Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap Rahasia besar Amora
Amber dan Amora mulai memasak
setelah beberapa jam akhir nya mereka selesai memasak
"Ayo bawa kedepan paling bentar lagi Daddy dan abang kamu pulang" ucap Amber
"Oke mommy" ucap Amora
Amora dan Amber membawa masakan mereka kedepan, pada saat itu juga Arya dan Anantara pulang.
"Wah.. Tau kami pulang apa gimana?" tanya Anantara
"Ya iyalah bang, orang kalian aja selalu pulang jam 08.57 malam kok" ucap Amora
"udahlah ayo makan dulu" ucap Amora
"ya mandi dulu dong Amora" ucap Anantara
"Cih.. yaudah sana mandi, hus.. hus.." ucap Amora
"Ngusir nih cerita nya? Gak Deng candaa.." ucap Anantara lalu masuk ke kamar mandi ke satu, begitu juga dengan Daddy Arya yang masuk ke kamar mandi kedua
setelah beberapa menit akhir nya mereka semua makan malam, dan seperti biasa tanpa ada suara dan sepatah kata selain suara sendok dan garpu
Setelah selesai makan malam Arya langsung pergi tanpa mengucap kan sepatah kata pun, keempat A dan Amber tidak heran dengan itu
"Oh iya Anan, gimana kerjaan nya? susah gak?" tanya Amber
"Hum.. Bener tuh.. gimana kerjaan disana bang?" tanya Amora
"gampang kok dede, mom. kayak ngerjain tugas-tugas di SD aja" ucap Anantara lalu memakan kukis
"Cih.. Itumah Abang aja yang kepintaran. yakan Arkan" ucap Argan
"Nah itu.. Abang aja yang kepintaran.. Mana ada berkas mudah.." ucap Arkan
"cih.. kalian saja yang tidak bisa. udah lah.. oh iya kalian tau gak kalau Daddy besok bakal pergi ke luar kota?" ucap Anantara
keempat A menggeleng. "mommy tau, bahkan Daddy kalian sudah menghubungi mommy dari tadi siang. dia juga sudah izin" ucap Amber
"Kok mommy izinin sih. Mommy gak takut kalau Daddy selingkuh lagi?" ucap Arkan
"Lagian kalau selingkuh, biarkan saja.. orang anak sendiri juga di coba kok.." ucap Amber lalu memakan kukis
ketiga A itu menatap Amber, tatapan mereka tidak percaya
"Kenapa?" tanya Amber
"siapa yang mommy maksud? bukan Amora kan?" tanya Anantara
"Bener, bukan Amora kan? Orang Amora saja sering dihina Daddy kok, paling parah paling Amora cuman sering di cambuk 3 jam" ucap Argan
"Nah itu.. Pasti Daddy punya anak lain kan? Gak mungkin Amora kan?" tanya Arkan
Disaat ketiga A itu bertanya ke Amber, Amora hanya diam saja..
Amber memeluk Amora lalu mengatakan, "Amora.. Jangan merasa takut ke Daddy, dan jangan merasa bersalah ke mommy karena itu.."
Amora menangis di pelukan Amber, "mom.. Jawab pertanyaan kami.. Itu bukan Amora kan? " ucap Anantara
Amber menghela nafas lalu mengucap kan, "Sayang nya anak itu adalah Amora, Amora yang di leceh kan oleh Daddy kalian, Amora adalah anak yang di tidur Daddy kalian waktu itu, kalian melihat wanita yang tidur bersama Daddy di kamar kan? itu Amora.."
Anantara, Argan, Arkan hanya terdiam mendengar kata mommy mereka yang membuat hati mereka hancur seketika, ya siapa yang gak hancur, adik yang mereka jaga, adik yang mereka sayangi, adik yang mereka prioritas kan, adik yang mereka lindungi tubuh nya, ternyata malah di ambil kesucian nya oleh Daddy mereka. Hati mereka hancur- sehancur hancur nya..
"Mom.. itu bohong kan? Gak mungkin Daddy sampai melakukan itu.." ucap Anantara, tanpa sadar air mata nya mulai turun ke pipi
"Bahkan mommy ada disana.. Karena setelah Daddy mu menyiksa mommy dia mengambil kesucian Amora.. mommy juga merasa tidak bisa menjadi mommy yang baik, oleh karena itu mommy menjauhi Amora.." ucap Amber sambil menangis
"Pantas saja Amora takut dengan pria.. Bahkan dia sangat menuruti perintah Daddy.. ternyata.." ucap Anantara menggantung kalimat karena sudah tidak sanggup untuk berbicara
"Maksud nya Amora trauma Madusa? Jadi trauma yang selalu Amora cerita kan ke kami itu trauma Medusa? Amora jawab Abang.. Amora.." ucap Arkan
Amora masih menangis tapi dia mengangguk seolah mengatakan iya. "nah kalian tau kan sekarang mengapa mommy menjauh dari Amora? Ya karena itu.." ucap Amber
"Anan gak nyangka Daddy se-brengsek itu" ucap Anantara
"Amora.. maafin kita yang tidak menolong mu waktu itu.. maafin Abang ya Amora.. Maafin Abang.." ucap Argan
"Maafin Abang ya Amora.. Maafin Abang yang gak menolong waktu Daddy melakukan itu.. Maafin Abang Amora.." ucap Arkan
Setelah beberapa menit. Amora sudah sedikit tenang. "udah tenang sayang? Maafin mommy yang tidak bisa membantu kamu waktu itu.. Maafin mommy ya.."
Amora mengusap air mata nya lalu mengucapkan dengan nada yang benar-benar seperti hancur tapi tidak bisa di jelaskan, "mommy gak perlu minta maaf, karena mommy juga waktu itu kaki nya lumpuh sementara karena Daddy, wajar mommy gak tolong Amora. Dan untuk Abang, jangan merasa bersalah karena itu.. Kalian gak salah.. karena kalian waktu itu masih kuliah.."
"dan makasih udah jaga Amora selama ini.. Maaf kalau kalian kecewa dengan hasil itu.." ucap Amora
"Abang gak kecewa.. Abang gak akan menyalah kan mu, karena itu ulah Daddy.." ucap Anantara
Amora diam, "Amora tenang aja, Abang bakal bilang ini ke Nathan dengan baik-baik.. Kau tidak akan jauh dari nya.. Pegang kata-kata Abang oke.." ucap Arkan
"untuk apa? memang kalian yakin kak Nathan benar-benar seromantis yang kalian lihat?" ucap Amora
"kami tau, kau membuat perjanjian saat pernikahan nanti dengan Nathan bukan? Bahkan kami tau semua syarat-syarat di dalam sana" ucap Anantara
"oh iya, Nathan besok kata nya mau kesini" ucap Argan
"Bang.. Jangan.. Amora mohon.. Jangan bilang kak Nathan.. Amora masih belum siap kalau kak Nathan jauhin Amora.." ucap Amora
Anantara yang mengerti perasaan adik nya langsung mengatakan, "baiklah kalau kau mau nya seperti itu.. Kita tunggu waktu yang tepat"
Oke setelah itu mereka semua kembali ke kamar masing-masing, keesokan hari nya
Amora bangun lalu memakai pakaian kampus setelah itu berjalan ke bawah, seperti biasa dia menyapa mommy, dan para Abang-abang nya, dan duduk di samping Arkan
Skip mereka sarapan, "my little princess mau di antar siapa? Abang? Argan? Arkan? Atau sama Nathan?" ucap Anantara
"Em.. Kayak nya sama kak Nathan aja deh.." ucap Amora
"Ya sudah, hati-hati mother's little daughter" ucap Amber
"Iya, mommy.. Mora bakal hati-hati kok.." ucap Amora
"Nathan jaga adek gue" ucap Anantara
"siap, pak presiden. Pasti gue jaga kok princess nya, yaudah ayo Amora"
"Yaudah.. dadah semuaa." ucap Amora lalu berjalan pergi bersama Nathan