NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Kembali Datang Menyapa

Ketika Cinta Kembali Datang Menyapa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:157
Nilai: 5
Nama Author: Miss ii

20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anehnya Pak Adam hari ini

Yunia pun memulai hari ini dengan login ke aplikasi pekerjaan nya, dan terlihat ada 3 request order dari divisi Produksi. Yang artinya Yunia harus mencari penawaran harga dulu untuk produk yang diminta ini. setelah searching di google dan mencari detail produk dan toko terdekat, Yunia pun membuat form penawaran harga untuk ke tiga vendor yang di pilih yunia, setelah form di print Yunia pun meminta tanda tangan pak Adam untuk approve ajuan ini.

"Permisi pak", ucap Yunia ketika mengetuk pintu.

"ya masuk aja", jawab pak Adam.

Yunia masuk ke ruangan dan berdiri di depan meja pak Adam sambil menyodorkan map berisi 3 form penawaran harga yang barusan di buatnya.

"ini pak mau minta approve untuk penawaran harga Bearing", ucap Yunia.

"Ok, sini saya cek dulu, kamu duduk aja dulu yun," jawab pak Adam.

Yunia pun duduk dengan sedikit bingung dan berkata dalam hati, tumben amat nyuruh duduk, biasanya juga di biarin gue berdiri lama.

Ada sekitar 10 menitan Yunia duduk, dan tumben sekali ini pak Adam benar-benar detail membaca referensi barang yang di jual di tiga penawaran harga dari tiga toko ini, sampai harus searching sendiri di google untuk melihat produk ini.

Yunia pun bergumam dalam hati :" duh apa gue salah ambil produk ya? Mati dah gue kalo sampe salah kali ini."

Pak Adam :" ok sudah saya cek, saya tanda tangani dulu ini, oh iya ini kita cek dulu aja ya barangnya ke lokasi tiga toko ini."

Yunia :" baik pak nanti saya akan minta ditemani pak Andi untuk mengecek barangnya langsung ke tiga toko ini."

Pak Adam:" kamu ga mengerti bahasa saya ya?"

Yunia pun mengerenyitkan dahinya bingung, apa ada salah kata ya. Namun akhirnya dia menjawab :" maaf pak saya kurang faham, bisa di ulangi pak arahan dari bapak?"

Pak Adam :" haduh kamu tu ya, masih pagi udah bikin naik tensi saya, saya bilang kan tadi kita cek dulu barang ini, kenapa kamu bilang kamu sama Andi yang jalan ke tiga toko ini?"

Yunia : " oh baik pak maksudnya jadi bapak mau cek sendiri bareng pak Andi?

Pak Adam :" astaga Yunia kamu ini kuliah di mana sih? Saya bilang kita!! Artinya kamu sama saya dan Andi yang k sana!

Yunia pun kaget dengan ucapan pak Adam dan melihat raut wajah pak Adam ketika mengucapkan kalimat nya, terlihat sekali dia menahan kesalnya ke Yunia.

"oh bbbbaik pak, maaf saya tadi mengiranya kata kita di sini, tim purchasing kita pak". Jawab yunia sambil memberikan senyum yang sangat dipaksakan.

Pak Adam pun melotot matanya sambil menyerahkan dokumennya ke Yunia Danang berkata :" masih pagi udah mancing tensi."

Yunia pun menjawab kembali sambil memberikan senyumnya:" terimakasih pak, maaf ya pak saya sepertinya kurang minum ni pak jadi ga faham ".

Yunia keluar ruangan sambil menutup map berisi dokumennya ke setengah mukanya. Dan dia mentertawakan sendiri kelemotannya pagi uni

Dalam hati dia bergumam :" duh ini pak Adam tumben amat mau ikut cek barang padahal udah ada pak Andi, apa takut ada yang salah ya? Gara-gara audit kemarin, duh ga bisa mampir beli es teller ini kalo dia ikut."

Baru mau duduk di kursinya, aplikasi WhatsApp nya berbunyi. Yunia mengecek ponselnya dan astagaa dia lupa membalas banyak pesan di WhatsApp nya.

Dibukanya aplikasi WhatsApp di ponsel nya, pesan teratas dari Dewi :" eh Lo mau keluar ya sama pak Andi? Titip es teller ya Yun. nuhun cancikkk."

dibalas Yunia :" 01 gue ikut Dew, jadi ga janji bisa beli ya.

Dewi :" wadidaw, gegara audit kemarin? doi benar-benar jadi ngawal tim nya sendiri sekarang kalo beli-beli barang? Perasaan kata bos gue, ga material kok kesalahan nota kalian kemarin. benar-benar bos perfecto 01 Lo yun.

Yunia :" iya kayaknya dew, ok lah gue siap-siap dulu ya.

Dewi :"ok, have nice day ya Yun jalan bareng 01 Lo hahahahahah."

Yunia pun nyengir kuda melihat balasan Dewi.

Ketika scroll ke bawah terlihat pesan dari mba Intan, Nova dan ada dari Danang.

Yunia memilih membuka pesan dari Danang.

Danang :" ga kuliah Lo? ada tugas ini dari Bu Ida.

Yunia:" Nang sorry baru bales, iya gue lagi ga enak badan kemarin. Nyontek ya bos, gue lagi males mikir.

Walau tau pasti ga bakal di bales oleh Danang di jam segini. Tapi tetap dikirimnya pesan ini.

Lalu Yunia beralih ke pesan Nova.

Nova:" assalamualaikum Yun kamu baik-baik aja kan? Aku kemarin ke warung gado-gado Bude Ani di sana di ajak ngobrol, dia bilang anaknya liat status WhatsApp mba Intan, yang intinya marah ke kamu kayaknya, cuma bahasanya ga enak diliatnya. Kamu harus tetep makan teratur dan jaga kesehatan ya."

Yunia :" walaikumsalam va, Alhamdulillah aku baik va. Gapapa abaikan saja va masalah ini, aku dah kebal sama kelakuan mba intan dan keluarga ku. InsyaAllah aku akan jaga kesehatan ku Va. Karena sekarang aku pengen sukses dan hidup bahagia."

Yunia pun segera bersiap menyimpan ponselnya di tas, dokumen penawaran harga di simpan di goodie bag. Tak lupa dia membawa buku agenda dan bolpoin nya. dan menelpon supir kantor Zaki, untuk bersiap-siap dan pak Andi untuk segera menuju ke depan kantor menunggu Zaki membawa mobil.

Benar saja tidak lama kemudian pak Adam keluar dari ruangan nya.

Pak Adam :" loh kok masih di sini ? udah jam berapa ini yunia! jangan bilang kamu belum telpon Zaki sama Andi!

Yunia :" sudah pak, sudah pada nunggu di pintu depan."

Pak Adam : " Gitu dong, jangan buang waktu saya."

Yunia tersenyum dan jawab :" siap pak."

Akhirnya mereka ber empat berangkat, dan yunia pun sangat kurang nyaman duduk bersebelahan dengan pak Adam. Mau buka ponsel takut di komentari, mau merem nanti di tegur, akhirnya yunia cuma menatap jalan sambil menahan kantuk yang mulai menyapa :-)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!