NovelToon NovelToon
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Andini menatap langit luas dengan cuaca yang begitu cerah pada sore itu. Pandangannya meluas keseluruh alam yang ada disekitarnya. Hatinya merasa senang sekaligus sedih karena ungkapan Bisma sekaligus sedih melihat Sarah yang terlihat begitu kecewa. Bisma sudah berada didalam rumah sedangkan Adnini masih menenangkan dirinya diluar rumah. Setelah dia merasa hatinya sedikit tenang barulah dia masuk kedalam rumah. Bisma sedang duduk diatas tempat tidur sambil mempermainkan ponselnya. Andini berjalan ke arah suaminya dan duduk disampingnya.

"Aku minta maaf karena telah curiga berlebihan padamu mas. Aku pikir kamu tidak mencintaiku dengan sunguh-sunguh. Apakah kita begitu jahat kepada mba Sarah? seharusnya kamu tidak melakukan itu padanya. kondisinya sedang tidak stabil mas. Aku akan mengizinkan kamu memenemuinya hingga dia benar-benar pulih."

Bisma tersenyum dan menarik kepala Andini untuk bersandar dibahunya.

"Aku tidak bisa memiliki kalian secara bersamaan. Aku tahu siapa yang harus aku pertahankan untuk berada disisiku sayang. Aku tahu kamu orangnya." Jawab Bisma.

"Apa kamu menuntutku untuk memiliki anak secepatnya?" Andini juga melingkarkan tangannya ditubuh Bisma. Mencium aroma wangi dari parfum yang melekat ditubuh suaminya. Aroma itu membuatnya betah berlama-lama dalam pelukan lelaki yang bertubuh kekar itu.

"Aku sudah berumur, rasanya aku menginginkan bayi mungil itu hadir dalam kehidupan kita. Bukan hanya satu tapi aku ingin lima sekaligus." Bisma menyentuh perut Andini.

"Sesungguhnya sudah ada satu didalam sini mas?" Andini meletakan tangannya diatas tangan Bisma yang sedang mengelus perutnya.

"Kamu serius? kamu tidak sedang bercandakan sayang?" Bisma kegirangan.

Adini melepaskan pelukannya berjalan ke arah laci.

"Lihat bukan hanya sekali tapi ada lima alat test pack dan semua hasilnya dua garis."

Bisma meloncat kegirangan diatas tempat tidur. "Aku akan punya anak? apa aku sedang bermimpi? kak Bima kamu bakal punya keponakan?" Katanya dengan keras hingga suaranya memenuhi seluruh isi ruangan.

"Apa kamu ingin menghancurkan ruangan ini dengan teriakanmu mas?"

Bisma turun dari tempat tidur dan memeluk Andini. "Aku mencintaimu Dini. sangat mencintaimu. Katakan mengapa kamu tidak mengatakan ini padaku lebih awal.?"

"Aku ingin lari bersama anakmu. Aku tidak yakin kamu mencintaiku saat itu."

"Kamu mau membuatku gila? untung saja semalam aku menjagamu, buktinya kamu mengatakan ingin lari dariku. Apa aku suami yang romantis menjaga istrinya agar tidak lari? iyakan katakan aku ingin mendengarnya." Perintah Bisma.

"Jangan lakukan itu lagi, kamu perlu istirahat yang cukup. Aku tidak akan pernah berpikir lagi untuk lari darimu mas. Aku sangat mencitaimu."

Bisma mengangkat tubuh Andini ketempat tidur. "Aku menunggumu anakku." Menciumi perut Andini yang masih terlihat datar.

"Apakah kamu harus berhenti bekerja?" Sambung Bisma kembali.

"Aku mohon biarkan aku menghirup udara luar. Jangan mengurungku dirumah ini mas." Andini memohon.

"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati. Telfon mama dan papa tentang kabar kehamilanmu sayang. Pasti mereka sangat gembira."

"Aku sudah menelfon mereka. Aku juga lupa mengucapkan terima kasih karena kamu mengirimkan uang untuk merenovasi rumah orang tuaku."

"Mereka juga orang tuaku jadi apapun akan aku lakukan untuk membahagiakan mereka."

"Pak Bisma?" Andini menciumnya.

"Jangan mengodaku hehehe." Bisma tersenyum bahagia.

"Apa kita harus bulan madu untuk merayakan ini?" Bisma masih mempertahankan senyuman bahagianya.

"Aku menunggu itu keluar dari mulutmu mas."

"Haruskan kita pergi besok?"

"Hemm terserah padamu suamiku!" Sahutnya dengan penuh kebahagiaan.

1
Olivia A37
Kecewa
Olivia A37
Buruk
Enung Samsiah
ko MP nya gitu sih nggk romantis,,, nggk seru aahhh,,,,
Sri Mulyani
Akhirnya jebol juga si dini.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
Shellia Vya
Kecuali apa Lex?
Shellia Vya
Apa Bima ada maksud ya? padahal kan baru bertemu
Shellia Vya
Siapakah Bima?
Shellia Vya
Ya ampun ini novel udh lama ya tp baru aku temuin judulnya
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Vivi Bidadari
Yaahhh author berhasil buat kita galau 😄
Vivi Bidadari
Yaa ampun Dini ya ga cepat juga kamu harus terima Bima
Aidha Suryani
masuk kamar, trus tidur dinnnnnnnn🤣🤣 gr kamu😝😝
Bonsai
kasian andini
Suneri
crtany bagus
Fransiska Siba
astaga Andini kekanak kanakan sekali, umur 23 masa pemikiran seperti itu?
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
Maliqa Effendy
kalau mikirin perasaan orang lain,ya repot lah...
Nayla Syifa
terimakasih telah membuat novel yang sangat bagus dan luar biasa, semangat ya kak 🌹🌹
Ule Lee Tea
so sok'an jutek tar jg jatuh hati beneran
baru nyaho kmu, nt bisma 😅
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, mohon maaf mengangu 🙏.
jika berkenan yuk mampir di novel ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu"
total 1 replies
Ule Lee Tea
suka alur crt'a g bikin jenuh g buat bosen sdkt bab tp nymp crt'a.👍👍👍
Ule Lee Tea
menarik buat baca crt'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!