Kisah berlanjut......
Ig:Mel.a8813
bukan novel update tiap hari 🙏
Kisah cinta romantis anak-anak dari lanjutan novel MENIKAHI PRIA DEWASA 1&2.
Kisah cinta Malik dan keysha tak lekang oleh waktu, walaupun keduanya semakin tua dan anak-anak tumbuh beranjak remaja.Keysha dan Malik selalu berusaha menciptakan keharmonisan rumah tangga.Dan saling percaya dan selalu menjaga perasaan masing-masing.
Kiran tumbuh menjadi gadis yang cantik, berkulit putih dan kini Kiran duduk di bangku sekolah SMA kelas 12.Sementara Kenzo dan Kai duduk di bangku sekolah SMP.Dan si bungsu Kenzie masih SD dan sangat manja kepada ayah dan ibunya.Kiran tumbuh sama seperti ketiga adiknya memiliki kemiripan dengan sang ayah Malik walaupun Malik bukan ayah kandungnya,dan Kiran selalu berusaha untuk bersikap adil kepada ayah kandung dan ayah sambungnya walaupun sulit dan serba salah.
(DI SARANKAN UNTUK MEMBACA NOVEL MPD SATU ATAU DUA)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Kai menarik-narik tangan Sahara agar mau ikut bersamanya.Sahara berusaha mempertahankan diri sekuat tenaga tapi dia tidak bisa melawan tenaga besar Kaindra.Sahara pasrah begitu juga dengan June yang di rangkul bahunya oleh Kenzo.Semuanya melangkah ke belakang sekolah dimana Aloona sudah menunggu.
Aloona menoleh saat mendengar suara langkah kaki dan ribut-ribut mengarah padanya.Sahara dan june terdiam, Kenzo dan Kai menjauh.Aloona sama sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Sahara dan June,sampai dia meminta bantuan Kenzo dan Kai.
”Kai."Sahara terlihat kesal dan melirik Kai.Kai malah membuang muka.
"Sahara aku minta maaf atas semua yang aku lakukan selama ini sama kamu,aku benar-benar minta maaf.Aku sudah menyakitimu."Lirih Aloona membuat Sahara diam dan memperhatikannya."Aku minta maaf,aku mohon maafkan aku.”Tambah Aloona yang belum mendapatkan reaksi apa-apa dari Sahara.
”Sahara"lirih Kai dan Sahara tidak meliriknya sama sekali.
”Aku memaafkan mu,tapi aku benar-benar meminta padamu untuk benar-benar merubah.Bukan hanya ku dan Sahara,kamu juga sering menganggu teman-teman yang lainnya."Sahara menatap Aloona lekat begitu juga sebaliknya."Yang sudah-sudah biarkan saja,aku juga minta maaf padamu”Sahara tersenyum lebar dan Aloona membalasnya dengan senyuman manisnya.Kenzo dan Kai saling melirik saat melihat Sahara dan Aloona berpelukan, Kenzo ingin memeluk Kai,Kai mendorong tubuh Kenzo sekuat tenaga.
”Jijik"cibir Kai dan membuat Kenzo mengernyit.
Sahara melepaskan pelukannya begitu juga dengan Aloona, keduanya tersenyum lebar dan Aloona melirik June.June menundukkan kepalanya, beberapa kejadian yang membuatnya takut kepada Aloona berputar seperti komedi putar di atas kepalanya, bagaimana Aloona mencaci makinya sampai June pernah tidak mau sekolah lagi.Karena tidak memiliki siapa-siapa di sekolah kecuali Kaindra yang terkadang mendekatinya untuk mengatakan"Aloona juga manusia,dia hanya berkuasa melindungi kelemahannya sendiri"itulah yang Kaindra sering katakan sampai membuat June akhirnya mau sekolah kembali.
”June aku minta maaf"lirih Aloona berhadapan dengan June llau menundukkan kepalanya, June mengangkat kepalanya saat mendengar kata yang keluar itu.”Aku sudah banyak melakukan kesalahan hanya untuk kesenangan ku sendiri.”Tambahnya dengan suara berat.
”Cukup Aloona,aku sudah memaafkan mu.”Lirih june tersenyum lebar dan Aloona menatapnya.
”Apa kamu yakin sudah memaafkan ku?”Aloona terus menatap june lekat dan June mengangguk.
"Iya aku sudah memaafkan ku,aku juga minta maaf.Apa kita bisa berteman mulai dari sekarang?"June meraih kedua tangan Aloona dan Aloona tersenyum.Lalu mengangguk mengiyakan.
Aloona memeluk June begitu juga dengan June,Kenzo tersenyum lebar saat june menatapnya dan Kai melirik keduanya bergantian.
Di kafe.
Dylan diam meneguk jus nya berulang kali,menunggu Malik yang ingin bertemu dengannya.Di hadapannya,Zain diam membisu tatapannya seperti menatap Dylan namun nyatanya pria itu sedang melamun.Dan hanya ada Kiran di pikirannya.
Dia sama sekali tidak berbicara dari tadi, ngomong kek kan aku jadi bosan kalau diam-diam an seperti ini.
Dylan kesal karena pria dihadapannya sama sekali tidak bersuara.
Dylan mengeluarkan ponselnya dan keluar masuk akun media sosial nya,hanya itu yang dia lakukan untuk mengusir kejenuhan.
Zain berdiri dengan cepat.
Kyakkk!. Dylan refleks melemparkan sepotong kue ke tubuh besar dan tinggi itu.
”Kurang ajar,aku kaget!!"Dylan berteriak dan Zain hanya menoleh sekilas dan menatap kedatangan Malik bersama empat orang anak buah di belakang dan sisi kanan dan kirinya.
Kau harus bekerja dengan baik Zain, lupakan Kiran sejenak.
Zain bergumam dan menarik kursi lalu Malik duduk, Zain mundur menjauh dan Dylan menyapu sekeliling.Melihat para bodyguard bertubuh besar dan tinggi,sangat menyeramkan berjajar mengelilingi nya dan Malik.
”Tinggalkan kami"titah Malik dan Zain melirik semuanya,semuanya pergi meninggalkan Dylan dan Malik berdua.Zain berdiri cukup jauh tetap memperhatikan keduanya.
”Ada apa om mengajakku bertemu?"tanya Dylan menatap pria paruh baya di hadapannya, Malik tersenyum dan Dylan mengerutkan dahinya heran dengan sikap Malik kali ini.
”Kau sudah makan?”
”Belum,aku hanya baru minum”katanya,Malik mengernyit melihat empat gelas kosong di atas meja dan Dylan yang meminum semuanya,Zain hanya menurut karena itu yang di perintahkan Malik padanya.
”Kita makan bersama?"
”Tentu saja”Dylan sangat antusias memilih daftar menu makanan dan minuman.Begitu juga Malik dan terus menatap pemuda di hadapannya.
Sweetie cake.
Ken memperhatikan gadis dihadapannya yang tengah memakan kue dengan rakus,Kiran sedang stres dan meluapkan emosinya dengan makan banyak.Tidak perduli lagi jika timbangannya naik.Keysha melangkah membawa dua gelas air putih di atas nampan yang dia bawa.Keysha melirik Ken yang tengah menatap putrinya lekat.
”Makan pelan-pelan nak."Tegur Keysha dan Kiran tersenyum.Ken melirik Keysha sekilas dan Keysha duduk setelah meletakkan dua gelas air di atas meja.
”Mama,ini enak sekali"puji Kiran tersenyum dengan mulut oenuh, keyhsa menggeleng kepala dan tersenyum tipis.
Aku benci padamu Zain,aku benci.Aku menunggumu bertahun-tahun dengan gampangnya kau mengatakan itu,aku benci.Kiran bergumam.
"Nak cukup.”Keysha menahan Kiran dan meminta pegawai nya membawa kue ke belakang.
”Mama aku masih ingin makan."Protes Kiran karena ibunya menghentikannya.
”Jangan banyak-banyak,kau harus bisa mengontrol emosi mu."
”Siapa juga yang emosi”Kiran kesal.Keysha menatap Ken dan bertanya ada apa yang terjadi dengan putrinya, Ken menggeleng kepala lalu mengangkat bahu dia tidak tahu apa yang terjadi.
Tiba-tiba ponsel Kiran berdering dan Kiran meraih ponselnya.
”Assalamualaikum ayah.”Kiran mengangkat telfon dari ayahnya Agam, Keysha dan Ken memperhatikannya."Oh,aku sedang berada di toko kue mama.Dimana tempatnya?"mendengarkan.”Emm oke,aku kesana sekarang.”Mendengarkan lagi.”Waalaikumsalam"panggilan berakhir.
”Ada apa?"tanya Keyhsa.
”Ayah mengajak bertemu di restoran,makan bersama kayaknya.Aku pergi ya ma."Kiran bangkit dari duduknya di susul Ken mengikuti."Paman pulang saja aku bisa pergi sendiri.”Imbuhnya seraya menggerakkan tangannya.
”Bawa kue buat Aloona ya nak."Keysha melangkah pergi untuk mengambil kue.Dan Kiran mengekor di belakang.Ken diam masih menunggu semoga gadis itu berubah pikiran dan mau dia antar.
Tidak lama Kiran keluar membawa kantong plastik berwarna putih dengan logo nama toko kue tersebut,dengan dus berwarna pink dan kue ada didalam nya.
”Mama aku pergi ya.”Kiran tersenyum dan memeluk ibunya erat.
”Aaa ini terlalu kencang sayang mama tidak bisa bernafas”Keysha menepuk-nepuk punggung Kiran, Kiran melepaskan pelukannya dan tertawa-tawa.”Anak nakal”Keysha mencolek hidung mancung Kiran gemas.Dan Kiran tertawa kecil.
”Aku pergi, assalamualaikum”
”Waalaikumsalam”Keysha menatap kepergian Kiran.
Di luar toko Kiran terkejut karena mobil pamannya masih ada disana.Kiran menyapu sekeliling dan entah dimana Ken berada.
”Paman"ucapnya saat tangan Ken menutup kedua matanya dari belakang.
”Kau benar-benar mengenaliku?"Ken melepaskan tangannya dan Kiran menoleh.
”Aroma parfum mu sangat menyengat, bagaimana bisa aku tidak tahu"Kiran cemberut dan mood nya benar-benar tidak baik saat ini.
”Ya sudah,ayok aku antar"meraih tangan Kiran dari dalam toko Keysha memperhatikan keduanya.Karena tidak ada pilihan lain, Kiran akhirnya menerima untuk di antar Ken bertemu dengan Ayahnya.
Kembali ke cafe.
Dylan selesai menghabiskan makanannya,dan Malik hanya makan sedikit.Malik memperhatikan Dylan terus-menerus dan Dylan merasa canggung.
”Om terima kasih makanannya,aku mau pulang."Dylan tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan melangkah cepat setengah berlari keluar dari cafe,Malik menyusulnya karena belum mengatakan apa-apa.
Dia kenapa sih hari ini? serem.
Dylan merasa takut dengan tatapan Malik dan terus melangkah, langkahnya pelan setelah berhasil keluar dari cafe tidak sadar jika Malik mengikutinya.
”Mario!"
Deg..
Dylan terdiam, berhenti melangkah dan kedua matanya langsung berair saat nama kecilnya yang diberikan oleh sang ayah terdengar kembali di telinganya setelah sekian lama, bertahun-tahun dia tidak pernah mendengar orang-orang memanggilnya seperti itu lagi.Dylan menoleh dan melihat Malik yang memanggilnya.
”Kenapa om tahu nama itu?"tanya Dylan diam ditempatnya dan Malik melangkah maju mendekatinya.Malik memegang kedua bahu Dylan kuat dan menatapnya lekat.
”Ayah mu Mario?"tanya Malik dan Dylan diam.”Kau tahu nama itu?kenapa kau diam saat aku mengucapkannya?kau Mario?”.Tambahnya dan Dylan meneteskan air matanya.
”Itu ayahku, ibuku Wulan ayahku Morgan."Dylan menepis tangan Malik kasar dari bahunya.”Kenapa om tahu?”menatap Malik lekat.
”Ayah mu adalah sahabatku,aku mencarimu kemana-mana.Kenapa kau tidak pernah mengatakan nama asli mu kepada siapapun,mungkin akan mudah jika kau mengatakannya kepada orang-orang didekat mu.”Malik memeluk Dylan setelah mengatakan itu semua,dari kejauhan Zain memperhatikan.Tidak begitu jelas dia mendengar apa yang di katakan Malik begitu juga dengan apa yang di katakan Dylan.
”Jika om sahabat ayahku,om pasti tahu kenapa ayahku meninggal.Ibu ku sakit dan tidak lama ibu juga meninggal,aku sendirian.Aku tersiksa sampai akhirnya aku bertemu dengan ibu Lia ayah Harto."Dylan mendorong tubuh Malik agar berhenti memeluknya.
Malik terdiam sejenak,sampai akhirnya dia mengatakan.”Ayah mu meninggal karena menolong ku,aku selamat tapi ayah mu tidak.”
"Cih”Dylan berdesis.Dylan hanya tahu ayahnya meninggal terbakar api disebuah gudang,dan Dylan baru tahu jika ayahnya meninggal karena menolong Malik.
”Aku benar-benar tidak bisa tenang sebelum menemukan mu, kita sangat dekat.Dan bodohnya aku tidak pernah menyadari itu.”Lirih Malik mendekat dan Dylan mundur menjauh.
”Aku selalu penasaran kenapa ayahku meninggal,kenapa bisa.Kau orangnya?kau yang membunuh ayahku?”tanya Dylan dengan suara berat dan Malik sontak menggeleng kepala membantah ucapan tersebut.
”Dengarkan aku.."
”Lepas!"Dylan menepis tangan Malik berulang kali,Zain yang melihat suasana berubah tegang melangkah mendekati keduanya."Kau membunuh ayahku,kau orangnya.Aku benci padamu"teriak Dylan mendorong tubuh Malik dan berlari sekencang-kencangnya mengindari Malik yang mengejarnya,Zain menahan Malik yang ingin menyeberang jalan untuk menyusul Dylan.Kedua mata Malik berair menatap kepergian Dylan yang terus berlari dan salah paham padanya.
Restoran mewah.
Kiran berdiri dan menatap kepergian Ken,Kiran melangkah masuk ke dalam restoran milik keluarga ayahnya itu.Beberapa pelayan restoran menyapanya dan Kiran hanya tersenyum lebar.
"Nona ikut saya,semua keluarga sudah menunggu”kata Martin dan mendahului langkah Kiran,Kiran mendelik sebal dan mengikuti kemana Martin pergi.
Kiran tersenyum saat melihat semua keluarga sudah berkumpul dan Fatih memperhatikan Kiran lekat.
”Kakak"Aloona bangkit dari duduknya dan memeluk kakaknya erat.Kiran tersenyum lalu Aloona melepaskan pelukannya,Kiran menyalami tangan semua orang satu-persatu kecuali Fatih dia lewati.
"Duduk”Agam menarik kursi dan Kiran duduk.
"Terima kasih ayah"katanya dengan senyuman manis menghiasi wajahnya.
”Kesini sendirian?"tanya Sinta.
”Di antar sama paman Ken tadi”
”Oh,ayo makan"Sinta meraih piring dan menyiapkan makanan untuk Kiran.
”Tidak terasa kamu sudah besar nak"kata Lukman dan Kiran tersenyum.
"Terima kasih bibi"Kiran menerima piring dan meminum air putih terlebih dahulu.
Semua orang menikmati makan siang bersama dengan penuh suka cita apalagi Aloona yang sangat berbeda kali ini, lebih banyak tersenyum dan tertawa.Kiran terdiam saat di kakinya terasa ada yang merayap terus naik sampai ke lututnya.Kiran sadar jika kaki Fatih yang sedang membelai kakinya.Fatih mengedipkan mata kirinya genit dan Kiran mengepalkan tangannya, menendang kaki Fatih di bawah meja kasar.
Fatih meringis dan memegang kakinya yang terasa ngilu karena di tendang dan di injak oleh Kiran.
”Kamu sebentar lagi ujian ya?"tanya Fatimah.
"Iya Oma aku harus giat belajar hehe"Kiran tersenyum kepada neneknya itu.
”Apa nomor ponsel mu ganti?"tanya Fatih menyela.Kiran diam dan hanya menggeleng kepala,dia memblokir nomor kontak Fatih saat pria itu menghubunginya.Fatih mengepalkan tangannya karena Kiran tidak mau menjawab dan malah berbicara dengan Aloona,padahal jelas Kiran sudah menggeleng kepala nya.
"Minggu depan ayah ada rencana untuk pergi ke tempat wisata yang baru di buka itu, bagaimana menurutmu Kiran?"tanya Agam dan sesekali menyuapi Aloona.
"Aku ikut saja"Kiran tersenyum dan melirik ponselnya berulang kali di atas meja.
Dia benar-benar tidak mau berhubungan denganku lagi?oke baiklah..Gumamnya begitu kesal.
”Izin dulu sama papa nanti”seru Nabila dan Kiran mengangguk.
”Ayah kita akan ke mal kan setelah ini?"tanya Aloona.
"iya nak"
”Emm ayah aku tidak ikut ya, soalnya ada tugas banyak hari ini."Kiran menyela.
"Yah kakak”Aloona kecewa.
”Lain kali kita jalan-jalan berdua saja mau?”tanya Kiran memegang kedua pipi adiknya gemas dan Aloona mengangguk senang.Kiran menghabiskan makanannya buru-buru karena kaki Fatih kembali membelai kulit kakinya yang mulus itu.Ingin sekali Kiran berteriak namun dia tidak bisa merusak suasana hangat tersebut.
Kiran menatap jam tangannya setelah makanannya habis.
"Ayah aku ke toilet sebentar”Kiran pamit dan meraih tas nya.
”Iya nak"Agam membiarkan anaknya pergi.Kiran sedang datang bulan dan ingin ke toilet untuk mengganti pembalut nya.
Setelah Kiran merasa lega karena sudah menggantinya.Kiran keluar dari toilet dan Fatih sudah menunggunya dari tadi di luar.
”Minggir!"ketus Kiran dan Fatih terus menghalangi jalannya.”Aku bilang minggir.”Kiran kesal.
”Kamu semakin cantik saja Kiran”Membelai wajah Kiran dan Kiran menepisnya kasar.
”Gila!"maki Kiran lalu melangkah dan Fatih mencekal pergelangan tangannya."Lepas,atau aku akan berteriak.”
”Kau sangat berani kepadaku, kurang ajar."Terus mencekal pergelangan Kiran dan Kiran meringis kesakitan berusaha melepaskan tangan Fatih dari tangannya.
"Sakit!"Kiran terus meringis kesakitan dan berusaha melepaskan tangan Kiran.
Bug...Kiran akhirnya terpaksa menendang area vital pria itu dan Fatih melepaskan cengkraman nya lalu tersungkur kasar ke lantai.Kiran memegang pergelangan tangannya yang terasa ngilu.Lalu melangkah pergi melewati Fatih yang terus meringis.
"Awas kau ya”teriak Fatih.
Kiran berpamitan dengan semua orang karena ingin segera pulang.Dia tidak mau lagi melihat wajah pria yang sudah menyakitinya.
”Ayah antar ayo"Agam sudah berdiri dan Aloona menahannya.
"Ayah bilang mau jalan-jalan ke mal,gimana sih"Aloona kesal.
”Aloona jangan seperti itu,kakak bisa pulang sendiri.Aku pergi ayah,semuanya aku pergi assalamualaikum."
”Waalaikumsalam”seru semua orang.Fatimah menggeleng kepala melihat tingkah laku Aloona.
Kiran melangkah pergi dan matanya berair hampir menangis.Kiran terdiam saat keluar melewati pintu masuk restoran terlihat Zain sudah menunggunya dengan menyenderkan punggungnya di pintu mobil.Zain menjauhkan punggungnya dan berdiri tegap menatap gadis itu yang sedang menatapnya.
Zain melangkah dan Kiran juga melangkah cepat mendekati pria itu.
Blek! Kiran memeluk Zain erat dan menahan air matanya agar tidak menetes Zain terdiam dan menyapu sekeliling.
”Ada apa?”bertanya dan memeluk Kiran dengan tangan kanannya,dagunya menancap di atas kepala gadis itu dan Kiran terus memeluk Zain tidak menjawab pertanyaan Zain ataupun menangis.
Kiran merasa tenang saat memeluk Zain dan mencium aroma tubuh khas Zain,Zain melepaskan pelukannya dan tidak mau bertanya kembali karena gadis itu terlihat benar-benar terguncang.
”Pulang?"Zain memegang kedua pipi Kiran dan keduanya saling menatap lekat, Kiran menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya."Ayo"Zain merangkul pinggang Kiran dan setelah berada didekat pintu mobil, Zain melepaskan rangkulannya.
trimakasih banyak sdh menghibur kami sebagai pembaca,,aku percaya tidak mudah mencari ide-ide untuk menciptakan karya mu yang luar biasa ini,menguras otak, pikiran dan waktu, tidak smua orang bisa menciptakan cerita sebagus ini 👍👍👍
semangat dengan karya selanjutnya 💪💪
udah yg keberapakali baca novel karyamu ini... nggak membosankan