NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Milaerin

Takdir Cinta Milaerin

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Cintamanis / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:777k
Nilai: 4.6
Nama Author: To Raja

Erin masuk ke dunia novel dan harus menerima takdirnya menggantikan posisi Mila. Mila ialah pemeran utama novel Milaerin yang memiliki nasib tragis dari penulisnya yang hanya bisa hidup sampai BAB 10.
Tapi dengan Erin yang kini memerankan Mila, apakah Erin bisa mencegah kematian Mila?
Lalu, apakah ia bisa mengubah alur novel Milaerin hingga tidak membuatnya meninggal dalam novel itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Tuan besar memperhatikan Erin dengan cemas.

Ia tidak yakin kalau mereka bisa membohongi Putra mereka. Putranya yang paling pandai itu tidak mungkin akan mempercayai bahwa mereka tidak memaksa Erin untuk menandatanganinya.

"Tunggu sebentar." Ucap tuan besar ketika Erin hendak menandatangani surat cerai itu.

"Ada apa lagi?" Nyonya besar kembali menoleh ke suaminya.

"Mari menunggu sampai pukul 11.30 baru menandatangani surat itu. Aku rasa kita harus menepati janji kepada Arka memberikannya waktu selama 2 hari."

"Tapi,," nyonya besar hendak membantah namun suaminya memberikan lambaian tangan padanya hingga ia tidak jadi berbicara. Ia hanya menghempaskan tubuhnya untuk bersandar pada sandaran sofa.

Sementara Erin yang mendengar kata-kata mertuanya itu merasa sedikit lega tangannya mencengkram kuat pulpen dan jantungnya berdebar tak karuan.

'Apakah dalam 1 jam ke depan akan ada sesuatu yang lebih baik? Ataukah dunia novel ini sama-sama diciptakan untuk menyakitiku?' Erin merasa sangat kecewa.

Ketiganya terus terdiam sampai pukul 11.50.

"Tinggal 10 menit lagi, tidak ada waktu yang lebih baik selain menandatanganinya sekarang." Ucap Nyonya besar dengan tidak sabaran.

Tuan besar pun menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak memiliki harapan lain lagi. Meski ia harus bertengkar dengan putranya itu jauh lebih baik ketimbang ia harus melukai tangan putranya dengan tangannya sendiri.

"Tandatangani surat itu." Ucapnya kemudian.

Air mata Erin segera bercucuran kembali membasahi pipi manisnya membuat matanya yang bengkak menjadi lebih bengkak lagi.

Dengan gemetaran ia kembali meraih surat dan pulpen itu. Ia menoleh ke arah dua mertuanya berharap kedua orang itu akan menghentikannya.

Sayangnya tak ada tanda-tanda kedua mertuanya itu akan mencegahnya malah keduanya terlihat sudah membulatkan tekadnya.

'Maafkan gua.' Gumam Erin lalu mendekatkan pulpennya ke arah kertasnya.

Ia kemudian mulai menggoreskan pulpennya perlahan demi perlahan.

Ia berharap sebelum tanda tangannya itu selesai sebuah keajaiban akan terjadi untuk menyelamatkannya.

Tapi sampai goresan terakhir tak ada apapun yang terjadi. Nasi sudah menjadi bubur goresan itu telah selesai ia torehkan. Erin tersungkur ke belakang merasa tak bernyawa lagi.

Ia telah menjanda dan sebentar lagi ia akan dibuang ke luar negeri.

'Kakek, selamatkan cucumu sekarang!' gumamnya dalam hati seraya menatap kosong ke langit-langit rumah.

Nyonya besar langsung tersenyum dan meraih surat yang telah ditandatangani itu. "Bagus,, sekarang aku tidak perlu khawatir, Putraku akan baik-baik saja sekarang."kata nyonya besar merasa sangat lega.

Tuan besar bersandar ke sofanya melihat bagaimana Erin begitu terpukul dengan perceraian itu.

Tapi ia tidak bisa berbuat apapun lagi sebab kurang 3 menit lagi waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, itu artinya perjanjiannya dengan Arka harus dilaksanakan.

"Kau tidak perlu sesedih itu, kami akan segera mengatur perjalanan ke luar negeri. Bahkan kami akan menjamin kehidupan mu di sana." Nyonya besar kembali memperingatkan Erin.

"Aku mengerti Bu." Ucap Erin pada mertuanya itu lalu ia berdiri dan berjalan ke lantai 2. Ia merasa sangat pusing sekaligus merasa mual.

"Sayang sekali mereka harus bercerai." Nyonya besar berdecak saat ia melihat jam tangannya dan kurang 2 menit lagi sebelum jam dinding berdentang.

"Aku tidak akan menyesal melakukan ini karena putraku jauh lebih penting dari segala apapun juga."ucap nyonya besar sama sekali tidak merasa bersalah pada Erin.

1
" sarmila"
Luar biasa
dani
cih nyesel w baca novelnya
dani
tolol banget sih si Mila ini
Dewie Qii
Luar biasa
Agnes Orindo
kerenn
Agnes Orindo
kerenn
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
Ajusani Dei Yanti
laki-laki idaman
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh lanjut
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh keren
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh lanjut
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh keren
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
Rien Santos
terganggu banget dengan panggilan lo gue😜
reginus tarang
bagus novelnya 👍👍👍
Rosmawati/jnr
Bagus
kenkay rara
ceritanya ringan dan menarik... patut dibaca
Liana Simon
Ditunggu lanjutannya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!