Area Dewasa 17+
Bryan Hendrawan, Seorang CEO Arogan dari perusahaan Hendrawan.
Suatu hari, ia dijebak seseorang hingga ia merenggut kesucian seorang gadis yang sangat dibenci nya.
"kau manusia brensek Bryan!!" teriak gadis itu.
"mari kita membuktikan ucapan mu. aku akan membuat kata 'brensek' itu menjadi kenyataan" jawab Bryan dengan seringai licik nya.
gadis yang dibenci Bryan ternyata menyimpan sejuta luka dimasa lalu nya.
apa yang menyebabkan Bryan begitu membenci gadis itu?
bagaimana nasib gadis malang itu setelah di renggut kesucian nya oleh Bryan?
dan bagaimana reaksi Bryan ketika tau bahwa gadis yang dibenci nya hanya dijadikan kambing hitam oleh orang tua nya?
nantikan kisah nya di Tuan Arogan Suamiku.
Dilarang plagiat.. jika tidak suka, nggak usah baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Baik Baik saja
"Kenapa wajah kamu gitu? Kamu nggak suka saya disini?" Ketus mama Gita.
Mia menggeleng
Mama Gita meletakan piring berisi roti selai dan segelas susu di atas nakas.
"Cepatlah makan roti itu lalu minumlah susu itu. Aku tidak mau Bryan marah hanya karna mu"
Mama Gita berbalik akan keluar kamar
"Ma.." panggil Mia.
Mama Gita menghentikan langkah nya
"Apa mama menyesal memiliki menantu sepertiku?" Tanya Mia.
"Aku tak perlu menjawab pertanyaan yang jelas jelas kau tau jawaban nya" jawab mama Gita tanpa menoleh.
"Apa mama menyesal karna aku lah yang mengandung cucu mama?" Tanya Mia lagi.
"Orang tua mana yang rela memiliki cucu dari anak seorang pelakor?" Sinis mama Gita.
Jlebbb
Rasanya begitu sakit mendengar hal itu langsung dari mulut sang mertua.
"Bagaimana jika dugaan mama tentang ku selama ini salah?" Tanya Mia.
"Kau itu bodoh atau bagaimana? Jelas jelas semua orang tau seperti apa kelakuan mu" ucap mama Gita lalu meninggalkan Mia sendirian di kamar.
Mia menangis sendirian di kamar itu.
Tak lama kemudian, dokter datang untuk melepas infus Mia.
Ceklekk
Mia segera menghapus air mata nya saat mendengar suara pintu terbuka.
Dokter itu sebenarnya melihat Mia menangis tadi.
Ia segera menyelesaikan tugas nya yaitu melepas infus di tangan Mia.
"Jangan terlalu berlarut sedih dalam sesuatu hal nyonya. Ingatlah, kandungan anda lemah dan jika anda stress maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal buruk pada anda maupun janin anda" dokter memperingatkan.
Mia mengangguk mengerti
"Terimakasih dok atas saran nya"
Dokter pun keluar dari kamar Mia.
Mia sendiri pun segera menghabiskan makanan nya. Ia berencana untuk ke kantor suami nya saat jam makan siang nanti.
Ia segera bersiap karna jam sudah menunjukan pukul 11.
Mia memakai baju pink dengan tas jinjing berwarna pink pula.
Ia berjalan melewati mama Gita yang ada di ruang keluarga sedang menonton tv.
"Ma, Mia berangkat ke kantor mas Bryan dulu ya" pamit Mia.
Tak ada sahutan dari sang mertua. Mia tetap berusaha baik baik saja walau kenyataan nya tidak.
Ia segera masuk ke mobil yang sudah disiapkan oleh sopir.
Mobil pun melaju menuju kantor Bryan.
"Kandungan anda sudah berapa minggu nyonya?" Tanya supir itu.
"Sudah masuk minggu ke 10 pak"
"Dulu saat istri saya hamil banyak banget mau nya. Minta ini minta itu"
Mia hanya terkekeh mendengarnya
"Apa nyonya juga ngidam aneh aneh gitu?" Tanya pak supir.
"Enggak pak, cuma suka ndusel ndusel sama mas Bryan" jawab Mia terkekeh sambil membayangkan saat ia manja kepada suami nya.
Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di kantor Bryan.
Mia segera turun dan berjalan melewati lobi perusahaan itu.
"Loh itu bukan nya yang kemarin gandengan sama pak Bryan"
"Kalo dibandingin sama bu Lisa ya jelas saja masih cantikan wanita itu"
"Bu Lisa mah sombong"
para karyawan masih saja berbisik bisik saat melihat Mia.
Mia mengetuk pintu ruangan Bryan lalu masuk.
Ia sadar beberapa hari ia ke kantor Hendrawan namun ia tak pernah melihat Lisa.
"Mas,"
"Hmm? Duduklah dulu"
Mia duduk di sofa disana
"Mas, kok beberapa hari ini aku ngga liat Lisa?" Mia bertanya.
Bryan mendongakan wajah nya dari hadapan laptop nya.