Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ekstra Part 3
Thomas mulai menjamah tubuh Ariana. Namun ia tidak sadar bahwa Adrian dan beberapa anggota Polisi sudah mengepung tempat persembunyiannya.
Anak buah Thomas bertubuh tambun itupun akhirnya tertunduk dengan tangan di borgol. Seluruh tempat itu berhasil dikuasai oleh Polisi.
Adrian dan anggota Polisi lainnya mulai menyusuri tempat itu. Mereka mencari keberadaan Ariana dan Alice. Hingga akhirnya mereka menemukan Ariana disebuah ruangan yang letaknya paling jauh diujung.
Saat itu Thomas yang sudah dikuasai *****, tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh tubuh Ariana. Namun, baru saja Thomas selesai melepaskan kemeja yang sedang dikenakannya, Polisi mendobrak pintu ruangan itu dengan senjata api ditangan mereka, yang ditujukan kepada lelaki bejat itu.
"A-apa-apa ini?!" ucap Thomas dengan wajah pucat pasi menatap para Polisi yang sudah mengepungnya. Bahkan anak buah Thomas yang bertugas menahan Alice pun ketakutan.
"Kurang ajar! Apa yang kamu lakukan pada anak dan istriku, hah?!" hardik Adrian sembari menghampiri Thomas.
"I-ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Adrian! A-aku malah ingin menyelamatkan istri dan anakmu dari penculikan ini." Thomas mencoba berkilah.
Namun tidak semudah itu membuat Adrian percaya. Apalagi saat ini Thomas sudah bertelanjang dada disamping Ariana yang ketakutan.
"Dasar bajingan!!!"
Adrian menghampiri Thomas kemudian menghajarnya sampai puas. Sedangkan sahabatnya dan para anggota Polisi lainnya hanya menjadi penonton dan membiarkan Adrian melampiaskan kemarahannya kepada lelaki bejat itu.
Setelah beberapa saat, Thomas pun jatuh. Ia tergolek lemah di lantai ruangan itu sambil terus meminta ampun kepada Adrian.
"Aku harap ini terakhir kalinya kamu melakukan ini, Thomas! Aku benar-benar tidak menyangka kamu bahkan juga terobsesi pada Ariana. Apakah kamu masih belum puas sudah beberapa kali merusak rumah tangga orang lain hanya untuk mengikuti obsesi mu selama ini?!" hardik Adrian.
Thomas tidak menjawab. Ia hanya bisa meringis kesakitan akibat pukulan Adrian.
"Bawa dia, kalau perlu hukum dia seberat-beratnya!"
Setelah para anggota Polisi membawa Thomas, Adrian segera menghampiri Ariana dan anaknya yang masih shok dengan kejadian yang baru saja mereka alami.
"Kamu tidak apa-apa, Sayang?" Adrian memeluk tubuh Ariana dan Alice.
"Alice takut, Dad!" seru Alice
"Tidak apa-apa, Sayang. Kalian sudah aman sekarang," sahut Adrian sembari mengecup puncak kepala Alice yang masih terisak di pelukan Ariana.
"Terima kasih, Sayang. Aku memang ceroboh! Seharusnya aku menghubungimu sebelum mengambil keputusan bodoh itu," ucap Ariana sambil memeluk tubuh Adrian dengan sebelah tangannya.
"Lain kali, kalau ada masalah, jangan pernah lupa untuk memberitahu aku, Ariana. Karena kalian segala-galanya bagiku," sahut Adrian.
Ariana tersenyum kecut sembari menganggukkan kepalanya.
"Sebaiknya kita pulang, aku yakin Arsene sudah menunggu kita di rumah." Adrian meraih tubuh Alice dari pelukan Ariana. Kemudian merekapun segera keluar dari tempat itu.
Setibanya di rumah, ternyata benar, Arsene sudah menunggu kedatangan mereka bersama Siska dan Anin. Arsene segera berlari menuju kedua orang tuanya sambil membentangkan tangannya.
"Daddy, Mami, Arsene kangen!" seru Arsene dengan mata berkaca-kaca.
Ariana berjongkok kemudian menyambut Arsene kedalam pelukannya. "Mami juga, Arsene. Bagaimana sekolahnya? Arsene tidak nakal, 'kan?" tanya Ariana.
"Arsene tidak nakal kok, Mam. Arsene 'kan anak baik," sahut Arsene.
***
Thomas dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Dan ternyata, ini bukanlah yang pertama kalinya Thomas melakukan tindakan kriminal. Thomas bahkan pernah melakukan pemerkosaan terhadap beberapa wanita yang pernah menolaknya. Namun, diantara mereka tidak ada yang berani melaporkan perbuatannya. Karena selama ini mereka diancam oleh Thomas.
Akhirnya Ariana bisa hidup dengan tenang bersama keluarga kecilnya. Begitupula Siska dan Anin. Mereka lebih tenang tanpa Thomas didalam kehidupan mereka. Siska pun bersyukur bisa lepas dari jeratan lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti Thomas. Ia bahagia walaupun ia harus membesarkan Anin seorang diri.
The End
Author mau sekalian Promosi Nih, karya baru netas, siapa tahu ada yang suka. Karakter sesuai judul ya ...
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya