NovelToon NovelToon
Gairah Sang Duda Mandul

Gairah Sang Duda Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bagi Alice Gracellyn, hidup adalah tentang kerja keras dan utang budi. Ia dipaksa menjadi tulang punggung keluarga pamannya yang serakah, dengan dalih membalas jasa karena telah menampungnya sejak yatim piatu. Namun, Alice tidak pernah tahu bahwa paman yang ia hormati adalah dalang di balik kematian orang tuanya demi merebut harta, termasuk rumah yang saat ini mereka tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Rahasia Kaiven

Hujan rintik-rintik sisa semalam menyisakan udara lembap dan aroma tanah basah yang pekat di pinggiran kota Jakarta.

Jauh dari kemewahan gedung pencakar langit Salvatore Holding atau ketatnya penjagaan mansion, Kaiven memilih sebuah tempat yang sama sekali tidak akan pernah dikaitkan dengan klan mafia terbesar di Asia Tenggara.

Sebuah warung kopi tradisional setengah tua di pojok pelabuhan.

Warung itu beratap seng yang mulai berkarat, dengan dinding kayu yang mengelupas dan aroma kopi hitam pekat bercampur asap rokok murahan yang mengepul di udara.

Suara bising mesin kapal barang dan teriakan para kuli pelabuhan menjadi latar belakang suara yang sempurna untuk menenggelamkan percakapan apa pun.

Di tempat seperti ini, identitas bukan lagi hal yang penting, semua orang terlalu sibuk dengan urusan perut mereka sendiri untuk memedulikan siapa yang duduk di pojok ruangan.

Kaiven duduk di sudut paling gelap warung, tepat di bawah kipas angin gantung yang berputar malas dan berdecit setiap beberapa detik.

Gaya necisnya yang biasa kini disamarkan dengan sempurna.

Ia mengenakan jaket hoodie kebesaran berwarna biru dongker yang tudungnya ditarik hingga menutupi sebagian dahi, celana jin belel, dan sepatu bot yang sengaja dikotori lumpur pelabuhan.

Di hadapannya, secangkir kopi hitam panas yang mulai mendingin dibiarkan begitu saja tanpa disentuh.

Tap. Tap.

Seorang pria bertubuh kurus dengan jaket parasut kumal dan topi pet yang ditarik rendah melangkah masuk.

Pria itu mengedarkan pandangan sekilas ke sekeliling warung sebelum akhirnya melangkah pasti menuju meja Kaiven.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung menarik kursi plastik di hadapan Kaiven dan duduk dengan sikap waspada.

Pria itu adalah Gideon, salah satu informan rahasia terbaik dalam jaringan bayangan yang dikelola langsung oleh Kaiven secara independen, sebuah tim yang bahkan tidak terdaftar dalam struktur resmi klan Salvatore demi menjaga kerahasiaan operasional mereka.

"Kau terlambat lima menit, Gid," desis Kaiven, suaranya sangat rendah, nyaris tenggelam oleh deru mesin truk kontainer yang lewat di depan warung.

"Keamanan di sekitar hotel VVIP mantan istri bosmu itu sangat ketat, Kaiven. Pengawal pribadi yang dibawa Viona dari Milan bukan amatiran. Aku harus memutar jalan dua kali untuk memastikan tidak ada ekor yang mengikutiku," balas Gideon, suaranya parau.

Ia merogoh saku jaket parasutnya, mengeluarkan sebuah flashdisk kecil berwarna hitam dengan keamanan tingkat tinggi, lalu menggesernya di atas meja kayu yang basah oleh noda kopi.

Kaiven segera menutup flashdisk itu dengan telapak tangan besarnya, menariknya masuk ke dalam saku jaket hoodie-nya dengan gerakan secepat kilat yang tak kasat mata bagi mata awam.

"Apa saja yang berhasil kau retas dalam waktu dua puluh empat jam ini?"

Gideon mencondongkan tubuhnya lebih dekat, berpura-pura menyalakan sebatang rokok untuk menyamarkan pergerakan bibirnya.

"Aku memulai dari manifes penerbangan dan dokumen imigrasi. Tujuh tahun lalu, Viona terdaftar keluar dari Milan menuju Zurich menggunakan nama aslinya. Namun, tiga tahun setelah itu, catatannya di Swiss mendadak bersih seolah-olah dia lenyap ditelan bumi. Setelah kuselidiki lebih dalam melalui peretasan pelabuhan udara, ternyata wanita itu mengganti identitasnya menggunakan paspor palsu Uni Eropa atas nama 'Valerie Dupont'."

Kaiven menyipitkan matanya yang tajam, otaknya langsung bekerja mengalkulasi informasi tersebut.

"Mengapa seorang putri klan mafia Milan yang membawa sepertiga aset Salvatore harus memalsukan identitasnya di Swiss? Dia tidak sedang diburu oleh polisi."

"Karena dia sedang diburu oleh pihak lain yang jauh lebih mengerikan dari polisi," jawab Gideon, mengembuskan asap rokoknya ke samping.

"Ini membawa kita pada poin kedua, catatan rekening dan aliran keuangannya. Aset jutaan euro yang dibawa kabur Viona dari Milan tujuh tahun lalu ternyata sudah menguap tanpa sisa hanya dalam waktu empat tahun di luar negeri."

"Menguap ke mana?" tanya Kaiven, nadanya mengeras.

"Biaya pengobatan penyakit asma anak itu tidak akan menghabiskan uang sebanyak itu, bahkan jika dia dirawat di rumah sakit paling mewah di seluruh Eropa."

Gideon tersenyum getir.

"Tentu saja bukan untuk anak itu. Uang itu habis di meja judi kasino high-roller di Monako dan akun perdagangan mata uang kripto ilegal yang dikelola oleh sindikat Eropa Timur. Viona memiliki kecanduan judi yang akut setelah bercerai dari Elvano. Dan ketika uang jarahannya habis, tabiat aslinya keluar. Dia mulai meminjam uang pada jaringan rentenir bawah tanah yang berafiliasi dengan klan mafiyaz Rusia di Jenewa."

Kaiven mengepalkan tangannya di dalam saku jaket. instingnya yang sejak awal mencium aroma busuk dari drama keluarga ini kini terbukti seratus persen akurat.

"Berapa banyak utang yang dia miliki?"

"Angka terakhir yang tercatat di pembukuan gelap yang berhasil kuretasi adalah delapan belas juta euro. Dan itu belum termasuk bunga berjalan yang mencekik," papar Gideon, matanya menatap Kaiven dengan serius.

"Dua bulan lalu, klan Rusia itu mengeluarkan ancaman eksekusi mati untuk Viona dan siapa pun yang bersamanya jika utang itu tidak dilunasi dalam waktu sembilan puluh hari. Tepat satu minggu setelah ancaman itu keluar, Viona tiba-tiba memesan tiket penerbangan satu arah dari Zurich menuju Jakarta bersama anak itu."

Kaiven mendengus kasar, seulas senyum dingin dan penuh kemenangan yang sinis terukir di wajah tampannya yang urakan.

"Jadi, drama air mata di taman belakang kemarin... cerita tentang dia yang terpaksa bersembunyi di Swiss karena takut musuh-musuh Elvano akan membantai anaknya... semuanya hanyalah bualan murni untuk menutupi fakta bahwa dia sedang melarikan diri dari kejaran rentenir Rusia."

"Tepat sekali. Dia kembali ke Jakarta bukan karena merindukan Elvano atau ingin anaknya mendapatkan hak waris karena cinta," tambah Gideon.

"Dia kembali karena dia membutuhkan brankas uang klan Salvatore untuk membayar kepalanya sendiri yang sedang dihargai oleh orang-orang Rusia itu. Dia memanfaatkan obsesi Elvano terhadap garis keturunan sebagai tiket keselamatannya."

Kaiven bersandar pada kursi plastiknya, mengetukkan jemarinya di atas meja kayu dengan ritme yang teratur.

Petunjuk awal ini sudah lebih dari cukup untuk meruntuhkan dinding kepercayaan Elvano pada Viona.

Namun, Kaiven tahu ini belum selesai.

Masih ada satu potongan teka-teki terbesar yang belum terpecahkan.

"Bagaimana dengan hubungan asmaranya selama tujuh tahun di Swiss?" tanya Kaiven lagi, matanya menyipit tajam.

"Apakah kau menemukan data tentang siapa ayah biologis dari anak itu? Apakah benar ada kemungkinan diagnosis mandul Elvano sepuluh tahun lalu salah?"

Gideon mengembuskan napas panjang, ekspresi wajahnya berubah menjadi sedikit frustrasi.

"Itu bagian yang paling sulit, Kaiven. Catatan medis kelahiran anak bernama Kenzo di klinik swasta Zurich dibuat dengan sangat rapi dan dilindungi oleh protokol keamanan privasi Swiss yang sangat ketat. Di dalam dokumen imigrasi dan akta kelahiran lokal, kolom nama ayah dikosongkan. Aku butuh waktu sedikit lebih lama untuk meretas server utama klinik tersebut atau mencari saksi mata yang tahu dengan siapa saja Viona tinggal selama tiga tahun pertama di Swiss."

Kaiven terdiam sejenak, menatap rintik hujan di luar warung kopi.

Ego Elvano saat ini sedang berada di titik paling rapuh, pria itu tidak akan mempercayai data utang piutang ini sepenuhnya jika ia masih percaya bahwa Kenzo adalah darah dagingnya sendiri.

Elvano akan dengan senang hati membayar delapan belas juta euro kepada rentenir Rusia asalkan anak yang mirip dengannya itu aman di bawah kuasanya.

Untuk menyadarkan bosnya yang sedang bertingkah bodoh karena cinta buta pada anak palsu itu, Kaiven harus segera menemukan siapa ayah biologis anak bernama Kenzo itu.

"Cari tahu tentang anak itu, Gid. Aku tidak peduli bagaimana caramu, retas sistem klinik itu atau suap siapa pun di Swiss," perintah Kaiven, suaranya terdengar penuh perintah dan tanpa toleransi.

"Aku harus tahu siapa pria yang menanam benih di rahim Viona tujuh tahun lalu. Hasil tes DNA resmi dari Dokter Hendra akan keluar dalam empat hari lagi. Sebelum hari itu tiba, aku harus sudah memegang dokumen identitas ayah kandung Kenzo yang sebenarnya di tanganku."

Kaiven bangkit berdiri, menarik tudung jaket hoodie-nya lebih rendah untuk menutupi wajahnya, lalu melemparkan beberapa lembar uang kertas di atas meja untuk membayar kopi yang sama sekali tidak ia sentuh.

"Bergeraklah cepat, Gideon. Alice di mansion sedang menangis menahan luka akibat sikap cuek Elvano, dan aku tidak akan membiarkan wanita ular dari masa lalu itu menghancurkan masa depan klan Salvatore yang sesungguhnya," ucap Kaiven dingin sebelum akhirnya berbalik dan melangkah lebar menembus rintik hujan pelabuhan, memulai pergerakan bawah tanahnya untuk membongkar konspirasi besar yang siap mengguncang takhta sang Bos.

1
Mia Camelia
ayo elvano berusaha dong buat hati alice hidup lagi🤣🤣🤣masa nyerah sih😂
Mia Camelia
hahahaa nyesel kan elvano udh menduakan alice dengan anak si ulat bulu🤣🤣🤣🤣
Heny Shae
semoga Alice sdh pergi. biar Vano merasakan kehilangan
Mia Camelia
rasakan kau ulat bulu, elvano udh tau kebusukan yg di rencanakan kau🤣
Mia Camelia
tuh kan baru ketauan🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
semangat kaiven😄
Mia Camelia
pingin bangeet jitak elvano deh😔🤣😂
Nursakimah Awang
kaizen.... tolong bantu sembunyikan alice....
Mia Camelia
elvano kau menyakiti alice dengan sangat sangat tau😔😔😔
Khajidah Khadijah
mafia oon gampang d kibulin.
Mia Camelia
pingin banget ngliat viona ketauan kedok nya😂😂😂
Mia Camelia
semangat kaiven , cari teroooos jejak si ulat bulu viona🤔🤔🤔
Mia Camelia
ayi kaiven bongkar semua siasat busuk viona 🤔🤔🤔
hey elvano kmana insting mafia mu🤣🤣🤣
Mia Camelia
mendingan kabur aja yuk alice🤣🤣🤣
sebel elvano gak peka banget sm taktik licik ulat bulu viona😔🤔
Mia Camelia
makin kasian sama alice, duh elvano belom tentu kenzie anak mu😂😂😂
Mia Camelia
sabar ya alice jangan nanggis mulu😔
Mia Camelia
ehhm kaya nya gak yakin deh klo kenzo anak nya elvano ???
ibu nya aja gak setia, pasti ada rencana jahat nih🤔🤔🤔
Mia Camelia
ehmmm beneran anak nya elvano kah ?? mencurigakan🤔🤔🤔
Mia Camelia
sah🥰🥰🥰
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!