NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Cuit cuit cuit

Suara burung di pagi hari terdengar nyaring. Udara yang dingin masuk ke ketika pintu dibuka. Aroma embun terasa jelas di hidung dan begitu menyegarkan kepala.

Matahari masih belum muncul, sehingga kehangatan hany di dapat dari baju panjang yang dikenakan.

Mita memang biasa membuka pintu dan jendela rumahnya setiap bangun. Dia membiarkan udara segar itu masuk ke rumah agar di dalam rumah pun terasa segar.

Bari hari ini sejak beberapa bulan terakhir dia bangun dengan santi. Biasanya setelah menjalankan sholat subuh, dirinya sudah harus berjibaku di dapur untuk membuatkan sarapan orang seisi rumah. Tapi kali ini tidak demikian. Dia hanya santai bahkan bisa menikmati segarnya udara pagi tanpa harus berperang dengan peralatan dapur.

Degh!

"Ada siapa di dapur?" gumam Mita ketika dia mendengar ada suara di dapurnya. Suara orang memasak.

Mita bergegas mendatangi tempat yang sangat akrab dengannya setelah resign dari pekerjaannya tersebut. Ia membelalakkan mata saat menemui ada orang di sana.

"Udah bangun Nduk. Apa Ibu yang buat kamu bangun? Maaf kalau klontengan nya bikin kamu kebangun."

"Aaah Ibu, ndak usah repot-repot begini. Aku bisa beli soto di depan buat sarapan."

Mita agaknya lupa kalau Jumilah dan Bakri menginap di rumahnya. Awalnya ia takut jika yang ada di dapur itu adalah Warsi atau Medi, tapi ternyata tidak.

Tapi dengan begitu Mita tahu bahwa apa yang terjadi semalam, bukan lah mimpi. Semuanya adalah sebuah kenyataan yang sangat pahit bahkan terasa seperti racun yang bisa melumpuhkan semua organ tubuhnya.

Tanpa disadarinya, air mata itu kembali mengalir. Namun Mita dengan cepat menghapusnya.

"Nggak apa-apa, Ibu senang bisa masakin kamu. Udah lama kan kamu nggak makan masakan ibu. Ini ibu bikinin tumis cumi pedas sama udang goreng kesukaan kamu."

Degh!

Mita tertegun dengan ucapan Jumilah, dia semakin tercengang melihat dua masakan laut yang sudah tersaji di meja makan.

Tanpa sadar air mata Mita mengalir. Selama ini setiap memasak atau membeli makanan, dia selalu mengesampingkan keinginannya. Mita selalu memprioritaskan keluarganya. Dan ternyata hatinya sesenang itu saat mengetahui masih ada yang ingat tentang makanan yang jadi kesukaannya.

"Terimakasih Buk," ucap Mita. Air matanya menjadi tak terbendung ketika menyantap masakan itu.

Di sebrang meja, Jumilah hanya tersenyum melihat sang menantu. Dia tidak pernah menyangka bahwa Mita akan berpisah dengan Erdio, padahal dia sudah memiliki banyak hal yang akan dilakukan bersama sang menantu dan cucunya nanti,

Akan tetapi semua yang diharapkannya harus pupus karena Mita akan bercerai dengan Erdio. Dan Jumilah tak ingin menghalangi Mita untuk melakukannya.

"Nduk, Ibu sama Bapak mau pamit pulang dulu. Kamu baik-baik ya. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan."

"Iya Buk, makasih banyak."

Mita mengantarkan Jumilah dan Bakri hingga di halaman. Dia juga melepas mereka berdua dengan lambaian tangan ketika mobil pick up melaju di jalanan.

Haaah

Suasana yang hangat tadi seketika berubah menjadi dingin dan sunyi. Mita melihat ke sekeliling rumah, matanya menangkap sebuah benda yang menggantung di dinding.

Sebuah foto pernikahan dirinya dan juga Erdio, di sisinya ada Warsi dan juga Medi. Mereka tampak bahagia di sana, namun sekarang kebahagiaan itu hanya tinggal kenangan.

Dengan hati-hati Mita mengambil tangga lalu menurunkan foto itu. Tak hanya foto pernikahannya dengan Erdio, tapi juga foto Medi dan Warsi. Ia hanya menyisakan foto dirinya dan almarhum sang ayah.

"Selamat tinggal. Ini yang terbaik bagi semuanya. Cintaku ternyata cuma sampai di situ saja. Jodoh ku dengan dia juga cuma sampai segini. Hahahaha, beneran lucu ya. Masa pacaran lebih lama dari pernikahan."

Mita dan Erdio berpacaran selama dua tahun. Setelah itu mereka lalu menikah. Dan sekarang baru setahun membina rumah tangga, ternyata Mita harus memutuskan tali pernikahan.

"Padahal aku mikirnya kita bisa sama-sama sampai tua lho,"gumam Mita lirih.

Tak pernah terbesit dalam pikiran Mita bahwa dia akan menjanda di usia muda. Mita juga tak pernah mengira bahwa Erdio, pria yang sangat ia cintai dengan sepenuh jiwa dan raganya akan berkhianat seperti ini.

Namun, yang lebih membuat Mita tak habis pikir adalah Warsi dan Medi. Dua orang yang benar-benar ia sayangi layaknya keluarga itu, teganya menjadikan dirinya orang-orangan sawah yang tak mengetahui apapun.

Aaaahh

Tangis Mita kembali pecah. Foto-foto yang ia turunkan dari dinding baru saja, jelas memiliki banyak kenangan. Dimana semua kenangan itu begitu indah. Namun sekarang setiap melihatnya, yang terasa adalah rasa sakit.

"Apa ini makna dari pribahasa, karena nila setitik rusak susu sebelanga? Ya Allah, sakit rasanya."

Mau setegar apapun dirinya, Mita hanyalah wanita biasa. Bahkan dia juga sebatang kara. Ia tak memiliki tempat bersandar. Dia tak memiliki sesiapapun yang mampu digunakannya sebagai pegangan. Mita hanya meringkuk di lantai, sembari memeluk lututnya sendiri. Ia menumpahkan kembali air matanya.

Rumah yang sunyi dan henning hampir tak ada suara apapun di sana. Hanya suara tangis serta isakan dari Mita yang dadanya penuh sesak akan rasa sakit. Rumah yang sunyi itu menjadi saksi bisu akan rapuhnya seorang wanita yang hidup sendiri karena kekecewaan mendalam akibat pengkhianatan dari orang-orang tercintanya.

Setidaknya satu jam lebih Mita berada dalam posisi itu. Dia baru berhenti saat handphone nya berbunyi. Nama seseorang terpampang di sana. Hal itu berarti bahwa orang itu sangat dikenalnya. Pasalnya, Mita tak pernah menyimpan nomor handphone orang jika tidak mengenal secara dekat.

"Ngapain orang ini telepon. Ekhem huuuf ... Halo, Assalamualaikum, selamat siang. Ada apa ya Pak?"

Mita tak basa-basi, dia langsung bertanya tujuan si penelpon menghubunginya.

"Ish kamu ini lho Mit, ketus bener sih. Aku lagi di Magelang ini. Bisa ketemu nggak?"

"Untuk?"

"Untuk ngajak kamu kerja lagi. Mit, please kerja lagi yuk. Aku beneran butuh talenta kamu. Sayang lho Mit kalau kamu lepas gitu aja kerjaan kamu. Tahu nggak, posisi itu masih kosong sampe sekarang. Aku belum nempatin siapapun di posisi yang kamu tinggalkan."

Degh!

Mita tentu terkejut mendengar perkataan tersebut. Dia tahu betul siapa Lingga Putra Darsuki. Pria yang merupakan atasannya itu tak mungkin berbohong akan sesuatu. Dia tak mungkin mengada-ada sebuah peristiwa hanya untuk membawa Mita kembali ke perusahaan.

"Bapak ini kenapa sih, kok pengen banget saya balik lagi ke perusahaan?"

"Karena kamu berbakat. Kamu hebat dan juga pintar. Intuisi mu dan penilaian mu terhadap seseorang selalu tepat. Kamu adalah orang yang lebih dari cocok ketimbang siapapun."

Degh!

Kata-kata Lingga menyentuh nuraninya. Bukannya senang tapi Mita malah merasa bodoh. Pasalnya dia sudah gagal dalam menilai seseorang.

"Mit, gimana?"

"Beri saya waktu satu minggu. Saya akan memberikan jawaban saya ke Pak Lingga dalam kurun waktu itu. Saya matikan dulu, Pak. Saya sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk keluarga saya."

Tuuuut

"Bohong. Kamu bohong Mita."

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Damar Pawitra: makasih banyaaaak Kakaaak. yu no me so wel Kak Siti @Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒 😍🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Damar Pawitra: hahahha lelah ya Kak Siti. pokoknya makasih buat semua-muanya 🤗🤗😍
total 3 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
Muft Smoker
deg deg an dy mit ,, masa km gx peka siiih 😂😂😂😂
Ilfa Yarni
emang aneh masak ga tau klo hati nya menyukai mita hadeeeh oon jg ternyata lingga
dewi rofiqoh
Sepertinya bari dan Wilson sudah memulai aksinya buat bikin lingga dekat terus dengan mita 🤔🤔
cinta semu 2
mending kuliah yg pinter terus cari krj itu baru bener ...medi malah salah tujuan lulusan sarjana malah jadi pelakor..apes tenan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!