Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.
Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.
Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.
Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:
"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."
↔ TOLONG JANGAN TABUNG CHAPTER, GAESS ... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻. TERIMA KASIH.↔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PITB - 34.
...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...
Suasana tegang di dalam kedai sederhana itu perlahan luruh, berganti dengan kehangatan yang kembali menyapa.
Pemilik kedai yang sebelumnya ketakutan, kini mereka menyajikan hidangan dengan sebuah senyuman lega dan penuh rasa hormat kepada keluarga asing itu.
Dia menambahkan sepiring besar 'Honey Apple Pie' sebagai hadiah untuk mereka, karena sudah mengusir orang-orang itu tanpa membuat kerusakan di kedainya.
Regatta kembali duduk di kursinya, tatapan tajamnya terkikis habis, dan berubah menjadi lembut saat menatap ketiga anak sambungnya, yang masih menatapnya dengan tatapan kagum.
"Mommy benar-benar hebat sekali! Para penjahat itu langsung diam, saat Mommy sudah bicara!" seru Dewanta sambil memukul-mukul meja, pelan.
"Betul sekali! Tadi Mommy tidak marah-marah, kan? Mommy hanya bicara dengan nada tegas saja, mereka langsung diam!" timpal Dionata dengan nada antusias.
Mendengar ocehan mereka, Regatta tersenyum malu. Lalu dia mengusap kepala mereka satu-persatu dengan penuh kasih-sayang.
"Kalian pintar sekali! Mommy memang marah kepada mereka, karena sudah mengganggu kenyamanan kita. Namun, kita tidak boleh membalasnya dengan amarah yang meledak-ledak. Kita hadapi mereka dengan berani, karena kita benar. Mommy hanya ingin melindungi kalian dan Daddy dengan benar, tanpa harus ada kekerasan ..." ujar Regatta dengan nada lembut.
"Mommy juga tidak akan menyakiti seseorang tanpa alasan, Sayang. Mereka hanyalah orang-orang yang 'salah jalan', dan Mommy sudah memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka tidak mengganggu orang-orang lagi ..." lanjutnya, memberikan pengertian kepada ketiga anak sambungnya itu.
Raka merangkul bahu Regatta dengan erat, menatap istrinya itu dengan pandangan penuh cinta.
"Kamu sangat hebat, Sayang. Bukan hanya hebat dalam melindungi kami, tapi juga hebat dalam mengajarkan mereka dengan cara yang begitu indah," ujar Raka.
Regatta menoleh ke arah suaminya, lalu dia tersenyum sambil menyandarkan sejenak kepalanya ke atas bahu kekar itu.
"Semua karena kalian, Mas ... Kalian adalah alasanku menjadi seperti ini. Aku jadi bisa menahan emosi dan niat membunuhku saat menghadapi musuh ..." jawab Regatta.
Setelah itu, mereka pun menikmati hidangan dengan gembira.
Sup jamur hutan yang gurih, roti gandum hangat, serta sosis panggang khas desa kecil itu di santap dengan lahap oleh Triple D.
Di sela-sela makan, mereka kembali bercanda dan tertawa, seolah-olah kejadian menegangkan sebelumnya hanyalah sebuah 'iklan' pendek yang sudah berlalu.
Setelah perut mereka hangat dan kenyang, Raka mengajak rombongan kecilnya untuk berjalan-jalan di kebun apel belakang kedai.
Anak-anak langsung bersorak gembira, saat melihat banyaknya kupu-kupu liar nan cantik disana.
Mereka langsung mengejar kesana-kemari diikuti oleh para pengawal bayangan dan kedua pengasuhnya, sementara Raka dan Regatta berjalan sambil bergandengan erat dibelakangnya.
"Apakah semuanya sudah aman?" tanya Raka, pelan.
"Sudah, Mas. Mereka paham akan batasan itu sekarang. Dan aku janji, selama sisa liburan kita di sini, tidak akan ada lagi yang berani mengganggu kembali," jawab Regatta dengan nada mantap.
Chup!
Raka menge-cup punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Aku percaya padamu, Sayang. Dan ingat, apapun yang terjadi nanti, kita akan menghadapinya bersama. Karena kita adalah satu keluarga yang tidak bisa dipisahkan ..." ujar Raka sambil menatap mata Regatta yang indah.
"Aku mengerti, Mas ..."
Setelah itu, Regatta tersenyum hangat, saat menatap ke arah ketiga anak sambungnya yang sedang tertawa lepas sambil memetik sebuah apel merah yang tidak tinggi, sambil digendong oleh kedua pengasuhnya.
Hatinya terasa hangat dan damai sepenuhnya, ketika melihat semua itu.
Pemandangan itu nyata ...
Dan inilah yang akan dia perjuangkan sampai sisa akhir hidupnya.
Di tempat asing sekali pun, selama ada Raka dan ketiga malaikat kecil itu di sisinya, dunia ini sudah berada di dalam genggamannya.
Begitu hangat dan indah ...
"Tuan Suryaputra ... apakah Anda melihatnya dari atas sana? Saya berhasil melindungi anak dan cucu Anda, sisa keturunan terakhir Anda di dunia ini."
"Saya berjanji ... mereka akan selalu bahagia sampai nanti. Damailah di alam sana, Tuan. Saya akan mengunjungi 'rumah' Anda setelah kembali nanti ..."
"Mas Raka ..."
"Ya, Sayang."
"Kembali dari sini, bawa aku ke makam kedua orangtuamu, oke?"
"As you wish, Istriku ..."
"Terima kasih, Suamiku."
...🍃☀†๏ вє ¢๏и†เиµє∂☀🍃...
🇲🇨 DIRGAHAYU YANG KE 81 INDONESIAKU 🇲🇨
MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA!
teganya kauuuu.
Malah main katana, mau cosplay jadi samurai kage bushi kamu?
eh salah deng, yg konser itu Lyodra 🤭
Tapi beda hal kalo di tangan Queen Relia😀
Keamanan anak² kamu serahkan sama istri. Kamu mau ngapain? ikut nempel di ketek Ega?