seb- seketika ucapan mamah Rini terpotong saat Rio menunjuk ke arah Ray,mamah Rini yang menatap wajah suaminya hanya bisa terdiam,
" bisa kita bicara berdua" tanya dokter
Ray pun menggaguk akhirnya mamah Rini dan papah Rio pun keluar kamar segera dihampiri Al"om bagaimana keadaan Nadine" tanya Al dengan wajah panik
Rio pun yang sudah menahan amarahnya seketika menarik kerah kemeja Al" semua gara- gara kamu,andai saja kamu tidak melakukan hal menjijikan itu semua ini tidak akan terjadi pada anakku" ucap Rio dengan nada penuh penekan
"pah udah cukup" teriak mamah Rini yang sudah tidak tahan dengan sikap suami dan anaknya pada menantunya
Rio pun segera melepaskan tangannya dan berbalik melihat wajah istrinya" mamah gak usah ikut campur "ucap Rio kepada istinya
" papah ingat Al menantu kita sekarang " sahut mamah Rini
" tapi aku tidak akan pernah mengakui dia menantuku, karna bagiku dia orang luar" jawab papah Rio dengan emosi
mamah Rini yang mendengarnya seketika menggelengkan kepalanya"papah ingat terus lah dengan sikap keras kepala papah, tapi ingat suatu saat papah akan menyesali ucapan papah hari ini" sahut mamah Rini seraya meninggalkan mereka
Rijal dan Riana yang merasa tidak enak akhirnya segera berpamitan,disusul oleh Riko dan serin sekarang tinggal keempat pria yang berbeda usia itu yang masih setia menunggu dokter yang sedang berbicara dengan ray
sedangkan didalam kamar Ray mulai bertanya"sebenarnya apa yang terjadi dok dengan Nadine? tanya Ray
" begini karna istri kmu sedang hamil muda usahakan jangan sampai stres ditambah tolong jauhkan dari hal yang membuat dia tertekan" ucap dokter panjang lebar
" baik dok saya mengerti" jawab Ray
akhirnya dokter pun berpamitan dan meninggalkan kamar saat sampai di depan kamar Al langsung menghampiri dokter" dok bagaimana keadaan istri saya" tanya Al sambil memegang bahu dokter itu
sedangkan dokter merasa bingung kenapa ada dua orang yang mengaku suami dari Nadine dia pun masih mematung menatap pria dihadapannya sedangkan Zaky yang melihat itu segera menghampiri dan melepaskan tangan Al
" terimaksih dok biar saya antar kedepan" ucap Zaky
dokter itu pun seketika tersadar dan langsung berpamitan Zaky pun mengantarkannya,Al yang tidak sabar segera membuka pintu seketika rahangnya mengeras tangannya mengepal mendengar ucapan Ray
" sayang bangun,aku janji aku gak akan ninggalin kamu..kamu ingat kan" ucap Ray lilir dan tak terasa air matanya menetes
Nadine pun yang telah sadar seketika melihat Ray dihadapnya" Ray" panggil nadine,Ray yang mendengarnya langsung menatap wajah Nadine" kamu udah sadar yank?" tanya Ray langsung diangguki oleh Nadine
" ya udah kamu minum dulu" seraya bangkit dan membantu Nadine untuk bangun dengan pelan Ray menyandarkan tubuh Nadine di ujung ranjang dan segera meraih gelas di atas meja,Al yang sudah tidak bisa menahan amarahnya segera menghampiri mereka dengan cepat menahan tangan Ray
" kamu harus tau batasanmu Ray" ucap Al dengan tatapan tajam
Ray pun langsung melepaskan tangan Al dan menaruh gelas kembali diatas meja,dia pun segera beranjak dan menatap tajam pria dihadapannya itu" gue tau batasaan gue,tapi Lo bukannya Lo yang lupa batasan Lo? cibir Ray
Al pun yang tak terima segera menarik kerah kemeja Ray"jangan bikin gue lupa hubungan di antara kita" sahut Al
" hahahah bukannya kita sudah tidak hubungan,Lo lupa hubungan Lo sama gue saat Lo melakukan hal menjijikan itu? ucap Ray dengan nada ejekan
masih suka typo
semangat