NovelToon NovelToon
STORY OF ADITYA

STORY OF ADITYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Peningkatan diri -peningkatan kekayaan / Tamat
Popularitas:159.7k
Nilai: 5
Nama Author: GANTENG KALEM

Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.

Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.

Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.

Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.

Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CARE TO GIRLFRIEND

Di rumah sakit Sari asih, Luna langsung mendapat penanganan serius dari Dokter kepercayaan Baron Alfonso yang sekaligus. merangkap sebagai Dokter pribadi keluarganya.

Di luar ruangan, Adit masih menunggu dengan wajahnya yang terlihat harap harap cemas menunggu informasi selanjutnya dari Dokter.

Adit terlihat berkutat dengan ponselnya menghubungi Ratna yang tiada lain adalah sekretaris handal Luna company.

Tak hanya itu, Adit juga menghubungi keluarganya agar datang ke rumah sakit menjenguk Luna yang kini berada di rumah sakit.

"Keluarga pasien?" tanya Suster yang baru saja keluar dari ruangan Luna di rawat.

Adit yang sedari duduk terdiam sambil tertunduk, sontak mendongak dan langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Saya Sus," jawab Adit dengan wajah yang masih terlihat cemas.

Suster tersebut memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala Adit.

"Bapak, apakah masih saudara pasien?" tanya lagi Suster tersebut.

Adit terlihat sedikit memaksakan senyumnya di hadapan sang Suster.

"Saya calon suaminya, Sus?" Adit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Baik, Pak. anda di tunggu di ruangan Dokter Rudolph sekarang. Dokter ingin menemui anda." jelas Suster.

"I ya, Sus." Adit melangkah mengikuti Suster dari belakang menuju ruangan Dokter Rudolph.

Di dalam ruangan Dokter Rudolph, Adit di persilahkan untuk duduk menunggu sang Dokter yang baru selesai menangani Luna.

"Selamat pagi," sapa Dokter yang baru saja masuk ke dalam ruanganya.

"Pagi juga Dokter," Adit berdiri dari duduk dan membalas sapaan sang Dokter.

"Silahkan duduk kembali Pak." ucap Dokter Rudolph.

"Jadi bagaimana, Dok?" tanya Adit yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Dokter.

"Anda tidak perlu khawatir Pak, pasien mengalami demam dan HB yang turun, tapi itu semua sudah saya tangani." jelas Dokter.

Adit mengangkat tangannya ke atas berdoa dan mengucap Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukurnya.

"Terima kasih Pak, sudah mengantar pasien kesini, kebetulan saya Rudolph Dokter pribadi keluarga Alfonso." ucap Dokter menghulurkan tanganya.

Adit terlihat kebingungan membalas huluran tangan sang Dokter, karena keadaan tangannya yang masih terluka karena pecahan kaca jendela Luna.

"Maaf, Dok." Adit tersenyum sambil memperlihatkan tangannya yang masih terluka.

Dokter Rudolph menggeleng kepala dan segera menghubungi Suster agar menangani lukanya.

Dan tak berselang lama, datanglah Suster mengajak Adit untuk membantu mengobati luka. Beruntung luka di tangan Adit tidak begitu serius, sehingga memudahkan tim medis mengobati dan memberikan Sedikit perban untuk menutupi luka di tanganya.

Selesai mengobati luka di tanganya, Adit segera keluar dari ruangan dan kembali menuju ruangan atau kamar Luna di rawat.

Di depan pintu kamar Luna, Adit terlihat membuka pintu dengan perlahan karena tak ingin mengganggu Luna yang sedang beristirahat sebagaimana di beritahukan oleh Dokter sebelumnya.

Di dalam kamar, Luna terlihat masih tertidur dengan damai karena efek obat yang di berikan oleh Dokter padanya. Adit mengangkat kursi kecil dan menaruhnya di sebelah bad hospital Luna, dan duduk sambil menggenggam tangannya.

Rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat, membuat Adit tak kuasa lagi menahan beban berat di matanya. Ia kini tertidur dengan menempelkan tangan Luna di atas pipinya.

Sementara di luar rumah sakit, Herman beserta keluarganya, baru saja turun dari DAMRI yang di tumpanginya, dan kini mereka terlihat berjalan menuju Rumah sakit dengan langkah yang terlihat sedikit di percepat.

Di depan meja receptionis, ternyata telah ada Cody yang baru saja sampai dan terlihat menanyakan posisi kamar Luna.

"Cody," Panggil Herman.

Cody yang baru mendapatkan informasi ruangan Luna, dirinya memalingkan pandangan ke arah suara seseorang yang memanggilnya.

"Ouwh ... Pak Herman." Cody yang baru saja mengetahui dan keluarganya datang.

"I ya, Cody. saya kesini karena anak saya Adit meminta kami menemani Non Luna yang katanya sedang sakit." jelas Herman.

Cody mengangguk dan terlihat senang dengan bentuk kepedulian Herman beserta keluarganya.

"Kita kesana bersama-sama saja." Cody mengajak Herman dan keluarga.

Mereka semua melangkah bersama menuju kamar inap Luna.

Sementara di lain tempat, entah mengapa Abraham terlihat selalu cemas dan tidak enak diam.

" Papa, kenapa wajahmu cemas sekali hari ini?" tanya David yang kini sudah pulih dari patah tulangnya.

"Papa juga tidak tahu, semalam Papa cuma bermimpi Frans datang, dan dia mengucapkan selamat tinggal padaku." ucap Abraham yang kini berkeringat dingin.

"Itu kan hanya mimpi, jadi sebaiknya Papa tidak usah cemas lagi." David mencoba menenangkan.

Back to Hospital.

Cody beserta Herman sekeluarga, kini telah masuk ke dalam kamar Luna.

Mereka semua melihat Luna yang sedang mengusap usap kepala Aditya yang masih tertidur.

"Selamat siang, nona." Cody menyapa Luna.

Luna memandang Cody, dan dirinya memberikan kode isyarat agar menutup mulut dengan jari.

Cody mengangguk mengerti, Dia mengajak Herman dan keluarganya agar duduk beristirahat di ruangan sebelah.

"Pak," panggil Siti.

"Apa Bu?" jawab Herman.

"Apa tadi Ibu tidak salah lihat, kalau Adit anak kita sedang di elus kepalanya sama Non Luna." Siti yang masih belum percaya sepenuhnya.

"Memangnya kenapa, Bu?" tanya lagi Herman.

"Pak, kalau seperti itu. tandanya Non Luna sayang banget sama Adit." jelas Siti pada suaminya.

"Wajarlah Bu, orang Bapaknya tampan begini kok," Herman membanggakan dirinya.

"Halahhh, Preeett." Siti meninggalkan suaminya dan masuk bersama Galuh ke ruangan sebelah.

Sementara, di ruangan rawat VIP Luna. Adit mulai mengerjap ngerjapkan matanya, setelah sadar sebuah tangan terus mengusap kepalanya.

Adit mengangkat kepala dan langsung tersenyum tampan kepada Luna.

"Maaf, sayang. Aku gak sengaja ketiduran." Adit yang merasa tidak enak.

Adit melihat jam dinding yang terpajang di ruangan menunjukan jam 11:30.

"Sayang, sudah waktunya makan siang, dan setelah itu kamu harus minum obat ya." Adit mengambil makanan yang di antarkan perawat padanya.

"Maafkan aku, Dit." Luna menangis sambil menunduk malu di depan Adit.

"Maaf untuk apa?" Adit yang masih merasa bingung.

"Karena aku tanganmu kini terluka." Luna yang merasa bersalah.

Adit menaruh kembali mangkuk makananya, Dan memeluk Luna sambil mengelus kepalanya.

"Sudah, lagian tangan ini udah gak sakit kok." ucap Adit setelah melepas pelukan.

"Benarkah?" tanya Luna.

"I ya, serius." Adit mengerakan tangan dan jemarinya.

"Terima kasih sayang, Cupsss....," Luna mencium pipi kiri Adit.

"Eh, kamu ya. Sudah berani colong colongan gitu sekarang." Adit tersenyum, seraya mengambil kembali mangkuk makananya.

"Makan dulu ya sayang, terus jangan lupa abis ini minum Obat," Adit menyuapi Luna.

Dan setelah selesai dengan makan, Adit langsung mengambil obat yang sudah di persiapkan suster tadi.

"Nah, bagus. Anak cantik itu namanya." puji Adit pada Luna yang baru selesai meminum obatnya.

"Sekarang, kamu istirahat lagi ya." Adit kembali merebahkan posisi Luna.

"Adit, kamu disini jangan pergi ya" pinta Luna.

"I ya, sayang." Adit mengangguk.

"Adit," panggil Luna dengan manjanya.

"I ya, sayang. Ada apa?" Adit memandang Luna yang sudah menunjuk pipinya minta di cium.

Adit mendekatkan wajahnya dan siap mendaratkan bibirnya di pipi Luna, tapi dengan cepat Luna mengganti posisi wajahnya hingga mulut mereka saling beradu.

Adit membulatkan mata kaget melihat Luna yang langsung menyesap bibirnya yang kini telah menjadi candu bagi Luna.

1
simon soemimprang
lanjut
Aguskasnawi Awilea
mampir dulu thor
Beby AMy
Sdah selesai ceritanya
Anonim
kok burung kenari 😂😂😂
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
baru mulai baca .. lanjut
muhammad edy purnomo
finish??
CebReT SeMeDi
done
⃟Ꮓus_ℛιηι🌿
semangat akak
🐾Lady_DI 💋♡⃝ 𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂ
dah ninggalin jejak ya thor... lanjut
LINA
30 like and gift sudah mendarat, semangat up kk 🙂
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
done
🦁R14n@
Emang ga dilanjut lg cerita ini thor sdh lama ga up, ttp semangat👍👍👍
ciby😘
astaga typo si adit
ciby😘
uhhuuukkk si adik blom up ternyata
Beby AMy
Visual nya aldoz n galuh dong thor
muhammad edy purnomo
?????....masih lama thor...update nya?
kai
galuh yg kuatt...😔😔😔
🦁R14n@
yg ditgu sdh up tp pendek ceritanya thor, walau gt aku maklum author msh masa pemulihan, ttp sehat dan sll istrahat tpt wkt. sukses buatmu👍🙏
R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊
next
ciby😘
uhhhuuukkk luna ngasih kode dit🤭

semanhat bang😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!