Mengkisahkan seorang wanita bernama Naura yang di jodohkan orangtuanya dengan seorang pria duda yang memiliki anak. Meski ia hanya seorang ibu pengganti, tapi ia mencintai mereka dengan tulus.
Di awal menikah ia harus berjuang untuk mendapatkan hati anak-anak tirinya, akankah ia bisa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 - Mereka Sama Saja
Pagi ini,Naura dan keluarga nya akan segera kembali pulang ke Jakarta,setelah beberapa hari berlibur di villa Bogor milik keluarga Naura.
Rian yang memang di sibukan dengan kerjaan dia kantor,membuat nya juga tidak bisa terlalu lama berlibur,meski sebenar nya ia juga masih memeriksa kerjaan nya melalui email yang selalu di kirim oleh Romi pada nya,tapi tetap saja Rian selalu ingin menyibukkan diri nya dengan bekerja.
Naura seperti awal berangkat ke Bogor satu mobil dengan Rian,kini pulang pun mereka masih satu mobil,tidak ada percakapan di antara mereka,Naura dan Sisi terlihat tertidur sembari tangan Naura memeluk tubuh kecil anak itu. sesekali Rian mencuri pandang kebelakang,bukan karena ia menyukai Naura,ia hanya ingin mengetahui lebih dalam Naura yang akan menikah dengan nya,meski tidak tahu kapan.
•••
Saat sampai di halaman rumah Naura.
Naura pun lekas turun bersama keluarga nya,melambaikan tangan pada Keluarga Pak Roy yang tidak akan singgah,karena akan lansung pulang ke rumah mereka.
tatapan Naura menatap Sisi yang seperti tidak ingin menjauh dari Naura,Naura memberikan senyuman nya sementara Sisi menatap Naura dengan cemberut dengan wajah sedih nya,hingga mobil berjalan dan Naura dan Sisi tak lagi bisa saling melihat.
"Sisi seperti nya sangat menyukai mu Nak." Ucap Bu Sisil sembari berjalan masuk.
"Iya Ma,padahal aku memperlakukan nya sama seperti anak anak lain yang ku temui di toko,tapi entah kenapa seperti nya sangat berkesan baginya." Jawab Naura mengikuti langkah ibu dan ayah nya.
"Dia kan kurang memiliki kasih sayang seorang ibu,ketika ia bisa dapatkan dari putri kita,tentu saja dia sangat senang." Saut Pak Alex.
"Ibu nya sebenarnya kemana sih Pa?." Tanya Naura yang jadi penasaran dengan sosok ibu Sisi.
"Pergi,pergi bersama Pria lain,saat Suami nya sedang terpuruk,entah ibu macam apa dia,bisa - bisa nya meninggalkan Anaknya yang masih kecil." Ucap Pak Alex.
"Sudah lah,jangan lagi di bahas,kamu istirahat lah,besok Om Roy akan mengajak kita makan malam di luar,sambil membicarakan hari pertunangan mereka." Kata Pak Alex lagi.
"Iya Pa." Jawab Naura dan berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Naura masuk ke kamar dan duduk di tepi tempat tidur,membuka koper milik nya untuk mengeluarkan barang - barang nya itu,sembari ia memikirkan perkataan ayah nya tentang Ibu nya Sisi.
"Dia membuat orang - orang menilai nya menjadi wanita yang tidak punya hati,Sisi seharus nya bisa merasakan kasih sayang seorang ibu,tapi dia bahkan tidak memikirkan nya,dan lebih parah pergi dengan pria lain,dia sama brengsek nya dengan Kevin." Ucap Naura berbicara sendiri,ia lalu menjadi kesal karena memikirkan Kevin sama seperti Ibu nya sisi.
"Lalu pria itu menangis?,menangis untuk wanita macam itu?,aku benar - benar tidak habis pikir dengan nya." ucap nya lagi.
•••
Di tempat lain.
Rian sedang bersiap untuk pergi kekantor,karena merasa ini masih siang dan masih banyak waktu. sementara Sisi sudah tidur di kamar setelah sampai di rumah.
Pak Roy dan Bu Lily serta Tomi melihat Rian sudah rapi dengan pakaian kantor nya.
"Kamu mau kemana Rian?." Tanya Pak Roy.
"Ke kantor sebentar pa." jawab Rian.
"Apa kamu tidak lelah nak?." Tanya Bu Lily dengan heran.
"Tidak Ma."Balas Rian.
"Rian,Papa lupa memberitahu mu,Besok malam kita akan keluar makan bersama Keluarga Om Alex,untuk membicarakan pernikahan kamu dan Naura." Ucap Pak Roy.
Tomi yang sedang duduk bersama Kakek dan nenek nya di meja makan mendengarkan ucapan Kakek nya. "Ia lalu berjalan dengan kasar dan kesal nya pergi ke kamar,meninggalkan buah yang sedang ia nikmati.
Bu Lily dan Suami nya melihat cucu nya pergi dengan kesal,Rian pun begitu pula melihat nya,mereka tahu kalau Tomi akan sulit menerima Ayah nya menikah lagi.
"Aku pergi dulu Ma. Pa." Pamit Rian,tanpa memikirkan putra nya.
"Baik lah."Balas Pak Roy.
Bu Lily lalu berjalan ke kamar cucu nya itu,mencoba untuk memberikan pengertian pada cucu nya itu.