NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Dua Anak Penguasa Dunia Atas

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Dari balik pepohonan yang diselimuti kegelapan, suara langkah kaki mulai terdengar perlahan.

Krek...

Krek...

Krek...

Suara itu semakin jelas dari waktu ke waktu, seolah ada sesuatu yang sedang bergerak mendekati area terbuka tempat mereka beristirahat.

Wajah Cang Xuan langsung berubah tegang.

Naluri yang ia miliki sebagai pemburu segera memberitahunya bahwa itu bukan hewan biasa.

"Tuan Xin."

"Hm?" sahut lelaki tua itu sambil tetap duduk santai.

Cang Xuan menatap ke arah hutan yang gelap.

"Sepertinya Monster Abyss akan datang."

Tangannya tanpa sadar bergerak mendekati gagang pedang di pinggangnya.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Namun berbeda dengan dirinya, Tuan Xin sama sekali tidak terlihat khawatir. Lelaki tua itu bahkan masih sempat menyesap arak dari kendi kecilnya sebelum menjawab dengan nada santai.

"Aku sudah bilang sebelumnya."

Ia tersenyum tipis.

"Urusan Monster Abyss serahkan padaku."

Tidak lama kemudian, raungan mengerikan mulai bergema dari balik pepohonan.

Satu demi satu sosok Monster Abyss muncul dari kegelapan.

Mata merah mereka bersinar tajam di malam hari.

Begitu menemukan mangsa, mereka langsung menerjang tanpa ragu.

Cang Xuan refleks berdiri.

"Mereka datang!"

Namun Tuan Xin masih tetap duduk di tempatnya.

Ia hanya menghela napas pelan seolah sedang menghadapi sesuatu yang sangat merepotkan, lalu meletakkan telapak tangannya ke tanah.

Dalam sekejap, aura berwarna kuning mulai menyelimuti tangannya.

Wuuusshhh!

Energi tersebut menyebar ke segala arah seperti gelombang air yang tak terlihat.

Tak lama kemudian, sebuah penghalang berwarna kuning keemasan muncul mengelilingi area tempat mereka berada.

Penghalang itu tampak tipis dan sederhana.

Namun aura yang dipancarkannya membuat udara di sekitar mereka bergetar samar.

Bumm!

Monster Abyss pertama menghantam penghalang tersebut dengan seluruh kekuatannya.

Namun sesuatu yang tidak terduga langsung terjadi.

"Aaarghhh!!"

Monster itu menjerit kesakitan.

Tubuhnya tiba-tiba terbakar oleh cahaya keemasan yang muncul dari penghalang.

Dalam hitungan detik, seluruh tubuhnya berubah menjadi abu dan lenyap tertiup angin malam.

Monster kedua mengalami hal yang sama.

Kemudian monster ketiga.

Lalu monster keempat.

Setiap Monster Abyss yang mencoba mendekat langsung terbakar sebelum sempat menyentuh bagian dalam penghalang.

Tidak ada satu pun yang berhasil menembusnya.

Melihat pemandangan tersebut, mata Cang Xuan langsung membelalak.

"Hebat sekali!"

Tatapannya penuh kekaguman.

"Tuan Xin, kau benar-benar luar biasa!"

Mendengar pujian itu, Tuan Xin hanya tertawa kecil.

"Ini?"

Ia melambaikan tangannya dengan santai.

"Teknik pelindung seperti ini sebenarnya sangat biasa di Dunia Atas."

Mata Cang Xuan semakin membesar.

"Teknik biasa?"

Tuan Xin mengangguk.

"Bukankah sudah kubilang sebelumnya?"

Nada suaranya terdengar seolah sedang menjelaskan sesuatu yang sangat normal.

"Aku pernah menjadi pelayan di Dunia Atas."

Kemudian ia menambahkan dengan santai, "Salah satu tugasku adalah melindungi tuanku dari para kultivator yang mencoba membunuhnya."

Ia kembali menyesap araknya.

"Jadi teknik seperti ini bukan apa-apa bagi kultivator di Dunia Atas."

Cang Xuan langsung terdiam.

Semakin banyak hal yang ia dengar tentang Dunia Atas, semakin ia menyadari betapa luasnya dunia yang belum diketahuinya.

Sementara itu, Ling Yue yang duduk di sisi lain api unggun hanya memperhatikan semuanya dalam diam.

Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Karena hanya dirinya yang mengetahui bahwa sebagian besar penjelasan Tuan Xin barusan hanyalah kebohongan yang disampaikan dengan wajah tenang.

Jika orang lain mendengarnya, mungkin mereka akan mempercayainya.

Namun Ling Yue tahu betul bahwa Tuan Xin jauh lebih kuat daripada yang ia akui.

Jauh lebih kuat.

Bahkan teknik penghalang yang baru saja digunakan bukanlah sesuatu yang bisa dikuasai oleh pelayan biasa.

Meski begitu, Ling Yue memilih untuk tetap diam.

Ia memahami bahwa Tuan Xin sengaja menyembunyikan identitasnya dari Cang Xuan.

Dan untuk saat ini, ia tidak berniat membongkar rahasia tersebut.

Waktu terus berlalu di tengah hutan yang gelap. Api unggun di pusat area terbuka masih menyala dengan tenang, memancarkan cahaya hangat yang menerangi wajah ketiga pengelana tersebut. Di luar penghalang keemasan milik Tuan Xin, sesekali terdengar raungan Monster Abyss yang masih mencoba mendekat. Namun setiap kali mereka menyentuh penghalang itu, tubuh mereka langsung terbakar dan berubah menjadi abu sebelum sempat melangkah lebih jauh.

Karena tidak lagi perlu mengkhawatirkan serangan monster, suasana di sekitar api unggun perlahan menjadi lebih santai. Cang Xuan banyak mengajukan pertanyaan mengenai dunia luar, sementara Tuan Xin menjawab sebagian dengan santai dan menghindari sebagian lainnya seperti biasa. Sesekali Ling Yue ikut menanggapi, membuat malam pertama perjalanan mereka terasa jauh lebih hidup daripada yang dibayangkan sebelumnya.

Namun setelah berjalan hampir seharian penuh dan mengalami begitu banyak hal sejak pagi, rasa lelah akhirnya mulai menguasai tubuh Cang Xuan. Awalnya ia masih berusaha tetap terjaga dan mendengarkan cerita Tuan Xin, tetapi kelopak matanya semakin lama semakin berat.

Pada akhirnya, tanpa disadari, ia tertidur di dekat api unggun.

Napasnya menjadi tenang dan teratur.

Wajah yang biasanya dipenuhi kewaspadaan kini terlihat jauh lebih damai.

Ling Yue yang melihat itu hanya tersenyum kecil.

Pemuda itu memang selalu berusaha terlihat kuat, tetapi pada akhirnya ia tetap seorang remaja yang telah memikul terlalu banyak beban sejak usia muda.

Setelah beberapa saat, Ling Yue juga memilih beristirahat. Ia duduk bersandar pada batang pohon besar yang berada tidak jauh dari api unggun, membiarkan cahaya jingga api menerangi sebagian wajahnya.

Sementara itu, Tuan Xin masih duduk di dekat api unggun sambil memegang kendi araknya. Tatapannya sesekali mengarah ke kegelapan hutan di luar penghalang, lalu kembali ke nyala api yang menari pelan di hadapannya.

Malam terus berjalan dengan tenang.

Di tengah hutan yang seharusnya menjadi tempat paling berbahaya di Dunia Bawah, ketiganya justru menghabiskan malam pertama perjalanan mereka dalam keadaan yang relatif damai. Hanya suara kayu yang terbakar, hembusan angin malam, dan raungan Monster Abyss yang terdengar samar dari kejauhan yang menjadi pengingat bahwa dunia di luar lingkaran cahaya api unggun masih dipenuhi bahaya yang mengintai dalam kegelapan.

Tak lama setelah Cang Xuan tertidur, suasana di sekitar api unggun menjadi jauh lebih tenang. Nyala api terus menari perlahan di tengah malam, sementara suara Monster Abyss yang berkeliaran di luar penghalang terdengar semakin samar. Tuan Xin yang masih duduk menjaga api unggun akhirnya menoleh ke arah Ling Yue yang sedang bersandar pada batang pohon besar.

"Putri Yue."

Mendengar sapaan itu, Ling Yue langsung mengalihkan pandangannya ke arah lelaki tua tersebut.

"Ini sudah larut malam. Kenapa kau masih belum tidur juga?"

Ling Yue terdiam beberapa saat sebelum akhirnya bertanya dengan suara pelan, "Komandan Xin, aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi di Dunia Bawah."

Tatapannya menjadi serius.

"Kenapa kau membantu Cang Xuan? Apa sebenarnya tujuanmu?"

Tuan Xin tersenyum tipis. Ia memperhatikan gadis yang kini telah beranjak dewasa itu selama beberapa saat sebelum berkata, "Kau sudah besar sekarang. Terakhir kali aku melihatmu, usiamu baru sekitar enam atau tujuh tahun."

Kemudian ia tertawa kecil.

"Ngomong-ngomong, aku justru penasaran bagaimana kau bisa sampai ke Dunia Bawah. Jangan bilang kau kabur dari istana. Kalau ayahmu tahu, beliau pasti marah besar."

Ling Yue langsung mendengus pelan.

"Itu bukan urusanmu."

Kemudian ia kembali menatapnya dengan serius.

"Katakan saja kenapa kau membantu Cang Xuan."

Melihat bahwa Ling Yue tidak akan mengalihkan topik, Tuan Xin akhirnya menghela napas pelan. Tatapannya beralih ke arah Cang Xuan yang sedang tertidur tidak jauh dari sana.

"Baiklah."

Nada suaranya menjadi sedikit lebih serius.

"Alasannya karena ayahnya."

Ling Yue mengernyit.

"Ayahnya?"

Tuan Xin mengangguk.

"Iya."

Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan.

"Musuh terbesar ayahmu."

Kemudian ia menambahkan dengan tenang, "Atau lebih tepatnya, rival terkuat ayahmu ternyata adalah ayah dari Cang Xuan."

Tubuh Ling Yue langsung membeku.

Matanya membelalak.

"Apa?!"

Tuan Xin tetap terlihat tenang.

"Kau tahu sendiri bahwa ayahmu adalah salah satu Kaisar terkuat di Dunia Atas. Namun ayah Cang Xuan juga berada pada tingkat yang sama."

Ling Yue masih belum bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Sementara itu, Tuan Xin melanjutkan penjelasannya.

"Mengenai alasan aku berada di sini, itu karena aku menerima tugas langsung dari ayah Cang Xuan. Setelah mendengar kabar bahwa ibu Cang Xuan telah meninggal, beliau memintaku turun ke Dunia Bawah untuk membantu putranya."

Ling Yue terdiam.

Pikirannya langsung dipenuhi berbagai kemungkinan.

Selama ini ia memang tahu bahwa Cang Xuan bukan orang biasa. Namun ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa latar belakangnya akan sebesar ini.

Tuan Xin tersenyum kecil melihat reaksinya.

"Itulah alasan aku berada di sini."

Tatapannya kembali jatuh pada sosok pemuda yang sedang tertidur.

"Aku hanya ingin memastikan bahwa suatu hari nanti Cang Xuan dapat bertemu kembali dengan ayahnya."

Ling Yue masih memproses semua informasi yang baru saja didengarnya. Namun sebelum ia sempat mengajukan pertanyaan lain, Tuan Xin berbicara lebih dahulu.

"Untuk saat ini, identitas kita harus tetap dirahasiakan."

Nada suaranya terdengar tegas.

"Cang Xuan belum boleh mengetahui semua ini."

Ling Yue akhirnya menganggukkan kepala perlahan.

"Aku mengerti."

Melihat itu, suasana yang tadinya serius kembali sedikit mencair.

Tuan Xin menyeringai.

"Ngomong-ngomong..."

Ling Yue langsung merasa firasat buruk.

"Aku penasaran."

Benar saja.

"Kenapa kau begitu ingin mengikuti Cang Xuan?"

Pertanyaan itu membuat Ling Yue langsung menjawab tanpa berpikir panjang.

"Aku hanya ingin membalas budinya."

Jawabannya terdengar sangat cepat.

"Dia pernah menyelamatkanku. Itu saja."

Namun Tuan Xin hanya tertawa kecil.

"Benarkah?"

Senyumnya semakin lebar.

"Tidak ada alasan lain?"

Ling Yue langsung memalingkan wajah.

"Tidak ada."

Melihat reaksi tersebut, Tuan Xin justru terlihat semakin yakin akan sesuatu.

"Hmm..."

Ia mengelus dagunya sambil tersenyum.

"Siapa tahu perasaanmu berubah di masa depan."

Wajah Ling Yue langsung memerah.

"Itu tidak mungkin!"

Tuan Xin tertawa lebih keras.

"Kalau suatu hari nanti kau menikah dengannya, ayahmu pasti pusing."

Ling Yue langsung berdiri.

"Sudah kubilang aku tidak menyukainya!"

Nada suaranya terdengar jauh lebih keras daripada sebelumnya.

"Aku hanya membalas budi!"

Kemudian ia menunjuk ke arah Cang Xuan yang sedang tidur.

"Dia temanku!"

Melihat reaksinya, Tuan Xin mengangkat kedua tangannya seolah menyerah.

"Baiklah, baiklah."

Ia masih berusaha menahan tawanya.

"Aku percaya."

Meski sebenarnya ekspresinya menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak percaya.

Setelah cukup menggoda gadis itu, Tuan Xin akhirnya menunjuk ke arah pohon tempat Ling Yue bersandar.

"Sudah sana tidur."

Ia menyesap sedikit arak sebelum melanjutkan.

"Besok perjalanan kita masih panjang."

Ling Yue mendengus pelan sebelum akhirnya kembali duduk.

Namun sebelum memejamkan mata, ia tanpa sadar melirik ke arah Cang Xuan yang sedang tertidur dengan tenang di dekat api unggun. Cahaya api yang berkedip-kedip menerangi wajah pemuda itu, membuat suasana tampak jauh lebih damai dibandingkan biasanya.

Tatapan Ling Yue tanpa sadar menjadi sedikit lebih lembut.

Namun begitu menyadarinya, ia segera memalingkan wajah dan memejamkan mata.

Beberapa saat kemudian, hutan kembali dipenuhi keheningan. Tuan Xin yang sudah memastikan keadaan aman akhirnya ikut beristirahat.

Anehnya, setelah memastikan semuanya aman, Tuan Xin tidak memilih bersandar pada pohon atau tidur di dekat api unggun seperti orang normal pada umumnya. Lelaki tua itu justru berjalan santai ke arah Cang Xuan yang sedang tertidur pulas, lalu merebahkan dirinya tepat di samping pemuda tersebut.

Dengan gerakan yang sangat alami, ia bahkan menggunakan lengan Cang Xuan sebagai bantal.

"Begini lebih nyaman," gumamnya santai sebelum menutup mata.

Di sisi lain, Ling Yue yang sempat melihat pemandangan itu hanya terdiam beberapa saat. Entah kenapa, semakin lama ia mengenal Tuan Xin, semakin sulit baginya memahami cara berpikir lelaki tua tersebut.

Meski pemiliknya sudah tertidur, penghalang berwarna kuning keemasan yang mengelilingi area perkemahan tetap berdiri kokoh. Cahaya samar terus memancar dari permukaannya, menjaga mereka dari setiap Monster Abyss yang mencoba mendekat sepanjang malam.

Dengan demikian, malam pertama perjalanan mereka berlalu tanpa gangguan berarti.

Keesokan paginya, sinar matahari kembali menembus celah-celah dedaunan dan membangunkan hutan dari keheningan malam. Setelah membereskan barang-barang mereka dan memadamkan sisa api unggun, Cang Xuan, Ling Yue, dan Tuan Xin kembali melanjutkan perjalanan.

Mereka terus berjalan selama beberapa jam melewati jalur hutan yang panjang. Namun semakin lama, pepohonan di sekitar mereka mulai berkurang jumlahnya. Jalan setapak yang sempit perlahan berubah menjadi jalan yang jauh lebih lebar, menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan wilayah yang dihuni manusia.

Tidak lama kemudian, sebuah desa besar mulai terlihat di kejauhan.

Desa itu jauh lebih luas dibandingkan desa yang mereka kunjungi sebelumnya. Dari kejauhan sudah terlihat banyak bangunan, jalan-jalan yang ramai, serta aktivitas penduduk yang keluar masuk melalui gerbang desa.

Melihat pemandangan tersebut, wajah Cang Xuan langsung dipenuhi antusiasme.

"Sepertinya kita sudah sampai di sebuah desa."

Tuan Xin yang berjalan di depan menganggukkan kepala.

"Iya."

Tatapannya mengarah ke desa tersebut.

"Itulah desa berikutnya yang harus kita lewati sebelum menuju wilayah tempat Penguasa Benua Timur berada."

Mendengar itu, semangat Cang Xuan kembali meningkat. Setiap desa baru yang mereka kunjungi membuatnya semakin menyadari betapa luasnya dunia di luar Desa Awan Timur.

Sementara itu, Ling Yue berjalan dengan tenang di sampingnya, sedangkan Tuan Xin tetap memimpin jalan seperti biasa.

Ketiga sosok itu terus melangkah menuju desa yang terlihat semakin dekat di depan mereka.

End Chapter 20

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!