NovelToon NovelToon
Pedang Penguasa

Pedang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / System / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Philipus Nahaya

Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke Sekte

Pagi itu, Setelah berpamitan kepada para pemimpin Kota Xio, Xio Sin dan Mu Huanran pergi untuk melanjutkan perjalanan dengan terbang menuju kota daun yang berada kearah barat.

Selama 2 hari perjalanan mereka berlalu dengan cepat dan tanpa ada halangan hingga akhirnya tiba di Kota Lou.

Mereka turun agak jauh dari gerbang kota, lalu berjalan untuk menuju gerbang kota dan mengantri untuk memasuki kota hingga akhirnya tiba gikiran mereka untuk diperiksa.

"Silahkan tunjukan tanda pengenal kalian berdua" ucap Penjaga gerbang.

"Ini" ucap Xio Sin lalu menunjukan lencana Clan Xio.

"Silahlan masuk Tuan Muda" ucap penjaga gerbang sopan

Setelah memasuki kota, Xio Sin tidak lagi memakai topeng seperti biasanya, karena dia sudah terbiasa dan sudah dikenal. Mereka masuk kedalam sebuah rumah makan dan duduk di pojom ruangan.

"Pelayan sediakan makanan terenak kalian dan teh terbaik" ucap Xio Sin

"Baim Tuan Muda" ucap pelayan lalu pergi ubtuk menyiapkan hidangan.

Disela menunggu makanan datang, Xio Sin mendengar perbincangan pelanggan lain.

""Saudara, aku dengar satu bulan lagi salah satu kota dan sekte baru akan dibuka untuk umum. Rumornya, kota tersebut bakal menjadi kota termegah dan termaju didaerah kita" ucap Pelanggan berbicara dengan seorang pria botak dimejanya.

"Ya aku yakin kehadiran sekte dan kota tersebut akan membawa dampak besar pada perkembangan daerah kita apalagi kota tersebut hanya berjarak 10 mil dari Kota Lou kita" ucap Pria Botak.

"Jika , Sekte sudah dibuka, aku akan mendaftarkan anakku pada sekte tersebut walaupun sekte kecil" ucap pelangan pada meja lain.

"Aku juga akan mendaftarkan anak ku, dan kabarnya setelah menutup diri selama satu tahun untuk meningkatkan kekuatan, aku yakin murid pertama mereka yang berasal dari anak yatim piatu akan memiliki kekuatan yang tinggi" ucap kawannya .

"Ya aku setuju" ucap pelanggan lain yang menimpali perkataan dimeja sebelah.

"Dan yang paling penting, Patriak sekte tersebut juga masih muda dengan kekuatan yang luar biasa, dan juga merupakan Tuan Muda dari Clan Xio " ucap pria botak

Saat sedang sibuk mendengar perbincangan pengunjung, makanan yanh mereka pesan sudah disiapkan dimeja makan mereka.

"Gege, ternyata dimana-mana dirimu sangat terkenal!, didikota Tousan, Kota Xio dan sekarang kota Lou" ucap Mu Huanran sambil tersenyum

"Itu hanya kebetulan saja Ran'er, sudah mari nikmati makanannya" ucap Xio Sin

Lima belas menit kemudian, mereka selesai makan dan lalu pergi mencari kereta kuda untuk pergi ke Kota Daun.

Setelah mendapatkan kereta yang terlihat megah dan menyewa seorang kusir, mereka lalu keluar dari Kota Lou menuju Kota Daun menjelang sore yang hanya ditempuh selama 1 jam dari kota Lou.

Kereta kuda terus melesat dijalan dan menerobos hutan dengan cepat, karena sudah hampir malam, dan ketika hari baru saja gelap mereka melihat gerbang kota yang sudah mulai kelihayan dari jauh.

_____

Istana Emas Gunung Kristal di Sekte Penguasa

"Suamiku apakah ada kabar mengenai putra kita?" tanya Lin Mey pada Suaminya.

"Terakhir 6 bulan lalu aku mendengar putra kita berada dikota Huangzi dan membangun desa Xio yang kini menjadi kota kecil, setelah itu tidak ada kabar lagi tentang dirinya" jawab Xio San.

"Seharusnya saat ini dia sudah kembali, karena sebulan lagi sekte akan dibuka dan diresmikan" ucap Lin Mey

"Ya mungkin dia masih dalam perjalanan dan semoga tidak ada halangan kepulangannya" ucap Xio San

Mereka terus berbincang didepan rumah mereka sambil sambil memandang kearah kota Daun dan Sekte Penguasa yang terlihat lampu penerangan mulai dihidupkan. Lampu yang terbuat dari kristal yang memancarkan cahaya yanh ditambang dari Gunung kristal milik Sekte Penguasa, batu tersebut bernama Batu Cahaya yang mampu menyimpan dan menyerap cahaya pada siang hari dan mengeluarkan cahaya pada maalm harinya

Didepan gerbang Kota Daun kereka kuda sedang diperiksa oleh para penjaga gerbang uang merupakan anggota Clna Xio.

Xio Sin keluar dan turun dari kereta kuda lalu menghampiri penjaga tersebut.

"Tuan Muda Xio selamat datang kembali" ucap Penjaga yang bernama Xio Suan yang berusia sekitar 23 tahun

"Terima kasih saudara, apakah ayah dan ibu ada?" tanya Xio Sin

"Patriak dan nyonya ada di istana emas di Gunung Kristal, Mari saya antarkan tuan muda" ucap penjaga lalu menunggangi kudanya dan berjalan didepan kereta kuda.

Setelah Kereta Kuda Xio Sin masuk pintu gerbanh kembali ditutup oleh penjaga lainnya.

Dijalanan Kota menuju sekte, Sepanjang jalan diterangi oleh Cristal Cahaya yang dipasang berjejer sehingga menerangi sepanjang jalan.

Xio Sin dan Mu Huanran dibuat kagum dengan pemandangan Kota Daun saat malam hari. Apalagi Mu Huanran yang baru pertama kali melihat pemandangan kota yang sangat indah dan banyak bangunan bertingkat yang mewah, namun keadaan kota masih sepi.

Kereta Kuda terus berjalan hingga didepan Gerbang sekte yang terbuat dari emas dan berhenti didepannya.

"Patriak Sekte sudah kembali" teriak Xio Suan yang berada didepan kereta kuda.

Para Murid berjaga yang mendengar itu langsung melihat kebawah dan disana melihat sebuah kereta kuda mewah lalu bergegas membuka pintu gerbang bersama penjaga lainnya.

Ketika pintu terbuka, para penjaga berbaris di samping kiri dan kanan. Xio Sin turun dari keretanya diikuti oleh Mu Huanran disampingnya lalu berjalan hendak memasuki gerbang.

"Selamat datang kembali patriak" ucap mereka sambil membungkukkan sedikit badan mereka

"Terima kasih" ucap Xio Sin lalu berbalik kepada kusir kereta dan meyerahkan sekantong kecil yang didalamnya berjumlah 100 coin emas.

"Paman ini ucapan terima kasihku sudah mengantarkan kami berdua" ucap Xio Sin.

"Terima kasih tuan muda" jawab kusir kereta yang dari tadi dibuat kagum melihat kemegahan kota daun dan Sekte penguasa sert kemurahan hati patriak sekte yng masih muda.

"Paman bisa beristirahat disini malam ini besok baru kembali ke kota Lou" ucap Xio Sin

"Saudara Suan, bisa antarkan pamam kusir ke penginapan dan sampaikan bahwa paman menginap tanpa diperlu membayar dan layani dengam baik" lanjut Xio Sin kepada Xio Suan.

"Owh iya, besok Sore pergilah ke Istana emas, ada sedikit hadiah untukmu" ucap Xio Sin

"Tidak perlu tuan Muda , ini sudah menjadi tugas saya" jawab Xio Suan

"Pokoknya datang saja dulu" ucap Xio Sin memaksa

"Baiklah jika begitu, saya tidak akan sungkan" jawab Xio Suan

'Mari saya antar paman" ucap Xio Suan pergi kembali menuju penginapan di kota daun dengan diikuti kusir kereta.

Setelah masuk dan pintu gerbang ditutup, Xio Sin dan Mu Huanran berjalan menuju Aula pertemuan sekte.

"Aku tidak meyangka jika gege merupakan seorang patriak sekte" ucap Mu Huanran yang tidak pernah menduga bahwa orang yang disukai merupaka seorang pemimpin, dia hanya menduga bahwa Xio Sin hanya merupakan seorang murid saja.

"Apapun kekuasaan kita, dan jabatan kita tidak seharusnya kita pamerkan kepada orang lain, jika kita pamerkan berarti kota merupakan seorang yang menyombongkan kekuasaannya. lebih baik kita tampil seperti orang biasa tanpa membawa kedudukan kita" ucap Xio Sin,

Tanpa terasa mereka sudab tiba di aula pertemuan dan memasuki ruangan pertemuan.

Disana sedang duduk seorang pemuda sedang memeriksa beberapa berkas yang tertumpuk dimeja kerjanya.

Krieett

Pintu Aula terbuka dan menampakan dua sosok yang tampan seperti dewa dan cantim seperti dewi khayangan.

"Adik, Sin selamat datang kembali" ucap Lou Si lalu berjalan mendekat dan memeluk erat Xio Sin.

"Bagaimana kabat mu kakak" ucap Xio Sin lalu melepaskan pelukan mereka

"Mari duduk dulu, baru berbincang" ucap Lou Si

Setelah duduk pada kursi yang tersedia mereka lalu berbincang mengenai permasalahan yang ada disekte hingga akhirnya mereka sama-sama pergi ke istana emas di gunung kristal.

1
kayla
Msih banyak typo, nulisnya santai aja thor jngan takut diburu pocong.
Pitoyo Tw
mantap
Sang M
sialan
Sang M
Xio sin beraksi setelah jatuh korban..payah.....
Sang M
gak penting,,, lewati....
Sang M
bantaiiii jgn kasih ampun iblis2 berwujud manusia.potong tangan kaki kepala
Sang M
Thor ini yg gak bener kayaknya
Sang M
Xio sin dasar malas kultivasi. musuhmu level atas. otak keong lu crita makin jelek kalo karakter tokoh juga memalukan gak sempurna
Sang M
lakon model apa ini???? Xio yan......payah. thor ini
Sang M
Naif skali otakmu Xio yan.memalukan aja lu..
Sang M
dasar otak kadal lu, xio . kalo musuh menang pasti di bantai juga sektemu. kalo otak lu waras ya wajib bantu kekaisaran Meng. egois lu dancok. mo rugi dan korban. cookkk
Sang M
Xio sin ini kayak orang sontoloyo
Sang M
Alur cerita gak jelas
Sang M
halah .... .
Sang M
herbal penting kok dilelang....dasar bocil bodoh dan tolol
David Jonathan
Luar biasa
Rizky Fadillah
aku tidak suka mcnya Terlalu lambat membatu nya,katanya Kita harus Saling membantu,ini kok di biarin Penduduk desa di perkosa
Wiliam Andries
bagus dan seru
Supriadi
Luar biasa
da Widey
ceritanya tentang petualang apa,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!